NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Malam itu, Gery dan Juna duduk di tangga belakang asrama, satu-satunya tempat sepi yang biasa dipakai Gery untuk menyendiri. Angin malam berembus pelan, membawa aroma rumput basah dari lapangan yang belum sepenuhnya kering sejak hujan kemarin.

"Juna," Gery memecah keheningan, suaranya terdengar ragu. "Boleh aku tanya sesuatu?"

"Tanya aja."

"Kenapa kamu mau repot-repot ngurusin semua ini? Kevin, terus tiga orang tadi... kamu bisa aja diem, jaga jarak, lulus dengan selamat tanpa ikut campur urusan orang lain."

Juna menatap langit malam yang mulai dihiasi bintang-bintang samar, memikirkan jawaban yang sebenarnya sudah lama bergolak di dadanya sejak malam sistem itu muncul.

"Karena aku capek jadi orang yang cuma bisa diam," jawab Juna akhirnya, suaranya rendah namun mantap. "Aku masuk sekolah ini karena beasiswa, tanpa nama keluarga, tanpa koneksi, tanpa apa-apa. Kalau aku terus diam, aku akan jadi korban selamanya, sama kayak kamu, sama kayak Kevin."

"Terus rencana kamu apa?"

Juna menoleh menatap Gery lurus-lurus, matanya memancarkan sesuatu yang membuat Gery merasa seperti sedang menatap orang yang sama sekali berbeda dari yang ia temui di gerbang dua malam lalu.

"Aku akan kumpulkan semua orang yang mereka anggap sampah," Juna berkata, "dan aku akan buktikan kalau sampah pun bisa jadi sesuatu yang mereka takuti."

Gery terdiam lama, menatap wajah Juna di bawah cahaya lampu taman yang remang. Ada keraguan di matanya, tapi juga ada sesuatu yang lain—harapan kecil yang sudah lama padam, kini perlahan menyala kembali.

"Kalau gitu," Gery akhirnya berkata, menegakkan punggungnya, "Aku ikut kamu. Aku capek juga jadi sampah yang cuma bisa diem."

[Pengikut +1: Gery]

[Total Pengikut: 1]

Panel itu muncul sekilas di sudut pandangan Juna, dan ia tidak bisa menahan seringai puas yang terbentuk di sudut bibirnya.

...-----...

Keesokan harinya, Kevin datang menghampiri Juna sendiri di lorong menuju kelas, wajahnya masih menyisakan kegugupan yang sama seperti kemarin, namun kali ini ia tidak menghindar.

"Aku... aku dengar sesuatu semalam," Kevin berkata pelan, matanya sesekali melirik ke kanan kiri memastikan tidak ada yang mendengar. "Tapi aku cuma mau bilang sekali ini aja—aku bukan temen kamu. aku cuma kasih info karena aku nggak punya pilihan lain."

"Aku nggak pernah bilang kita temenan," Juna menjawab santai. "Aku cuma butuh info kamu, dan kamu butuh perlindungan. Itu cukup."

Kevin menunduk, rahangnya mengeras menahan sesuatu yang tidak ia ucapkan, sebelum akhirnya membisikkan informasi yang ia dengar malam itu, dan berlalu pergi tanpa menoleh lagi.

[Pengikut +1: Kevin Aditama]

[Total Pengikut: 2]

[Level Naik! Level 3]

[Gelar Baru: Sampah Menggonggong Dari Tanpa Faksi]

Juna menatap panel gelar barunya dengan alis terangkat, sedikit terganggu oleh nada mengejek yang tersirat dari kata-kata itu, namun ia hanya mendengus pelan.

'Menggonggong, ya,' batinnya, melangkah menyusuri koridor dengan kepala tegak. 'Kalau begitu, biar mereka semua dengar gonggongan ini sampai menggema ke seluruh penjuru sekolah.'

Di kejauhan, tersembunyi di balik pilar koridor lantai dua, sepasang mata mengamati setiap gerakan Juna dengan tatapan dingin. Sosok berjaket hitam itu mengeluarkan buku catatan kecil dari saku dalamnya, menuliskan sebuah nama di halaman baru dengan tulisan tangan yang rapi dan tegas.

Juna Adiwiyata.

Ia menutup buku itu perlahan, lalu menghilang ke balik bayangan koridor tanpa suara, seolah tidak pernah ada di sana sama sekali.

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!