NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Tahta Darah Sembilan Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Awan Gelap, yang kuat dihormati bagai dewa, dan yang lemah diinjak bagai semut. Shen Yuan, seorang pemuda dengan pembuluh nadi bawaan yang cacat, hidup dalam kehinaan di sudut kota terpencil. Namun, takdirnya berubah ketika kepingan darah dari masa purbakala menyatu dengan jantungnya, memberikannya warisan "Jalan Iblis Penelan Surga".

Dari seorang buangan, ia melangkah di atas lautan darah dan gunung tulang. Ia akan menantang keangkuhan para putra langit, menghancurkan sekte-sekte berusia ribuan tahun, dan menguak tabir kebohongan para dewa yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Ini adalah kisah tentang fana yang menggugat takdir, selangkah demi selangkah menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukum Rimba

Angin malam menderu di dasar Jurang Ratapan, membawa aroma busuk yang telah mengendap selama ratusan tahun. Di tengah lautan tulang belulang yang berserakan, seorang pemuda berdiri perlahan. Pakaian sutranya telah robek menjadi compang-camping, menampakkan kulit yang kini tidak lagi pucat dan lemah, melainkan memancarkan kilau perunggu yang kokoh di bawah cahaya redup kabut beracun.

Shen Yuan mengepalkan kedua tangannya. Suara gemeretak tulang terdengar nyaring, bergema bagai petasan di kesunyian jurang yang mematikan. Ia bisa merasakan aliran hawa murni yang panas dan brutal mengalir deras di dalam jalur nadinya yang baru. Nadi Iblis Penelan Surga itu berdenyut seirama dengan detak jantungnya, memompa kekuatan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ia menoleh ke arah sebuah batu karang hitam sebesar kerbau di sampingnya. Tanpa menggunakan teknik apa pun, murni mengandalkan kekuatan ragawi yang baru terlahir kembali, Shen Yuan melontarkan sebuah pukulan lurus ke depan.

Bum!

Tinju itu menghantam batu karang hitam tersebut. Alih-alih tulang tangannya yang hancur, batu karang sekeras besi itu justru retak hebat sebelum akhirnya meledak menjadi serpihan kerikil yang beterbangan ke segala arah.

Mata Shen Yuan terbelalak tak percaya. "Apakah ini... kekuatan Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedua? Tidak, bahkan Shen Tian yang berada di Lapisan Ketiga tidak mungkin menghancurkan batu karang hitam ini hanya dengan tenaga fisik murni!"

"Heh... Jangan mempermalukan dirimu sendiri dengan membandingkan warisan agungku dengan serangga-serangga fana di tempat terpencil ini."

Suara serak dan kuno itu kembali bergema di dalam lautan kesadarannya, membawa nada cemoohan yang kental. Kepingan Darah Purbakala yang kini bersarang di dalam jantungnya berdenyut pelan, memancarkan kehangatan yang aneh.

Shen Yuan segera menenangkan pikirannya dan bertanya melalui batin, "Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau menolongku?"

"Siapa aku? Hahaha!" Tawa entitas itu menggetarkan lautan kesadaran Shen Yuan. "Nama asliku telah dihapus dari sungai waktu oleh mereka yang bertahta di Sembilan Cakrawala. Untuk saat ini, kau boleh memanggilku Leluhur Darah. Mengenai mengapa aku menolongmu... jangan terlalu percaya diri, Nak. Aku tidak menolongmu. Darah dan kebencianmulah yang membangunkanku dari tidur panjang, dan kebetulan, pembuluh nadimu yang layu adalah kanvas kosong yang paling sempurna untuk mengukir warisanku."

Shen Yuan terdiam sejenak. Ia tahu di dunia ini tidak ada makan siang gratis. Namun, apapun harga yang harus dibayarnya di masa depan, itu lebih baik daripada mati membusuk sebagai anjing buangan Keluarga Shen.

"Leluhur Darah, kau menjanjikanku kekuatan untuk menelan surga. Kini pembuluh nadiku telah terbentuk kembali. Apa langkah selanjutnya?" tanya Shen Yuan, matanya memancarkan tekad yang setajam pedang.

