––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(9) Apa Alasan nya?
Ailena keluar dari kamar mandi dengan handuk yang bertengger di pundak nya, rambut nya juga basah membuat kaos lengan panjang Ailena terkena basahan dari tetesan air di rambut nya.
Haikal mendongak saat kedatangan Ailena yang membawa aroma menyegarkan sabun.
"Istri wangi sekali" decak Haikal dengan suara berat, ia memperhatikan gerak-gerik Ailena yang mencoba menutupi rambut nya dengan handuk.
"Apasih, ya wangi lah, orang habis mandi" sahut Ailena dengan ketus. Dia baru ingat jika di rumah itu tak hanya diri nya sendiri melainkan bersama satu laki-laki yang sudah menjadi suami dadakan nya.
"Pasti pakai sabun batangan yang langsung habis sekali mandi ya" gurau Haikal mendapat lirikan sinis dari Ailena.
"Aku nggak seboros itu ya" delik Ailena segera mengambil kerudung bergo nya dan keluar dari kamar. Dia akan melaksanakan sholat nya lebih dulu.
"Sholat nggak?" tanya Ailena membuat Haikal kembali mendongak lalu mengangguk dan berdiri.
Haikal mengambil wudhu di keran yang tersedia di kamar mandi sempit di rumah Ailena.
Kedua nya sholat dzuhur berjamaah karena Haikal tak tau letak masjid terdekat, di tambah lagi ia masih penghuni baru jadi memilih untuk sholat di rumah menemani istri nya.
Usai sholat, Haikal berbalik dan menatap lekat Ailena yang juga sedang menatap nya.
Tatapan kedua nya nampak susah di jelaskan. Hingga Ailena mencondongkan tubuh nya dan hendak menyalimi tangan Haikal.
Tangan kedua nya saling terpaut dan Ailena segera mengecup punggung tangan Haikal, begitu juga Haikal yang membalas dengan gerakan sama, di tambah satu kecupan di kening Ailena, membuat getaran di hati kedua nya mulai terasa.
"Kamu kalau mau makan, beli di luar aja. Aku belum beli stok makanan buat dua orang" ucap Ailena sembari melipat mukena nya. Dan berusaha menghilangkan canggung yang tiba-tiba melanda.
Haikal duduk bersandar di tembok dan menghadap ke Ailena. Karena rumah Ailena yang tak terlalu besar itu membuat mereka sholat sekaligus makan di ruang tamu, biasa nya Ailena akan sholat di kamar sendirian, tapi kini berbeda. Dan untung nya ia menyimpan satu sajadah dan sarung lain untuk cadangan nya.
"Tapi kamu bisa masak kan?" tanya Haikal di angguki Ailena. "Bisa, tapi nggak seenak makanan resto bintang lima" jawab Ailena.
"Yang penting bisa bikin kenyang" sahut Haikal di angguki Ailena lagi.
Tak ada perubahan yang terjadi di hidup Ailena, hanya ada sedikit tambahan dalam urusan porsi makanan seperti nya.
"Oh ya, aku kayaknya harus balik dulu buat ambil baju" ujar Haikal saat Ailena bangkit hendak menaruh mukena dan sajadah nya.
Ailena mengernyit. "Nggak perlu, kamu bisa balik ke rumah mu.. Nggak perlu repot-repot memaksakan tinggal disini" tolak Ailena dengan halus.
"Kalau aku nggak tinggal disini, emang kamu mau tinggal bareng aku di rumah ku?" tanya Haikal membuat Ailena menatap nya sekilas.
"Nggak" jawab Ailena singkat.
Haikal menghela nafas pelan. "Dimana-mana istri itu mengikuti kemanapun suami nya pergi, ini kenapa malah kebalikannya" gumam Haikal yang masih dapat di dengar oleh Ailena.
"Aku tidak ingin hal itu ya! Kau sendiri yang menyeret ku ke dalam masalah mu sendiri yang entah alasan nya apa" ketus Ailena membuat Haikal menoleh ke dalam kamar yang pintu nya terbuka lebar.
Haikal tak membalas ucapan Ailena, ia memilih untuk diam memperhatikan kegiatan Ailena yang akan bersiap untuk berangkat kerja.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️