Kisah seorang anak gadis yang melarikan diri ke negri Jiran Malaysia untuk jadi TKW,
perjalanan panjang dan penuh perjuangan, hingga bertemu dengan seorang pria
penasaran kan yuk simak kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sampai juga
Ketika semua orang menoleh ke arah Ais, sontak mereka juga bersitatap dengan Alex.
Sang sopir travel pun bertanya.
" Itu siapa Aisha, dari tadi saya lihat kalian sama sama terus. ?" Tanya nya.
" Oh ini kenalkan nama nya Alex , dia suami ku. Kami pulang karena mau kasi selesai adat istiadat disini. " Ais menjelaskan.
" Jadi ko pergi selama ini di mana? " Tanya salah satu penumpang.
" Di Malaysia om. Saya jadi TKW. " Jawabnya.
" Hee bagus juga pergi dari kampung. Pulang bawa laki laki. " Kata salah satu penumpang kepada Ais. Terkesan meremehkan.
" Hehehe namanya juga jodoh om. " Ais menjawab seadanya.
" Kalau ada anakku begitu saya buang saja. Bikin malu. Saja. " Tambahnya lagi.
" Maaf om , kalau tidak tau yang sebenarnya cukup kita diam saja. " Jawab Ais . Akhirnya Ais berkata pada sopir. " Om saya turun saja disini. Nanti saya cari mobil lain saja. Ais malas satu mobil dengan orang yang sok tau masalah orang. " Kata Ais datar.
Sontak semua orang di mobil itu diam. Mereka merasa tertohok dengan kata kata Ais. Sehingga mereka tidak berkata apa-apa lagi.
" Oh jangan mi turun Aisha . Kalian juga ini sembarang saja kalian bicara. Apami itu tersinggung orang. " Kata sang sopir menimpali takut nanti kalau Ais turun dari mobilnya , bisa bisa setoran kurang.
Akhirnya hening . Alex tak ambil pusing dengan kejadian itu. Dia hnya diam sambil terus memandang orang yang menghina Ais. ' kalau saya sudah menikah resmi dihadapan orang tua Ais , maka saya akan Bungkam kalian dengan apa yang saya miliki ' monolog Alex dalam hati.
Lalu Alex menggenggam tangan Ais dengan penuh kasih sayang dan berkata.
" Sayang , kamu pasti lelah. Jangan habiskan tenaga Ais untuk meladeni hal hal konyol . Nanti kalau sampai di rumah ayah kita harus terlihat bahagia , iya kan ?"
" Iya " Jawab Ais singkat
Akhirnya perjalanan mereka hening tanpa ada lagi percakapan.
Lalu satu persatu penumpang turun di tujuan masing-masing. Dan tibalah Ais di depan rumah ayahnya. Mata Ais berkaca kaca. Ais senang sekaligus sedih. Karena sudah tiga tahun dia meninggal kan kampung halaman nya. Kini dia sudah pulang. Selama Ais di rantau selalu mengirimkan ayahnya uang dan dirumah itu banyak perubahan. Dari bangunan dan bahkan keadaan rumah. Dalam hati Ais bersyukur.
' Alhamdulillah , kepergian Ais jadi TKW akhirnya terbukti juga. Bisa memperbaiki rumah dan juga kehidupan ayah juga semakin baik. ' monolog Ais dalam hati.
" Ais , kok diam , ini rumah ayah ?" Tanya Alex tiba tiba menyadarkan Ais dari lamunannya.
" Iya Lex. Ini rumah ayah. Maaf rumah nya tidak seperti rumah Alex di Pontianak. " Jawab Ais.
" Tapi rumahnya nyaman Ais. Saya suka. " Kata Alex lagi.
" Oh iya ko sepi , memangnya Ais tidak mengabari ayah kalau kita sudah sampai. " Alex bertanya lagi.
" Ais akan memberikan Aya kejutan tapi malah ayah tidak ada. Mungkin ayah lagi ke rumah kakak yang ada di kampung sebelah. "
Alex hanya ber " 0" riah menanggapi ucapan Ais.
Akhirnya Ais pergi di rumah sebelah . Untuk bertanya keberadaan ayahnya.
" Permisi , Asalamualaikum Bu. " Ucap Ais.
" Alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh, siapa ? " tanya orang dari dalam
" Aisha Bu. " Jawab Ais.
" Aisha, oh iya Aisha anaknya pak Ramli pasti. " Kata orang dalam rumah itu .
Ceklek
Pintu terbuka lebar lalu muncul seorang ibu paruh baya dengan penampilan anggun dan elegan. Dia adalah tetangga Ais .
