Di malam hujan Dream City, Ethan—kurir miskin dan pewaris terbuang—kehilangan segalanya dalam satu pengantaran: cinta, harga diri, dan satu-satunya alat hidupnya. Dikhianati, dipermalukan, lalu dihancurkan hingga ke titik terendah, ia berdiri sendirian di jalanan kota.
Ethan Williams, salah satu putra dari keluarga kaya dan berpengaruh Williams, memutuskan meninggalkan kehidupan mewah dan penuh intrik keluarganya di Dream City. Setelah bertahun-tahun direndahkan dan diabaikan, dia pergi ke kota kecil Elusive City dengan tabungannya untuk memulai hidup baru.
Namun dari kehancuran total itu, sebuah sistem.
[Ding! Anda mendapatkan Ducati Panigale V4 Superleggera]
[Ding! Anda mendapatkan Bugatti La Voiture Noire yang hanya ada satu didunia.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membeli Mansion
Ethan makan di sebuah warung kaki lima biasa. Tentu saja mobilnya menarik perhatian orang-orang di sekitar, tetapi Ethan sedang tidak berminat untuk berbincang dengan mereka. Begitu selesai makan, ia langsung kembali menuju pusat kota.
Rumah mewah yang ingin ia beli jelas tidak mungkin berada di kawasan Central. Ia harus mencari sebuah kawasan perumahan yang bisa menampung mobil-mobilnya tanpa menimbulkan pembicaraan di antara orang-orang yang melihatnya.
Namun ada satu keputusan yang sudah ia buat. Rumah yang baru saja ia sewa, apartemen itu, tidak akan ia tinggalkan. Ia akan tetap tinggal di sana jika suatu saat ia datang ke Central untuk mengawasi toko-tokonya.
Tidak sampai tiga puluh menit, ia sudah tiba di depan sebuah agen properti. Namanya Prestige Property Group. Ini adalah salah satu agen properti yang cukup terkenal di kota tersebut.
Setelah memarkir mobilnya, ia langsung menuju gedung lima lantai itu. Begitu masuk, pelayanannya bisa dikatakan cukup baik karena ia langsung disambut oleh para staf penjualan yang penuh antusias.
"Selamat datang, tampan. Apa yang kau inginkan? Membeli rumah? Menyewa? Kami menyediakan semua layanan itu dengan harga yang terjangkau," salah satu sales wanita langsung memperkenalkan diri.
Sales-sales lainnya yang sempat mendekat langsung menggelengkan kepala dan pergi dengan perasaan kecewa.
Saat ini, saldo Ethan mencapai $45.909.011. Jadi, ia sama sekali tidak khawatir soal membeli rumah. Ia pun langsung ke inti pembicaraan, "Aku ingin membeli sebuah mansion yang bagus dengan area parkir yang luas. Setidaknya bisa menampung enam kendaraan."
Mendengar ucapan Ethan, mata wanita itu langsung membelalak dan dipenuhi rasa kagum. Jelas sekali ini adalah orang kaya. Ia menginginkan sebuah mansion dengan parkiran untuk setidaknya enam mobil. Itu berarti ia memiliki setidaknya enam kendaraan.
Ia pun meluruskan posturnya dan memastikan pakaiannya terlihat rapi. Rapi di sini maksudnya ia memastikan bagian atas pakaiannya sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Jelas-jelas ia sedang mencoba menjebak Ethan dengan pesonanya.
Namun siapa Ethan? Ia telah menjadi anggota keluarga Williams selama sembilan belas tahun dalam hidupnya. Situasi seperti ini tentu bukan hal baru baginya. Lagipula, meski ia tidak disukai dalam keluarga, jika seorang wanita bisa menjalin hubungan dengannya, mereka bisa memanfaatkannya sebagai jembatan untuk bertemu dengan saudara-saudaranya yang lain.
Ia sudah berpengalaman dan sama sekali tidak terpengaruh. Ia mengabaikan hal itu dan bertanya, "Apakah kalian memiliki mansion yang sesuai dengan seleraku?"
"Ya, kami memiliki itu. Lokasinya berada di tempat paling populer dan paling cocok untuk orang-orang dengan status tinggi. Sebenarnya ada dua mansion di sana dan keduanya bernama Golden Island Mansion atau (GIM)."
