NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Beberapa menit kemudian mobil Mario berhenti di depan pintu IGD rumah sakit. Begitu mobil berhenti, Tasya langsung membuka pintu dan turun lebih dulu. Wajahnya terlihat tegang sejak sepanjang perjalanan.

Mario segera menyusul di belakangnya. Sambil berjalan cepat menuju pintu masuk, Mario berkata pelan,

“Nona Tasya.”

Tasya menoleh sekilas, Mario melanjutkan,

“Tuan Alex dan kedua anak Anda sudah tiba di sini.”

Langkah Tasya sedikit melambat.

“Di mana mereka sekarang?”

“Di depan ruang IGD.” Mario tidak mengatakan lebih jauh.

Ia belum memberi tahu Tasya tentang kondisi Kenzi yang tadi sempat mengalami reaksi alergi. Keduanya kemudian berjalan cepat menyusuri lorong rumah sakit. Beberapa detik kemudian mereka sampai di depan ruang IGD. Lampu di atas pintu masih menyala.

Di kursi tunggu depan ruangan itu duduk seorang anak kecil dengan wajah serius. Begitu melihat sosok Tasya dari kejauhan, mata Kenzo langsung membesar.

“Mommy!” Anak itu langsung berdiri lalu berlari ke arah Tasya.

Tasya langsung berlutut dan memeluk anaknya.

“Kenzo!”

Tangannya langsung memeriksa wajah dan bahu anak itu.

“Di mana Kenzi?”

Suara Tasya mulai terdengar cemas.

“Apa dia bersama kakek?" Ia menatap anaknya dengan khawatir.

“Dan kamu … kamu baik-baik saja?”

Tasya takut anaknya trauma karena kejadian dengan Alex tadi. Kenzo terdiam sebentar, matanya melirik ke arah lorong di belakang ibunya.

Alex sedang berjalan mendekat, langkahnya tenang seperti biasa.

Di sisi lain Mario juga menoleh lalu langsung menyapa dengan hormat.

“Tuan Alex.”

Alex hanya mengangguk sedikit.

Sementara itu Kenzo kembali menatap ibunya. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Tasya semakin cemas melihat reaksi anaknya.

Ia menggenggam bahu Kenzo.

“Kenzo … jawab Mommy.”

Namun, Kenzo masih melirik ke arah Alex yang kini sudah hampir sampai di depan mereka. Suasana di lorong rumah sakit itu kembali dipenuhi ketegangan.

Lorong depan IGD menjadi semakin tegang. Kenzo menatap ibunya lalu berkata dengan pelan,

“Kenzi ada di dalam, Mom.”

Tasya langsung menegang, Kenzo melanjutkan dengan jujur,

“Tadi waktu di tempat Tuan Alex … Kenzi mengalami reaksi alergi. Jadi dia harus dirawat sementara.”

Ia menunjuk ke arah pintu IGD.

“Tapi Mommy nggak perlu cemas … Tuan Alex dan aku sudah membawa Kenzi tepat waktu.”

Mendengar kalimat itu, wajah Tasya langsung berubah. Ia perlahan berdiri dari posisi jongkoknya. Lalu, berbalik menatap Alex dengan tatapan tajam penuh kemarahan.

Alex yang berdiri beberapa langkah dari mereka menatapnya tanpa bicara. Langkah Tasya bergerak mendekat.

Plak!

Tangannya melayang menampar pipi Alex dengan keras. Suara tamparan itu menggema di lorong rumah sakit. Beberapa pria berseragam hitam langsung bergerak maju dengan cepat. Beberapa bahkan sudah mengangkat pistol mereka mengarah ke Tasya. Namun, Mario segera berdiri di depan Tasya. Tangannya terangkat menghalangi mereka.

“Turunkan senjata kalian,” ucap Mario tegas.

Para bodyguard ragu, Kenzo yang melihat itu langsung melebarkan matanya.

