Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.
__________________________________________
lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan yang mencengangkan
Begitu mobil Lea dan Kelly tiba di halaman mansion mewah itu, beberapa penjaga di mansion itu dengan sigap membawa barang-barang perbelanjaan sang nyonya. Sambil curi-curi pandang, ke arah sang nyonya. Karena mereka semua masih merasa aneh dengan perubahan, sang nyonya. Yang secara tiba-tiba.
Lea sendiri sedang berusaha mengendalikan dirinya, karena tadi Kelly sudah mengatakan bahwa seluruh keluarga Alexander, datang ke mansion kediamannya, lebih tepatnya mansion Axel dan Carlin.
" Kelly. "
" Iya nyonya? Ada apa? " tanya Kelly.
" Apa mereka juga menjengkelkan, seperti tuan mu itu.? " tanya Lea. dia tidak tahu harus bersikap seperti apa, di hadapan keluarga Alexander nanti.
" Tidak nyonya. Hanya saja mungkin mereka akan terkejut, dengan perubahan anda! " Kelly menjawab apa adanya.
Lea melirik ke arah 3 buah mobil Rolls-Royce. dan 2 mobil Bugatti. yang sudah terparkir di antara mobil-mobil, mewah milik Axel. Lea yakin pasti kelima mobil, mewah itu milik keluarga Axel. Karena sama-sama ada pertanda perunggu, mahkota dan pedang di mobilnya.
" Sial sampai 5 buah mobil datang ke sini, kira-kira berapa banyak keluarga Axel." batin Lea, dia menghela nafas dalam-dalam.
Kemudian melangkah menuju lift, khusus yang nantinya akan langsung membawanya. sedangkan para pelayan, dan penjaga. menaiki lift umum.
Lea terdiam sejenak, saat melihat belasan pria-pria. yang bersenjata lengkap, dan bertubuh besar tinggi tegap dan kekar. sedang berdiri dengan rapi, Lea yakin pasti mereka itu adalah pasukan, keluarga Alexander.
Para pria-pria, itu nampak terkejut saat melihat kedatangan Lea. meskipun mereka masih mempertahankan wajah datarnya. mereka cukup kaget, saat melihat istri dari pemimpin Alexander! yang nampak lain dan berbeda dari sebelumnya. wanita yang selama ini selalu menundukkan kepalanya, kini malah menatap datar ke arah mereka. wanita itu nampak percaya diri sekali
apa lagi mereka bisa melihat dari pakaiannya yang sudah sangat berbeda dari dulu, yang pernah mereka lihat sebelumnya.
" Ada apa? apa ada yang aneh, dengan wajah ku! sampai kalian segitunya melihat ku! Oh atau jangan-jangan kalian. hanya menghormati tuan mu saja, dan keluarganya saja? " tanya Lea dengan geram, karena pria-pria itu, menatapnya tanpa berkedip.
Aura baru dari sang nyonya, sudah cukup membuat mereka semua, merasa tidak nyaman.
" Apa kalian juga bisu? dan tuli! Aku bertanya kepada kalian semua, atau kalian memang tak kasat mata! " Lea, memejamkan matanya.
Sumpah demi apapun dia begitu kesal, karena mereka itu hanya diam saja, seperti patung.
apa lagi dia adalah istri, dari seorang pemimpin Alexander. seharusnya mereka juga menghormati nya, statusnya kan tidak jauh berbeda dari si brengsek Axel itu.
Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab, mereka hanya diam saja dengan tatapan datarnya. Lea begitu sebal dia langsung pergi sambil menghentakkan kakinya, mengabaikan pria-pria itu. yang langsung membungkukkan badannya.
" Cih dasar si Axel bajingan. apa dia tidak memberi tahu kepada pasukannya. agar menghormati ku! Jangan-jangan selama ini Carlin hanya dihargai, dan di hormati sama pelayan di mansion ini saja'! Betapa sialnya kalau memang seperti itu. " Lea masih kesal sendiri, kerana pria-pria itu tidak mau bicara dengannya.
" Apa, itu hanya perasaan. ku saja? "
" Bukankah nyonya, baru sadar. dari koma? "
" Yang membuat ku heran, nyonya Carlin. seperti bukan dirinya saja! Mulai dari cara berpakaiannya bicara, dan juga tatapannya. sangat berbeda! bukan kah itu sangat aneh? "
" Tapi...apa masuk akal orang yang baru sadar dari koma nya, bisa berubah seperti itu? " lanjut pria satunya lagi.
