NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Tekanan

Alea bersama dengan Dharma saat ini berada di kediaman Dharma sedang menikmati makan malam bersama. Bukan hanya kedua orang tua dari suaminya tapi ada juga Raidan di sana.

Dharma dengan sang ayah sejak tadi membicarakan bisnis, meski sedang makan tetapi mereka tetap saja fokus pada bisnis. Alea duduk di sebelah suaminya tidak banyak berbicara dan hanya menjawab jika ditanya saja. Alea menikmati makan malam itu dengan santai.

Raidan juga terlihat makan dengan tenang bertepatan di hadapan Alea.

"Uhukk," Alea terbatuk ketika merasa kepedasan pada makanannya.

Mengalami kesulitan untuk mengambil air putih karena gelasnya berisi oren jus, sementara suaminya tidak menyadari permasalahan yang terjadi pada Alea dan bersih bercerita.

Tiba-tiba Raidan menggeser gelas berisi air putih kepadanya membuat Alea melihat ke arah pria yang tampak memperhatikan sejak tadi.

Alea mengambil segelas air putih tersebut dan kemudian meneguknya untuk menghilangkan rasa panas di tenggorokannya.

Raidan kembali melanjutkan makannya setelah melihat bagaimana Alea sudah jauh lebih baik. Tetapi Alea terus menatap pria di hadapannya itu.

Orang-orang tidak ada yang menyadari terjadinya komunikasi yang begitu dekat antara Raidan dan Alea, walau komunikasi itu tidak secara langsung karena tidak ada pembicaraan, tetapi seolah-olah mata mereka bicara seolah-olah saling mengerti sama itu sama lain.

"Kalian ini sejak tadi pembicaraannya tidak lepas dari bisnis. Kepala Mama benar-benar sakit mendengarkan kalian," tegur Saras.

"Iya-iya. Ma, Papa yang mulai duluan, Dharma sudah mengatakan jika semua akan baik-baik saja," sahut Dharma.

"Asal benar saja dengan apa yang kamu katakan Dharma, kamu tahu sendiri kalau Papa tidak suka wacana," sahut Adiwijaya.

"Papa tidak perlu khawatir, jangan meragukan ku untuk proyek kecil seperti itu," sahut Dharma terlihat menyombongkan diri.

"Ya, karena Raidan selalu mendampingi kamu. Jadi Papa percaya kepada kamu sepenuhnya dan akan percaya jika semua perkataan yang kamu ucapkan itu benar-benar terwujud," ucap Adiwijaya.

"Jika kita terus membicarakan bisnis. Maka, Mama kesal. Sebaiknya Dharma memberikan berbahagia saja untuk Mama dan Papa," ucap Dharma mengalihkan pembicaraan itu.

"Kabar bahagia apa Dharma yang ingin kamu sampaikan kepada kami?" tanya Liana.

Dharma tersenyum melihat satu persatu orang-orang yang berada di meja makan itu dan kemudian menggenggam tangan Alea. Mata Raidan terlihat fokus pada genggaman tangan itu dan ekspresi wajahnya tampak tidak terbaca.

"Mama dan Papa sebentar lagi akan memiliki cucu," ucap Dharma membuat semua orang kaget dan termasuk Raidan melihat langsung ke arah Alea yang juga menatap dirinya.

"Sungguh! Jadi maksud kamu saat ini Alea sedang hamil?" tanya Liana memastikan.

"Benar! Ma, istriku saat ini sedang mengandung, kami baru saja memeriksakan ke dokter kandungannya dan ternyata kandungannya sehat tidak ada masalah sama sekali," jawab Dharma.

"Ya, ampun, Pa kita sebentar lagi akan punya cucu," Liana terlihat begitu excited sekali dan begitu juga dengan Adi Wijaya.

Sementara Alea hanya memberikan senyum datar.

"Alea kamu harus jaga benar-benar kandungan kamu dan begitu juga dengan kamu Dharma harus membantu istri kamu oh untuk menjaga kandungannya jangan sampai kenapa-napa,"

"Mama akan menambahkan asisten rumah tangga di rumah kalian agar bisa memantau Alea. Mama tidak ingin terjadi sesuatu kepada calon cucu Mama,"

"Alea kamu harus makan yang benar hah dan kamu jika ingin melakukan sesuatu harus mengabari Mama terlebih dahulu,"

Liana sejak tadi tidak berhenti mengoceh benar-benar posesif kepada menantunya yang sedang mengandung cucu pertamanya.

"Sayang, kamu tidak merespon apapun yang dikatakan Mama? Kamu keberatan jika Mama membantu kamu?" tanya Dharma melihat istrinya memang tidak terlalu senang.

