"ini akibatnya lo berani lukai pacar gua sialan, siapapun tidak gue izinin main tangan sama orang yang gue sayang.. lo ngerti kan!!".
" ngerti kak"ucap cantika.
"ingat lo itu cuma penebus hutang jadi jangan berharap gue memperlakukan lo dengan baik" desis bintang.
cantika tidak menyangka hidup nya seperti ini.. hatinya masih sakit karena perlakuan tidak adil. orang tuanya, kini dia kembali di buat kecewa sama nenek nya sendiri.
"gue tidak menyangka nenek tidak tulus menyayangi gue. dia sama aja dengan yang lain" oceh cantika
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 9
"Lancang sekali kamu membawa perempuan itu ke rumah ini bintang" baru masuk rumah bintang sudah di teriaki sama ayahnya yang bernama dewa.
Bella langsung menggenggam tangan bintang karena dia benar-benar takut bertemu orang tuanya bintang.
"Ada apa bintang?? Sampai kamu berani membawa perempuan ini datang ke rumah" kini giliran sonya yang bertanya.
"Kedatangan bintang kesini mau kasih tahu kalian kalau aku dan bella sudah menikah siri.. Bella hamil anak aku" ungkap bintang.
Dewa menggebrak meja karena marah, tanpa persetujuannya bintang berani menikah dengan perempuan itu.
"Kamu sudah tidak menganggap kami sebagai orang tuamu bintang" hardik dewa.
"Percuma aku izin sama ayah dan bunda, kalian pasti tidak mengizinkan aku. Makanya tanpa pertujukan kalian aku nikahin bella".
" tapi seenggaknya kamu beri tahu kami bintang, kamu tidak menghargai kami sebagai orang tuamu " sonya menangis.
"Jangan salah kan bintang, itu semua salah kalian yang dari dulu tidak merestui hubungan ku dengan bella. Asal kalian tahu bella perempuan baik-baik kok!! Bintang bahagia hidup dengan nya" desis bintang.
"Ya udah kalau kamu hidup bahagia dengan nya. Mulai hari ini ayah dan bunda tidak akan ikut campur urusan kamu lagi.. Terserah kamu sudah bintang" dewa benar-benar kecewa.
"Silahkan kamu pergi dari sini bintang, bunda tidak mau melihat kamu lagi" sonya juga sangat kecewa dengan putra nya itu..
"Bintang tidak boleh di buang sama keluarga nya,, gue tidak mau anak gue gagal jadi pewaris harta mereka.. Gue harus cari cara supaya mereka mau menerima anak ini sebagai cucunya" batin bella.
Bella mencintai bintang tapi bella lebih mencintai kekayaan orang tuanya bintang.. Kalau dia bisa masuk keluarga itu maka dia dengan mudah menguasai semuanya..
Dari awal mendekati bintang karena bella tahu kalau bintang anak orang kaya dan jadikan bintang atm berjalannya dari awal pacaran..
"Astaghfirullah ayah,, bunda tidak menyangka bintang jadi seperti ini. Bunda sangat kecewa padanya" sonya menangis di pelukan suaminya itu.
"Bunda gak usah pikirin, suatu saat bintang akan menyesal karena tidak percaya dengan ucapan kita" dewa menenangkan istrinya.
"Bunda tidak mau harta kita jatuh ke anak mereka ayah.. Bunda tidak mau bella jadi istri bintang".
"Sampai kapan pun ayah tidak akan memberikan seper pun untuk bintang.. Ayah lebih ikhlas memberikan nya sama valen karena anak itu lebih nurut sama kita" ucap dewa.
Sonya setuju dengan ucapan suaminya itu.. Valen merupakan anak dari adiknya sonya. Dari kecil sonya lah yang selalu merawat valen karena orang tuanya sibuk dengan bisnisnya. Dewa juga sangat sayang sama valen.
Dewa mendidik valen sama seperti dia mendidik bintang, kasih sayang yang dia berikan juga sama. Dewa sudah menganggap valen anak kandungan sendiri karena valen sangat dekat dengan dewa..
"Assalamualaikum, loh bunda kenapa ayah kok nangis" tanya valen yang baru pulang dari kampus.
"Apa kamu bertemu dengan mobil abang kamu di luar" tanya dewa.
"Ya ayah, apa abang yang membuat Bunda menang seperti ini" tanya balik valen.
"Ya siapa lagi,, abang mu datang dengan perempuan itu. Mereka udah nikah siri karena perempuan itu hamil" dewa menceritakan semua nya.
"Astaghfirullah, lalu gimana dengan cantika.. Mending gue tidak kasih tahu siapapun tentang kehamilan cantika. Ini demi keselamatan bayi nya serta cantika.. Malang sekali hidup kamu can" batin valen.
_______
Pulang dari kampus, cantika langsung memakan rujak yang dia beli tadi di jalan.. Cantika menyuruh valen mencari dagang rujak di jalan menuju pulang.
"Akhirnya ngidam gue makan rujak pun sudah kesampean jadi adik tidak akan ileran nanti kalau udah lahir" oceh cantika sambil mengelus perutnya yang masih rata..
Bintang dan bella pun pulang, kebahagiaan mereka terlihat jelas. Semenjak pulang dari rumah sakit cantika selalu menghindari kedua orang itu.
"Bik jumi ini bagikan makanan untuk semuanya. Hari ini saya dan bella sudah resmi menikah" bintang memberikan kabar bahagia itu.
Deggg!!!
Cantika sedikit terkejut, dia juga merasakan rasa sakit di hatinya mendengar semua ini.. Padahal dia sampai sekarang tidak punya perasaan apapun sama bintang. Mungkin ini hormon dari kehamilannya.