" Kita harus memperlakukan nya, dengan baik. karena kita tidak tahu ke depannya, seperti apa? nyonya kali ini sangat berbeda..! "
" Kau benar sekali, tapi kita semua selama ini selalu memperlakukan nya dengan baik. walaupun tuan tidak pernah menganggapnya sebagai istrinya! "
" Ah sudah lah mungkin saja' nyonya, sudah tidak tahan lagi. karena di perlakukan seperti itu oleh tuan! makanya berubah. lebih baik kita fokus saja, dengan tugas kita. salah-salah kepala kita bisa lepas dari tempatnya! "
Setelah kepergian Lea pria-pria itu, langsung bergosip tentang perubahan Lea. tentu saja mereka bergosip dengan suara, yang berbisik-bisik.
Berita tentang Carlin, yang sudah sadar dari tidur panjangnya. memang sudah tersebar ke mansion milik orang tua Axel, dan juga kakeknya Johan Alexander.
Awalnya mereka semua tidak ada yang percaya, saat mendengar penjelasan dari para pasukan, pelayan dan anak buahnya. tentang perubahan sang nyonya muda itu. tapi sekarang mereka semua sudah membuktikannya sendiri, dan melihatnya secara langsung.
*****
Sam si kepala pelayan itu, nampak was-was karena sudah 20 menit sang nyonya. belum juga menampakkan dirinya, sedangkan keluarga Alexander. sudah menunggu di sofa ruang tamu. pria paruh baya itu menyeka keringat di keningnya.
" Apa masuk akal, kalau pemeriksaan memakan waktu. selama ini? bukankah pemeriksaan menyeluruh hanya memakan waktu sekitar 2 jam saja! " sarah angkat bicara, dialah paling tidak sabar mau melihat perubahan, seseorang Carlin, setelah terbangun dari tidur panjangnya.
" Apa pendengar mu, sudah bermasalah. sarah? paman sam kah sudah bilang, bahwa
menantu ku. sedang memanjakan dirinya sesaat, lagi pula kita juga datang ke sini, tanpa mengabari nya dulu. " sahut Grace dengan tatapan sinis, dia tidak suka mendengar sarah menjelekkan menantunya.
Sarah langsung terdiam dia, merasa kesal dan malu. karena lagi dan lagi dia di permalukan, oleh kakak iparnya sedangkan yang lain hanya diam saja.
Julie diam-diam mengumpat, dalam hatinya. karena dia sangat iri, ternyata mansion yang di tempati oleh Lea kelewatan mewah, dan sangat bagus. padahal dia selama ini selalu berpikir bahwa tempat tinggal Lea, yang di berikan oleh kakak sepupunya. hanya hunian biasa, dan di tempat kumuh. Mereka dan Julie memang baru pertama kalinya, berkunjung ke mansion Axel, Setelah Axel dan Carlin menikah.
Tap ~tap ~ tap.
Suara hentakan sepatu heels, beradu dengan keramik lantai, mengalihkan perhatian mereka semua. Pintu terbuka, dan mereka bisa melihat seseorang wanita, yang tengah berdiri di sana. menatap dingin, dan berwajah datar.
membuat mereka semua tercengang.
" Ah kakak ipar! " celetuk Julie.
Lea menatap satu persatu, dalam diam mereka semua kemudian dia menyipitkan matanya. setelah merasa familiar dengan salah satu wanita, yang sedang duduk di sofa. sambil mengelus-elus rambutnya. Lea menatap lekat wajah itu, mencoba mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu langsung dengan wanita itu, sedangkan wanita itu sibuk dengan isi pikirannya.
" Rasanya aku pernah bertemu dengannya? tapi siapa! " batinnya berkecamuk. dia langsung tersenyum tipis, ke arah mereka semua, yang sedang sedang menatapnya dengan binggung, terkejut dan juga lekat.
" Ah selamat sore semuanya? maaf aku tidak tahu bahwa anda, semua akan datang berkunjung ke sini. kalau aku tahu aku tidak akan berlama-lama di luar. aku ku pasti akan menyambut kedatangan anda semua? " ucap lea dengan ramah. dia berusaha sebaik mungkin bersikap ramah, dan harus tersenyum manis, di hadapan keluarga Axel.
Sedangkan para pelayan, dan kepala pelayan. segera pergi, untuk melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
Mereka semua terkesiap, karena nada dan suara, juga ikut berubah. sudah tidak ada lagi suara lembut Carlin, ketika berbicara gugup dan selalu menundukkan kepalanya, saat berkumpul bersama mereka. Carlin yang sekarang bahkan menatap mereka satu-persatu.