“Mommy!” Ia buru-buru memeluk pinggang Tasya dari samping. Namun, Tasya sama sekali tidak terlihat takut. Air mata sudah jatuh di pipinya tetapi tatapannya tetap tajam menatap Alex.

“Ini pertama dan terakhir kali saya berurusan dengan Anda!” Suara Tasya menggema keras di lorong.

“Jauhi keluarga saya!” Ia menunjuk Alex dengan penuh amarah.

“Anda memang orang kaya! Banyak uang! Dan terpandang di sini!”

Air matanya terus mengalir.

“Tapi Anda manusia yang tidak punya hati!” Semua orang di lorong itu terdiam. Bahkan, para bodyguard yang biasanya dingin pun terlihat terkejut.

“Anda tidak punya hak untuk menyakiti anak-anak saya!” Suara Tasya mulai bergetar.

“Bagi mereka Anda hanya orang luar!”

Ia menarik napas berat.

“Berhenti mengganggu hidup kami!”

Setelah mengatakan itu Tasya langsung menggenggam tangan Kenzo.

“Ayo!” Ia menarik anaknya untuk pergi dari tempat itu.

Namun, tepat saat mereka hendak melangkah pintu IGD terbuka. Seorang dokter keluar dari dalam ruangan.

“Siapa keluarga pasien Kenzi?”

Tasya dan Kenzo langsung berhenti, Dokter itu tersenyum menenangkan.

“Tenang saja, kondisinya sudah stabil.”

Tasya langsung menoleh cepat.

“Benarkah?”

Dokter mengangguk.

“Reaksi alerginya sudah kami tangani.”

Ia melanjutkan,

“Pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap.”

Mendengar itu, tubuh Tasya yang tegang akhirnya sedikit melemas. Kenzo juga menghembuskan napas lega.

Namun di belakang mereka, Alex masih berdiri diam. Bekas tamparan di pipinya masih terlihat samar. Tatapannya tertuju pada Tasya dengan perasaan yang sulit dijelaskan.

Lorong rumah sakit kembali dipenuhi suara roda ranjang pasien yang didorong keluar dari ruang IGD. Seorang perawat mendorong ranjang itu perlahan.

Di atasnya terbaring Kenzi. Wajah kecilnya terlihat pucat, di tangan kanannya terpasang infus. Tasya langsung berjalan cepat mendekat.

“Pelan … pelan sedikit,” ucapnya pada perawat dengan suara cemas.

Kenzo berjalan di sisi ranjang sambil menggenggam pagar ranjang kecil itu.

“Ken … kamu dengar Mommy?” bisik Tasya lembut.

Kenzi yang masih lemah hanya menggerakkan sedikit kelopak matanya.

Perawat kemudian berkata,

“Kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap.” Tasya mengangguk dan mengikuti ranjang itu pergi.

Kenzo juga berjalan di sampingnya.

Di belakang mereka, Alex masih berdiri diam.

Tatapannya tidak lepas dari anak yang sedang didorong itu. Ketika matanya melihat jarum infus di tangan Kenzi, entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak.

Perasaan yang aneh dan tidak nyaman sangat asing baginya.

Mario yang berdiri di sampingnya memperhatikan ekspresi Alex dengan hati-hati. Setelah beberapa detik ia akhirnya bertanya pelan,

“Tuan Alex … Anda baik-baik saja?”

Alex tidak langsung menjawab. Matanya masih mengikuti sosok Tasya dan kedua anak itu yang semakin jauh di lorong.

Beberapa detik berlalu, barulah Alex berbicara pelan. Namun, kalimatnya membuat darah Mario langsung terasa dingin.

“Apa mungkin…” Alex berhenti sebentar, tatapannya masih tajam ke arah Tasya.

“Dia wanita tujuh tahun lalu yang aku suruh kamu cari?”

Mario langsung menoleh cepat, jantungnya berdegup keras. Alex melanjutkan dengan suara yang lebih pelan namun dingin.

“Wanita yang dulu … aku perintahkan untuk dibunuh.”

