NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: ches$¥

melda, seorang wanita muda yang di hantui kematian tragis kakak nya bernama wulan. dan bertekad membalas dendam kepada agung perdana Kusuma putra konglomerat dan pewaris Kusuma grup yang telah menghamili dan menolak bertanggung jawab hingga membuat wulan depresi dan mengakhiri hidupnya. namun ditengah rencana balas dendam yang matang. melda justru terjebak dalam pusaran perasaan yang menguji batas antara cinta dan dendam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ches$¥, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

awal pembalasan baru saja dimulai

Malam di apartemen terasa lebih hidup setelah percakapan itu.

Alya berdiri di balkon kecil yang menghadap ke kota. Lampu kendaraan membentuk garis panjang di jalan raya. Dari atas sini, semua terlihat kecil.

Termasuk keluarga Kusuma.

Namun Alya tahu kenyataannya tidak sesederhana itu.

Keluarga itu bukan hanya kaya.

Mereka berkuasa.

Dan orang-orang seperti mereka tidak jatuh hanya karena satu kesalahan.

Ia memegang pagar balkon dengan kuat.

“Kalau aku ingin menghancurkan mereka… aku harus lebih sabar,” gumamnya pelan.

Di belakangnya, Raka masih duduk di sofa sambil melihat laporan di tablet.

Beberapa saat kemudian ia berkata tanpa menoleh.

“Besok kamu akan bertemu seseorang.”

Alya menoleh.

“Siapa?”

Raka menutup tablet itu.

“Orang yang bisa membantumu naik lebih cepat di perusahaan.”

Alya berjalan masuk dari balkon.

“Siapa dia?”

Raka tersenyum tipis.

“Direktur investasi Aurora Capital.”

Nama itu membuat Alya sedikit tegang.

Direktur berarti orang penting.

“Kenapa dia mau membantuku?” tanya Alya.

Raka menjawab santai.

“Karena dia pikir kamu berbakat.”

Alya menatapnya tajam.

“Dan itu bukan kebetulan, kan?”

Raka hanya mengangkat bahu.

“Aku hanya membuka pintu.”

Ia berdiri dari sofa.

“Selebihnya tergantung kamu.”

Alya mengangguk pelan.

Permainan ini benar-benar sudah dimulai.

Keesokan paginya, kantor Aurora Capital lebih ramai dari biasanya.

Alya duduk di mejanya sambil memeriksa laporan investasi yang diberikan kemarin.

Dina, rekan kerjanya, datang membawa dua gelas kopi.

“Ini untukmu,” katanya.

Alya tersenyum kecil.

“Terima kasih.”

Dina duduk di kursinya sambil menatap Alya dengan ekspresi penasaran.

“Kamu cepat sekali belajar.”

Alya mengangkat alis.

“Maksudmu?”

Dina tertawa kecil.

“Karyawan baru biasanya butuh waktu berminggu-minggu untuk memahami laporan seperti itu.”

Alya melihat dokumen di tangannya.

Ia memang bekerja keras semalaman mempelajari semuanya.

“Aku hanya tidak ingin terlihat bodoh di hari pertama,” jawabnya ringan.

Dina tersenyum.

Namun sebelum sempat berkata apa-apa, seorang asisten manajer mendekati meja Alya.

“Nona Alya?”

Alya berdiri.

“Ya?”

“Direktur ingin bertemu dengan Anda.”

Beberapa karyawan di sekitar mereka langsung menoleh.

Dina bahkan terlihat lebih terkejut.

“Direktur?” bisiknya pelan.

Alya juga tidak menyangka.

Namun ia tetap menjaga wajahnya tenang.

“Baik.”

Ia mengikuti asisten itu menuju lift.

Saat pintu lift tertutup, Alya menarik napas panjang.

Ini lebih cepat dari yang ia kira.

Lift berhenti di lantai atas.

Koridor di lantai itu jauh lebih sepi.

Karpet tebal meredam suara langkah.

Asisten itu berhenti di depan sebuah pintu besar.

Ia mengetuk dua kali.

“Masuk.”

Suara pria terdengar dari dalam.

Pintu dibuka.

Alya melangkah masuk.

Di dalam ruangan itu duduk seorang pria berusia sekitar empat puluhan.

Wajahnya tenang namun tajam.

Di belakangnya, jendela besar memperlihatkan panorama kota.

Pria itu menutup map yang sedang ia baca.

“Kamu Alya Pramesti?”

