NovelToon NovelToon
Amanda Si Penjual Ikan

Amanda Si Penjual Ikan

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan

"Manda,..." panggil emak.

"Iya..." jawab Amanda.

Gorden kamar Amanda di buka,

Emak menyentuh dahi Amanda.

"Panas...sakit?" kata Emak.

"Nggak tau mak', badan manda meriang dari pulang tadi" kata Amanda.

Diluar hujan deras,

"Sungai belakang kagak meluap kan mak?" kata Amanda duduk di kasur dipan.

"Kagak, barusan emak dari belakang" kata Emak.

"Udah minum obat?" kata Emak

"Udah, habis makan tadi parasetamol" kata Amanda.

Emak mijetin kaki Amanda.

Balurin minyak urut di badan juga,

"Kecapean neng..." kata Emak

"Emak juga capek, istirahat aja" kata Amanda.

Tapi tangan emak masih tetap mijet Amanda.

"Kalau hujan gini emak takut kita kebanjiran lagi" kata Emak.

"Nggak bisa tidur semalaman" katanya lagi.

Amanda ingat dapur kan bocor.

"Ember mak, di dapur" kata Amanda.

"Udah, udah emak tampung air hujannya" kata Emak

"Kalau ada rejeki nanti kita ganti seng dapur ya, mak" kata Amanda.

"Iya...." kata Emak.

"Mak, emak sama bapak dulu ketemunya gimana?" tanya Amanda sambil tengkurap di pijet emak,

"Emak kan gini-gini idola di kampung biar nggak cantik-cantik amat" kata Emak

"Iya percaya, trus ketemunya gimana?" Kata Amanda, pijetan emak makin kuat aja, kayaknya semangat.

"Emak tuh kan aktif di sekolah waktu SMP, bapak lo kan anak pindahan dari kampung sono, cakep dia. Banyak cewek yang demen, ya.... emak ikut penasaran juga" kata Emak.

"Jadi emak yang ngejar Bapak!?" kata Amanda.

"Enak Aje!" kata emak, bahu Amanda di remas.

"Aduh..." kata Amanda.

"He-he-he... maaf neng..." kata emak.

"Iya mak..lanjutin ah... seru ceritanye" kata Amanda, godain emak.

"Si Mamat naksir sama emak anak juragan bata, tapi emak malah milih bapakmu tuh yang ninggalin kita kayak gini" kata Emak.

"Emak ngerasa nyesal...nggak sama Mamat" kata Amanda

"Nggak ada kata begituan udah pilihan hidup, yang ada lo cakep kaya bapak lo" kata Emak.

"Bijak banget mak..." kata Amanda.

"Yang penting kelakuan lo nggak kayak bapak lo aja sudah senang hati emak..., Bapak lo emang ngerepotin banget dah..." emak berhenti mijet.

Amanda balik badan, demamnya masih tapi agak berkurang, emak ambil selimut, buat nyelimutin Amanda.

"Ya kayak elo...sekarang, sukanya sama Ali di demenin sama Rizal" kata Emak.

"Ih emak ngaco ah...Rizal cuma temen mak..."

"Ali anak sultan...

Bapaknya juragan, anaknya cakep pintar juga yak...tapi elo banyak saingan di sekolah, mana elo putus sekolah lagi.

Kalo Rizal anaknya Pak Lurah, emaknya baek ramah, teman emak juga, Rizal biar nggak secakep Ali, nggak jelek-jelek amat, anaknya baek udah kenal dari orok, lo tau emak sama emaknya Rizal barengan terus posyandu lo bedua tuh, kan lahirnya cuman beda beberapa hari", kata Emak angguk-angguk sendiri.

"Lah, emak apa-apa'an, Rizal udah punya cewek, orang Amanda cuman temenan" kata Amanda.

"Kan Janur Kuning Belum Melengkung Manda.....

Tapi....

Rizal paling sedih waktu denger elo putus sekolah kan?dia sampai ngikutin emak di parkiran" kata Emak.

"Beneran mak? kapan kok emak nggak cerita?itu karena gua temenan dari lama aje kali, Rizal mantannya Nora mak' emak tau?" kata Amanda.

"Lah, mau ditinggal nikah dong?' kata emak.

"Suuuttttt, jangan nyaring-nyaring mak" kata Amanda.

"Diluar hujan lebat gini, mana ada yang denger..." kata Emak.

"Makanya Rizal temenan sama Amanda kan nanyain si Nora" kata Amanda.

"Kasihan si Rizal, emang lo kagak demen Rizal gitu?" kata Emaknya Amanda bikin Amanda ketawa.

"Dimana-mana mak, jaman sekarang mana ada cowok yang suka sama anak putus sekolah kaya Amanda, lagian si Rizal juga nggak mau ngomong sama Manda, katanya berisik disuruh diem" kata Amanda.

"Tega amat si Rizal yak...ya udah sama Ali aja" kata Emak lagi.

"Emang orang demen sama manda" kata Amanda sadar diri.

"Ya udah, tidur aja dulu yak, besok nyambungin ngobrolnya. Mak' ke sebelah dulu" Kata Emak.

"Doa dulu, cepetan tidur, sehat-sehat besok pagi" kata Emak.

"Amin..." kata Amanda, Emak nutupin gorden kamar Amanda.

Ali? Rizal? Ah, Emak... ada-ada aja suka godain Amanda.

Amanda tau Emak ngomong gitu supaya Amanda Senyum dan Ketawa lagi.

