NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17: Investigasi kosakata modern dan strategi kulkas dua pintu

Mendengar pujian langsung dari Pangeran Mo Cheng serta melihat piring kue beras premium digeser ke arahnya, Xie Yufei tidak menyia-nyiakan kesempatan. Di luar, dia mengambil kue itu dengan dua jari, menggigitnya sedikit demi sedikit dengan keanggunan tingkat tinggi. Namun di dalam otaknya, mode analisis budak korporat yang sedang mendapat apresiasi bos langsung menyala:

(Wah, mantap jaya! Umpan 'Ghosting SP3' kemarin beneran tembus. Berarti musuh politik Mas Jenderal emang beneran gampang dikibulin. Tapi asli deh, hari ini Mas Jenderal kenapa ramah banget ya? Biasanya kan mukanya flat kayak triplek, auranya dingin kayak kulkas dua pintu yang freonnya baru diisi penuh. Kenapa sekarang malah senyum-senyum tipis terus nyodorin kue? Hiiii... serem, jangan-jangan ini taktik bos biar karyawannya loyal terus disuruh lembur bagai kuda lagi!)

Pangeran Mo Cheng yang sedang memperhatikan Yufei mendadak memijat pelipisnya. Freon? Kulkas dua pintu? Istilah baru itu kembali merusak wibawanya di dalam kepala sendiri. Berdasarkan rapat Aliansi Tiga Pendengar Rahasia semalam, dia harus berpura-pura tidak tahu. Namun, rasa penasaran sang pangeran sudah berada di ubun-ubun. Dia harus mencari tahu arti kata-kata itu secara halus tanpa membocorkan rahasia aliansi.

Pangeran Mo Cheng berdehem pelan, menatap Yufei dengan pandangan mendalam yang sengaja dibuat selembut mungkin meski di mata Yufei itu terlihat mencurigakan.

"Nona Xie," buka Pangeran Mo Cheng dengan nada santai. "Kemarin, saat aku memeriksa beberapa arsip kuno dari wilayah barat jauh, aku menemukan beberapa frasa aneh yang tidak kupahami artinya. Sebagai orang yang menguasai kitab rahasia, apakah kau pernah mendengar istilah... 'kulkas dua pintu'?"

KUK!

Yufei yang baru saja menelan potongan kue beras kedua, seketika tersedak hebat hingga matanya mendelik. Dia terbatuk-batuk kecil sambil buru-buru menutup mulutnya dengan saputangan merah muda.

Di luar, wajahnya tampak panik dan bingung. Namun di dalam hatinya, jeritan histeris massal langsung pecah bergemuruh memicu gempa bumi skala lokal:

(HAH?! DEMI APA?! Mas Jenderal nanya soal KULKAS DUA PINTU?! Heh, sekte kuno mana yang nulis arsip pakai kata kulkas woy?! Apa di zaman ini ada pengelana waktu lain selain gue?! Atau jangan-jangan... jangan-jangan Mas Jenderal beneran dukun sakti yang dari kemarin bisa baca pikiran gue dan sekarang lagi memancing gue?! Waduh mampus, tamat riwayat gue kalau dia tahu gue sering ngatain dia di dalem hati!)

Mendengar kepanikan Yufei yang luar biasa dahsyat hingga membawa-bawa teori "pengelana waktu" dan "dukun sakti", Pangeran Mo Cheng langsung memperingatkan dirinya sendiri di dalam hati untuk tetap tenang. Dia tidak boleh membuat umpan aliansinya terbongkar.

Pangeran Mo Cheng dengan cepat memasang ekspresi wajah datar tanpa dosa, lalu menuangkan secangkir teh hangat dan menyerahkannya kepada Yufei. "Minumlah dulu, Nona Xie. Aku tidak bermaksud mengejutkanmu. Arsip itu memang ditulis dengan simbol yang sangat usang, tabib istana bahkan mengira itu adalah nama sejenis lemari penyimpanan es di wilayah pegunungan bersalju. Apakah itu benar?"

Mendengar penjelasan rasional dan dusta tingkat tinggi dari Pangeran Mo Cheng, detak jantung Yufei yang tadinya mau copot perlahan-lahan mulai kembali normal. Di dalam hatinya, dia mengembuskan napas lega yang teramat panjang:

(Huuuuft... ya ampun, bikin jantungan aja ini Mas Jenderal! Ternyata lemari es di gunung salju toh. Logis sih, logis. Lagian mana mungkin orang zaman purba begini tahu teknologi elektronik abad dua puluh satu. Hampir aja gue jantungan di tempat.)

Setelah menenangkan diri, Yufei meminum tehnya, lalu tersenyum manis dengan keanggunan porselennya yang kembali pulih. "Ah, Yang Mulia benar. Berdasarkan kitab kuno yang hamba pelajari, 'kulkas dua pintu' memang merujuk pada sebuah wadah penyimpanan yang sangat dingin dan beku. Biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang... sangat kaku, dingin, dan tidak tersentuh oleh kehangatan sekitar."

Di dalam hatinya, Yufei langsung menambahkan dengan nada meledek:

(Iya, contoh nyatanya ya muka lu itu, Mas Jenderal! Kulkas dua pintu berjalan versi premium! Dingin banget kalau lagi mode serius, tapi untung hari ini freonnya agak rusak jadi kelihatan rada anget, hehehe.)

Freonnya agak rusak? Pangeran Mo Cheng menahan diri sekuat tenaga agar tidak terbatuk mendengar ejekan batin Yufei yang sangat berani itu. Namun, bukannya marah, sang pangeran justru merasakan desiran hangat di dadanya. Kejujuran Yufei di dalam hati yang blak-blakan ini selalu berhasil menghibur hatinya yang lelah akibat intrik istana.

"Begitu rupanya. Penjelasanmu sangat mencerahkan, Penasihat Xie," ucap Pangeran Mo Cheng dengan senyum tipis yang sengaja dia perlihatkan, membuat daun telinganya kembali sedikit memerah.

Tepat pada saat itu, pintu paviliun diketuk dengan pola khusus tiga ketukan cepat dan satu ketukan lambat. Itu adalah kode darurat dari Xie Jian yang baru saja kembali dari intelijen luar.

Xie Jian masuk dengan langkah tergesa-gesa, melirik adiknya sekilas dengan pandangan protektif yang sudah disepakati dalam aliansi, lalu berlutut di hadapan Pangeran Mo Cheng.

"Melapor Yang Mulia! Perdana Menteri Lin tampaknya menyadari bahwa pergerakan pasukannya ke sektor utara kemarin adalah jebakan. Untuk membalas kekalahannya, dia baru saja mengusulkan kepada Kaisar agar mengadakan Perburuan Agung Musim Gugur di Hutan Terlarang akhir pekan ini. Dan... Perdana Menteri Lin secara khusus meminta agar Nona Xie Yufei ikut serta sebagai penasihat strategi lapangan!"

Mendengar kata "perburuan" dan "hutan terlarang", Yufei langsung membeku di tempat duduknya, sementara di dalam otaknya, alarm bahaya kaum rebahan modern langsung menjerit histeris:

(HAH?! Hutan Terlarang?! Perburuan?! Wah, ini fiks konspirasi pembunuhan berencana episode dua! Gue anak IPA mageran disuruh ikut berburu di hutan rimba? Mau nyari mati apa gimana?! Mas Jenderal, tolong selamatin gue dari kerja lapangan yang ekstrim ini!)

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!