NovelToon NovelToon
Pilot'S Barbaric Triplets

Pilot'S Barbaric Triplets

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Konglomerat berpura-pura miskin / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Office Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

💞💞Ini kisah remaja si triple dari "Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan"💞💞

______________________________________________

"Akankah 'Pilot's Barbaric Triplets' terbang tinggi, atau jatuh berkeping-keping ketika identitas mereka terungkap?

Alvaro Alexio Nugroho (Varo): di mata dunia, ia adalah pewaris ketenangan sang pilot Nathan. Namun, di balik senyumnya, Varo menyimpan pikiran setajam pisau, selalu selangkah lebih maju dari dua saudara kembarnya. Ia sangat protektif pada Cia.

Alvano Alexio Nugroho (Vano): dengan pesonanya memikat, melindungi saudara-saudaranya dengan caranya sendiri. Ia juga sangat menyayangi Cia.

Alicia Alexio Nugroho (Cia): Ia mendominasi jiwa Bar-bar sang ibunya Ratu, ia tak kenal rasa takut, ceplas-ceplos dan juga bisa sangat manja di saat-saat tertentu pada keluarganya namun siap membela orang yang dicintai.

Terlahir sebagai pewaris dari dua keluarga kaya raya dan terkenal, triplets malah merendahkan kehidupan normal remaja pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Vano memutar bola matanya malas. "Dasar mata duitan! Heran gue sama lo, Cia. Padahal udah kaya dari lahir masih aja morotin orang!" kesal Vano, menjitak kening Cia dengan gemas.

Cia mengaduh kesakitan sambil mengelus keningnya, namun tetap tertawa. "Itung-itung buat nambah uang jajan," balas Cia, menjulurkan lidahnya.

Vano menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kelakuan Cia.

Ia tahu, ada sesuatu yang istimewa dalam diri Senja, dan ia berharap bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan gadis itu, tapi ia tak ingin terburu-buru.

"Udah ah, gue mau balik ke kamar dulu," kata Cia, akhirnya mengakhiri godaannya. Ia bangkit dari tempat tidur Vano dan berjalan menuju pintu.

"Eh, Cia," panggil Vano, menghentikan langkah Cia.

Cia menoleh ke arah Vano, menaikkan alisnya. "Kenapa lagi?"

Vano menghela napas. "Soal Aksa ... lo hati-hati ya. Gue nggak tau apa yang dia mau, tapi gue ngerasa Aksa menyembunyikan sesuatu," pesannya, dengan nada serius.

Cia mengangguk, mengerti akan kekhawatiran Vano. "Gue tahu. Lo juga hati-hati ya sama Senja. Jangan sampe lo dibutakan sama cinta," balas Cia, menyeringai.

Vano mendengus kesal. "Udah deh, sana keluar! Lo bikin gue tambah pusing aja," usirnya, melambaikan tangannya.

Cia tertawa dan meninggalkan kamar Vano. Ia tahu, meskipun mereka sering bertengkar dan saling menggoda, mereka akan selalu saling melindungi.

Di kamarnya, Cia duduk di depan meja belajarnya. Ia membuka buku catatannya dan mulai menulis sesuatu. Namun, pikirannya tidak fokus pada tulisan. Pikirannya terus berputar pada Aksa dan geng motornya. Ia benar-benar penasaran dengan cowok itu, dan ia ingin tahu lebih banyak tentang dia.

Cia meraih ponselnya dan mulai mencari informasi tentang The Mavericks di internet. Ia menemukan beberapa artikel berita tentang geng motor itu, serta beberapa foto dan video yang menampilkan kegiatan mereka.

Cia terkejut melihat foto-foto itu. The Mavericks ternyata bukan hanya sekadar geng motor biasa. Mereka juga sering melakukan kegiatan sosial dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

"Hmm ... menarik," gumam Cia pada dirinya sendiri. Ia semakin tertarik untuk mengenal Aksa dan The Mavericks lebih dekat.

Tiba-tiba, ponsel Cia berdering. Ia melihat nama Varo tertera di layar. Ia mendengus pelan lalu mengangkat telponnya.

"Ada apa nelpon? Kenapa gak ke kamar aja sih!?"

"He he gue lagi mager! Emang lo lagi apa keknya lagi serius bangat?" tanya Varo dari seberang telepon.

"Lagi nyari informasi tentang The Mavericks," jawab Cia, jujur.

Varo terdiam sejenak. "Lo beneran tertarik sama Aksa?"

Cia menghela napas. "Gue nggak tertarik sama Aksa. Gue cuma penasaran sama geng motornya," jawabnya, tegas.

"Yaudah, terserah lo deh. Tapi inget, hati-hati," pesan Varo, mengingatkan.

"Iya bawel! Udah ah, gue mau lanjut nyari informasi. Bye!" kata Cia, menutup telepon secara sepihak.

Cia kembali fokus pada pencariannya. Ia bertekad untuk mengungkap semua rahasia Aksa, dan mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh cowok itu.

 

______&&______

Di markas The Mavericks, Lompatan tinggi Aksa menghantam bola ke dalam ring dengan suara SWISH! yang jelas terdengar di lapangan kosong.

Badannya berkeringat deras, gerakan setiap langkah dan lompatannya penuh dengan energi yang membanjiri, seolah setiap tembakan bola adalah cara untuk mengusir kegelisahan yang mengganggu pikirannya. Cia. Nama itu terus berputar di benaknya seperti lagu yang tidak bisa dilupakan.

Mengapa dia bisa begitu mengganggu fokusnya? Di antara banyak cewek yang selalu mengelilinginya, hanya Cia yang melihatnya dengan tatapan seolah dia hanyalah anak SMA biasa, bukan sosok yang selalu diperhatikan. Ada aura misterius yang mengelilinginya, sesuatu yang membuat Aksa ingin menggali lebih dalam dan membongkar setiap rahasia yang mungkin dia sembunyikan.