" Aishah kan. , Ya Allah nak. Kamu makin cantik saja. Setelah pergi jadi TKW kamu berubah nak. Makin cantik saja. " Ibu itu begitu antusias ketika melihat Ais. " Ais tau. Ayah kamu selalu bercerita tentang Ais. Kalau Ais selalu mengirimkan ayahmu uang. Dan ayah kamu mulai merehab rumah kalian. Walaupun kakak kamu tidak setuju. " Tambahnya lagi.
" Ummm , Bu ayah kemana yah. Tidak ada dirumah , saya kerumah kosong Bu." Tanya Ais.
" Oh ayahmu lagi pergi di pesta pernikahan di kampung sebelah. Mungkin sebentar lagi pulang. Oh iya Ais. Ini siapa kenapa ko tidak kenalkan dengan ibu. ? " Tanya ibu itu lagi
" Oh ini Alex Bu." Jawab Ais singkat. Ais belum siap memberi tahu kalau Alex suaminya. Takut nanti akan dihina lagi seperti di mobil yang mereka tumpangi.
" Oh iya tunggu mi ayahmu pulang. " Kata ibu itu.
Ais dan Alex keluar dari rumah itu. Lalu duduk di teras rumah ayah Ais, sambil menunggu ayah Ais pulang .
Alex pun bertanya kepada Ais.
" Kenapa Ais tidak mengakui bahwa saya suami Ais ?" Tanya Alex penasaran.
" Maaf Lex. Takut nya Ais dihina lagi seperti saat kita di mobil tadi. " Kata Ais. Ais merasa tidak enak kepada Alex.
" Oh . Saya paham Ais. Oh iya siapa nama ibu tadi. ?" Tanya Alex lagi
" Oh itu , namanya ibu Narti . Dia termaksud bibi juga sih. Karena saudara jauh ayah. " Jawab Ais.
" Oh " Alex menanggapi
Tak lama kemudian terdengar suara motor masuk dalam pekarangan rumah itu
Ais dan Alex pun berdiri menyambut kedatangan orang itu.
Orang itu turun dan mereka berdua heran kenapa ada orang dirumah . Sementara tidak ada yang memberitahu kalau ada tamu.
" Maaf siapa yah. " Tanya orang itu. Adalah kakak laki-laki Ais.
" Kak. Ini Aisha kak. Apa kakak tidak mengenal adik sendiri. " Mata Ais berkaca kaca. Melihat ayah dan kakaknya yang paling dirindukan.
Tiba tiba ayah Ais berlari lalu memeluk Ais dengan erat.
" anakku. " Hanya itu kata kata yang bisa dia ucapkan. pak Ramly begitu merindukan anak gadis kesayangan nya. Tiga tahun ayahnya menanggung rindu.
" Ayah, Aisha rindu ayah. Oh iya kenalkan ini Alex . Suami Ais. " Sontak ayah dan kakaknya Ais menoleh kearah Alex.
Mereka melihat Alex dari atas sampai ke bawah. Dan kakak Ais berkata dengan suara bergetar.
" Aisha , kamu sudah menikah. ? Ternyata adikku sudah dewasa. Dan Ais. Kamu semakin cantik kalau pake hijab. " Kata Kakak laki-laki Ais.
Lalu Alex mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan kakak ipar nya.
" Kenalkan saya Alex suami Ais. "
Dan kakak Ais pun menyambut tangan Alex
" Raditya. Kakak kesayangan Ais yang paling manja SE desa. " Sontak pipi Ais merona karena malu atas pengakuan kakaknya Raditya.
" Kakak apapan sih. " Ais jadi salah tingkah.
" Ayah saya Alex , suami Ais. " Kata Alex lagi sambil menyalami ayah Ais lalu mencium tangan ayahnya.
" Ayo masuk dek. Pasti Ais akan heran dengan keadaan rumah. Semua warna kesukaan Ais jadi ciri khas rumah ini sekarang. Walaupun kakak kamu yang satu nya tidak setuju. " Ucapnya sambil membuka pintu rumah. Lalu mereka masuk ke dalam rumah.
Sontak Ais tertegun melihat pemandangan dalam rumah itu. Apa yang di ucapkan kakak nya benar . Dari kursi meja tanpa terkecuali termasuk pintu kamar . Semua berwarna coklat susu warna kesukaan Ais. Ais sangat terharu dengan apa yang di lakukan oleh ayahnya.
" Terimakasih ayah. Ais suka. Oh iya di mana kamar Ais. ?" Ucap Ais sambil berjalan mengelilingi rumah.
" Ada disini , kamar Ais yang paling Luas. Di sebelah kiri itu kamar kakak. Dan calon istri Kakak hehehe " Raditya menunjukkan kamar Ais. Sambil terkekeh geli melihat tingkah Ais begitu antusias ketika melihat lihat rumah .
Dimana rumah itu di bangun dengan hasil kerja Ais ketika Ais jadi TKW. Meskipun demikian kakak yang lain begitu menentang keras keputusan ayah mereka.