NovelToon NovelToon
Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.

Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.

namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier-Aruna 9

Aruna terlihat sangat sibuk dengan banyaknya pekerjaan yang ada di kantor belum lagi laporan dari kelompok bawah miliknya. Dia sampai lupa sekarang hampir jam makan siang. Dan sedari tadi perutnya hanya di isi dengan kopi.

"Sayang ... sibuk bener nih Bu Pimpinan ..." ledek Xavier yang sudah datang ke kantor Aruna.

"Loh, jam berapa ini? Kok udah kesini aja?" tanya Aruna melihat jam di pergelangan tangannya.

"Jangan terlalu sibuk bekerja sayang ... Kamu sampai lupa kalau sekarang waktunya makan siang. Kita berangkat sekarang!" ajak Xavier membawa tas milik istrinya dan menyimpannya di bahu.

"Aku banyak kerjaan dan sedang banyak belajar juga makanya aku khawatir melakukan kesalahan," jawab Aruna.

"Pelan-pelan saja, sayang! Kalau kamu bingung atau butuh bantuan bisa tanya aku. Kalau aku bisa, aku akan membantumu!" jawab Xavier menarik pinggang Aruna untuk lebih mendekat saat mereka akan berjalan.

"Astaga! Apa bisa ini jangan dempet begini? Aku engap tau!" protes Aruna.

"Nggak bisa! Kalau sama aku kamu harus nempel begini kayak cicak!" jawab Xavier santai membuat Aruna memutar bola matanya malas.

Mereka keluar dari ruang kerja Aruna, melihat Apa yang dilakukan oleh Xavier pada Aruna membuat beberapa karyawan mengulum senyum. Xavier sangat posesif kepada Aruna. Sebelum menikah saja dia sudah Posesif, apalagi setelah resmi menikah.

"Astaga! Apa yang kamu lakukan pada adikku? Apa kamu akan mem-bu-nuhnya perlahan, Xavier?" tegur Morgan.

"Mana ada! Aku hanya takut kalau ada orang yang mencoba mengambil milikku saja!" jawab Xavier.

"ah elah,! Tapi nggak gitu juga kali caranya! kasihan Aruna! Semua orang sudah tahu kalau Adik kamu milik kamu! Jadi nggak usah seperti itu!" omel Ramon mendekat dan menjauhkan tangan Xavier yang melingkar ketat dipinggang Aruna.

"Lah kenapa jadi aku yang harus jadi wanita Posesif dengan melingkarkan tangan begini?" kali ini Aruna yang protes kepada Ramon. Pertanyaan Aruna membuat ketiga kakaknya tepok jidat.

Adiknya yang sedikit tomboy ini memang tak pernah bersikap seperti wanita manis. Sikapnya sangat cuek dan terkadang acuh, namun sebenarnya dia adalah pemerhati. Bukan hanya sikap, tapi ucapannya terlalu jujur dan kadang sedikit menyakitkan.

"Lah terus mau gimana? Ini Udah yang paling bener, sayang!" protes Xavier.

"Nggak mau!" jawab Aruna melepaskan tangannya yang tadi di lingkarkan di tangan Xavier oleh Ramon.

"Kita jalan masing-masing aja!" tambah Aruna.

",Idih! Nggak mau! Mana boleh seperti itu! Kamu sekarang adalah istri dari Xavier Hananta. Nggak boleh jalan sendiri-sendiri karena nanti ada yang menculik kamu!", jawab Xavier menarik tangan Aruna dan menggenggamnya.

"Dahlah terserah kalian berdua! Bodo amat! Repot amat pasangan pengantin baru satu ini!" kesal Ramon.

"Dih, makanya ngapain kalian ikut repot? Aku yang nikah kok! Makanya cepat nikah, keburu tua! Kasihan burung butuh sangkar kalau tidak bisa mati!" jawab Xavier membaut Ramon ingin sekali menggampar Xavier.

"sekate-kate tu moncong!" teriak Ramon dan masih misuh-misuh, sedangkan Xavier bodo amat dan kembali berjalan menjauh dari mereka.

