NovelToon NovelToon
Garis Khatulistiwa

Garis Khatulistiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: Rangga Saputra 0416

Alderza Rajendra, seorang siswa tampan yang banyak digemari para siswi di sekolahnya. Kehadirannya tersebut, selain membuat kericuhan diantara para cewek-cewek di sekolahnya, ia juga menimbulkan rasa takut diantara para cowok maupun cewek di sekolah itu.

Seorang teman ceweknya yang juga merupakan teman sekelasnya, sering kali menjadi bahan bully-an oleh dia dan juga genk nya. Sebagai ketua, Alderza tentunya tidak pernah ngasih ampun dalam membully cewek tersebut.

Namun suatu hari, Alderza berhenti. Semua perilaku kekerasan dan cacian yang ia berikan pada cewek tersebut menghilang. Semua dikarenakan satu rahasia besar yang membuat dirinya hancur seketika.

Rahasia tersebut berasal dari Aily Marsela teman sekelasnya yang selalu ia sakiti.

novel ini banyak sekali terinspirasi dari novel Teluk Alaska karya Eka Aryani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rangga Saputra 0416, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. Jangan ganggu anak saya!

Happy Reading

"Gue..... mau mi-minta maaf, Aily."

Manik matanya yang indah membulat penuh ketika mendengar kata 'maaf' dari mulut Alderza, seperti ada sesuatu yang meremas hatinya. Perlahan, matanya yang sejak tadi menatap lukanya, kini beralih menatap Alderza.

"Ke-Kenapa?" Tanya Aily masih tidak percaya.

Benar juga, apakah kali ini ia sedang bermimpi kalah cowok itu tengah meminta maaf padanya?Bukankah sejak dulu memang tidak ada yang peduli padanya?

Setengah dari hatinya masih tidak percaya kalau seorang Alderza sedang meminta maaf. Tapi..... Setengah hatinya lagi merasa tersentuh, apa lagi melihat ketulusan Alderza yang terlihat jelas dari matanya. Sungguh begitu menggetarkan hatinya.

"Gue minta maaf Aily, kok lu malah nanya kenapa sih? Lo juga pasti udah tau kan gue salahnya dimana?"

"Huh, padahal tadi waktu di bus gue udah bilang dia cewek sesat. Tapi, pada akhirnya gue tetep minta maaf juga." Ucap Alderza di dalam hatinya.

Alderza tau bahwa meski ucapan Aily di bus tadi cukup membuatnya kesal, apalagi itu menyangkut sahabatnya, hanya saja dia tetap merasa bersalah atas apa yang terjadi pada cewek itu. Apalagi, dirinya lah yang menyebabkan cewek itu terluka.

"Kenapa? Bukannya dari dulu itu aku selalu salah ya dimata kalian?"

"Aku bahkan gak tau aku punya salah apa sama kalian, aku juga gak tau kenapa kalian terus nyakitin aku hiks."

Aily sudah tidak kuat lagi, jika mengingat mereka yang sudah menyakitinya. Ya, Aily menangis, secara perlahan, air matanya mulai turun dan membasahi pipinya.

Alderza merunduk dihadapan Aily, seperti seseorang yang sedang berlutut, dengan semilir angin berembus meniup setiap tetesan air mata Aily yang keluar.

"Aku pengen marah, pengen teriak sekencang mungkin. Tapi kalian terus cengkram aku dengan kuat, kalian selalu dorong aku, sampai aku jatuh dan gak bisa ngapa-ngapain lagi selain senyum."

"Aily, gue beneran minta maaf. Gue tau gue udah keterlaluan apalagi sampe bikin lo berdarah kayak gini!"

Alderza mengeratkan tangannya, menatap Aily dengan tatapan yang belum pernah Aily lihat sebelumnya, yaitu tatapan menyesal.

"Gue tau gue emang jahat. Tapi sejahat-jahatnya gue, gue gak mau lo terluka kayak gini. Gue juga masih punya hati. Dan lo harus tau kalau semua yang gue omongin ini serius!"

Oke, Aily tidak boleh menangis, ia harus kuat. Kemudian, ia pun menyeka air matanya dan tersenyum manis ke arah cowok itu.

Cowok yang selalu menyakitinya.

Deg

Entah kenapa hati Alderza sedikit bergetar saat melihat senyuman Aily. Ya, perlu cowok itu akui kalau Aily itu cantik, apalagi saat tersenyum. Mungkin hanya penampilannya saja yang cupu dan serba ungu seperti anak kecil.

