NovelToon NovelToon
Antara Nyaman Dan Cinta

Antara Nyaman Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembalinya bros

sepulang dari cafe, Olivia menghubungi tejo. beberapa kali menghubungi tapi tidak ada jawaban.

Olivia langsung membuka kotak hitam tempat bros.

seketika Olivia terkejut dan melemparkan kotak hitam itu. bros yang diberikan kepada tari kini kembali ke tempatnya.

Olivia duduk di sudut ruangan, melihat bros yang tercecer karena dia lempar. Olivia pergi keluar rumah, duduk di Teras kamarnya. Olivia bingung apa yang dia lakukan sekarang ini sudah menghilangkan nyawa orang lain. dalam hatinya bimbang ingin mengembalikan bros itu kepada nek Marni.

setelah dirasa tenang, Olivia kembali masuk kedalam kamarnya. memungut bros itu meletakkan di tempatnya.

Olivia masih berusaha menghubungi tejo, tetap tidak ada jawaban

"mungkin hanya kebetulan aja" ujar Olivia berusaha berfikiran positif.

*****

Tiga hari berada di rumah, Olivia merasa bosan. berusaha memar di hidungnya segera hilang

Olivia : mas.. malam ini aku masuk ya

dimas : kamu sudah betul-betul sehat?

Olivia : sudah lebih baik mas

dimas : coba lihat hidung mu

Olivia mengirim foto hidungnya, memarnya sudah hampir hilang

Dimas : oke. tapi jangan full dulu ya

Olivia : oke siap

Olivia kegirangan mendapatkan ijin dari dimas. siang itu Olivia hendak beristirahat, merebahkan tubuhnya. samar-samar Olivia melihat bayangan yang sama. bayangan perempuan tengah menyisir rambutnya.

Olivia memandang lekat bayangan itu, ketika dia mendekat, bayangan itu menghilang. bulu kuduk Olivia berdiri.

Olivia memberanikan diri untuk tetep di kamarnya. tidur siang dengan pulas tanpa takut sedikitpun

****

malam hari Olivia masuk kerja di cafe milik dimas.

Kedatangan Olivia disambut dengan rekan-rekannya

"via... kamu sudah sehat?" sapa Widi

"sudah wid... hidungku masih utuh kan" canda Olivia

"hidung kamu utuh tapi bagaimana dengan suara kamu? nanti sengau" ledek kakok

"kalau sengau aku ganti profesi mas"

"jadi apa?"

"penjual tahu bulat" canda Olivia

"hay vi" sapa Mely yang baru saja perfome

"hay Mel"

"sudah baikan?"

"sudah. seperti yang kamu lihat. bagaimana kabar mantan kamu?"

"entahlah... hilang di telan bumi" ujar Mely

"hem hem.. kelihatannya sudah akur nih" ledek ujang

"apaan sih mas?"

"vi... kamu di cari mas dimas"

"dimana?"

"di ruangannya"

Olivia pergi menuju ruang kerja dimas

"masuk"

Olivia mengetuk pintu itu.

"malam mas" sapa Olivia ketika masuk kedalam ruangan dimas

"malam vi... "

Olivia terkejut melihat dimas bersama dengan seorang wanita

"lanjutkan dulu mas, aku keluar dulu"

"hey... mau kemana kamu? sini" dimas memanggil Olivia

"mas dimas ada tamu"

"masuk sini" dimas menarik tangan Olivia

"kenalkan ini Siska, sepupuku"

siska dan Olivia berkenalan

"via... " tangan Siska memegang tangan Olivia cukup lama

"iya mbk"

"hey.. panggil aku Siska. jangan mbak"

"iya sis"

"nah gitu donk. kamu oke vi?"

"aku baik-baik saja sis"

"kamu yakin?"

"yakin" jawab Olivia mantap

"oke... " Siska melepaskan tangannya masih mengamati Olivia

"ini gadis yang kamu ceritakan dulu mas?"

"iya sis... suara bagus. nanti lihat sendiri"

"oh ya?"

Olivia duduk di samping Siska

"mas, aku keluar ya. kasian Mely"

"tunggu 15 menit lagi. oke"

"oke mas"

"via... kamu tau ndak mas dimas ini belum pernah pacaran"

"oh ya? hari gini belum pernah pacaran? kok rasanya aneh ya"

"kamu lihat mukaku ini muka Playfboy gitu?"

