NovelToon NovelToon
Oh! Mantan Kekasihku

Oh! Mantan Kekasihku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Menjadi Dokter sukses di usia 31 tahun ternyata tidak cukup bagi Hazel untuk membeli satu hal yang paling ia inginkan yaitu kebebasan dari kekangan Ibunya, hingga ia dipaksa untuk pergi ke daerah perbatasan demi ambisi sang Ibu mencari menantu tentara.

Namun, takdir punya rencana lain. Di tempat itulah Hazel kembali dipertemukan dengan seorang pria yang sudah lama ia kenal, pria yang mampu menggoyahkan perasaan Hazel setelah 14 tahun lamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Siapakah pria itu? Bagaimana nasib Hazel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyawanya Berharga!

Hazel melirik ke arah meja, tempat di mana biasanya ponsel dan tablet kerjanya berada. Kini kosong melompong bahkan kabel pengisi daya pun telah lenyap, Mama Vivian benar-benar memutus aksesnya dari dunia luar.

​"Tapi, gimana sama pasienku di rumah sakit, Bi? Hari ini aku ada jadwal kontrol untuk pasien pasca operasi," tanya Hazel.

​"Nyonya sudah menelepon pihak rumah sakit, Non. Kalau Non Hazel sedang sakit dan butuh istirahat total selama satu minggu, pihak rumah sakit... tidak ada yang berani membantah Nyonya," jawab Bi Hani lirih sebelum melangkah mundur dan keluar dari kamar, lalu pintu kembali ditutup dan dikunci.

​Hazel tertawa hambar, sebuah tawa yang sarat akan kepedihan. Rumah sakit tempatnya bekerja memang merupakan salah satu lini bisnis di bawah naungan yayasan milik keluarga besar Ibunya.

Di rumah sakit itu, posisi Hazel sebagai Dokter hanyalah status formalitas pelengkap pajangan keluarganya yang terpandang. Sumpah Dokter yang ia ucapkan dengan air mata, semuanya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan nama besar keluarganya.

.

​Hari-hari berikutnya berubah menjadi siklus siksaan mental yang membosankan dan mencekik bagi Hazel. ​Tanpa ponsel, tanpa buku medis dan tanpa kanvas, karena semua alat lukisnya telah dibakar habis oleh Ibunya bertahun-tahun lalu saat Hazel masih berada di luar negeri. Hazel terjebak dalam ruang hampa, kamar yang luas dan dipenuhi perabotan mahal itu menjelma menjadi sel isolasi.

​Setiap pagi, siang dan malam, makanan akan diantarkan dengan pengawalan ketat. Hazel hanya menghabiskan waktunya dengan duduk di tepi ranjang, menatap dinding kamar yang kosong atau berdiri di dekat jendela dan memandangi gerbang tinggi rumahnya yang dijaga ketat. Ia merasa seperti burung dalam sangkar emas, diberi makan dengan baik, dirawat dengan mewah. Tapi, sayapnya dipatahkan secara berkala agar tidak pernah bisa terbang.

​Di hari kedua, Hazel mencoba memprotes saat Mama Vivian sengaja membuka pintu kamar hanya untuk memeriksa keadaannya. Namun, protesnya juga percuma, karena suaranya tidak akan di dengar.

​"Sampai kapan Mama mau mengurungku seperti ini? Aku udah 31 tahun, Ma! Aku bukan anak kecil yang bisa Mama hukum setiap kali tidak menuruti kemauan Mama!" cecar Hazel dan berdiri menantang Mama Vivian dengan tubuh yang tampak lebih kurus.

​Mama Vivian yang tampil anggun dengan gaun rajut mahal dan perhiasan berlian di lehernya hanya menatap Hazel dengan pandangan dingin tanpa riak.

​"Sampai kamu sadar posisi kamu, Hazel," jawab Mama Vivian tenang, namun setiap katanya terdengar seperti maklumat yang tak terbantahkan.

"Ma," rengek Hazel.