"Bagus. Matamu tidak menunjukkan keraguan. Jalan Iblis Penelan Surga adalah jalan pembantaian yang tidak diizinkan oleh langit dan bumi. Jika hatimu lemah, kau akan hancur menjadi abu pada kesengsaraan pertamamu," dengus Leluhur Darah. "Tutup matamu dan kosongkan pikiranmu. Aku akan menanamkan fondasi pertama dari warisan ini ke dalam jiwamu!"

Tiba-tiba, sebuah rasa sakit yang luar biasa menusuk kepala Shen Yuan, seolah ribuan jarum emas ditusukkan langsung ke dalam otaknya. Pengetahuan kuno yang tak terhingga membanjiri lautan kesadarannya, membentuk deretan aksara-aksara emas yang mengambang dalam kehampaan pikirannya.

Sutra Penelan Surga!

Seketika, Shen Yuan memahami intisari dari teknik kultivasi agung ini. Para pendekar fana pada umumnya berkultivasi dengan cara bermeditasi, menyerap hawa murni langit dan bumi secara perlahan ke dalam tubuh mereka. Itu adalah jalan yang panjang, membosankan, dan sangat bergantung pada bakat alam.

Namun, Sutra Penelan Surga benar-benar membalikkan kaidah alam. Teknik ini tidak hanya menyerap hawa murni dari langit dan bumi secara paksa, tetapi juga mampu menelan Esensi Darah dari makhluk hidup lain—baik itu binatang buas, siluman, maupun pendekar fana—untuk diubah menjadi kekuatan sendiri!

Ini adalah teknik iblis yang mutlak! Merampas ciptaan langit untuk menebus kekurangan diri!

Selain metode kultivasi inti tersebut, Leluhur Darah juga mewariskan sebuah teknik serangan pamungkas yang menyertai sutra itu: Tapak Penghancur Nadi. Sebuah jurus bela diri yang memusatkan hawa murni iblis ke telapak tangan untuk secara langsung menyerang dan menghancurkan jalur nadi lawan, menjadikan mereka cacat seumur hidup.

"Jangan terhanyut dalam mabuk kepuasan, Nak," suara Leluhur Darah memecah lamunan Shen Yuan. "Hawa murni yang baru saja merombak tubuhmu memancarkan aroma darah yang sangat kuat. Di tempat terkutuk seperti ini, kau baru saja menyalakan lentera di tengah kawanan serigala yang kelaparan."

Mata Shen Yuan menyipit. Peringatan Leluhur Darah terbukti benar. Bulu kuduknya tiba-tiba berdiri saat naluri bertarungnya yang baru lahir merespons bahaya mematikan.

Di balik tirai kabut beracun yang tebal, dua pasang mata berwarna hijau terang menyala dalam kegelapan. Suara geraman rendah yang menggetarkan tulang terdengar semakin dekat. Siluet raksasa muncul dari balik bayang-bayang jurang.

Itu adalah seekor Serigala Mata Hitam Berbulu Baja. Binatang buas ini memiliki tubuh sebesar anak sapi, dengan taring melengkung yang meneteskan liur beracun. Bulu di punggungnya berdiri kaku, setajam jarum besi. Binatang buas tingkat rendah ini setara dengan pendekar fana di Ranah Penempaan Raga Lapisan Ketiga!

Jika Shen Yuan yang dulu bertemu dengan binatang buas ini, ia tidak akan memiliki kesempatan melarikan diri dan hanya akan menjadi santapan malam. Namun kini, menatap musuh yang lebih kuat satu lapisan darinya, tidak ada setitik pun rasa takut di mata Shen Yuan. Yang ada hanyalah niat bertarung yang mendidih.

Auuuummm!

Serigala itu tidak menunggu lebih lama. Dengan lonjakan tenaga yang mengerikan, ia melompat menerkam Shen Yuan, membuka rahangnya yang penuh dengan taring tajam untuk merobek leher pemuda itu. Angin amis menyapu wajah Shen Yuan.

"Datanglah!" raung Shen Yuan.

Alih-alih mundur, Shen Yuan memacu Nadi Iblis Penelan Surga di dalam tubuhnya hingga batas maksimal. Hawa murni berwarna merah kehitaman meledak dari pori-pori kulitnya. Ia melangkah maju dengan kaki kanannya, mematahkan tulang belulang di bawah tanah, dan memutar pinggangnya untuk melepaskan kekuatan mematikan.

Tapak Penghancur Nadi!

