NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Milik Abang

Naina mengerjapkan matanya. Ia terbangun saat mendengar suara langkah Pendaki yang mulai meninggalkan pos.

Namun, fokusnya kini teralihkan pada pria di sebelahnya yang tertidur sambil bersandar pada tas carier besarnya.

Tangan pria itu masih terus menggenggam tangannya, seolah berjanji jika dia tak akan kemana - mana.

"Pasti gak nyaman, tidur kayak gitu." Lirih Naina yang kemudian duduk. Tubuhnya terasa sakit dan pegal di mana - mana.

"Kenapa, Na?" Tanya Kalandra yang terbangun karena pergerakan Naina.

"Gak apa - apa, Bang. Maaf, ya, jadi bikin Abang kebangun." Kata Naina.

"Hm'm. Lagi pula udah pagi." Lirih Kalandra yang kemudian melihat jam di tangannya menunjukkan pukul setengah lima pagi.

"Abang tidur jam berapa? Belum lama, ya?" Tanya Naina. Ia kemudian duduk di sebelah Kalandra dan bersandar pada tas cariernya.

"Udah lama, gak lama dari kamu tidur, Abang juga tidur." Jawab Kalandra.

"Ini, mau sampe kapan? Gak mau di lepas?" Kekeh Nain sambil mengangkat tangannya yang di genggam Kalandra.

"Seenggaknya Abang gak khawatir kamu tiba - tiba hilang kalo kayak gini." Kekeh Kalandra yang membuat Naina tersenyum.

Sejenak, keduanya kembali terdiam, seolah kehabisan kata - kata. Keduanya seperti larut dalam pikiran masing - masing.

"Abang kenapa bersikap seperti ini sama aku?" Tanya Naina yang tak bisa lagi menahan rasa penasarannya.

"Maksudnya?" Tanya Kalandra.

"Abang terlalu baik untuk ukuran orang yang belum lama kenal. Apa lagi kita jarang jumpa." Kata Naina.

"Apa memang Abang tipe orang yang seperti ini?" Tanya Naina kemudian.

Kalandra pun tersenyum, ia kemudian menggelengkan kepalanya. Pria itu lalu menegakkan duduknya tanpa melepas tangan Naina yang masih ia genggam.

"Abang bukan orang yang mudah akrab dengan lawan jenis. Tapi, entah kenapa Abang merasa nyaman saat dekat dan ngobrol sama kamu sejak pertama kita jumpa di Hutan itu. Mungkin karena sikapmu yang apa adanya dan gak pernah jaim." Jawab Kalandra.

Naina pun terdiam. Berusaha mengingat - ingat tingkahnya saat sedang bersama Kalandra.

Tiba - tiba ia menunduk saat sadar bagaimana tingkahnya yang terkadang bar - bar dan pecicilan.

"Kenapa?" Tanya Kalandra yang ikut menunduk agar bisa melihat wajah Naina.

"Ah! Aku malu. Kayaknya aku terlalu bar - bar dan pecicilan waktu lagi sama Abang." Jawab Naina yang membuat Kalandra tertawa.

"Gak apa - apa, Abang suka. Karna kamu yang apa adanya dan menurut Abang, sikapmu yang bar - bar dan ceplas - ceplos itu lucu." Kekeh Kalandra yang membuat Naina tersenyum canggung.

"Tapi, kalo Abang kayak gini terus, aku jadi bingung. Kalau aku baper, gimana?" Tanya Naina.

"Apa yang bikin kamu bingung?" Tanya Kalandra yang membuat Naina melirik pria di sebelahnya.

"Ish! Gak peka kali lah, Abang ini. Masak harus ku jabarkan panjang lebar biar Abang ngerti." Kata Naina yang membuat Kalandra kembali tertawa.

"Lalu? Bagaimana?" Tanya Kalandra.

"Apanya yang bagaimana?" Naina justru balik bertanya.

"Mau jadi pacar Abang? Biar kamu gak baper sendirian dan gak ngecap Abang ini laki - laki yang cuma kasih harapan." Tanya Kalandra yang membuat Naina langsung mendelik sambil menatap pria di sebelahnya.

"Datok kasih tau Abang?" Tanya Naina tiba - tiba yang langsung di jawab gelengan oleh Kalandra.

"Semalam aku sempat berpikir gitu soalnya." Lirih Naina yang justru mengaku hingga membuat Kalandra kembali terkekeh.

"Sudah Abang tebak, kamu ini tipe orang yang gak bisa bohong atau memendam rasa penasaran lama - lama." Kata Kalandra yang di jawab anggukan oleh Naina.

"Gimana? Kamu belum jawab pertanyaan Abang." Kata Kalandra yang mengingatkan.

"Memangnya Abang sudah yakin? Kita belum lama ketemu dan belum lama komunikasi." Kata Naina.

