NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Di ruang dapur, Arif sibuk memasukkan ayam, lalu mengaduk wajan yang berisi potongan ayam yang mulai berubah warna keemasan.

Laras hanya berdiri di sampingnya, memperhatikan Arif dengan senyum tipis. "Aku jadi liatin doang, kamu serius banget," ucapnya.

Arif menoleh, tersenyum. "Enggak apa-apa, ya begini lah, soalnya sudah terbiasa masak."

"Pantesan, eum aromanya wangi banget."

"Kamu mau coba?"

"Boleh deh. Dari tadi cuma liatin, jadi enggak enak." Laras melangkah mendekat, Arif mengambil satu sendok bumbu, lalu menyuapkan.

Laras menatap dan mencoba bumbu yang diberikan Arif. Saat mencoba masakan itu, Laras tersenyum sambil berbicara, "Enak, mau masak apa lagi?"

Arif berpikir sejenak. "Tahu goreng, sayur sop, sama nasi. Kamu bisa?"

"Oke, biar aku yang goreng tahu sama bikin nasi." Laras melangkah ke depan kulkas, lalu mengambil sebungkus tahu putih dari kulkas. "Tapi Gea, Abdul, sama Ryuken, bakal suka enggak ya?"

"Enggak tahu sih, semoga ajalah pada suka."

Kini Laras menyalakan kompor gas. Dia pun memotong tahu menjadi kotak-kotak kecil, lalu melumurinya dengan bumbu.

Suara minyak mendesis saat tahu dimasukkan ke dalam wajan. Laras merasa takut, dia sedikit mundur ke belakang, lalu perlahan mendekat dengan cekatan membolak-balik tahu hingga berwarna kuning keemasan.

Sementara itu, Arif sibuk menambahkan santan kental ke dalam gulai. "Tadi kamu merasa Kurang garam enggak?" tanya Arif tanpa menoleh.

"Sedikit," jawab Laras. "Hmm, rasa enak! Sama kurang pedas."

"Aku tambahkan cabai rawitnya kalau begitu," Arif sambil menambahkan beberapa buah cabai rawit yang sudah diiris ke dalam gulai.

***

Di ruang keluarga, Ryuken mengalihkan tatapannya ke arah Gea. Ryuken langsung berbicara, "Eum, wangi apa nih? Eh, Laras sama Arif pada ngapain?" tanyanya.

"Iya ya, pada ngapain sih dari tadi?" Gea merasa penasaran dengan kepergian Arif dan Laras.

"Udah, kita intip yuk, tahu aja lagi ngelakuin sesuatu diam-diam," Abdul sambil berdiri.

Gea dan Ryuken menatap lekat ke Abdul. Ryuken pun berbicara, "Kok, gue jadi curiga ya," ucapnya.

Gea dan Ryuken berdiri. Mereka bertiga pun melangkah menuju ke ruang dapur.

Saat mereka akan masuk ke ruang dapur, Ryuken yang berada di depan terhenti dan melangkah mundur sampai keluar dari pintu ruang dapur.

"Jirr, udah kayak suami istri ajah, masak berdua, mana romantis lagi," bisik Ryuken sambil mengintip dari pintu itu.

Gea dan Abdul ikut mengintip. Mereka senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan Arif dan Laras yang sedang merapikan makanan di atas meja.

Sampai semua masakan dan nasi berada di atas meja, Laras sambil menatap makanan dia berbicara, "Akhirnya selesai juga," ucapnya disertai senyuman.

"Iya, makasih udah bantuin, aku panggil dulu Ryuken, Abdul, sama Gea," ucap Arif menatap Laras.

Ryuken, Abdul, dan Gea melangkah masuk ke ruangan itu. Ryuken berbicara, "Wih, pasutri habis masak, mana banyak banget lagi," ucapnya dengan wajah tersenyum.

"Jirr, sudahlah, jangan banyak tanya, kita makan dulu, kalian belum makan 'kan?" tanya Arif dengan tatapan lekat ke Ryuken, lalu Arif menarik kursi dan duduk.

"Belum sih, hehe," jawab Ryuken.

Arif, Ryuken, Abdul, Gea, dan Laras pun mereka langsung duduk di kursi meja makan itu.

Sampai mereka semua duduk, tatapan Ryuken sama Abdul memperhatikan makanan. Ryuken pun berbicara, "Enak enggak nih makanannya?" ucapnya.

"Cobain dulu aja, kalau enggak enak enggak usah makan," ucap Arif sambil mengambil nasi dan menaruhnya di piring. Piring yang berisi nasi pun diberikan ke Laras.

"Aku bisa ambil sendiri kok, Rif," jawab Laras. Dia tidak mengambil nasi yang berada di tangan Arif.

"Pegang, udah aku ambilin," ucap Arif, sambil menatapnya. Laras pun menerimanya, lalu menaruh di meja.

