NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Malam itu, hujan tipis turun membasahi kota, memberi kesan hangat sekaligus mewah pada lampu-lampu jalan yang memantul di aspal basah.

“Untuk merayakan juara satu,” ujar Enzo singkat, nada suaranya terdengar berbeda dari biasanya, lebih ringan dan lebih hidup. “Kita makan malam di luar.”

Erza langsung bersorak kecil. “Serius, Daddy?”

“Serius,” jawab Enzo sambil menepuk bahu putranya. “Kita pantas merayakannya.”

Azalea tersenyum melihat mata Erza berbinar. Ia membantu anak-anak bersiap, memilihkan pakaian yang rapi dan nyaman. Untuk dirinya sendiri, Azalea mengenakan gaun sederhana berwarna moka dengan potongan anggun. Tidak mencolok, tidak berlebihan. Rambutnya tertutup jilbab yang rapi, riasan wajahnya tipis, cukup untuk menonjolkan ketenangan yang kini menjadi ciri khasnya.

Ketika mereka turun ke ruang tamu, Mami Elsa yang sudah menunggu terperangah. Tatapan wanita itu tertahan di wajah Azalea. Bukan karena iri, melainkan karena kehabisan celah untuk menghinanya.

Azalea tampak berkelas, tenang, dan anggun. Tidak ada satu pun detail yang bisa dijadikan bahan ejekan. Bahkan Mami Elsa yang selama ini paling lihai mencari kekurangan seseorang, kini hanya bisa mengatupkan bibir.

“Kita berangkat,” kata Enzo singkat.

Mami Elsa mengangguk, sedikit kaku.

“Kamu duduk di depan,” ucap Enzo sambil membukakan pintu mobil untuk Azalea.

Sesaat Azalea terdiam menatap Enzo. “Terima kasih,” ucapnya lalu masuk ke dalam mobil.

Hal mengejutkan lainnya, Enzo memasangkan sabuk pengaman untuk Azalea setelah wanita itu duduk. Hal itu tidak luput dari perhatian Mami Elsa.

Selama perjalanan di dalam mobil dipenuhi oleh celotehan Erza dan Elora. Keduanya merasa senang karena jarang diajak makan di luar rumah.

Restoran itu terletak di lantai atas sebuah hotel bintang lima. Lampu kristal menggantung indah, alunan musik piano mengalir lembut, dan pelayan berseragam rapi menyambut mereka dengan senyum profesional.

Erza duduk tegap, bangga. Elora, sebaliknya, mulai mengerutkan dahi sejak menu dibuka.

“Mommy,” bisik gadis kecil itu pelan tapi cukup terdengar, “Aku enggak mau makan ini.”

Azalea menoleh. “Kenapa?”

“Aku maunya es krim,” jawab Elora jujur, bibirnya mengerucut. Dia mengira pergi makan malam ini bisa makan es krim kesukaannya. “Es krim yang warna-warni dan banyak topingnya.”

Enzo yang duduk di seberang meja langsung menegang. Ia sudah hapal tanda-tanda itu. Biasanya, setelah ini akan ada tangisan, suara meninggi, dan tatapan-tatapan tidak nyaman dari sekitar.

“Elora,” ujar Enzo mencoba tegas, “ini makan malam dulu.”

Elora menggeleng kuat sambil menutup mulutnya. “Enggak mau!”

Azalea mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat pada Enzo agar tenang. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, sejajar dengan mata putrinya.

“Elora,” ucap Azalea lembut, hampir berbisik, “kalau Elora makan sendiri sampai habis, nanti sebelum tidur Mommy bacakan dua cerita.”

Elora mengangkat kepala. “Dua?”

“Iya. Dua. Yang seru pasti ceritanya,” janji Azalea sambil tersenyum.

Elora menimbang-nimbang. Beberapa detik yang terasa lama bagi Enzo.

“Janji?” tanya Elora memastikan.

“Janji.”

Elora mengangguk, lalu mengambil sendoknya sendiri. “Kalau begitu aku akan makan ini.”

Enzo terpaku. Tanpa paksaan, tanpa nada tinggi, dan tanpa ada drama. Lalu, yang lebih mengejutkan adalah Elora benar-benar makan sendiri sampai habis.