Alya mengangguk.

“Ya, Pak.”

Pria itu berdiri dan berjalan mendekat.

“Aku Daniel Hartono. Direktur investasi di sini.”

Alya menundukkan kepala sedikit.

“Senang bertemu dengan Anda.”

Daniel menatapnya beberapa detik.

Tatapannya seperti sedang membaca sesuatu.

“Laporan analisismu kemarin cukup menarik.”

Alya sedikit terkejut.

Ia tidak menyangka laporan itu sudah sampai ke meja direktur.

Daniel melanjutkan.

“Kamu melihat peluang investasi di sektor logistik yang orang lain lewatkan.”

Alya menjawab tenang.

“Saya hanya melihat angka yang ada.”

Daniel tersenyum tipis.

“Kerendahan hati itu bagus. Tapi aku tahu kemampuan ketika melihatnya.”

Ia berjalan kembali ke mejanya.

“Aku ingin kamu membantu timku dalam satu proyek.”

Alya bertanya hati-hati.

“Proyek apa?”

Daniel membuka sebuah map lain.

“Aku ingin membeli sebagian saham perusahaan logistik.”

Ia memutar map itu agar Alya bisa melihat.

Nama perusahaan itu tertulis jelas di atas dokumen.

Kusuma Logistics.

Jantung Alya berdetak lebih cepat.

Itu salah satu perusahaan milik keluarga Kusuma.

Daniel memperhatikan reaksinya.

“Kamu pernah mendengar perusahaan ini?”

Alya menggeleng pelan.

“Hanya sedikit.”

Daniel tersenyum tipis.

“Bagus.”

Ia menutup map itu.

“Karena perusahaan ini punya banyak rahasia.”

Alya merasakan sesuatu yang aneh dari nada suaranya.

Daniel melanjutkan.

“Jika kita berhasil mendapatkan saham mereka, kita bisa mengetahui banyak hal dari dalam.”

Alya menatap pria itu dengan hati-hati.

“Kenapa Anda tertarik dengan perusahaan itu?”

Daniel bersandar di kursinya.

Tatapannya berubah lebih tajam.

“Katakan saja aku tidak terlalu suka dengan cara keluarga Kusuma menjalankan bisnis.”

Kalimat itu membuat Alya semakin waspada.

Ia tidak tahu apakah ini kebetulan atau sesuatu yang lain.

Namun satu hal jelas.

Banyak orang ternyata tidak menyukai keluarga Kusuma.

Dan itu bisa menjadi keuntungan.

Daniel menutup pembicaraan dengan singkat.

“Mulai hari ini kamu bekerja langsung dengan timku.”

Alya sedikit menunduk.

“Baik, Pak.”

Saat Alya keluar dari ruangan itu, pikirannya dipenuhi banyak hal.

Permainan ini semakin besar.

Ia bukan lagi hanya menyusup ke perusahaan yang dekat dengan keluarga Kusuma.

Sekarang ia akan terlibat langsung dengan salah satu perusahaan mereka.

Malamnya di apartemen, Alya menceritakan semuanya kepada Raka.

Raka mendengarkan tanpa menyela.

Ketika Alya selesai bercerita, ia tersenyum kecil.

“Lebih cepat dari rencana.”

Alya menatapnya.

“Kamu sudah tahu tentang proyek itu?”

Raka menggeleng.

“Tidak.”

Ia berdiri dan berjalan ke jendela.

“Namun ini justru bagus.”

Alya bertanya pelan.

“Kenapa?”

Raka menatap kota di luar.

“Karena itu berarti bukan hanya kita yang ingin melihat keluarga Kusuma jatuh.”

Alya terdiam.

Kalimat itu membuka kemungkinan baru.

Mungkin ada lebih banyak musuh keluarga Kusuma di luar sana.

Lebih banyak orang yang diam-diam menunggu kesempatan.

Raka melanjutkan dengan suara tenang.

“Semakin banyak musuh mereka… semakin besar peluang kita.”

Alya memikirkan kata-kata itu.

Kemudian ia berkata pelan.

“Jadi ini bukan hanya tentang aku.”

Raka menoleh.

“Tidak.”

Tatapannya dingin.

“Ini perang yang lebih besar dari yang kamu bayangkan.”

Alya berdiri di sampingnya dan melihat kota yang luas.

Gedung-gedung tinggi.

Perusahaan besar.

Kekuasaan yang saling terhubung.

