NovelToon NovelToon
Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Dewa Lukis Kecantol Siluman Rubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Beda Dunia / Suami amnesia / Fantasi
Popularitas:905
Nilai: 5
Nama Author: Musang_Galau

Chandra adalah dewa jatuh yang turun ke bumi menjadi manusia, dia tidak menyadari kekuatan dewa nya tidak hilang. Kesehariannya adalah melukis dan menjualnya di pasar, hidupnya berubah setelah memasuki galeri teratai hitam menemukan banyak keberuntungan dan juga harem yaitu Yueji siluman rubah ekor sembilan cantik dan mempesona, . Apakah hubungan Chandra akan menyadari bahwa dirinya adalah seorang dewa jatuh setelah bertemu Yueji?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musang_Galau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback Rubah Betina

Kukuruyuk! Suara ayam berkokok bersahutan memecah keheningan pagi.

Sinar hangat mentari masuk ke sela-sela Galeri Teratai Hitam yang dikelola Chandra. Aura pagi itu begitu sejuk dan membuat dada terasa nyaman. Namun, tidak bagi Yueji.

"Sialan kau, Bocah! Awas saja kalau ke sini! Kau berikan obat apa kepada suamiku!" geram Yueji dengan tubuh menggigil di balik selimut tebal, duduk lemas di teras belakang.

Terdengar suara langkah kaki mendekat. Yueji yang terperanjat seketika bersujud ke lantai.

"Ampun, Sayang! Ampun! Aku tidak akan kurang ajar lagi!" teriak Yueji histeris ke arah Chandra.

"Kamu ini kenapa sih? Tumben lebay banget," Chandra memeluk tubuh Yueji lalu mendudukkannya kembali di kursi. Dengan telaten, Chandra menyuapi istrinya yang masih menggigil itu.

"Aku lebay? Kamu yang gila! Sembilan puluh sembilan kali semalam!" batin Yueji dengan mata melotot dan mulut yang terus menerima suapan bubur hangat dari suaminya.

"Maaf deh, aku tidak begitu lagi lain kali," ucap Chandra di sela-sela menyuapi.

"Sayang, kamu adalah satu-satunya lelaki tangguh yang aku temui... setelah menemui lelaki di beberapa zaman dari ratusan tahun silam hingga saat ini."

"Cihh, apa sih cerita menjijikkan seperti itu? Kesannya aku meniduri janda yang sudah ribuan kali menikah!" Chandra kesal, lalu berhenti menyuapi.

"Kamu jijik sama aku?" ucap Yueji dengan wajah datar bak patung bergerak, menatap pelan ke arah Chandra.

"Menurut kamu?" Chandra mendekapkan tangan di dada, melayangkan tatapan lurus.

"Apa kamu akan menceraikan aku?" Mata Yueji mulai berkaca-kaca.

"Heh, bukan gitu juga!" bentak Chandra lalu menoleh.

"Sayang..." Chandra seketika kaku melihat istrinya berderai air mata. Tubuhnya langsung merengkuh erat Yueji. "Maafkan aku, Sayang."

"Huaaa... Aku tahu aku bukan manusia suci, aku siluman rubah yang menjijikkan!"

"Tidak, Sayang! Tidak begitu..."

"Kalau kamu tidak bahagia, tidak apa-apa... ceraikan saja aku!" ucap Yueji yang kini makin histeris menangis.

"Aku tidak peduli dengan masa lalu kamu. Yang jelas, kamu sekarang istriku!" Dengan lembut, tangan Chandra mengusap-usap punggung istrinya.

"Huaaa..." Tangisan Yueji malah semakin kencang.

"Kamu ini kenapa sih, tiba-tiba melankolis banget?"

Yueji perlahan melepaskan pelukannya, menarik napas dalam-dalam.

"Sayang, ratusan tahun lalu, aku pernah bertemu dengan seorang lelaki kultivator. Dia bukan lelaki yang hanya bermodal tampan dan ilmu tingkat tinggi, tapi kebijaksanaannya dan kasih sayangnya kepada semua makhluk sekalipun musuhnya begitu dalam. Karena perilakunya itu, keempat hewan suci tunduk bukan karena takut akan kekuatan, tapi takut kehilangan sosok penuh cinta seperti dirinya."

"Ah, malas ah! Buat aku cemburu saja!"

"Sstt..." Jari Yueji menyentuh lembut bibir Chandra. "Suatu hari, aku sedang diburu oleh para kultivator munafik. Mereka ingin melebur diriku menjadi butiran pil untuk meningkatkan kekuatan mereka. Saat aku mulai putus asa, terdengar teriakan yang membuatku aman: 'Pergilah kalian, dia bagianku!'"

Yueji menatap jauh ke depan. "Aku menatapnya. Terlihat dia sedang berdiri di atas kepala Naga Hijau, diiringi tiga hewan suci lainnya: Phoenix Api, Kura-kura Hitam, dan Harimau Putih."

Tangan Yueji berpindah ke dadanya, bercerita semakin dalam.

"Para kultivator itu berteriak, 'Kamu jangan serakah! Sudah punya keempat hewan suci, kenapa masih mau rubah?' Lalu lelaki itu tersenyum. 'Aku tidak pernah memiliki dan dimiliki siapa pun, tapi cintalah yang menyatukan kami.'" Yueji berdiri membelakangi Chandra.