Erza melirik Enzo sambil terkekeh kecil. “Daddy, Mommy jago, kan, kalau bujuk Elora.”

Enzo hanya bisa mengangguk, masih terpana. Di dalam dadanya, ada rasa hangat yang perlahan mengalahkan kelelahan lama.

“Selama ini aku salah,” batinnya. “Bukan anak-anak yang sulit. Aku saja yang tidak tahu caranya.”

Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Mami Elsa meletakkan sendoknya dengan bunyi pelan, lalu berkata dengan nada dingin, “Anak-anak jadi mudah rewel karena terlalu dimanjakan.”

Azalea menoleh perlahan. Senyumnya tidak hilang, suaranya tetap lembut.

“Mungkin,” jawabnya tenang. “Tapi, anak-anak juga rewel kalau tidak didengarkan.”

Mami Elsa mengernyit. “Di keluarga kami, anak-anak harus disiplin.”

Azalea mengangguk kecil. “Disiplin itu penting. Tapi rasa aman juga sama pentingnya.”

Wanita berjilbab itu berhenti sejenak, memastikan Erza dan Elora sedang fokus pada makanan mereka.

“Kalau anak merasa didengar,” lanjut Azalea dengan nada tetap rendah, “biasanya mereka tidak perlu berteriak untuk dimengerti.”

Kata-katanya sederhana, namun menampar halus. Mami Elsa terdiam. Tidak ada kemarahan yang bisa ia lontarkan tanpa terlihat berlebihan di depan orang-orang.

Enzo menatap Azalea dengan sorot mata yang berbeda, campuran kagum dan rasa terima kasih yang sulit ia ucapkan.

Malam itu, di restoran mewah dengan lampu-lampu berkilau, Enzo menyadari satu hal penting. Bukan kemewahan yang membuat keluarga terasa utuh, melainkan kehadiran seseorang yang tahu cara mendengarkan dan mencintai dengan tenang.

***

Hari itu di rumah, Erza dan Elora sedang berbaring malas di atas kasur. “Mommy bikin es kuwut, ya,” pinta Elora manja sambil memeluk bantal.

“Iya,” jawab Azalea sambil tersenyum. “Tapi kalian harus tidur siang dulu.”

Erza langsung manyun. “Pakai agar-agar yang banyak?”

“Iya. Pakai agar-agar,” sahut Azalea.

Janji kecil itu cukup membuat dua anak itu mengangguk patuh.

Siang itu matahari seperti sengaja berdiri tepat di atas kepala. Udara panas menekan dada, membuat langkah Azalea sedikit melambat ketika ia berjalan menuju minimarket kecil di dekat komplek perumahan. Keringat membasahi pelipisnya, tapi wajahnya tetap tenang.

Maka siang ini, Azalea berjalan ke minimarket hanya untuk membeli agar-agar, jeruk nipis, dan beberapa bahan tambahan. Hal sederhana, tapi baginya kebahagiaan memang sering lahir dari hal-hal kecil.

Azalea berdiri di depan etalase, memperhatikan deretan agar-agar warna-warni. Tangannya meraih satu per satu, menimbang rasa mana yang paling disukai anak-anak. Dan di saat itulah terdengar suara yang tidak asing baginya.

“Astaga … sedang apa kamu di sini?”

Azalea membeku sesaat sebelum menoleh. Reza berdiri beberapa langkah darinya, mengenakan kemeja rapi, tangan satunya memegang keranjang belanja. Di sampingnya, Nadia berdiri dengan pakaian mencolok, satu tangan menggenggam seorang anak perempuan kecil yang wajahnya sangat mirip dengannya.

Azalea menatap mereka dengan tenang. Saat ini waktu jam istirahat kantor. Namun, tidak menyangka mereka bisa berada di sini sekarang. “Oh,” ucapnya pelan. “Mas Reza.”

Nadia menyunggingkan senyum miring. “Dunia ini sempit, ya. Ke minimarket juga ketemu mantan istri.”

Azalea mengangguk kecil. “Iya. Allah Maha Mengatur.”

