NovelToon NovelToon
“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

“Kau Kehilangan Aku Setelah Cerai”

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Banto

Amara rela menerima perjodohan dengan Tobias William Larsen demi cinta, berharap hatinya bisa memenangkan pria yang dingin dan sempurna itu. Ia memberi segalanya—kesetiaan, pengorbanan, bahkan seluruh rasa cintanya. Namun, semuanya hancur saat mantan Tobias muncul kembali.
Di malam ulang tahun pernikahan mereka, dunia Amara runtuh. Tobias menuntut cerai tanpa ampun, bahkan menyisakan ancaman yang menusuk hatinya. Dengan hati remuk, Amara akhirnya melepas semua harapan, memutuskan untuk pulang ke rumah keluarganya dan menjalani takdirnya sebagai pewaris keluarga Crawford.
Kini, ketika Amara dan Tobias bertemu lagi, mereka bukan lagi suami-istri. Mereka adalah dua rival, saling menatap dengan luka dan dendam yang tersimpan.
"Tuan Larsen, apakah Anda ingin saya mengingatkan sekali lagi? Kita sudah bercerai."
"Amara… ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku. Kumohon… kembalilah padaku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Banto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12

“Tadi itu keren banget!” puji Melanie dengan mata berbinar saat Amara melangkah turun dari panggung. Amara hanya tertawa kecil, berusaha mengabaikan sepasang mata gelap milik Tobias yang terus mengikutinya seperti bayangan yang tidak diinginkan.

​“Ah, biasa saja,” jawab Amara santai. Ia sendiri terkejut betapa rileks perasaannya malam ini. “Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan suasana seperti ini.”

​“Harus!” sahut Melanie mantap. Keduanya segera melipir ke bar untuk memesan minuman demi merayakan keberhasilan kecil Amara.

​Saat mereka sedang menunggu pesanan, seorang pria asing tiba-tiba duduk di kursi sebelah Amara. Amara sudah siap memutar matanya, mengira pria itu akan melontarkan gombalan murahan. Namun, pria itu justru tersenyum sopan.

​“Biar aku yang bayar minumannya,” ucap pria itu santai. “Anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena pertunjukanmu tadi sangat menghibur.”

​Setelah membayar tagihan, pria itu langsung pergi tanpa meminta nomor ponsel atau nama. Amara dan Melanie saling berpandangan, lalu tertawa geli. Sepertinya, Amara baru saja mendapatkan penggemar rahasia pertamanya.

​“Wah, Amara sang bintang mulai bersinar,” goda Melanie. Bisik-bisik pujian dari orang-orang di sekitar bar pun mulai terdengar, membuat Amara merasa dihargai dengan cara yang belum pernah ia rasakan selama menjadi nyonya Larsen.

​“Mungkin aku harus menjadikan ini hobi yang dibayar,” canda Amara sambil menyesap minumannya. Namun, tawa Melanie mendadak lenyap saat matanya menangkap sosok yang berdiri kaku di belakang Amara.

​“Ada apa?” tanya Amara. Ia berbalik, dan seketika itu juga, senyumnya luntur. Tobias Larsen berdiri di sana dengan aura yang begitu dingin dan menusuk.

​“Mari bicara,” perintah Tobias tanpa basa-basi.

​Amara memalingkan wajah, kembali menatap minumannya. “Dan apa yang membuatmu berpikir aku sudi bicara denganmu?”

​Rahang Tobias mengeras. Tanpa peringatan, ia melangkah maju dan mencengkeram pergelangan tangan Amara dengan kuat. Kepalan tangannya yang besar menutupi seluruh pergelangan tangan Amara yang ramping. Dengan satu sentakan kasar, ia menarik Amara turun dari kursi bar.

​“Hei! Apa yang kau lakukan?!” teriak Melanie mencoba melerai, namun ia langsung membeku saat Tobias memberikan tatapan maut. “Jangan ikut campur,” desis Tobias tajam.

​Tobias menyeret Amara keluar dari klub, mengabaikan protes dan rontaan wanita itu, hingga mereka sampai di trotoar yang cukup sepi.

​“Lepaskan aku!” bentak Amara sambil menyentakkan tangannya kuat-kuat. Ia mendongak, menantang mata Tobias meski pria itu jauh lebih tinggi darinya.

​“Pertanyaan itu seharusnya untukmu!” tuduh Tobias dengan nada penuh kebencian. “Apa yang kau lakukan di dalam sana? Apa ini rute barumu untuk mencari sugar daddy?”

​Amara tertawa sinis, rasa jengkelnya sudah mencapai ubun-ubun. “Dan bagaimana bisa hal itu menjadi urusanmu, Tuan Larsen?”

​Tobias melangkah maju, menghimpit ruang gerak Amara. “Kau mempermalukan namaku! Apa pun yang kau lakukan mencoreng reputasiku!”

​“Mempermalukan namamu?” Amara mendengus muak. “Kau pasti baru bangun tidur dan lupa fakta bahwa aku tidak lagi menyandang nama belakangmu. Kau yang meminta perceraian ini, Tobias. Kau yang tidak menginginkanku. Jadi, apa pun yang kupilih sekarang, itu bukan urusanmu! Aku tidak berutang jawaban apa pun padamu, jadi pergilah!”

​Tobias tertawa kering, matanya berkilat marah. “Kau melakukan semua drama ini hanya untuk mencari perhatianku? Awalnya memang lucu, tapi sekarang... ini menjengkelkan.”

​Rahang Amara mengatup rapat. Kata-kata Tobias seperti bensin yang menyiram api di hatinya. Bertahun-tahun ia diabaikan, dan sekarang pria ini masih berani bersikap seolah ia memiliki kendali atas hidup Amara?

​Tiba-tiba, Amara ingin sekali melihat wajah sombong itu hancur. Ia ingin melihat Tobias kehilangan kendali. Saat itulah, pintu klub terbuka dan Helios Edgar melangkah keluar. Sebuah ide gila muncul di benak Amara.

​“Helios!” panggil Amara lantang.

​Helios berhenti, rokok di tangannya menggantung. Ekspresinya yang acuh tak acuh seketika melunak saat melihat Amara. Ia berjalan menghampiri tanpa ragu.

​“Dulu, kau bilang akan membantuku dengan apa pun jika aku butuh bantuanmu, benar?” tanya Amara saat Helios sudah berdiri di sampingnya.

​Helios melirik Tobias sekilas, menatapnya dengan pandangan dingin yang menantang selama beberapa detik sebelum mengangguk pelan. “Ya.”

​“Bagus,” ucap Amara, suaranya tenang namun tajam. Ia mengangkat tangannya, menunjuk tepat ke wajah Tobias yang kini tampak bingung sekaligus murka. “Kalau begitu, bisakah kau memukul Tobias untukku? Sekarang.”

​Amara menatap Helios dengan sorot mata yang tak tergoyahkan. “Kau bilang akan membantuku kapan pun aku butuh, kan? Aku butuh kau memukul pria sombong ini.”

1
S
bodoh.jk.mau di lindungi seolah bs mengatasi segalanya tp begitu bahaya.mrngancam baru panik
S
aku yaki tawa dan dansamu hanya utk menghibur diri tak mungkin rasamu hilang tiba tiba mara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!