"Aku jelas bahagia dengan perhatian Mama," sahut Alea tersenyum tipis.

"Tetapi Mama juga jangan terlalu berlebihan, biarkan Alea memiliki cara sendiri untuk merawat kandungannya dan kita sebagai orang tua hanya membantunya dan mengingatkan saja," sahut Dharma.

"Mama hanya khawatir jika Alea tidak bisa menjaga kandungannya," sahut Liana.

"Alea akan berusaha semaksimal mungkin," sahut Alea.

Kabar bahagia yang baru saja diberikan Dharma memang membuat kedua orang tuanya terlihat sangat bahagia, banyak rencana yang sudah mereka ingin berikan kepada calon bayi tersebut. Pandangan Dharma tiba-tiba saja melihat ke arah Raidan yang ternyata menatap istrinya penuh arti.

Dharma kemudian melihat istrinya dan ternyata kedua orang itu saling menatap satu sama lain. Entahlah apa maksud dari tatapan itu sampai tidak menyadari bahwa Dharma sejak tadi memperhatikan mereka.

****

"Raidan...." panggil Dharma membuat langkah Raidan terhenti ketika ingin memasuki mobil.

"Sahabatku apa tidak mengucapkan selamat kepadaku karena istriku sudah hamil?" tanya Dharma.

"Selamat atas kehamilan Alea. Kamu akan menjadi seorang ayah," ucap Raidan dengan datar.

"Syukurlah jika kamu mengingat bahwa aku yang akan menjadi seorang ayah. Ya, sesuai dengan perjanjian kita bahwa ketika Alea sudah hamil dan semua yang berkaitan dengan Alea dan juga anak yang ada di dalam kandungannya tidak akan menjadi urusan kamu. Itu adalah anakku, meski kamu yang membuatnya," ucap Dharma seolah-olah mengingatkan Raidan untuk tidak turut campur atas kehamilan istrinya.

"Baguslah, akhirnya urusanku benar-benar selesai dan tidak akan berkaitan lagi dengan Alea," sahut Raidan terlihat begitu santai.

"Kamu benar Raidan, urusan kamu sudah selesai dan selebihnya jangan tercampur atas apapun lagi, hubungan kamu dengan Alea juga sudah selesai. Aku berharap kedepannya kalian tidak perlu saling menyapa seperti biasanya sebelum dan sesudah aku menikah dengannya, aku saat ini benar-benar ingin fokus pada kehamilan Alea,"

"Jadi sebaiknya tidak perlu datang ke rumahku jika ingin bertemu denganku, kita bisa berbicara di kantor dan bisa hubungi aku terlebih dahulu jika ingin bertemu di mana," tegas Dharma.

Dharma memberi peringatan dan penegasan semakin ketat kepada Raidan untuk tidak bertemu dengan istrinya. Padahal sebelum mereka menikah hubungan itu terlihat biasa-biasa saja. Raidan dan Alea kerap kali sering berbicara satu sama lain ada dan tidak ada Dharma.

Mungkin saat ini Dharma sudah mulai menyadari jika istrinya dan Raidan terlibat sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan.

"Aku berharap kamu paham dengan apa yang katakan," ucap Dharma menepuk bahu Raidan.

"Aku jelas sangat paham dengan apa yang kamu katakan, baiklah, kalau begitu aku permisi dulu sekali lagi aku ucapkan selamat!" ucap Raidan terlihat begitu santai dan langsung berlalu dari hadapan Dharma dengan memasuki mobil.

Sementara Alea ternyata menjadi pendengar di balik tembok.

"Kenapa Mas Dharma mengatakan hal seperti itu kepada Raidan, kenapa dia melarang kami untuk saling menyapa dan seolah-olah tidak mengenal?" batin Alea dengan penuh tanda tanya atau sikap suaminya yang tidak masuk akal.

Alea kembali menundukkan kepala dengan melihat perut ratanya.

"Sekarang aku telah mengandung anaknya, tetapi sesungguhnya aku tidak merasa bahagia dan juga merasa aneh, suami yang menikahiku dan berbeda dengan ayah dari bayi yang aku kandung, aku tidak tahu mengapa perasaanku jika saat ini tidak bisa aku pahami, entah apa di dalam pikiranku saat ini," batin Alea dengan wajah murung dan penuh tanda tanya.

Mungkin Alea sudah mulai merasa nyaman dengan Raidan yang belakangan ini ada untuknya, Alea mulai merasa hampar pada pernikahannya yang tidak ada perubahan, sikap Dharma seolah-olah sangat cuek kepadanya dan hanya menginginkannya untuk hamil.

Dharma juga tidak memiliki gairah untuk menyentuhnya, padahal mereka adalah pasangan suami istri.

Bersambung.....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!