Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.
Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?
Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!
“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 - Hanya sebatas hubungan kontrak
Ziya memilih untuk berlalu tidak baik mendengarkan percakapan orang lain seperti itu, lagi pula itu masalah Asep dan wanita itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Namun ada sedikit rasa penasaran yang mengusik pikirannya, tentang siapa wanita itu, apa hubungannya dengan Asep dan apa yang mereka bicarakan dalam bahasa yang tidak bisa Ziya mengerti.
Setelah beberapa saat Ziya kembali mendengar suara Asep memanggilnya, “Neng, udah belanjanya?”
“Hem, udah ko,” ucap Ziya sambil menjinjing keranjangnya.
“Sini biar saya bawakan.”
“Gak usah, gue bisa bawa sendiri,” tolak Ziya seraya berlalu.
“Taruh saja disini Neng, biar saya yang bayar,” ucap Asep saat Ziya tengah mengantri di depan kasir.
“Gak usah, gue juga punya uang ko gue akan bayar sendiri,” tolak Ziya dengan nada datar.
Asep pun terdiam, dia tak lagi meminta barang Ziya untuk Iya bayarkan, dia membiarkan gadis itu mengurusnya sendiri.
Selepas menaruh barang belanjaannya ke atas Pickup, Ziya pun lantas masuk dan duduk di dalam mobil dengan tangan terlipat di dada, setelah itu Asep muncul dan bicara padanya dari luar kaca jendela.
“Neng gak mau beli makanan dulu, tuh banyak orang jualan Neng mau apa?” tawarnya.
“Gue gak mau apa-apa, kalau lu mau beli, beli aja,” sahut Ziya tanpa minat.
“Neng kenapa, Neng marah sama saya?”
Mendengar pertanyaan dari Asep membuat otak Ziya seolah tersengat aliran listrik.
“Marah? Ahahaha, yang waras aja ya, ngapain gue marah sama elu Asep,” Ziya tertawa keras.
“Tapi wajah Neng tadi kaya orang yang lagi marah atuh, jadi saya ngiranya Neng marah,” Ucapnya lagi.
“Kagak, apaan sih. Kurang kerjaan banget gue marah ama lu, lu siapa gue dan gue siapa elu kita paling tahu itu, jadi so lu jangan mikir yang aneh-aneh apa lagi ngira gue marah atau cemburu ama elu, gak mungkin.”
“Hah cemburu? Kapan saya bilang ngira Neng cemburu?”
‘Ugh sial, kenapa sih ni bibir tiba-tiba pake ngomong cemburu segala.’
“Ya soal si Siti kemarin,” ucap Ziya.
“Oh soal Teh Siti, saya udah lupa atuh Neng, lagian bener kata Neng buat apa Neng cemburu sama saya kita kan gak ada hubungan apa-apa dan saya juga gak kepikiran sampai kesana ko.”
“Oh bagus kalau gitu,” tanggap Ziya.
Asep pergi sejenak untuk membeli makanan entah apa, sedang Ziya bermain dengan ponselnya, ditempat ini ponselnya mendapatkan sinyal, tiba-tiba teleponnya pun berdering, itu panggilan dari Regan.
“Halo Sayang,” ucapnya dari sebrang telpon.
“Halo juga Re, gimana acara Campingnya?”
“Lumayan, walau gak seseru pas ada kamu,” ucapnya, “aku kesepian tahu Yang, temen-temen yang lain pergi sama pacarnya lah aku cuma sendirian,” keluhnya.
“Sampai hari apa Campingnya?” Ziya tak menanggapi keluhan Regan.
“Lusa kita balik ke Jakarta. Tapi emh gini Yang... gimana ya cara ngomongnya.”
“Ada apa?”
“Aku malu Yang,” ucapnya terdengar kikuk.
“Malu kenapa sih Re, kita udah dua tahun loh pacaran, kita harus saling terbuka satu sama lain, itu kan yang kamu bilang,” ucap Ziya.
“Iya kamu bener Yang. Sebenernya aku mau bilang, aku boleh gak minjem uang sama kamu, aku janji bulan depan aku balikin, kamu tahu kan uang gaji nyanyi di Kafe itu gak seberapa buat hidup sehari-hari aja hampir gak cukup.”