"Ini kok ribet amat sih harus pegangan Mulu! Aaku mau garuk tangan aja susah!" protes Aruna.

"Mana yang gatal, sayang? Sini aku yang garukin!" jawab Xavier membuat Aruna memutar bola mata malas.

Sikap posesif yang semakin menjadi dari Xavier belum membuatnya terbiasa. Sehingga terkadang Aruna merasa kurang nyaman dengan perlakuan Xavier seperti ini. Tapi suaminya itu bahkan terlihat santai saja. Karena memang Xavier seposesif itu seperti Papi Devan kepada Mami Violet. Mungkin bisa di katakan kalau itu adalah turunan bapaknya.

"Hati-hati," selalu seperti itu saat Aruna keluar dari dalam mobile. Bahkan tas Aruna masih betah berada di bahu Xavier. Pris itu tak malu sama sekali, Bakan terlihat sangat senang dan bangga.

"Apa kita mau makan di ruang VIP saja sayang?" tanya Xavier saat masuk ke dalam restoran dan ternyata sudah ramai.

"Nggak usah, kita makan di sini saja," jawab Aruna.

"Baiklah," Xavier hanya khawatir istrinya tak nyaman karena di sana memang restoran dalam keadaan penuh.

Mereka memilih meja di pojokan agar bisa lebih nyaman dan tidak terlalu terpengaruh dengan kalau lalang pelayan dns customer yang hilir mudik. Mereka memesan makanan, tangan Xavier masih belum bisa melepaskan genggamannya dari Aruna. rasanya berat sekali melepaskan tangan Aruna.

"sayang ...", panggil Xavier sambil memandang Aruna dengan menopang kepalanya di tangan yang menyender di meja.

"Hem ...", jawab Aruna melirik sekilas ke arah suaminya.

"Kamu cantik banget, buat aku selalu rindu! kamu tahu? Saat tadi di kantor, bahkan Aku rasanya ingin cepat siang agar bisa bertemu dengan kamu! Rasanya aku selalu terserang rindu saat berjauhan dengan kamu," jawab Xavier.

"Halah, gembel ..." jawab Aruna santai.

"Astaga! Aku serius sayang ... masa sih kamu nggak percaya!"kesal Xavier.

Cup

Xavier mencuri satu ciuman di bibir istrinya membuat Aruna kesal dan malu bersamaan. Hingga akhirnya dia memukul bahu Xavier yang malah cengengesan.

"Kenapa sih sayang?" Xavier meringis sambil mengusap bahunya yang terasa sakit.

"Kamu apa-apaan sih? Ini kan di tempat umum kok malah asal nyosor aja!", jawab Aruna mendelikkan matanya ke arah Xavier yang malah terkekeh.

"Lah, apa yang salah sayang? Kita suami istri bukan pasangan selingkuhan kok! Kenapa harus malu?" jawab Xavier santai dan melahirkan kembali menciumi pipi Aruna yang sedang kesal. Gemas sekali rasanya melihat Aruna kesal seperti itu.

"Ish, ini tempat umum. Nggak etis tau!" jawab Aruna.

"Kata siapa? orang pasangan selingkuh dan bukan suami istri saja mereka bodo amat kok! Kenapa harus malu, toh kita pasangan sah!" jawab Xavier membuat Aruna malas mendebatnya lagi. pasti ujung-ujungnya akan panjang sepanjang jalan kenangan nggak akan pernah berhenti mengoceh bibir suaminya itu.

"Xavier ... Apa kamu Xavier? Ah, kebetulan sekali aku bertemu dengan kamu di sini," siapa seorang wanita kemudian duduk di depan mereka berdua. kelakuan wanita itu membuat Aruna dan Xavier saling Padang.

"Ngapain kamu duduk di situ? Apa aku mengizinkan untuk di sana?" tanya Xavier berubah dingin.