Pandangan Azalea tanpa sengaja turun ke anak kecil di samping Nadia. Gadis itu memeluk boneka, menatap sekeliling dengan mata polos. Saat itulah sesuatu menyentak pikirannya.

“Anak itu anak Nadia yang ikut lomba mewarnai tempo hari.”

Bukan anak Reza, karena wajahnya tidak mirip sama sekali. Dan tidak ada cincin di jari Nadia. Tidak juga di jari Reza. Seketika, sebuah keping kebenaran tersusun rapi di benaknya. ”Jadi selama ini, Reza belum menikah.”

1
Ernawati
👍cerita nya bagus aku suka👍👍
Farida Dalle
Itulah makanya kita tdk boleh langsung mengambil keputusan tanpa cek n ricek kebenarannya, krn klu semua sdh terjadi, sesalpun tak ada lg gunanya, ayo bangkit Enzo, ceritakan semuanta secara jujur ke Azalea, dan jadikan pelajaran utk kehidupan rumah tanggamu ke depannya
Farida Dalle
Ternyata oh ternyata🤭.... kematian Jasmin sungguh sngat tragis🥹
Farida Dalle
Ada2 aja si Reza ini, bikin darting... apa mungkin orng sdh nikah dn bahagia bisa balikan??? mikir pake otak Reza, meskipun blm punya suami klu kisahnya sprti hubungan Reza dn Azalea kiyakin tdk ada kata balikan, mendong kamu fokus sm si Nadia, perbaiki hubunganmu, jngn sampai ditinggalkan baru nyesal lg, iya kan....
Farida Dalle
Thor, knp mereka tdk dinikahkan sj, drpda berlarut2bikin dosa...
Farida Dalle
Reza, penyesalan
itu mmng datangnya selalu belakangan, makanya kita hrs ttp mensyukuri apa yg kita miliki, ayo move on ... nikmatilh kehidupanmu bersama Delia, semoga km jg mendapatkan kebahagiaan
Farida Dalle
Selamat yah Lea dan Enzo, jerja lemburnya tdk sia2.. hm kadihan mas Enzo hrs berpuada sampai trimester ke2, kira2 sanggupngak yahtp tenang mas Enzo kn tdk lama lg, sekarang kan kehamilannya sdh 9 minggu, jadi tahan2 sj dulu, tp klu gak sanggup, bisa icip2, haha.....
Farida Dalle
Benar itu mas Enzo, Azalea sakit akibat sering mandi malam, wkwk.... psti ada khabar gembira nih🤩🤗
Farida Dalle
Tempat bulan madunya bagus, mengambil lokasi yg ada di Indonesia, jd yg baca bisa jd tahu... oh ternyata di negeriku tercinta bnyk jg tempat2 yg indah, tdk kalah dg yg di luar negeri, jadi bisa jd acuan jg buat para pembaca, siapa tahu ada minat jln2 ke sana buat menikmati keindahan ciptaan Allah Swt🥰😍🤩
Farida Dalle
waalaikumussalam, turut berduka cita thor, semoga uwa nya mendapatka. terbaik di sisiNya, diterima segala amal ibadahnya dan author diberi ketabahan dan kesabaran, aamiin🤲😇
Farida Dalle
Romntis banged soh pak Enzo, semoga doanya cpt dikabukkan yah Lea🤗🙏tp ttp berusaha lbh giat lg, wkwk
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Semua butuh proses🙈🤗
Farida Dalle
Insya Allah, perlahan tp pasti akan tumbuh benih2 cinta di antara kalian, biar waktu yg bicara...
itin
kenapa harus ada pertanyaan. bagaimana mas enzo? ya dinikahi kamu biar leluasa dgn kedua ponakanmu lea dan si nyonya besar biar ga semena mena. gituloh. dapatin duda aplg mantan kk ipar lgsg bicara cinta mah itu nonsense
Yati Susilawati
dunia benar2 sempit
Ayuwandira
adik si omah biasa aja, ngibulin cucunya. 🤭🤭
Ayuwandira
ahirnya si nyonya lunak jg hatinya😍
Ayuwandira
boleh banget ka, aku paling suka cerita yang bikin termehek mehek.
Rosiana Rosiana
Karimun Jawa daerah mna sih🙏🙏 maaf blum tau🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!