NovelToon NovelToon
Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Dulu Aku Pergi Untuk Mati Kini Aku Kembali Sebagai Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Demi membeli sebuah kue ulang tahun untuk sang adik, Rio yang baru berusia sepuluh tahun rela tak menebus obat hingga penyakit jantungnya kumat parah dan nyaris merenggut nyawanya. Tak ingin ibunya mati perlahan karena terjerat hutang biaya operasi sebesar lima ratus juta, Rio nekat kabur dari rumah sakit di tengah malam untuk menjemput ajalnya sendiri, meninggalkan ibunya yang hancur dalam tangisan. Namun takdir berkata lain; lima belas tahun berlalu, Rio yang diselamatkan oleh seorang konglomerat kini kembali sebagai Direktur Utama Grup Sentosa yang berkuasa, hanya untuk mendapati kenyataan yang menjijikkan. Rizky, adik kecil yang dulu sangat ia sayangi, kini tumbuh menjadi pria gila harta yang tega mengusir dan tak mengakui ibu kandung mereka yang pincang di tengah kemewahan pesta pernikahannya. Di detik itulah Rio melangkah maju ke tengah pesta, bukan lagi sebagai kakak yang rela berkorban, melainkan sebagai sang penguasa yang akan menghancurkan siapa pun yang berani meneteskan air

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tok tok tok.

Palu kayu diketuk pelan di atas meja marmer panjang yang melingkar.

Ruangan rapat utama di lantai tertinggi gedung Grup Sentosa itu dipenuhi oleh puluhan pria dan wanita tua.

Mereka adalah para tetua dan pemegang saham dari keluarga besar Sentosa.

Di salah satu kursi utama, Leo duduk dengan kaki menyilang dan senyum angkuh di wajahnya.

Rika duduk di sebelahnya sambil terus berbisik menghasut para tetua yang duduk berdekatan.

"Kalian harus percaya padaku, anak pungut itu berani memukul Leo kemarin sore," adu Rika dengan wajah dibuat memelas.

"Dia juga membawa ibunya yang seorang penjual mi ayam gerobakan untuk tinggal di rumah utama."

"Bagaimana nasib perusahaan kita kalau dipimpin oleh anak gembel yang tidak punya darah bangsawan Sentosa?" hasut Rika dengan suara berbisik namun tajam.

Seorang tetua berambut putih mengangguk setuju mendengar ucapan Rika.

"Kalau benar dia memukul anggota keluarga sendiri, itu sudah melanggar aturan utama keluarga kita," ucap tetua itu serius.

"Kita harus meminta pertanggungjawabannya hari ini juga."

Kriet.

Pintu ganda ruangan rapat itu terbuka lebar menghentikan semua bisik-bisik di dalam ruangan.

Rio melangkah masuk dengan setelan jas hitam pekat yang memancarkan aura dominasi mutlak.

Di belakangnya, Tuan Besar Bramantyo berjalan dengan tenang diikuti oleh Nadia sang asisten.

Kehadiran dua sosok terkuat di Grup Sentosa itu membuat seluruh ruangan mendadak hening dan tegang.

Tap tap tap.

Langkah sepatu Rio menggema saat dia berjalan menuju kursi direktur utama di ujung meja.

Bramantyo memilih duduk di kursi pengawas yang berada sedikit di belakang Rio.

Itu adalah tanda bahwa Bramantyo sepenuhnya menyerahkan kendali rapat ini kepada cucu angkatnya.

"Selamat pagi semuanya, mari kita mulai rapat evaluasi kuartal ini," buka Rio dengan suara bariton yang datar.

Rio menatap satu per satu wajah para tetua yang hadir dengan pandangan menusuk.

Pandangannya akhirnya berhenti tepat di wajah Leo yang sedang tersenyum meremehkan.

"Tunggu sebentar Tuan Direktur, sebelum kita bahas urusan perusahaan, ada urusan keluarga yang lebih mendesak," sela Leo tiba-tiba berdiri dari kursinya.

Leo merapikan kerah jasnya dengan gaya sok berkuasa.

"Saya mewakili para tetua ingin mempertanyakan kelayakan Anda sebagai pemimpin Grup Sentosa," tantang Leo lantang.

Rio menyandarkan punggungnya ke kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada.

"Oh? Kelayakan seperti apa yang kamu maksud Leo?" tanya Rio santai tanpa terlihat panik sedikitpun.

Rika ikut berdiri menyusul anaknya dan menunjuk ke arah Rio dengan berani.

"Kamu itu cuma anak angkat yang dipungut dari jalanan oleh Kakak iparku," teriak Rika mulai menyerang.

"Darah yang mengalir di tubuhmu itu darah orang miskin, apalagi ibumu cuma tukang cuci piring katering!"

"Orang dengan latar belakang rendahan sepertimu tidak pantas memegang aset triliunan milik keluarga Sentosa!" hina Rika tanpa mempedulikan kehadiran Bramantyo.

Gumam setuju mulai terdengar dari beberapa tetua yang sudah dihasut oleh Rika sebelumnya.

"Benar apa kata Rika, citra perusahaan bisa hancur kalau relasi bisnis tahu ibu direktur utama kita adalah penjual mi ayam," sahut salah satu tetua.