"Lokasi kedua mansion ini berada di bagian utara kota, tidak terlalu jauh dari pusat kota. Kawasannya bebas dari kemacetan sehingga tidak akan ada masalah seperti kebisingan. Keamanannya juga sangat ketat."
"Selain itu, lingkungannya sangat menenangkan. Ada sebuah danau buatan yang berada di tengah-tengah kedua mansion tersebut, memisahkan keduanya. Keduanya dihubungkan oleh sebuah jembatan yang dirancang oleh desainer paling terkenal di negara ini."
"Ada taman dengan berbagai jenis pohon langka dan hampir punah yang ditanam di sana. Bisa dikatakan ini adalah tempat paling mewah untuk ditinggali. Untuk parkir, juga ada tersedia area parkir bawah tanah pribadi yang bisa menampung hingga dua puluh mobil.”
Setelah beberapa saat mendengar, Ethan terkesan dengan penjelasan tentang mansion itu. Sepertinya inilah yang ia cari. Namun, ia tahu satu hal dengan pasti, harga mansion tersebut jelas tidak akan murah.
Wanita itu sengaja menyebutkan kedua mansion tersebut. Jika mansion-mansion itu terjual, bukan hanya komisinya yang besar, ia juga akan mendapatkan promosi. Ia memastikan untuk memberikan deskripsi yang sebaik mungkin agar Ethan bisa membayangkan tempat itu dengan jelas.
Untuk memastikan Ethan benar-benar yakin, ia membawanya ke lantai paling atas, tempat beberapa model mansion dan vila yang mereka jual dipajang.
Ethan menatap model tersebut dan merasa bahwa ucapan wanita itu sama sekali tidak berlebihan. Tempat itu benar-benar seperti sebuah istana. Terlebih lagi, kawasan itu dikelilingi oleh tembok perimeter setinggi enam meter dengan sistem keamanan biometrik. Hal itu sendiri sudah menunjukkan tingkat keamanannya.
Setelah melihatnya beberapa saat, ia menoleh ke arah wanita itu dan bertanya, "Jadi, berapa harga mansion ini?"
"Harga mansion ini adalah $58.400.000. Tentu saja, harga inilah yang membuatnya belum terjual sampai sekarang. Bagaimanapun juga, Elusive City adalah kota kecil, tetapi sang perancang mansion memang berniat menarik orang-orang besar untuk datang ke sini," jawab wanita itu dengan jujur. Bahkan ia sendiri tahu bahwa harganya sangat tinggi dan kebanyakan orang akan langsung mundur begitu mendengarnya.
"Jadi, bagaimana prosedur pembayarannya?" Ethan memang sudah memperkirakan bahwa harganya akan tinggi. Ia bisa melihat bahwa level Golden Island Mansion bahkan lebih tinggi dibandingkan rumah milik keluarga Williams.
"Kau bisa membayar uang muka lima puluh persen dan sisanya harus dilunasi dalam waktu satu tahun. Untuk hal-hal seperti renovasi, kau tidak perlu khawatir. Mansion-mansion itu sudah dilengkapi furnitur mewah dan bisa langsung ditempati," jawab wanita itu. Matanya sudah berbinar-binar, seolah-olah simbol dolar sudah terpampang jelas di sana. Ia bisa merasakan uang itu semakin dekat.
Setelah berpikir sejenak, saldo Ethan saat ini $45.909.011**. Lima puluh persen dari harga mansion berarti sekitar **$29.200.000. Namun, Ethan ingin mengurangi beban cicilannya. Ia masih ingin memperluas bisnisnya, artinya ia tetap membutuhkan dana untuk ekspansi.
Karena itu, ia memutuskan untuk membayar uang muka yang lebih besar. Maka, Ethan memutuskan untuk membayar uang muka sebesar $38.400.000. Sisanya akan ia lunasi dalam waktu sebulan.
Setelah mengambil keputusan, ia menatap wanita itu dan berkata, "Aku akan membayar uang muka $38.400.000. Sisanya akan aku lunasi dalam waktu sebulan. Apakah kau bisa mengurus semua prosedurnya?”