Bahkan senyum dan tawa yang tadi terlihat saat bercanda bersama dengan Aruna hilang seketika. Ekspresi wajahnya berubah seketika saat melihat di depannya seorang wanita yang tak tahu malu duduk tanpa izin di meja mereka. Aruna yang duduk di sebelah Xavier terlihat santai saja, memperhatikan apa yang akan di katakan oleh calon ulat di depannya.

"Ah maaf, tapi aku saking senangnya bertemu lagi dengan kamu. Apa kamu ingat sama aku? Aku adalah teman atu kelasmu saat kita kuliah!" jawab wanita itu penuh kebahagiaan.

"Tidak! Tolong bisa pergi dari sini? Aku dan istriku akan makan siang, kami tak mau ada orang lain di meja kami!" jawab Axcel dingin.

"Ah, rupanya kamu sudah menikah ya? Aku kira kamu belum menikah. Karena ..." jawabnya membuat Xavier menatap tajam penuh kekesalan kepada wanita yang sedari tadi ngeyel dan tetap duduk di depan mereka berdua. Apalagi makanan mereka sudah datang. Jangan sampai membuat mood istrinya berantakan dan menghancurkan semua piring dan gelas yang ada di depannya.

"Kamu mau pergi atau aku meminta pelayan mengusirmu? Siapapun kamu, aku tak kenal dan tak mau peduli!", jawab Xavier penuh penekanan.

"Ah iya, maaf menganggu. Tapi jujur aku sangat senang bertemu dengan kamu lagi Xavier!" jawabnya dengan nada suara di buat lembut sambil melirik ke arah Aruna. Piring wanita itu bahkan di isi oleh Xavier, bukan sebaliknya. Hal itu membuatnya sangat kesal.

1
Heni Mulyani
lanjut
nely_48
kurung az s merlyn k kandang ular pyton,, biar dia d jadiin merlyn presto, lunak sampe tulang belulang nya
nely_48
njiiir serem oge sang ibu suri klau murka 🤭
nely_48
sundel bolong kau meylin
nely_48
wah s ulet nangka busuk beraksi nih,, salah lawan kau merlyn,, tunggu kehancuran mu dlm hitungan menit ya merlyn
nely_48
babang Xavier terllope lope lah pokok na mh
nely_48
kasian sekali nasib mu rexa,, meningan jd TKI az daftar tg k Jepang biar kau bebas dr siluman ubur² s Renata sekeluarga itu
nely_48
udh ter bucin bucin kan Xavier sm aruna
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
nely_48
akhirnya runa n Xavier udh akur, semoga Xavier junior cepat loncing 💃💃💃
nely_48
jd lah ratu d istana hananta ya runa,, dampingi putra mahkota Xavier, tenang ada ibu suri mami vio n pemegang tahta tertinggi hananta papi devan,,, 😍😍😍
Ria Lita
jgn lama2 thor lanjut cerita nya
Ria Lita
kenapa kok reka hrs tunduk dgn keluarga Renata katanya reka ortu nya punya perusahaan kan
Heni Mulyani
lanjut
Ria Lita
iya thor bener kata kak Winda aku jadi bingung judul nya aja udah beda lha gimana kakek Aruna dan bima udah dapet balesan belum gan kakek Aruna udah tau belum kebenaran tentang Aruna dan kok tiba2 si arka udah sama Aruna aja
nely_48
yakin nih ga ada belah duren d mlm pertama ❓❓
Yam_zhie: puasa 😭🙏
total 1 replies
nely_48
pasangan pengantin baru nih
nely_48
menantu mami vio itu, lady runa
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
Ayu Juwita
haadduuuhhh
ini mah harus baca ulang dari awal
Baek chanhun
kapan Mahardika dan bima meninggal dunia, di bab mana thort
thanks teh 💪
Diana Dwiari: yang ayah aku kembali? kog aku belum baca yg itu ya,kayaknya baru rencana mau gulingkan si bima,tapi penyerangannya belum,si kakek juga belum mati di buku itu
total 2 replies
partini
ya kalau yg mikir pasti ada kan yg ga mikir kata nanti ada badai datang dalam rumah tangga mereka,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!