Dan di tengah semua itu…

Ada keluarga Kusuma.

Namun sekarang…

Alya sudah berada di dalam dunia mereka.

Tanpa mereka sadari.

Permainan ini akan semakin dalam.

Semakin berbahaya.

Dan setiap langkah Alya ke depan akan membuka rahasia baru tentang keluarga Kusuma.

Rahasia yang bahkan belum diketahui oleh Raka sendiri.

Sementara itu, di sebuah ruangan gelap di gedung Kusuma Group…

Surya Kusuma sedang membaca laporan baru.

Ia berhenti di satu bagian.

Tentang Aurora Capital yang mulai mengincar saham Kusuma Logistics.

Surya tersenyum tipis.

Namun senyumnya tidak ramah.

“Menarik,” gumamnya.

Ia menutup laporan itu.

Kemudian berkata pelan kepada asistennya.

“Awasi perusahaan itu.”

Asisten itu mengangguk.

Namun Surya tidak tahu satu hal.

Di dalam perusahaan yang ia anggap ancaman kecil itu…

Ada seseorang yang sebenarnya datang untuk menghancurkan seluruh keluarganya.

Dan perang itu baru saja memasuki bab yang lebih berbahaya.

1
Hunk
Permintaannya sederhana. Namun tak mudah.
Paavey 2001: terkadang yg sederhana itu disepelekan/Frown/
total 1 replies
Hunk
Muda banget 24 tahun, udah di kasih beban hidup/Cry/
Paavey 2001: iya kak kasian yaa/Frown//Frown/
total 1 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
soalnya yg satu penub ambisi yg satunya cuma lembut dan menawan juga jadi admin di perusahaan kecil.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡: selau ditunggu
total 2 replies
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
Melda sama Wulan ini nanti kira kira kayaknya sifatnya berlaeanan dehh.
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
bisa dijadiin puisi tentang senjaa ini.
Suka aku sama kaliamat nya kk kaya puisi apalagi kalo bacanya pake Nada.
Paavey 2001: hehe mencoba jadi puitis aja sih kak
total 1 replies
Paavey 2001
bukan lagi kakak udh ngalahin percintaan jendral tianfeng😁😁
Paavey 2001
tapi gk gt kak, baca seksama agar tidak galfok🤭
MARDONI
Aku suka banget hubungan kakak adik antara Wulan dan Melda di sini, hangat tapi juga bikin haru 😭 Wulan yang terus berusaha percaya sama Agung sementara Melda diam-diam khawatir itu kerasa banget emosinya. Apalagi di akhir pas Wulan bilang berharap cintanya cukup kuat… aduh rasanya hati ikut takut juga.
Paavey 2001: siapin tissue nya kak agar tidak terlihat orang lain😁
total 1 replies
izmie kim
tanggung jawab yang harus di ambil alih karena keadaan itu terkadang sebuah pengorbanan yang gak mudah banyak yang harus kita korbankan
Paavey 2001: betul banget kakak
total 1 replies
cimownim
semoga terwujud ya Wulan🤗
Paavey 2001: amiin kakak
total 1 replies
SarSari_
semua perempuan kayaknya harapannya gini deh ya🫣
Paavey 2001: semoga harapan kakak disegerakan ya
total 1 replies
putrijawa
cinta mereka cukup berat cobaannya
Indira Mr
Ujian Wulan dan Agung dengan status yg berbeda..semoga mereka kuat 💙💙💙
Indira Mr
Wulan mulia kakak yg bertanggung jawab 😂😂😂💙
Paavey 2001: heheh iya kak, sama seperti kakak juga ya🤭
total 1 replies
Paavey 2001
hehe gk bisa kak udah alur cerita nya begitu 😁 melda juga bagus kok kak gk kalah jauh dengan wulan nantikan aja bab selanjutnya dijamin lebih bagus
Emi Sudiarni
seru bngat. jgn di matikan wula👍n nya ya thor
Paavey 2001
Terima kasih kakak cantik
chiechie kim
aku suka cerita nya
Emi Sudiarni
bgus bngat meng hari biru.. tpi sayang bngat si wulan hrus di matikan, pd hal sdah terbiasa dgn sosok wulan, klw di gantikan melda sy kira udah kurang menarik lgi utk di baca
Paavey 2001: tunggu kelanjutan nya aja ya kak dijamin bagus
total 1 replies
Paavey 2001
jelek ya kak cerita nya/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!