Tangan kanan Shen Yuan diliputi oleh cahaya darah yang menyilaukan. Ia mengayunkan telapak tangannya tepat menyongsong rahang serigala yang terbuka lebar.

Baaam!

Benturan keras terjadi, menciptakan gelombang udara yang menyapu kabut beracun di sekitarnya. Telapak tangan Shen Yuan menghantam rahang bawah serigala itu dengan kekuatan ribuan kati. Suara retakan tulang yang mengerikan terdengar. Tubuh besar serigala itu terhenti di udara, matanya yang hijau membelalak ngeri.

Hawa murni iblis dari Tapak Penghancur Nadi menyusup masuk ke dalam tubuh serigala, merusak organ dalam dan memutuskan pembuluh nadinya secara brutal. Serigala itu terhempas ke belakang, menabrak dinding tebing dan jatuh berdebum ke tanah. Binatang buas Lapisan Ketiga itu mengejang beberapa kali, memuntahkan darah segar bercampur serpihan organ dalam, sebelum akhirnya mati tak bernyawa.

Napas Shen Yuan sedikit memburu. Menghadapi lawan yang tingkat kekuatannya lebih tinggi dengan satu pukulan fatal menghabiskan hampir separuh hawa murninya. Namun, senyum buas perlahan mengembang di wajahnya.

"Sangat kuat... Inilah kekuatan yang sebenarnya," bisik Shen Yuan sambil menatap tangannya yang berlumuran darah serigala.

"Itu belum seberapa. Sekarang, gunakan Sutra Penelan Surga," perintah Leluhur Darah. "Esensi darah dari binatang buas ini akan terbuang percuma jika dibiarkan membusuk. Telan kekuatannya, dan stabilkan Ranah Lapisan Keduamu!"

Shen Yuan mengangguk tanpa ragu. Ia berjalan menghampiri bangkai Serigala Berbulu Baja itu, duduk bersila di sampingnya, dan menempelkan kedua telapak tangannya pada bangkai tersebut.

Ia menutup matanya dan mulai melafalkan kaidah dari Sutra Penelan Surga. Seketika itu juga, untaian hawa murni berwarna merah kehitaman keluar dari telapak tangannya, merayap bagai akar-akar pohon iblis, menembus kulit dan daging serigala itu.

Wussshhh!

Hanya dalam hitungan belasan napas, tubuh serigala yang besar itu mengering dengan kecepatan yang mengerikan, menyusut hingga hanya menyisakan kulit dan tulang layaknya mayat kering. Seluruh Esensi Darah dan hawa murni yang terkandung di dalam daging binatang buas itu tersedot habis ke dalam tubuh Shen Yuan.

Sensasi panas yang membakar menjalar dari telapak tangannya menuju Dantian, pusat pusaran hawa murni di bawah pusarnya, lalu menyebar ke seluruh Nadi Iblisnya. Wajah Shen Yuan memerah. Kotoran-kotoran berwarna hitam berbau busuk merembes keluar dari pori-pori kulitnya—ini adalah proses Pembersihan Sumsum dan Perubahan Tulang tahap kedua yang membuang kotoran fana dari tubuhnya.

Ketika Shen Yuan membuka matanya setengah batang dupa kemudian, kilatan petir darah melintas di pupil matanya. Auranya kini tidak lagi goyah. Kekuatannya di Ranah Penempaan Raga Lapisan Kedua telah benar-benar stabil, bahkan perlahan merangkak naik menuju puncak lapisan tersebut.

Shen Yuan berdiri, tubuhnya terasa ringan bagai daun namun kuat bagai baja. Ia mendongak, menatap dinding tebing Jurang Ratapan yang menjulang tinggi, menembus awan beracun menuju kediaman Keluarga Shen di atas sana.

"Shen Tian... Keluarga Shen... bersiaplah," gumam Shen Yuan dengan nada sedingin es purbakala. "Tunggu sampai aku mendaki keluar dari neraka ini. Hutang darah sepuluh tahun... akan kutagih hingga tetes terakhir!"

Langkah pertamanya di Jalan Iblis Penelan Surga baru saja dimulai, menapak di atas tumpukan tulang dan genangan darah di dasar jurang yang terlupakan oleh dunia.

1
Bucek John
kiankun kepala keluarga Lin disio siokan, gak ditoleh, padahal harta sdh jelas byk sekali n harta klan lin gak diambil, sia sia harta menang prang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!