Tapi.... Baru kali ini Alderza bertemu cewek setegar dan sekuat Aily. Cewek itu selalu saja tersenyum dan terus tersenyum.

"Alderza, aku-" Ucap Aily terpotong begitu mendengar Tiara yang tiba-tiba saja memanggilnya.

"Aily, ayo makan dulu!" Panggil Tiara sembari menghampiri mereka berdua.

Alderza berdiri lalu beralih dari tempatnya saat ini. Tatapan Tiara yang dingin membuatnya bergidik ngeri. Terlebih, saat Tiara menarik Aily untuk menjauh darinya. Sepertinya dia tidak suka dengan kehadiran Alderza di sini.

"Mama tumben nyamperin aku sampai ke sini." Ucap Aily tersenyum kepada Tiara, sementara Tiara terus menatap Alderza dengan tatapan tidak suka.

"Kamu juga, tumben di luar lama." Balas Tiara sembari terus mengeratkan pegangan tangannya pada Aily.

"Em.... Tante."

Alderza berusaha menyapanya untuk mencairkan suasana akibat tatapan Tiara terhadapnya. Cowok itu benar-benar dibuat bingung, apa yang harus ia lakukan? Bahkan Tiara sama sekali tidak menggubrisnya.

"Aily, coba lihat ke dapur. Kayaknya Mama lupa matiin kompor." Ucap Tiara.

Aily hanya mengangguk. Cewek itu tidak berkata apa-apa selain pergi meninggalkan mereka berdua.

Tinggallah Alderza yang terdiam seperti patung. Tangannya benar-benar tidak bisa diam. Ia sangat gelisah karena hanya ditinggal berdua dengan Tiara.

"Tempat ini gak pantes buat kamu, Alderza!" Ucap Tiara secara tiba-tiba dengan nada sedikit tinggi yang membuat Alderza kaget.

"Tempat ini sederhana, tempat ini damai, tempat ini penuh dengan cinta dan kedamaian. Jadi tolong, jangan ganggu anak saya!"

Tanpa perlu dijelaskan dengan kata-kata seperti itu pun, cowok itu langsung paham kalau Tiara memang tidak suka padanya.

Alderza hanya memalingkan wajahnya, berpura-pura tidak mendengar ucapan Tiara.

"Saya ke sini gak ada niatan buat ganggu Aily kok, saya ke sini cuma mau-"

"Mau ada urusan apapun, kamu gak akan pernah diterima di sini. Jadi sekali lagi, tolong kamu jauhin Aily."

Mata Tiara seketika berkaca-kaca. Bagaimanapun ia tahu siapa Alderza. Anak dari Harris dan Siska yang terkenal akan kenakalannya.

Tiara sangat kaget saat melihat Alderza datang, ia sangat takut kalau Aily disakiti oleh cowok aneh seperti Alderza.

Sangat tidak pantas!

"Udah sore, mendingan kamu pulang aja, Alderza. Tempat ini gak pantes buat kamu!"

Alderza menghela napas dengan berat, semua orang selalu saja mengusirnya. Padahal, ia sama sekali tidak melakukan apapun.

Seburuk itukah sosok Alderza dimata mereka?

"Ya, dari dulu gue emang buruk. Dan seterusnya bakalan terus begini. Gak bakalan ada yang berubah." Ucap Alderza dalam hati.

"Oke." Balas Alderza. Ia langsung pulang tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Aily.

Sementara Aily setelah mematikan kompor, ia sudah menyeduh minuman terlebih dahulu. Bukankah tidak baik jika tamu dibiarkan begitu saja?

Aily membawa minuman untuk Alderza. Tapi saat Aily membuka pintu rumahnya, ia melihat Alderza pergi meninggalkan rumahnya.

Manik cokelatnya dapat melihat dengan jelas punggung Alderza yang menjauh darinya lagi, dan lagi.

Pemandangan seperti ini terus saja berulang.

Aily tersenyum tipis, ia sangat yakin bahwa ibunya sudah mengusir Alderza. Kalau sudah begini, apalagi yang bisa ia lakukan?

Memang seperti inikah takdirnya? Semua orang harus meninggalkannya dengan satu alasan yang membuat dadanya sesak.

Agar tidak ada yang tersakiti.

Thank you yang udah baca. Kalau ada kesalahan kata, typo, atau ada kata yang kurang tepat, mohon dikoreksi. Love you guys.

1
Nhi Nguyễn
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!