Dari sudut lapangan, Galang menyilangkan tangan di dada, wajahnya menunjukkan pemahaman yang mendalam. "Mode 'gila karena cewek' pemandangan yang sangat langka dari seorang Aksa!" ucapnya dengan nada santai.

Bima mengeluarkan laptop dari tasnya, layarnya menampilkan barisan kode yang belum selesai. "Bener banget. Udah hampir empat jam gue coba masukin sistem hanya buat cari data tuh anak baru, tapi proteksinya kayak benteng aja! Semua informasi pribadinya dikunci dengan enkripsi ganda, seolah ada yang sengaja mau menyembunyikan dia dari mata orang dunia," keluhnya dengan ekspresi kesal, jari jemari masih menari lincah di atas keyboard.

Arya hanya tersenyum santai sambil menggerakkan pundaknya. "Kan udah gue bilang, daripada capek-capek nyusuri sistem, mendingan deketin langsung aja."

"Tapi lo tahu kan Aksa, kalau udah penasaran dan merasa tertantang, dia bakal ngotot sampe dapetin apa yang dia mau." sahut Bima.

Tak lama kemudian, Aksa berhenti bermain. Dia menjatuhkan bola ke tanah dan duduk selonjoran di rumput yang masih sedikit lembap, napasnya masih terengah-engah tapi wajahnya sudah mulai tenang. Barulah ketiga sahabatnya mendekat perlahan.

"Bos!" panggil Bima dengan nada yang sedikit lebih keras, membuat Aksa menoleh ke arah mereka. "Kayaknya bukan gebetan lo bukan lah anak pindahan biasa deh. Sistem keamanannya bahkan lebih ketat dari data siswa anak pejabat penting yang pernah pernah gue bobol. Gue rasa ada sesuatu yang benar-benar besar yang disembunyikan dari dia," jelasnya dengan serius.

Aksa hanya mengangguk, lalu berdiri dengan lincah dan melempar bola ke arah ring, lagi-lagi masuk tepat sasaran. Dia mengambil handuk yang ada di bangku dan mengelap keringat di leher serta dahinya, matanya menyala dengan semangat yang baru muncul.

"Sudah gue tebak dari awal. Tidak lah mudah mencari identitasnya."

Ia menyeringai dengan pesona yang biasanya membuat banyak cewek terpana. "Tenang aja kalian. Gue punya cara sendiri buat menaklukan Cia!"

Arya mendekat dan menepuk bahu Aksa dengan canda. "Oh ya? Jangan bilang lo mau kasih surat cinta atau ngikutin dia kemana-mana!"

"Nggak segitu dasar dong! Gue cuma pengen buktiin kalau gue bisa jadi orang yang bisa dipercaya buat tahu rahasianya. Dan satu lagi—gue yakin, gue bisa bikin dia melihat gue bukan cuma sebagai sosok populer di sekolah, tapi sebagai seseorang yang benar-benar peduli sama dia."

Matanya melirik jalanan di luar markas, pandangannya penuh tekad. "Gue bakal cari tau siapa dia sebenarnya ... dan gue bakal bikin dia mau jadi bagian dari hidup gue," gumamnya pelan tapi tegas, wajahnya terpampang keyakinan yang tak terbantahkan.

Bersambung ....

1
Muft Smoker
waah waah ad yg cemburu nii ,,
🤭🤭

kak dtggu next bab ny yx ,,
cerita ny baguuuus ,,
Surya
ya Thor lebih tegas lagi Cianya
Surya
lanjut kak keren banget ceritanya
Juli Restiarini
lanjutnya jangan lama2 lgi seru ni
riniandara: mohon maaf belum bisa up rutin karena, author lagi berduka ayah author meninggal dunia.
total 1 replies
Surya
Cerita yang menarik untuk di baca.. karakter yang kuat aku sih suka kak terima kasih
Surya
Varo kebagian juga, aku mu juga dong di angkat jadi cucunya Opa Anggara/Facepalm//Grin/
Surya
ancaman pamungkas buat Cia kocar kacil /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Surya
wah bab pertama sih udah keliatan seru banget karakter utamanya dapat bangat. semoga kedepannya lebih seru semangat kak./Heart//Heart//Heart//Rose//Rose//Rose/
mimi
gak tau aja Bu Fani kalau ini triplenya Ratu dan Nathan /Facepalm//Facepalm/
mimi
lanjut kak, semakin menarik kak triple Alatas dan Nugroho ini mah di lawan./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
_bunda@dlan_
thour karakter x cia lebih ditegassin lgi donk, kyak ibunya 🤣
mimi: setuju lebih greget lagi Thor
total 2 replies
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
mimi
salah cari lawan ini mah
mimi
seru banget aku suka
mimi
wah triple bereaksi nih pasti seru banget... semangat ya thor awalnya sudah menarik dan penasaran aku suka karakter tokoh yang kuat.
riniandara
Jangan lupa tinggalkan jejak yang teman-teman/Applaud//Pooh-pooh/
riniandara
Hay semua! apa kabarnya. Semoga semua dalam keadaan sehat dan mudah rejeki ya. terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karya sederhana author semoga menghibur. jika kalian suka jangan lupa like dan kasih vitamin yang banyak buat author supaya rajin dan semangat untuk up/Applaud//Applaud/ terimakasih.
Muft Smoker: siap kak author ,,
semangat truus ,,
total 3 replies
Mama lilik Lilik
ini kisah anak² ratu dan Nathan ya KK author, hmmm sepertinya menarik 👍💪semangat kk, terimakasih 🙏
riniandara: iya kakak. terima kasih supportnya/Applaud//Applaud//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!