Tatapan Abdul, Gea, dan Ryuken begitu fokus memperhatikan Arif, sedangkan Arif kembali mengambil nasi, lalu dia pun menaruh di meja di depannya.

"Kok, gue enggak diambilin sih?" Ryuken menatap lekat ke Arif.

"Eh, ada kalian juga, udah ambil sendiri aja 'kan punya tangan," ucap Arif sambil tersenyum lalu mengambil masakan.

"Hilih, parah sih, kita enggak dianggap 'kan?" Gea sambil mengalihkan tatapannya ke Ryuken.

"Udah, udah, ayok makan dulu, nanti keburu dingin, jangan manja, ayok," Arif sambil tersenyum. Dia pun mulai menikmati makanan.

Ryuken, Abdul, dan Gea pun mulai mengambil nasi, dengan bergantian, lalu mereka semua pun menikmati makanan itu.

***

Sedangkan Sasa yang berada di rumahnya, di ruang keluarga. Dia sedang duduk di kursi, tatapannya tajam ke laptop karena masih ada kerjaan yang harus dia selesaikan.

Dari telepon genggam yang disimpan di kursi di sampingnya, tiba-tiba telepon genggam itu menyala dan berbunyi.

Dret, dret, dret.

Sasa yang fokus dengan laptopnya, dia mengalihkan ke arah suara dari telepon genggamnya.

Dari layar telepon itu terlihat panggilan masuk dari Kania. Sasa mengangkat laptopnya dan menaruhnya di kursi di sampingnya.

Dia langsung mengambil telepon genggam dan mengangkat panggilan dari temannya itu.

"Halo, Kania," ucap Sasa sambil menggerakkan telepon genggamnya ke telinga.

"Kamu lagi sibuk enggak, Sa?" suara dari telepon genggam itu.

"Lagi sibuk sih, soalnya masih ada banyak kerjaan."

"Yah, kirain lagi enggak sibuk, aku mau ngajakin makan bareng."

"Ehh, aku juga belum makan sih, gimana kalau kamu ke rumah aja, soalnya Bibi lagi masak, biar bisa makan bareng."

"Eumm, boleh deh, kalau gitu aku ke sana ya."

"Iya, aku tunggu."

"Oke."

Panggilan telepon itu pun dimatikan. Sasa mematikan teleponnya, lalu kembali ditaruh. Dia kembali mengambil laptop dan melanjutkan untuk menyelesaikan kerjaan.

"Bibi," panggil Sasa dengan keras.

Tak lama Bu Ani melangkah, dan mendekat ke Sasa di depan Sasa. Bu Ani berbicara, "Ada apa, Mbak?" tanya.

"Bibi masak enggak?"

"Masak, Mbak."

"Bi, buatin teh dingin ya."

"Siap, Mbak, kalau gitu bibi bikin dulu minum," Bu Ani sambil menganggukkan kepalanya, lalu dia melangkah pergi untuk membuatkan permintaan Sasa.

Beberapa saat berlalu.

Setelah Bu Ani kembali membawakan minuman, Bu Ani menaruh makanan di atas meja, sambil berbicara, "Ini, Bi, minumannya," ucapnya.

Dari arah depan rumah, Kania menekan bel rumah, hingga membuat ruangan rumah terdengar bunyi.

Ting, tong.

Bu Ani yang akan melangkah, dia terhenti dan Sasa langsung berbicara, "Bibi, tolong bukain pintu," ucapnya.

"Baik, Mbak," jawab Bu Ani, lalu melangkah menuju ke pintu depan rumah.

Sampai langkahnya ke depan pintu rumah, Bu Ani membuka pintu itu sampai terlihat Kania sedang berdiri dan langsung berbicara,

"Selamat sore, Bibi," ucap Kania sambil tersenyum.

"Sore, Mbak Kania, Mbak mau ketemu sama Mbak Sasa kan? Mari masuk," ucap Bu Ani.

"Iya, Bibi," Kania lalu melangkah masuk sambil menutup pintu, lalu mengikuti langkah Bu Ani sampai ke ruang keluarga.

Saat memasuki ruangan keluarga, Kania melihat ke arah Sasa yang masih fokus menatap laptopnya.

Bu Ani yang terhenti langkahnya, dia langsung berbicara, "Mbak Kania, mau minum apa?" tanya.

"Enggak deh, Bi, nanti aja," jawab Kania sambil mengalihkan tatapannya ke Bu Ani.

"Yaudah kalau gitu, bibi mau masak dulu," Bu Ani, lalu melangkah pergi menuju ke ruang dapur.

Kania melangkah dan duduk di kursi sofa sambil berbicara, "Kayak nya banyak banget kerjaannya," tanyanya.

"Iya, banyak banget," jawabnya.

"Semangat, bestie."

1
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
DuttaStory_: Banyak ke Potong, 😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!