NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bima mengemudikan mobilnya membelah keramaian jalanan kota saat langit mulai gelap.

Lampu-lampu jalanan menyala terang, memantulkan cahaya indah di atas bodi hitam pekat Lamborghini Urus miliknya.

Perutnya mulai berbunyi setelah seharian menyetir mengelilingi kota.

'Sebaiknya aku cari makan dulu sebelum lanjut menerima pesanan,' batin Bima santai.

Dia membelokkan mobilnya ke sebuah minimarket yang agak sepi di pinggiran distrik komersial.

Bima turun dari mobil dan berjalan dengan langkah pelan menuju pintu kaca minimarket.

Tiba-tiba, telinganya menangkap suara keributan dari arah gang sempit di samping bangunan tersebut.

"Tolong lepaskan aku, aku janji akan bayar utang ayahku minggu depan!"

Suara seorang perempuan terdengar bergetar hebat karena ketakutan.

"Minggu depan? Bos kami sudah bosan dengar alasan busuk itu, Nona manis."

Suara seorang pria paruh baya membalas dengan nada yang sangat mengancam.

Bima menghentikan langkahnya di depan pintu minimarket.

Dia sebenarnya bukan pahlawan kesiangan yang suka ikut campur urusan orang lain.

Tapi membiarkan seorang wanita diganggu tepat di depan matanya juga bukan gayanya sama sekali.

Bima memutar tubuhnya dan berjalan santai memasuki gang sempit yang remang-remang itu.

Tiga pria berwajah sangar sedang memojokkan seorang gadis muda berseragam pelayan kafe.

"Permisi, numpang tanya."

Suara Bima memecah ketegangan di gang sempit tersebut.

Ketiga preman itu serempak menoleh ke arah sumber suara dengan wajah garang.

"Kalian tahu di mana letak tukang nasi goreng yang enak di sekitar sini?" tanya Bima dengan wajah polos tanpa dosa.

Gadis muda itu menatap Bima dengan pandangan penuh harap campur bingung.

Salah satu preman berbadan paling besar melangkah maju mendekati Bima.

"Lu siapa berani ikut campur urusan kita, hah?" bentak preman itu kasar.

"Cari mati lu di sini?"

"Saya cuma tanya nasi goreng, kenapa bapak ini malah ngegas?" balas Bima santai.

Dia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jinsnya yang lusuh.

"Bocah tengik, pergi dari sini sebelum muka lu gue hancurin!" ancam preman kedua sambil mengeluarkan pisau lipat.

Bima menghela napas panjang melihat kilatan pisau murahan itu.

'Selalu saja begini, orang-orang zaman sekarang cepat sekali emosi,' batin Bima.

"Tolong aku, Kak!" jerit gadis itu tiba-tiba, memanfaatkan kelengahan para preman.

"Diam lu, bangsat!"

Preman berbadan besar itu mengangkat tangannya tinggi-tinggi hendak menampar wajah gadis tersebut.

Wush.

Bima tiba-tiba sudah berada di antara preman besar itu dan sang gadis.

Gerakannya sangat cepat, nyaris tak tertangkap oleh mata telanjang.

Tangan Bima dengan santai mencengkeram pergelangan tangan preman raksasa itu tepat di udara.

"Menggunakan kekerasan pada wanita itu tindakan pengecut, Tuan-tuan."

Suara Bima terdengar sangat dingin dan datar, membuat bulu kuduk gadis di belakangnya merinding.

Preman besar itu berusaha menarik tangannya dengan paksa.

Namun cengkeraman tangan Bima terasa sangat keras seperti jepitan baja hidrolik.

"Kurang ajar, habisi dia sekarang!" teriak preman yang memegang pisau lipat.

Dua preman lainnya langsung menerjang ke arah Bima secara bersamaan dari arah kiri dan kanan.

Bima sama sekali tidak panik melihat serangan ganda itu.

Pengetahuan bela diri tingkat master di otaknya bekerja secara otomatis merespons bahaya.

Bugh.

Bima melakukan tendangan memutar yang sangat presisi tepat ke arah rahang preman berpisau itu.

Pria itu langsung terpelanting ke belakang dan pingsan seketika sebelum tubuhnya menyentuh tanah berdebu.

Preman ketiga mencoba memukul wajah Bima dari arah samping dengan pukulan liar.

Bima hanya memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari pukulan tersebut dengan sangat mudah.

Brak.

Bima membalas dengan sebuah pukulan lurus yang keras ke arah ulu hati preman itu.

Preman ketiga langsung jatuh berlutut sambil memuntahkan isi perutnya, tak mampu lagi berdiri.

Semuanya terjadi hanya dalam hitungan kurang dari lima detik.

Preman besar yang tangannya masih dicengkeram Bima kini gemetar ketakutan melihat kedua temannya tumbang.

"Nah, sekarang tinggal kita berdua," ucap Bima sambil tersenyum tipis.

"M-maafkan saya, ampun Bang!"

Preman itu langsung menjatuhkan dirinya berlutut di tanah memohon ampun.

"Bawa teman-temanmu dan pergi dari sini sekarang juga."

Bima melepaskan cengkeramannya lalu menepuk-nepuk tangannya seolah sedang membersihkan debu.

"Dan jangan pernah ganggu dia lagi, kalian paham?"

"P-paham, Bang!"

Preman besar itu buru-buru memapah kedua temannya dan lari terbirit-birit meninggalkan gang gelap tersebut.

"Kemampuan bela diri dari sistem ini benar-benar tidak masuk akal," batin Bima takjub.

Dia tidak merasa kelelahan sedikit pun, seolah tubuhnya sudah terlatih selama puluhan tahun.

Bima berbalik menatap gadis muda yang masih bersandar di dinding batu bata dengan wajah pucat pasi.

Gadis itu mengikat rambut sebahunya dengan karet gelang dan memiliki wajah manis yang sangat natural.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Bima dengan nada suara yang melembut.

"S-saya tidak apa-apa, terima kasih banyak, Kak," jawab gadis itu terbata-bata menahan tangisnya.

"Nama saya Maya."

"Saya Bima," balas Bima singkat memperkenalkan dirinya.

"Kenapa preman-preman penagih utang itu mengejarmu sampai ke sini?"

Maya menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meremas ujung seragam kafenya.

"Ayah saya meminjam uang dari lintah darat untuk biaya operasi ibu saya tahun lalu."

"Tapi bunganya terus membengkak dan saya tidak sanggup membayarnya dengan gaji pelayan kafe."

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!