"Semua yang Mama lakukan ini untuk kebaikan kamu, jika Mama membiarkan kamu memilih sendiri, kamu hanya akan mempermalukan nama keluarga ini. Seperti kemarin, kamu menolak seorang jaksa demi pasien, benar-benar membuang waktu," ucap Mama Vivian.

​"Pasien juga manusia, Ma! Nyawanya berharga!" teriak Hazel, air matanya mulai mengalir karena frustrasi.

​"Bagi Mama, yang berharga adalah masa depan dan martabat keluarga kita. Ingat itu, Hazel. Kamu itu anak Mama, jadi kamu harus tunduk pada aturan Mama," ucap Mama Vivian ketus sebelum berbalik dan memerintahkan penjaga untuk mengunci pintu.

​Ketika malam tiba, kegelapan menjadi satu-satunya teman Hazel. Di saat-saat paling sunyi itulah, pertahanannya runtuh sepenuhnya. Rasa bosan yang teramat sangat menyiksa batinnya dan memicu rasa hampa yang perlahan menggerogoti kewarasannya, keinginan untuk bebas, untuk sekadar berjalan di bawah rintik hujan tanpa dilarang atau menggenggam kuas dan menumpahkan warna di atas kain putih, terasa begitu jauh dan mustahil.

​Hazel berjalan mendekati meja, satu-satunya benda yang tidak disentuh oleh tangan dingin Mama Vivian adalah lampu tidur berbentuk bola kaca dengan siluet pohon pinus di dalamnya. Ia menyalakan lampu tersebut, cahaya remang-remang berwarna kuning hangat langsung berpendar dan memantulkan bayangan pohon pinus ke langit-langit kamar.

​Hazel memeluk bola kaca itu di dadanya, membiarkan kehangatannya menyalur ke tubuhnya yang dingin. Di dalam sangkar emas ini, hanya benda inilah yang menjadi saksi bisu bahwa Hazel pernah memiliki hidup yang begitu berwarna.

Sementara Hazel mengarungi hari-hari penuh kehampaan di dalam kamarnya, di belahan kota yang lain, Mama Vivian sedang berada di puncak kejayaannya. Sebagai wanita bersosialita tinggi yang memegang kendali bisnis besar, menghadiri perjamuan makan malam dan pesta eksklusif adalah bagian dari rutinitas wajibnya untuk memperluas jaringan kekuasaan.

​Malam ini, sebuah hotel bintang lima di pusat kota menjadi saksi bisu kemegahan pesta perayaan hari jadi salah satu yayasan veteran dan petinggi militer. Ruangan ballroom dipenuhi oleh kilauan lampu kristal, wewangian parfum mahal, serta para tamu undangan yang terdiri dari pejabat tinggi, pengusaha sukses dan perwira militer berpangkat tinggi dengan seragam upacara mereka yang gagah.

​Mama Vivian berjalan dengan anggun, memegang segelas minuman sembari melempar senyum formal kepada setiap kolega yang menyapanya. Langkahnya terhenti ketika ia melihat sekelompok pria paruh baya berseragam militer dengan deretan tanda jasa di dada mereka sedang berkumpul di sudut ruangan, salah satu di antaranya adalah jenderal jenderal senior yang sangat berpengaruh dalam tatanan militer saat ini.

​Melihat kesempatan emas, Mama Vivian segera melangkah mendekat dengan senyuman terbaiknya. ​"Selamat malam, Jenderal Bayu," sapa Mama Vivian dengan nada suara yang diatur sedemikian rupa agar terdengar karismatik namun tetap menghormati.

​Jenderal Bayu pun menoleh lalu tersenyum lebar mengenali sosok wanita berpengaruh di dunia bisnis tersebut, "Nyonya Vivian, selamat malam. Suatu kehormatan anda bisa hadir di acara kami malam ini," balas Jenderal Bayu.

​"Saya yang merasa terhormat karena berada di acara yang luar biasa seperti ini, Jenderal, " jawab Mama Vivian.

Mama Vivian memperhatikan sang Jenderal dan para perwira muda di sekelilingnya, ada aura ketegasan, disiplin dan kekuasaan yang terpancar dari seragam-seragam tersebut, sesuatu yang sangat disukai oleh Mama Vivian.