Mata Mario langsung melebar. Ia tidak menyangka Alex akan mengingat hal itu sekarang. Terlebih setelah melihat kemiripan wajah Kenzo dengan dirinya.

Mario menelan ludah, pikirannya langsung kacau. Alex adalah pria yang tidak pernah ragu mengambil keputusan kejam. Lalu, Alex akhirnya menoleh menatap Mario. Tatapannya tajam dan penuh kecurigaan.

“Apa kamu juga berpikir begitu?”

Mario terdiam, lorong rumah sakit tiba-tiba terasa sangat sunyi.

"Saya..."

"Atau kamu sudah mencurigai mereka dari kemarin?" tanya Alex, Mario terdiam menelan ludahnya.

1
Yani Suryani
Alex, kamu selalu mengancam orang, sekarang Kamu diancam anakmu sendiri 😀
lenny sukmasari
Luar biasa
Yani Suryani
dulu yg penasaran Kenzo dengan Alex dan Kenzi tidak mempercayai, tapi justru sekarang setelah mengetahui kalau Alex ayahnya justru Kenzi yg paling bersemangat
Iis Kurniasih
Walaupun baca novelnya sudah tamat dr pembuatan n tudak mengikuti pd saat membuat episode ² nya ...aq acungin jempol 2 is the best pokoknya karya Mba Aisyah Alfatih ... sukses selalu Mba ttp semangat n jaga kwalitas pembuatan novel nya
kookie
lah si tasya kok diam aja dion bilang sikembar bukan anak alex, lah kamu emang tidur sama siapa aja tasya dudul
e²n
suka sama Kenzi 😍
e²n
keluarga vasillo dan rockhi di adu domba
evana gusani
baru mampir
Yani Suryani
Alex kamu ingin menguasai,lah perusahaan mu aja dibajak anak kecil aja langsung keos sok berlagak dibuat bangkrut baru nyahok lo
Yani Suryani
Tasya kenapa gak cerita detailnya sama kakeknya , kalau dia dijual terus melarikan diri
Munas Tuti
akhirnya mereja semua bahagia....selamat mbak author 👍👍
Yani Suryani
menyebalkan sekali lagi baca iklan Shopee selalu nongol berulang ulang sangat menggangu sekali, kadang sampai maki" karena geregetan,baca satu bab tapi iklan Shopee nya datang berulang ulang 😤😡
Aisyah Alfatih: 😭😭😭😭 iyakah? jadikan VIP akunnya kak, biar bebas iklan...
total 1 replies
Yani Suryani
aneh kalau tanya hal pribadi langsung didepan banyak orang itu seperti tidak proporsional dan terlalu gegabah, sedikit songong sih😁
Yani Suryani
kalau kerja dirumah sakit ya mentingin pasien tapi aneh menejernya 😁, dokter lagi menangani pasien darurat kok suruh keluar untuk penyambutan 🤦, sebenarnya bukan cerita komedi tapi menggelikan
Kenzo keberanian mu luar biasa 👍
Kenzi muka datar tapi nyalinya sedikit menciut karena perhitungan dan menyelamatkan saudaranya biar tidak kena masalah
bocil kembar yg saling melengkapi dan melindungi 😁👍
Yani Suryani
keceriaan Kenzo seperti mamanya tapi instingnya seperti Daddy nya, Kenzi muka datar dan misterius seperti Daddy nya tapi kecerdasannya seperti mamanya, bahkan membobol keamanan Daddy nya sendiri 🤭😀 biar tau rasa karena sombong beraninya meremehkan mamanya
Yani Suryani
Kenzo ini memiliki kemirip Daddy nya kalau kenzi seperti ibunya yg memiliki kemampuan yg sama juga, jadi keduanya saling melengkapi
Iis Kurniasih
is the best
Iis Kurniasih
Jalan cerita tidak bertele² ...msh enak bt dibaca n lebih mudah dimengertinya......
Munas Tuti
benernya culik balik Jessi...buang jauh2
Munas Tuti
daaah Alex jangan curiga ke mana2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!