"Kami menuntut pemungutan suara hari ini juga untuk mencabut jabatan Rio dan menyerahkannya pada Leo yang punya darah Sentosa!" tuntut tetua lainnya.

Mendengar dukungan dari para tetua, senyum Leo semakin lebar hingga nyaris menyentuh telinganya.

Dia merasa kemenangan sudah berada di depan matanya hari ini.

"Dengar itu Rio? Menyerah lah dengan tenang dan tinggalkan kursi itu sekarang juga," ejek Leo merasa di atas angin.

"Bawa ibumu yang kampungan itu keluar dari rumah kami sebelum aku menyuruh satpam menyeretnya."

Hening.

Rio tidak langsung menjawab atau marah seperti kemarin sore.

Pria berjas hitam itu malah tertawa pelan, tawanya terdengar sangat dingin dan menggema di ruangan besar itu.

Hahaha.

Tawa Rio membuat bulu kuduk beberapa tetua tiba-tiba berdiri.

"Kalian menuntut kelayakan dan kebersihan darah keturunan Sentosa?" tanya Rio menghentikan tawanya.

"Kalau begitu mari kita lihat seberapa bersih kelakuan penerus berdarah murni yang kalian banggakan ini."

Rio tidak menoleh dan hanya mengangkat tangan kanannya lalu menjentikkan jarinya sekali.

Tek.

Bunyi jentikan jari itu menjadi aba-aba bagi asistennya yang sudah bersiaga penuh.

Nadia melangkah maju ke depan layar proyektor raksasa yang ada di dinding ruangan.

Dia menekan tombol di tabletnya dan layar itu langsung menyala menampilkan berbagai dokumen bank.

"Perhatian semuanya, saya akan menyajikan data audit internal dari anak perusahaan yang dipimpin oleh Tuan Leo selama tiga tahun terakhir," ucap Nadia dengan suara lantang dan jelas.

Mata Leo langsung terbelalak lebar melihat kop surat dari bank Swiss yang terpampang di layar.

Wajah pemuda yang tadinya sangat sombong itu mendadak berubah menjadi seputih kertas.

"Dari data ini terlihat jelas ada aliran dana fiktif sebesar dua ratus miliar rupiah," bongkar Nadia menunjuk ke arah grafik di layar.

"Dana itu dicairkan dengan alasan proyek pembangunan resort di Bali yang kenyataannya tidak pernah ada bentuk fisiknya."

"Uang dua ratus miliar itu langsung ditransfer ke rekening pribadi atas nama Rika dan Leo."

Brak!

Beberapa tetua langsung menggebrak meja dengan wajah terkejut dan marah.

"Dua ratus miliar?! Leo, apa benar kamu menggelapkan uang perusahaan?!" bentak tetua berambut putih yang tadi membelanya.

"I... itu tidak benar! Dokumen itu pasti palsu! Rio sengaja memalsukannya untuk memfitnahku!" sangkal Leo gagap dan gemetar.

Rika juga ikut panik dan mencoba membela anaknya dengan suara melengkingnya.

"Jangan percaya pada asisten tukang tipu ini! Dia pasti disuruh Rio untuk menyingkirkan anakku!" teriak Rika menunjuk wajah Nadia.

Nadia tersenyum sangat profesional lalu kembali menggeser layar tabletnya.

Gambar di proyektor berubah menampilkan puluhan foto dan video CCTV dengan kualitas tinggi.

"Ini adalah bukti rekaman Tuan Leo menghabiskan puluhan miliar uang perusahaan di berbagai kasino luar negeri," jelas Nadia tanpa ampun.

"Beliau juga membeli tiga buah villa mewah atas nama wanita simpanannya menggunakan dana operasional kantor."

Suasana ruang rapat yang tadinya menyudutkan Rio kini berbalik seratus delapan puluh derajat.

1
Adelina Lin
mantap thor
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
kiyoe
hehehe sabar kak 🤭
Sri rahayu
hidup melarat punya anak dajjal tidak berguna .bukannya bantu ibunya malah nyusahin
ceuceu
kejam jg rio
ALEXIS A.😇
thorr.. up dong
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah rio ketemu orang baik
kiyoe: iyaa kak alhamdulilah hehe
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
akhirnya kena karma juga anak laknat
Dewiendahsetiowati
dasar anak durhaka,jangan sampai kamu nanti ngaku anaknya Ibu Santi ketika ibumu diratukan Rio
Dewiendahsetiowati
bau2 adik durhaka nih
Dewiendahsetiowati
bikin nyesek bacanya😭😭😭
Dewiendahsetiowati: 1 ibu bisa merawat 10 anak giliran anak merawat 1 orang tua dioper2 bahkan di kasih dipanti jompo😭😭
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
kiyoe: terimakasih kak semoga senang dengan cerita nya 🙏
total 1 replies
Rifqy Channel
author please harus buat Rio ungkapkan dirinya biar ibunya Rio Santi dan Rizky itu semua orang yang hadir juga harus terkejut. dan juga buat Rio putus hubungan dengan rizky supaya tidak kembali. dan Santi ikut ke Rio. 🙏😭😭😭
kiyoe: terimakasih kak atas masukannya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!