Seketika, sebuah ide kilat terlintas di benak Mama Vivian. Mengingat kegagalannya menjodohkan Hazel dengan Tommy, ia butuh opsi lain yang jauh lebih kuat untuk mengendalikan Hazel sekaligus menaikkan citra keluarganya.

Di dalam silsilah keluarga besarnya, belum ada satu pun yang berkecimpung di dunia militer atau memiliki menantu seorang tentara. Jika Hazel bisa mendapatkan suami seorang tentara dengan karier cemerlang, maka posisi keluarganya di kalangan elite akan semakin tidak tergoyahkan.

​"Jenderal, omong-omong tentang para perwira di sini... saya selalu kagum dengan kedisiplinan mereka. Kebetulan, putri saya seorang Dokter...," pancing Mama Vivian yang memulai taktiknya.

"Oh, ya? Putri anda seorang Dokter? Hebat sekali, di rumah sakit mana putri anda bekerja?" tanya Jenderal Bayu.

"Di rumah sakit Ganendra," jawab Mama Vivian.

"Keren, saya yakin anak Nyonya Vivian pasti akan jadi penerus yang hebat," puji Jenderal Bayu.

​"Tapi, saya merasa dia terlalu lama berada di zona nyaman rumah sakit. Saya ingin dia mendapatkan pengalaman yang lebih menantang, sesuatu yang bisa membentuk mentalnya menjadi lebih tangguh dan berdedikasi tinggi. Kira-kira, apa Jenderal bisa membantu anak saya...," ucap Mama Vivian dan menyembunyikan niat busuknya di balik topeng perhatian seorang Ibu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Neng Tuti
ini nih tipe orang tua yang menganggap orang lain sebelah mata yang katanya ga selevel lah ga sepadan lah padahal nasib manusia itu ga ada yang tau kan kalo udah gini malu sendiri tuuh yeey dasar bu vivian🙄
Neng Tuti
paling ga suka kalo udah ada part perpisahaan aaah suka netes air mataku😪
Neng Tuti
duuuhh pak kapten meleleh aku jd nya😍😍
Neng Tuti
semangat kapten untuk meluruhkan camer mu yang gila hormat itu💪💪💪
Neng Tuti
semangat HAZEL nanti kamu bakal ketemu belahan jiwa yang akan meratukan kamu 😍
Susana Sari Sari
heppy ya...
Susana Sari Sari
senangnya ending yg maniz...seperti perkawinan Kristen didunia nyata,tidak mrngedepankan nafsu ...terima kasih Thor 👍👍👍💪🙏
una
ya....tunggu cerita kelanjutan anak2 Gavin Hazel Yach...🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selesai dengan akhir yang bahagia.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya yang ditunggu² pemeran uatama lahir juga, selamat datang ke dunia barumu baby.. bakal jadi kesayangan Oma- Opa, Nenek - Kakek nih.👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga apa² bisa di coba saran dari dokternya Zel, siapa tau baby bisa langsung pengen keliar sekarang juga./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Calon baby kalian itu sudah hadir, coba kalau Hazel ngeuh sebagai istri sekaligus dokter pasti tau gejala apa sampe hoak hoek gitu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Penganten baru di hajar sampe gempor, harus kuat ngimbangin sang kapten ya Zel./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bakal cepet jadi juniornya Gavin - Hazel ini mah, soalnya kapten Gavin lossdoll banget tenaganya./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hareudang... Hareudang.. hareudaaangngg, panas.. panas.. panaass, MP penganten baru./Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
una
semangat 💪💪💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwwkk suster Kinan berasa kayak sapi ompong karna percaya saja dengan kebohongan Hazel dulu tentang hubungannya dengan Gavin./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Akhirnya kebahagiaan yang di tunggu² datang juga, selamat Gavin - Hazel untuk pernikahan kalian.👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kamu harus berterima kasih pada pak jendral Bayu dan dokter Ane, Zel karna berkat mereka kamu dan Gavin bisa bertahan sampe sekarang.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tenang Hazel, Gavin ada bu Vivian yang bakal turun tangan jadinsemua prosesenya bakal cepat beres./Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!