Ziya tak lantas menjawab, sejujurnya sudah sering Regan berucap hal yang sama, dia selalu meminta uang pada Ziya dengan dalih meminjam, namun tak pernah sepeserpun dia mengembalikannya, bahkan saat jalan bersama pun selalu Ziya yang mengeluarkan uang, tapi karena rasa cinta yang Ziya miliki untuk Regan semua itu tak pernah menjadi masalah untuknya.
“Terus kalau kamu gak punya uang kenapa kamu tetep berangkat sih Re,” keluh Ziya.
“Ya malu dong Yang kalau aku sampai gak ikut, keliatan banget kalau aku orang susah,” ucapnya.
Ya itulah Regan, dia bukan dari kalangan orang berada seperti Ziya, dia hanya orang biasa Ayahnya Driver Ojol sedang Ibunya membuka warung kecil-kecilan di rumahnya. Dia dan Ziya satu sekolah saat SMA dan Ziya langsung jatuh cinta saat pandangan pertama pada Regan. Regan sosok cowok yang keren, ganteng dan sangat populer dikalangan anak laki-laki maupun perempuan, dia punya suara yang bagus hingga dia membentuk sebuah Band dengan dia sebagai vokalisnya, dua tahun lalu saat Ziya datang ke Kafe tempat Regan bekerja di sanalah dia menyatakan cinta.
“Ya udah aku transfer sekarang.”
“Oke sayang makasih. Bulan depan aku janji bakal balikin uangnya.”
“Gak usah, kamu pake aja uangnya lagian aku kalau butuh uang tinggal minta aja ke Papah.”
“Ah makasih kalau gitu sayang, Love You!”
“Love You to,” sahut Ziya dan sambungan telpon pun berakhir dia menghela nafas berat, saat menoleh ke samping tampak Asep berdiri sambil bersandar di pintu mobil.
“Asep, sejak kapan dia disitu? Apa dia denger obrolan gue sama Regan ya?”
Ziya mengetuk kaca jendela tempat Asep bersandar, dia menoleh, kemudian membuka pintu mobilnya.
“Sejak kapan Lu berdiri disana Sep?” tanya Ziya, pria itu menyalakan mesin mobilnya terlebih dahulu sebelum menjawab.
“Emh, udah lumayan lama sih Neng,” ungkapnya sambil tersenyum kikuk.
Ziya menghela nafas berat lantas berkata, “tadi yang telpon itu pacar gue.”
“Ya, saya tahu,” tanggap Asep, pandangannya tetap fokus ke jalanan yang hendak dilaluinya.
“Syukur deh kalau Lu tahu, gue gak perlu jelasin lagi kayanya.”
“Tapi Neng, kalau itu pacar Neng kenapa dia malah minta uang sama Neng?”
“Lu nguping percakapan gue sama pacar gue ya?!” tuding Ziya.
“Bukan nguping atuh Neng, cuma gak sengaja denger aja,” ralat Asep.
“Bukan urusan lo, dia minta uangnya juga sama gue kok, lagian dia tuh bukan minta tapi minjem. Dan satu hal lagi, kita itu hanya sebatas hubungan kontrak jadi lu jangan ikut campur urusan gue, sesuai perjanjian di awal kita gak akan saling mencampuri urusan satu sama lain,” ucap Ziya penuh penekanan.
Biar si benalu cari duit sendiri
❤❤😍😍💪💪
klao Asep gk cinta ma kmu ziyaa..
🤣🤣😄❤❤❤😍💪💪💪
ziya auto njerittt..
aaaaa..
🤣🤣😄😄😍😍😍❤💪💪💪
jangan samlai pak raden manfaatin ziya yaaa😍❤❤❤❤💪💪💪
jgn sampai siti curiga..
klao perlu ziya cium asep di depan siti..
🤣🤣😄😍❤❤❤❤
😍💪😍😍💪💪❤❤❤
aseppp..
siap2 aja macn netinamu ngamuk3..
🤣❤❤💪😍😄
bakal ada salah paham ini..
moga gak panjang salah pahamnya..
❤💪💪💪😍😍😄😄😄