Wanita itu langsung terlihat sangat bersemangat. Ethan tidak menawar harga sama sekali dan langsung bersedia membayar uang muka sebesar $38.400.000—hampir 66% dari total harga. Sisa pembayaran hanya $20.000.000, yang baru saja ia katakan akan dilunasi dalam sebulan.
Ia pun tersenyum cerah dan berkata, "Tentu saja, aku bisa mengurusnya. Tapi tetap diperlukan manajer untuk menyelesaikan kontraknya."
Ethan mengangguk dan duduk di kursi ruang tunggu. Sekitar sepuluh menit kemudian, seorang wanita bergegas menghampirinya sambil membawa beberapa dokumen.
Ia langsung memperkenalkan diri, "Senang bertemu denganmu tamu terhormat, aku Mary Teressa, manajer Prestige Property Group cabang Elusive City."
Ethan membalas sapaan itu dengan sopan sambil memperkenalkan dirinya. Ia tidak merasa perlu bersikap sok berkuasa. Bagaimanapun, ia adalah orang yang sederhana, sama seperti dirinya saat masih di rumah dulu.
"Tuan Ethan, kami bisa memberikan diskon sepuluh persen untuk mansion tersebut. Jadi, harganya menjadi $52.600.000. Setelah uang muka $38.400.000, sisa yang harus kau bayar adalah $14.200.000. Untuk jangka waktu pelunasan, biasanya diberikan waktu hingga satu tahun. Jadi, kau bisa melunasinya dengan tenang," kata Mary.
"Selama satu tahun ini, kau akan memegang sertifikat kepemilikan mansion. Namun, jika waktu satu tahun berlalu tanpa pelunasan, sertifikat tersebut akan dicabut dan kau akan dikembalikan delapan puluh lima persen dari total pembayaranmu. Apakah kau bisa menyetujui ketentuan ini?" Mary bertanya setelah menjelaskan isi kontrak yang harus ditandatangani.
Ethan mengangguk. Ia berniat melunasi semuanya dalam waktu sebulan. Ia tidak suka memiliki utang yang menggantung di kepalanya.
Setelah keduanya mencapai kesepakatan, Ethan menandatangani kontrak dan proses penyerahan kepemilikan mansion selesai dalam waktu setengah jam.
Setelah melakukan pembayaran, saldo Ethan tersisa $7.510.086. Jumlah ini sudah cukup untuk memperluas bisnisnya.
Dengan lebih banyak toko, ia akan bisa mendapatkan lebih banyak uang, dan pendapatannya akan dikalikan seratus. Dengan begitu, rekeningnya tidak akan pernah benar-benar kosong.
Ethan meninggalkan agensi tersebut ditemani oleh sang manajer, Mary, untuk melihat langsung mansion itu. Perjalanan dengan Maybach milik Ethan memakan waktu sekitar dua puluh menit.
Seperti yang mereka katakan, kawasan tempat mansion itu berada benar-benar sunyi. Ia bisa melihat beberapa mansion mewah lain yang berdiri di area tersebut. Jelas sekali ini adalah kawasan hunian orang-orang kaya.
Kawasan perumahan ini dikenal sebagai Highmare Estate. Inilah tempat para pemimpin kota dan tokoh-tokoh besar lainnya tinggal setiap kali mereka berkunjung ke kota ini.
Satu hal yang paling menarik perhatian Ethan adalah fakta bahwa Golden Island Mansion terletak tepat di jantung kawasan perumahan tersebut. Ini berarti bahwa mansion ini adalah yang paling mahal di seluruh kota.
Ethan yakin bahwa jika ia berada di kota lain, pasti akan ada mansion-mansion yang nilainya lebih tinggi dari ini. Ia tahu ada banyak orang yang mampu membeli istana ini. Namun, siapa yang mau menghamburkan uang sebanyak itu untuk membeli sebuah mansion di kota kecil? Inilah alasan mengapa istana ini dibiarkan terbengkalai selama lebih dari dua tahun sejak selesai dibangun.
Ethan menatap tembok perimeter yang tinggi dan gerbang megah di hadapannya. Setelah Mary menunjukkan kartu identitasnya, para penjaga segera membuka gerbang, membiarkan Ethan mengendarai Maybach-nya masuk ke dalam.
semangat terus bacanyaa💪💪💪
seruu🤩🤩🤩🤩