"Kok muka lo sedih sih.. Lo kecewa ya karena bintang sudah menikah dengan gue,, sebentar lagi lo akan gue tendang dari sini" bisik bella.
"Gak kok, selamat atas pernikahannya" cantika memberikan bella selamat.
Melihat bintang menuju mereka, bella langsung menjatuhkan dirinya.
"Aduhhh" teriak bella.
"Sayang kamu gak apa-apa kan" bintang langsung gercep menolong bella dan menatap cantika dengan datar.
"Bisa gak sehari ajaa lo gak buat masalah.. Bella lagi hamil ngapain kamu dorong dia" bentak bintang.
"Gue tidak ngapain-ngapain kok.. Mbak bella jatuh sendiri" cantika mengelak karena dia memang tidak mendorong bella.
"Alasan lo aja, bik jumi ambilkan saya rotan.. Udah lama saya tidak menyiksanya" teriak bintang.
Mendengar kata siksa bella langsung tersenyum kemenangan dan mengejek cantika.
Bintang menarik tangan cantika menuju kamar nya, sampai di dalam bintang langsung memukul cantika dengan rotan.
Cantika selalu melindungi perutnya, bintang tidak boleh sampai memukul perutnya.. Alasan bintang menghukum cantika karena mendorong bella padahal bintang melepaskan kekesalan nya akibat berdebat dengan kedua orang tuanya.
Perempuan hamil itu tidak menjerit kesakitan seperti biasa. Dia menahan suaranya supaya tidak keluar. Dia sudah biasa di pukul sama bintang pakai rotan.
Setelah puas bintang langsung keluar dari kamar cantika tanpa rasa bersalah sedikit pun.. Setelah kepergian bintang cantika langsung mengunci pintu kamar nya.
Baru setelah itu tangisan cantika pecah, dia menahan sakit akibat pukulan suami Berengsek nya itu.. Tubuh cantika tidak mulus lagi karena banyak bekas luka.
"Gue gak apa-apa, asal bayi gue selamat" cantika mengelus perutnya setelah puas menangis dia pun mengobati lukanya sendiri..
1 bulan berlalu, perut cantik belum kelihatan karena usia kehamilannya 2 bulan, cantika pun selalu menggunakan baju oversize ataupun switer kalau keluar dari kamar.
Bintang selalu memanjakan bella, semenjak memukul cantika dengan rotan itu bintang tidak perduli lagi dengan cantika.
Bella juga sudah tidak buat masalah sama cantika karena tahu bintang sudah tidak perduli lagi dengan cantika.. Selama menikah bintang sampai sekarang tidak pernah kasih cantika uang bulanan.
Cantika hidup menggunakan uangnya sendiri, semenjak hamil juga banyak endorse yang masuk jadi cantika bisa punya uang untuk kebutuhan sehari-hari nya..
Bohong kalau cantika tidak cemburu dengan bintang yang selalu memanjakan bella, ngidamnya juga selalu di turutin.
"Salah gak sih kalau gue juga ingin di perlakuan seperti mbak bella. Gue juga kan isterinya kak bintang juga" batin cantika.
Cantika juga heran kenapa selama kehamilannya ini, dia ingin sekali di manja sama suaminya itu dan ingin memeluk nya juga tapi cantika sadar diri.
"Gue sudah tidak sabar pergi kkn supaya gue tidak melihat ini semua Tuhan" oceh cantika.
Cantika menggoreng risol mayo. Dia dari kemarin ingin makan itu. Setelah matang cantika langsung ingin makan di dapur sambil menemanin bik jumi masak.
Saat mau di suap bella merebut risol yang ada di tangan cantika.
"Gue lagi ngidam pengen makan ini" ucap bella.
"Ini kan masih banyak mbak! Kenapa ngambil yang ada di tangan gue sih" ketus cantika.
"Sudah lah cantika, lo tinggal ambil di piring aja.. Bella lagi hamil jadi ngidam nya harus di turutin" ketus bintang sama cantika.
"Gue juga lagi hamil anak lo kak, gue dari berapa hari ini ngidam ini juga" cantika gak jadi makan, dia tiba-tiba gak mood dan langsung menuju kamar nya.. Cantika tidak lupa mengunci pintu dari dalam.
Bella pamit mau pergi ke mall sama bintang untuk shoping tentu saja bintang senang.. Mumpung bella tidak ada di rumah kesempatan nya untuk minta hak sama cantika.
Sudah dari cantika pulang dari rumah sakit, bintang tidak pernah menyentuh cantika.. Dasar laki-laki lucknut minta hak nya selalu di ingat tapi nafkahin istrinya tidak pernah dia ingat.
Setelah bella pergi, bintang langsung menuju kamar cantika. Saat membuka pintu ternyata pintu di kunci dari dalam.. Bintang terus mengetuk pintu kamar cantika tapi perempuan itu tidak muncul juga.
Bintang menyuruh bik jumi mengambil kan nya kunci serep. Kalau sudah bisa masuk bintang akan menghukum cantika.. Tapi pakai kunci serep pun gak bisa ternyata valen sudah mengganti kunci kamar cantika dengan alat yang lebih canggih. Dari dalam kamar cantika bisa mengunci pintu dengan kata sandi.
Niat hati ingin bersenang-senang sama istri sahnya malah gagal karena cantika tidak kunjung membuka pintu kamar nya.. Cantika sendiri tidak mendengar teriakan ataupun ketukan pintu kamar nya karena perempuan itu lagi mendengar musik dari earphone nya.