"In Syaa Allah. Kalau Abang gak yakin, Abang gak mungkin di sini sama kamu. Apa lagi sampai memutuskan untuk satu tenda begini." Kata Kalandra yang berusaha meyakinkan Naina.

Sejenak, Naina terdiam. Ia lalu menggelengkan kepalanya perlahan - lahan.

"Kamu gak mau, jadi pacar Abang?" Tanya Kalandra.

"Enggak. Aku gak bisa nolaknya." Jawab Naina yang masih saja geleng - geleng kepala.

"Hais! Kamu ini, bikin gugup aja!" Gemas Kalandra sambil memiting leher Naina yang justru tertawa.

"Kenapa gak ada romantis - romantisnya sih, Bang." Kata Naina.

"Yang penting jadi dulu, romantis bisa menyusul nanti." Jawab Kalandra yang membuat Naina tersenyum.

"Tapi aku takut, Bang." Kata Naina.

"Apa yang kamu takutkan, hm?" Tanya Kalandra.

"Orang sebaik dan setampan Abang, pasti banyak yang suka, kan? Aku takut -"

"Biar saja kalau mereka suka, memang kenapa? Setiap orang punya kebebasan atas perasaan dan hati mereka mau jatuh cinta atau suka dengan siapa." Kata Kalandra yang membuat dahi Naina berkerut.

"Biarkan saja, itu hak mereka. Abang pun gak berniat menanggapinya, karena Abang sudah punya kamu." Jawab Kalandra sembari menatap mata indah yang sejak awal sudah memikat hatinya.

"Aiih! Pasti merah lah ini wajahku." Gerutu Naina sambil menunduk.

"Iya kah? Coba Abang lihat." Goda Kalandra sambil menangkup wajah Naina dan berusaha melihat wajah merah Naina, meskipun gadis itu berusaha menolak.

"Sudah Bang, sudah. Nanti di kira orang lain ada apa - apa, lagi." Kata Naina yang kini menyerah dan menunjukkan wajahnya pada Kalandra.

"Cantik." Puji Kalandra.

"Astaghfirullah. Godaan apa lagi ini, ya Allah." Sahut Naina yang kembali membuat Kalandra tertawa.

Setelah mengungkapkan perasaan, mereka kemydian keluar dari tenda dan memulai kegiatan pagi mereka dengan bergantian menjalankan sholat subuh.

Setelah itu, mereka berdua bersantai sembari menikmati biskuit, teh dan susu jahe hangat yang di siapkan Naina.

"Kamu gak suka susu jahe, Na? Enak, bikin hangat." Kata Kalandra.

"Enggak, aku gak suka jahe. Pedas di tenggorokan." Jawab Naina yang memang tidak suka dengan segala macam minuman berbahan jahe.

"Abang mau?" Tawar Naina saat membuka wafer coklat kesukaannya.

Tanpa menjawab, Kalandra langsung saja melahap wafer dari tangan Naina.

"Enak..." Kata Kalandra. Sementara Naina masih mematung dengan posisi yang sama.

"Ch! Pingin banget di suapin kayaknya, Bang." Komentar Naina saat tersadar yang di sambut senyuman oleh Kalandra.

"Datok! Lihatlah, ternyata cucumu bisa manja." Kata Naina.

"Memangnya ada?" Tanya Kalandra sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

"Gak ada sih." Jawab Naina sambil tertawa.

"Kamu gak mau sarapan berat, Na?" Tanya Kalandra.

"Enggak, aku kenyang." Jawab Naina.

"Abang mau makan nasi?" Tanya Naina yang di jawab gelengan oleh Kalandra.

"Kalau gitu, kita packing sekarang." Ajak Kalandra yang di jawab anggukan setuju oleh Naina.

Mereka pun segera merapikan dan membereskan barang - barang juga tenda, kemudian bersiap untuk melanjutkan pendakian.

Sepanjang perjalanan mendaki, keduanya tampak asyik mengobrol, seperti biasanya. Sesekali Kalandra akan memegang tangan Naina ketika bertemu trek yang terjal atau licin.

"Coba makan ini. Ini enak." Kata Kalandra sembari memberikan buah hutan yang ia temukan.

"Ini bisa di makan?" Tanya Naina dengan wajah heran.

"Hm'm. Gak apa - apa, enak." Kata Kalandra yang kemudian melahap buah itu.

Naina pun ikut melahap buah pemberian Kalandra setelah melihat Kalandra menikmati buah itu.

"Astaghfirullah, asam gini, Bang!" Keluh Naina yang sampai bergidik.

"Iya, memang enak tapi sedikit asam." Kata Kalandra yang menertawai ekspresi lucu Naina.

1
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
Nuri 73749473729
nah tu na... mau dikenalin sama camer lanjut💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!