"Para kultivator tingkat tinggi itu menyatukan kekuatan. Terdengar Harimau Putih berkata, 'Tuan, apa perlu mereka aku bunuh?' 'Jangan, selama mereka mau bertobat, berilah mereka kesempatan.'" Yueji melangkah satu langkah menatap langit. "Aku menatapnya dengan rasa sakit yang perlahan hilang. Namun para kultivator itu tetap saja bebal. Harimau Putih tidak sabar, lalu memukul para kultivator itu dengan satu tepukan tangan hingga musnah menjadi debu."

Mata Yueji kembali berkaca-kaca.

"Terdengar suara menggema dari langit bahwa lelaki tersebut sudah mencapai puncak dharma tingkat tinggi. Langit memanggilnya untuk menjadi makhluk abadi masuk ke dalam jajaran para dewa. Namun, itu jebakan. Sebelum dia sampai di pintu langit, sambaran petir ungu dan emas menghantam! Membuat keempat hewan suci musnah karena melindungi dirinya. Dia terjatuh dan terkapar ke bumi dalam pelukanku..."

Yueji semakin menangis sesenggukan.

"Lalu dalam pelukanku dia tersenyum. Dengan mulut penuh darah dia berkata, 'Takdir cinta tidak pernah terputus, selama benang jodoh masih terikat.' Mataku terbelalak, dan dia mengembuskan napas terakhirnya di pangkuanku..."

Mata Yueji seketika berubah menjadi mata rubah. Ekor sembilannya tiba-tiba muncul! Fenomena langit bergejolak, awan seperti membentuk pusaran hitam. Dengan deraian air mata, ia makin emosional bercerita.

"Aku berjanji akan mencari reinkarnasi dirinya! Sampai kapan pun aku akan mencarinya!"

Chandra tersenyum lalu berdiri. "Jadi kalau lelaki itu ada di zaman ini, kamu akan meninggalkanku, Sayang?"

"Maafkan aku, Suam—" Yueji berbalik ke arah Chandra lalu berhenti berucap.

Mata rubahnya terbelalak lebar. Air matanya makin deras mengalir, mulutnya menganga, dan tubuhnya bergetar hebat.

Dengan gelagapan Yueji mengeja, "Mi-Miao Shou Shen..."

Terlihat bayangan siluet sang Dewa Lukis berada tepat di balik tubuh Chandra dengan wajah yang sama persis seperti Chandra!

"Huaaa! Suamiku!" Yueji berteriak histeris lalu memeluk Chandra sekuat tenaga.

"Lah? Barusan melankolis banget cerita mantan, sekarang kayak orang bucin parah sama aku," jawab Chandra nyeleneh.

"Ternyata kamu... ternyata kamu! Ucapanmu benar soal benang jodoh itu..." batin Yueji yang kini semakin membenamkan kepalanya di dada Chandra.

"Kamu itu sayang sama aku atau mau bunuh aku sih?" Chandra berusaha melepaskan pelukan Yueji yang makin erat. "Hahaha, kamu ini kerasukan apa sih? Eh sebentar, kamu kan siluman, masa kerasukan? Hahaha!"

Dag... dug... cesss! (Suara drum komedi garing).

"Tuan... Tuan!" teriak Sisi berlari ke arah halaman belakang. "Tuan, di luar ada ta—" Sisi terhenti, mengepalkan tangan di dagu lancipnya. "Nyonya kenapa?" tanya Sisi pelan.

"Hahaha, dia tidak apa-apa. Hanya kebanyakan nonton drama China," ucap Chandra santai.

Sisi tersenyum lalu mendekat dan membungkukkan tubuhnya. "Di luar ada tamu ingin bertemu dengan Tuan."

"Ya sudah, kamu jamu saja mereka. Sebentar lagi aku ke sana."

"Baik, Tuan." Sisi kembali ke dalam galeri.

"Sayang, sudah belum? Aku harus kerja nih."

"Emmm... ndak mau!" Yueji merajuk.

"Cih, bisa-bisanya berlagak seperti anak-anak."

"Gak mau lepas!" teriak Yueji dengan wajah masih terbenam di dada Chandra.

"Hahaha, mulai hari ini aku sita ponsel kamu biar tidak menonton drama China lagi!"

Kepala Yueji mulai menyembul. "Jangan dong! Aku lagi maraton nonton tau!"

"Udah ah, makanya jangan menangis terus. Muka kamu jadi jelek tuh."

"Biarin!"

"Yeh, nyebelin. Ayo kita masuk, ada tamu."

"Hemm..." Yueji mengangguk sambil tersenyum manis.

"Terima kasih Dewa untuk hadiah ini..." batin Yueji mengucap syukur. Ia pun melangkah masuk ke galeri dengan tubuh menempel penuh pada Chandra.

1
Ruang Senddu
lumayan seru
Waaaaaa_
Hallo aku mampir
Alinsyah 70: Makasih loh udah mampir, maaf loh kalau ceritanya kurang bagus
total 1 replies
Ruang Senddu
seru, mari saling dukung
Doodle Music
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!