**

Pagi hari, hujan masih gerimis,

Amanda keluarin motor, pakai jas hujan.

"Ntar, emak nyusul " kata emak nyusul belakangan ke lapak, Amanda ke Pelelangan dulu.

"Emak kesini tadi naik apa?' tanya Amanda ngangkat box ikan, ngeliat emak sudah ada di lapak, diluar hujan masih lebat, kalau naik motor listrik nggak mungkin.

"Jalan kaki" jawab emak.

"Duh, jauh mak" kata Amanda.

"Biasa juga gitu, nggak sampe sekilo juga jauhnya" kata emak.

Amanda menyusun ikan yang di jual.

"Hai semua, uhu-uhuk kita hari ini udah buka ya...Ikan harga di list yang Manda bagikan, kalau mau pesan atau mau filet ikan dan ayam, jangan lupa komen" kata Amanda sambil batuk-batuk.

"Lo, masih sakit neng?" Emak meraba dahi Amanda berasa hangat.

"Udah emak aje yang nungguin, elo pulang ke rumah istirahat" kata Emak.

"Nggak apa-apa mak...bentar lagi sehat" kata Amanda.

Belum sampe siang hari jualan di lapak Amanda cepat habis terpesan soalnya banyak yang belanja online diluar  hujan lebat pada malas keluar rumah.

"Pulang duluan sono, biar emak yang beresin ini. Jangan lupa ke Apotek minta resep obat" kata Emak.

Wajah Amanda memerah, menahan demam.

Pulang dari pasar Amanda meski ngengkol lagi motor mio karbu butut Amanda soalnya kedinginan.

Tenaga Amanda mau habis buat ngengkol motor doang.

Sampai dirumah Amanda rebus air, mandi lalu makan, ketiduran sampai sore.

Emak belum balik, badan Amanda mendingan.

"Mak, Emak belum pulang?" tanya Amanda di telepon.

"Belom...dikit lagi ngupas bawangnya sisa sekiloan" kata Emak.

"Trus Emak balik gimana?" kata Amanda.

"Gampang bisa naik angkot" kata Emak nyaut.

Eh, telepon Emak matiin mungkin sibuk tangannya ngupas bawang.

Amanda mandi, pake jaket hoodie putih, celana panjang keluarin sepeda listrik ke apotik di muara gang.

**

"Ini obatnya buat demam 3x1, ini vitamin 1x1 tulisannya ada di dalam ya..." kata penjual obat.

"Iya kak..makasih.." kata Amanda.

Amanda berbalik badan ,eh.... yang antri di belakang ada Rizal sama teman sekelasnya beli plester luka.

"Manda..." kata Rizal.

Amanda ngangguk, "Duluan yak.."

Sepeda listrik kelupaan di charge semalam, jadi aki drop, terpaksa Amanda dorong sepeda.

"Sepeda lo kenapa nda?" tanya Rizal pake motor di samping Amanda,

"Akinya drop" kata Amanda lagi.

"Bantuin tarik aja" kata temannya nepokin bahu Rizal.

"Iya nih, yuk kita tarik" kata Rizal megang stang sepeda listrik Amanda.

"Nggak usah, nggak jauh kok jalan aja" Amanda lanjutin jalan nolak ditarik, masangin topi hoodienya.

Rizal malah ngikutin pakai motor dari belakang.

Sampai depan Rumah, Amanda naroh motor di teras,ngeluarin alat cas.

Rizal tadi ngantar temennya malah balik lagi berhenti depan rumah.

Amanda liat luka tangannya udah sembuh, kakinya juga dah lancar jalan.

Rizal malah duduk di bangku liatin Amanda masang kabel cas sepeda.

Liatin obat yang di keranjang depan.

"Lo sakit nda?" kata Rizal.

Amanda nggak nyaut.

"Muka lo merah banget, lo sakit apa?" tanya Rizal.

Amanda tetap diam.

"Lo, ada marah sama gua ya?kok gua nanya kaya orang tuli kagak mau jawab" tanya Rizal.

"Kan elo bilang ke gua Zal, udah diem aja, ya gua diam" kata Amanda.

"Yah..gitu aja lo ngambek, maaf deh..." kata Rizal.

"Gua mau istirahat dulu zal, lo pulang aja" kata Amanda, Amanda ngusir Rizal.

Rizal masih bengong.

Emak malah baru datang nentengin plastik sama gorengan.

"Eh, Rizal anak Emak..." kata Emak, sejak kapan Rizal jadi anak emak juga.

"Kok nggak di suruh masuk sih..." kata Emak, malah nyubitin Amanda.

Pegang dahi Amanda juga, padahal tangan masih bau amis kostum masih dari lapak nggak ganti.

"Masuk yuk..." kata Emak maksain Rizal.

"Makasih ncing lain kali aje" kata Rizal nunduk-nunduk

":Lah, kok mau pulang, nih ambil gorengan" Emak buka kresek gorengan.

Rizal ngambil goreng pisang satu, "Makasih ncing...mau ketempat teman dulu" kata Rizal, trus jalan ke motornya, pisang goreng di sangkutin di mulut.

"Ya ampun, Rizal cakepan sekarang yak, dah gede" emak geleng-geleng kepala mandangin Rizal sampai hilang dari gang.

"Terserah mak' dah..." kata Amanda.

Emak ke belakang mandi bebersih, Amanda nyusunin gorengan,sama masak sup ceker ayam buat makan malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!