"ya aneh aja mas. iya kalau jaman dulu ndak pernah pacaran langsung di jodohkan biasa. nah sekarang. kayaknya ndak mungkin"

"yang ngejar dia banyak vi" ujar Siska "tapi ndak ada yang di suka sama mas dimas"

Olivia tersenyum simpul

"kamu yakin baik-baik saja vi?" tanya dimas

"iya mas. kenapa sih dari tadi nanya itu terus"

"ndak biasanya kamu seperti ini. biasanya riang. sekarang pendiam. ada apa?"

"ndak ada apa-apa mas"

"kamu yakin?"

"1000% yakin mas. aku keluar ya mas" Olivia keluar dari ruang kerja dimas

"mas... Olivia sepertinya ndak baik-baik saja" ujar Siska, setelah kepergian Olivia

"biasa aja kok sis"

"ada yang dia sembunyikan mas"

"ah... kamu itu terlalu peka. biasa emang begitu dia"

"Mudah-mudahan hanya perasaanku aja ya mas"

*****

satu bulan berlalu

"mas besok aku ambil libur ya" ujar Olivia setelah perfome hari itu

"oke"

banyak job yang dia kerjakan bersama widuri, hampir setiap hari mendapatkan job event dari widuri, dimas setia menemani Olivia di manapun eventnya.

"kamu mau pulang?"

"iya mas. sebulan sekali aku sempatkan pulang. walaupun hanya sekedar membersihkan rumah lamaku"

"aku antar ya"

"ndak usah mas, terimakasih"

"kamu yakin mau pulang sendiri?"

"yakin.. " ujar Olivia keluar dari cafe bersama dimas. malam itu seperti malam-malam biasanya, dimas selalu mengantar pulang Olivia.

"mas, aq berniat menyewa rumah"

"kenapa? ndak betah di kos?"

"terlalu kecil, sedangkan barang-barangku semakin hari semakin banyak

"cari yang dekat cafe vi"

"iya mas"

*****

satu bulan yang lalu Olivia pulang ke kampung pagi hari. setelah mengetahui ritual dia malam, kini Olivia berangkat agak sedikit siang.

Setelah mampir ke pasar tradisional untuk membeli bunga, Olivia tak lupa mengunjungi makam kedua orang tuanya

Olivia masih ingat ketika kakinya seperti ada yang menahannya disana waktu dia akan meninggalkan makam itu.

Rasa takut Olivia tidak bisa dia tepis, tapi dia harus berani

setelah selesai mengirimkan doa untuk kedua orang tuanya. Olivia pergi dari makam itu, kini kakinya ringan tidak ada yang menahannya

"nduk... ojok di terusno" ucap bapak-bapak yang duduk di salah satu nisan di ujung pemakaman

"maksudnya apa pak?"

"jangan diteruskan nak... sebelum kamu menyesal" ucap bapak-bapak itu

Olivia bingung apa yang di maksud pria itu.

"iya Pak terimakasih" ujar Olivia lalu meninggalkan orang itu

Olivia kembali melanjutkan langkahnya, setibanya di pagar keluar makam

"kamu tadi ngobrol sama siapa mbk?" tanya pak dirman juru kunci Makam itu

"itu sama bapak-bapak" Olivia menoleh, tempat yang dia tunjuk tidak nampak seorangpun "lho tadi ada di situ pak, dinisan putih itu" tunjuk Olivia

"dari tadi baru kamu yang ziarah ke sini, ndak ada orang lain"

beneran pak, tadi ada disitu. sudah pergi mungkin pak"

"kalau orang itu pergi pasti lewat sini mbk"

Olivia membenarkan jujur kunci makam itu, hanya dia yang ada disitu. Olivia masih mengingat ucapan pak tua tadi, dia tak boleh meneruskan. mungkin meneruskan ritaul, mungkin itu yang dimaksud pak tua tadi.

Olivia mempercepat langkahnya untuk pulang. di halaman rumah sudah terparkir motor tejo

"sore mas.. " sapa Olivia mendapati tejo tengah santai sambil menonton televisi

"siang vi"

"sudah dari tadi?"

"dari subuh tadi vi... kamu kok baru datang"

"santai dulu mas, capek banyak kerjaan"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!