" Tidak apa-apa, kami minta maaf, karna tidak mengabari mu. apakah kamu tidak kelelahan?
Soalnya tadi habis' dari rumah sakit, dan berbelanja..! " Grace bicara dengan lembut.
" Cucu menantu ku, bagaimana keadaan mu?" tanya Johan, dengan lembut.
Lea menoleh ke arah Johan, yang sedang menatapnya lekat. Lea dengan cepat mengangguk kepalanya.
" Aku baik-baik saja! " sahut Lea, singkat.
Dan mereka semua melanjutkan obrolannya, dengan santai, kecuali ada beberapa keluarga Alexander. yang tidak pernah menyukai Carlin hanya bisa mencibir dalam hatinya saja, Termasuk Julie, juga dan Sarah.
*****
( **Austin, Texas** )
Sementara itu di casino Austin, Texas. miliknya Axel. pria tampan itu sedang memeriksa data, penghasilannya di casino. itu selama 1 bulan ini.
" Tuan." ucap Juan. Axel hanya menoleh sesaat. Sebelum melanjutkan perkataannya Juan menghela nafas dalam-dalam.
" Tuan seluruh anggota keluarga Alexander, termasuk tuan Johan! mereka saat ini sedang mengunjungi mansion anda, untuk melihat kondisi nyonya Carlin! " Lapor Juna membuat Axel yang awalnya acuh, langsung terdiam.
Axel cukup terkejut, saat mendengar perkataan Juan. karena selama ini belum ada satupun anggota keluarganya, yang datang berkunjung ke mansion nya. karena selama ini hanya Carlin yang sering berkunjung ke mansion utama Alexander! bahkan di saat Carlin koma. pun mereka tidak pernah datang berkunjung untuk melihat keadaannya, mereka hanya datang di saat wanita itu, mengalami kecelakaan waktu itu.
" Tuan, apa sebaiknya kita segera kembali? Kalau iya. saya akan segera menghubungi
Bagian penerbangan! "
Ucap juan. dengan hati-hati, pria tampan itu takut jika membiarkan nyonya-nya, sendirian mengahadapi seluruh anggota keluarga Alexander! karna dia tahu bahwa nyonya-nya yang sekarang sangat lah berbeda dari dulu.
dia tahu mulut sang nyonya, sangat pedas. dan bicara blak-blakan.
Juan khawatir hal serupa terjadi lagi, dan kemungkinan membahayakan Carlin sendiri.
karena keluarga Alexander! berbeda dengan keluarga mafia lainnya. meskipun bengis keluarga Alexander. sangat mengunjungi tingkat kesopanan, terutama perlakukan seorang wanita.
Axel mendengus kesal, meskipun begitu dia ikut setuju dengan apa yang di katakan juan. Akan sangat merepotkan sekali. jika istri bodohnya itu, banyak tingkah di depan keluarganya nanti.
" Kita kembali sekarang! jangan sampai perempuan bodoh itu! banyak bertingkat! " ucap Axel dingin. dia segera keluar dari dalam ruangan pribadinya, tidak lupa membawa data-datanya. juan hanya meringis dalam hatinya saja, pria tampan itu hanya bisa mengangguk.
*****
" Kakek aku ingin bertanya..! aku harap, pertanyaan ku ini. tidak membuat yang lainnya tersinggung? " ucap lea, dengan ragu.
Johan mengangguk-angguk, dia ikut senang karena sekarang Carlin mau memanggilnya kakek, dan bicara kepadanya. karena dari tadi cucunya, itu hanya diam saja. dan menyimak pembicaraan mereka saja.
" Katakan? apapun akan kakek jawab, selagi kakek mampu! " Johan dan semua orang sangat kepo, dengan apa yang akan Carlin tanya, soalnya Carlin nampak sangat serius.
" Kenapa aku dengan si breng.~~ehem maksud ku, kenapa aku bisa menikah dengan cucu mu? apa keluarga ku punya hutang, atau melakukan penipuan terhadap keluarga Alexander? sehingga aku bisa menjadi pasangannya. atau kami di jodohkan? tapi rasanya tidak masuk akal jika kami di jodohkan? " tanya Lea dia begitu penasaran entah apa tujuan Axel! mau menikahi Carlin sedangkan pria brengsek itu, tidak pernah menganggap Carlin, sebagai istrinya.
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA