NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:504
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan dengan Zhenrui - 1

Lin Yinjia hampir tidak tidur semalaman. Setelah keputusan yang ia ucapkan di lorong rumah sakit kemarin, pikirannya seperti tidak mau berhenti bekerja. Ia tahu kata-kata yang keluar dari mulutnya bukan sekadar emosi sesaat. Itu keputusan yang akan mengubah banyak hal dalam hidupnya.

Sejak pagi, ayahnya terlihat lebih pendiam dari biasanya. Ibunya mencoba bersikap normal, tetap menyiapkan sarapan sederhana di dapur kecil rumah mereka. Tapi Yinjia tahu wanita itu sedang memikirkan hal yang sama dengannya.

Keluarga Gu.

Sekitar pukul sepuluh pagi, ponsel ayahnya akhirnya berdering. Lin Wei langsung menjawab panggilan itu di ruang tamu. Suaranya rendah, tapi Yinjia masih bisa mendengar beberapa kata.

“…iya, benar… Jia sudah mempertimbangkannya… kalau begitu, hari ini?” Beberapa detik sunyi. “…baik. Kami akan datang.”

Setelah telepon ditutup, ayahnya duduk lama di sofa tanpa bicara. Ibunya keluar dari dapur sambil mengeringkan tangan dengan kain. “Bagaimana?” tanyanya pelan.

Lin Wei menatap Yinjia. “Keluarga Gu ingin bertemu hari ini.” Kalimat itu membuat dada Yinjia terasa sedikit lebih berat. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi cepat, tapi tidak menyangka secepat ini. “Di mana?” tanya ibunya.

“Rumah utama mereka.”

Yinjia menelan ludah. Rumah keluarga Gu bukan sekadar rumah biasa. Bahkan di kota sebesar Shanghai, nama keluarga itu cukup dikenal. Ayah Zhenrui memiliki jaringan bisnis yang luas, mulai dari properti sampai investasi internasional.

Rumah utama mereka berada di kawasan elit di pinggir kota. Tempat yang terasa seperti dunia lain bagi keluarga Yinjia. Ibunya menatap putrinya dengan khawatir. “Kalau kamu berubah pikiran—”

“Aku tidak berubah pikiran.” Jawaban Yinjia tenang, tapi tegas. Ia sudah sampai di titik ini.

Menarik diri sekarang hanya akan membuat semuanya lebih sulit. Ayahnya menghela napas panjang. “Mereka ingin bertemu langsung denganmu. Zhenrui juga akan ada di sana.”

Nama itu membuat Yinjia sedikit menegang. Selama dua tahun perjodohan ini ada, ia hanya bertemu Zhenrui beberapa kali. Hubungan mereka selalu terasa canggung dan formal. Tidak ada kedekatan.

Tidak ada kehangatan. Sekarang mereka harus duduk bersama membicarakan masa depan yang bahkan belum tentu mereka inginkan. “Baik,” kata Yinjia akhirnya. Ia berdiri dari kursinya. “Aku akan bersiap.”

Perjalanan menuju rumah keluarga Gu memakan waktu hampir satu jam. Mobil tua milik ayahnya terasa semakin kecil ketika memasuki kawasan elit yang dipenuhi vila-vila besar dan taman luas. Yinjia duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela.

Rumah-rumah di sekitar mereka terlihat seperti tempat yang biasanya hanya ia lihat di televisi.

Gerbang besi tinggi. Taman yang terawat rapi. Mobil-mobil mahal yang terparkir di halaman luas. Akhirnya mobil mereka berhenti di depan gerbang hitam besar dengan lambang keluarga Gu di tengahnya.

Seorang penjaga keamanan mendekat dan berbicara sebentar dengan ayahnya sebelum membuka gerbang. Mobil mereka masuk perlahan. Yinjia menarik napas dalam.

Rumah utama keluarga Gu berdiri megah di tengah halaman luas. Bangunannya besar dengan arsitektur modern yang elegan.

Semua terlihat terlalu rapi. Terlalu sempurna. Seolah kehidupan di dalamnya tidak pernah mengenal kata “kekurangan”. Mobil berhenti di depan pintu utama.

Seorang pelayan sudah menunggu di sana. “Silakan masuk,” katanya sopan.

Langkah Yinjia terasa sedikit kaku ketika ia mengikuti orang tuanya masuk ke dalam rumah itu. Interiornya bahkan lebih mewah dari yang ia bayangkan. Lantai marmer mengkilap, lampu gantung besar, dan lukisan-lukisan mahal menghiasi dinding.

Ia merasa seperti orang yang salah tempat. Di ruang tamu utama, seorang wanita paruh baya sudah duduk menunggu. Wanita itu mengenakan gaun elegan dengan rambut yang disanggul rapi. Ekspresinya tenang, tapi ada aura otoritas yang jelas.

Gu Lianhua.

Ibu Gu Zhenrui. Wanita itu tersenyum tipis saat melihat mereka. “Sudah lama tidak bertemu, Tuan Lin.” Ayah Yinjia sedikit membungkuk sopan. “Terima kasih sudah menerima kami.” Gu Lianhua kemudian menatap Yinjia.

Tatapannya tajam, seperti sedang menilai sesuatu. “Kamu sudah besar sekali.” Yinjia membalas dengan senyum kecil. “Bibi Gu.”

Mereka duduk di sofa besar di ruang tamu. Beberapa menit pertama diisi dengan percakapan formal antara orang tua mereka. Tentang kesehatan, tentang pekerjaan, tentang hal-hal kecil yang terasa seperti basa-basi yang perlu dilakukan sebelum masuk ke topik utama. Akhirnya Gu Lianhua menatap langsung ke arah Yinjia.

“Ayahmu mengatakan kamu sudah memikirkan kembali perjodohan ini.” Semua mata di ruangan itu tertuju padanya. Yinjia merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat, tapi ia tetap menjaga ekspresinya tenang.

“Ya.” Gu Lianhua mengangkat alisnya sedikit. “Dan?” Yinjia menghela napas pelan sebelum berkata, “Aku bersedia melanjutkan perjodohan itu.”

Ruangan itu tiba-tiba terasa sangat sunyi. Beberapa detik berlalu sebelum Gu Lianhua tersenyum tipis.

“Keputusan yang bijak.” Namun sebelum percakapan bisa berlanjut, suara langkah kaki terdengar dari tangga di lantai atas. Langkah santai. Tidak terburu-buru.

Semua orang menoleh ke arah tangga. Seorang pria muda turun dengan tangan dimasukkan ke saku celana.

Gu Zhenrui.

Tingginya sekitar 185 cm dengan rambut hitam yang ditata santai. Ia mengenakan kemeja mahal yang lengan bajunya digulung sampai siku, memberi kesan santai tapi tetap elegan. Wajahnya tampan dengan garis rahang tegas. Namun ekspresinya… terlihat sedikit bosan.

Ia berhenti di anak tangga terakhir dan menatap ruangan itu. Tatapannya langsung jatuh pada Yinjia. Ada beberapa detik keheningan. Lalu ia tersenyum kecil.

Bukan senyum hangat. Lebih seperti senyum seseorang yang baru melihat sesuatu yang sedikit menghibur. “Jadi ini yang membuat ibu memanggilku pulang?”

Suaranya santai. Ia berjalan mendekat dan berdiri di belakang sofa ibunya. Matanya masih tertuju pada Yinjia. “Aku kira ada rapat penting.”

Gu Lianhua menatap putranya dengan sedikit tidak sabar. “Zhenrui.” Pria itu mengangkat bahu ringan. “Baik, baik.”

Ia akhirnya berjalan ke sofa di seberang Yinjia dan duduk dengan santai. Tatapannya menelusuri wajah Yinjia dengan cara yang membuatnya sedikit tidak nyaman. “Kamu terlihat berbeda dari terakhir kali.”

Yinjia menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan. “Sudah dua tahun.”

“Hmm.” henrui bersandar di sofa, tampak sangat santai dibandingkan semua orang di ruangan itu. “Aku dengar kamu ingin melanjutkan perjodohan kita.”

Ia mengatakan kalimat itu dengan nada seperti sedang membicarakan hal kecil. Yinjia menatapnya langsung. “Ya.”

Beberapa detik hening. Zhenrui kemudian tertawa kecil. Suara itu pelan, tapi jelas terdengar di ruangan yang sunyi. “Menarik.”

Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan. “Dua tahun lalu kamu terlihat seperti ingin kabur setiap kali melihatku.”

Tatapannya tajam sekarang. “Kenapa berubah pikiran?”

Pertanyaan itu langsung mengenai inti masalah. Ayah dan ibu Yinjia terlihat sedikit tegang. Yinjia sendiri menatap Zhenrui tanpa menghindar

Ia tidak bisa mengatakan alasan sebenarnya secara langsung.

Tentang rumah sakit. Tentang Yichen. Tentang biaya pengobatan. Jadi ia hanya berkata dengan nada tenang, “Aku hanya berpikir lebih dewasa sekarang.”

Zhenrui menatapnya beberapa detik. Seolah mencoba melihat apakah ada sesuatu yang ia sembunyikan. Lalu ia bersandar lagi di sofa. “Baiklah.”

Senyumnya muncul lagi. Namun kali ini ada sesuatu yang terasa sedikit merendahkan di dalamnya. “Kalau begitu kita harus mulai saling mengenal lagi, bukan?”

Yinjia tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap pria di depannya. Untuk pertama kalinya ia benar-benar memperhatikan tunangannya dengan serius.

Dan entah kenapa, perasaan aneh muncul di dalam dadanya. Seperti firasat kecil. Bahwa keputusan yang ia buat kemarin mungkin akan membawa lebih banyak masalah daripada yang ia bayangkan. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!