NovelToon NovelToon
Takdir Cahaya & Kegelapan

Takdir Cahaya & Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: fernan Do

raja kegelapan dan ratu cahaya" 2 entitas yang tidak seharusnya bisa bersatu dan kekuatan yang seharusnya saling tolak menolak namun dikalahkan oleh takdir yang berjalan secara mutlak...menjalin sebuah cinta yang membuat kesucian cahaya menjadi dianggap najis dan kekejaman kegelapan dianggap lemah karena hubungan yang mereka jalanii

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fernan Do, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lahirnya penguasa baru

Hari-hari di Desa Aethelgard berlalu dengan ritme yang aneh bagi Ferdi. Sang mantan Raja Kegelapan itu kini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi seorang pelayan setia bagi istrinya yang sedang hamil tua. Musuh terberat Ferdi saat ini bukanlah pedang suci atau sihir penghancur, melainkan "ngambeknya" Vani yang bisa meledak kapan saja tanpa peringatan.

"Ferdi! Kenapa kau menaruh sendok ini miring?!" teriak Vani dari meja makan suatu pagi.

Ferdi, yang sedang mengasah cangkul di belakang rumah, langsung berlari masuk. "Hanya miring satu senti, Vani. Aku akan memperbaikinya."

"Satu senti itu berharga, Ferdi! Kau tidak tahu betapa sensitifnya perasaanku hari ini?!" Vani mulai terisak, air matanya jatuh seolah-olah sendok miring adalah bencana nasional.

Ferdi hanya bisa berdiri mematung, menatap langit-langit rumah kayunya sambil bergumam sangat pelan, "Demi seluruh kegelapan abadi yang pernah kupimpin... lebih baik aku kembali melawan sepuluh dewa perang sekaligus daripada menghadapi sensitivitas istriku yang sedang mengandung ini. Mereka setidaknya bisa diprediksi, tapi Vani... dia adalah anomali alam yang paling mengerikan."

"Lima Bulan Kemudian"

Waktu bergulir hingga tiba di bulan kesembilan. Malam itu, badai besar tidak terjadi di langit, namun badai itu terjadi di dalam perut Vani.

"FERDIIII! BANGUN, KAU RAJA PEMALAS!" teriak Vani sambil mencengkeram sprei tempat tidur dengan kuku-kukunya yang memutih.

Ferdi yang sedang tertidur di lantai langsung melompat berdiri, insting tempurnya bangkit seketika. "Vani?! Ada apa?! Ada musuh?!"

"Musuhnya ada di dalam perutku, Bodoh! Dia ingin keluar!" Vani mengerang, wajahnya pucat pasi tertutup keringat dingin. "Sakit... Ferdi... ini jauh lebih sakit daripada saat kau menusukku dengan pedang bayanganmu dulu di medan perang!"

Ferdi tidak membuang waktu. Dengan gerakan yang lebih cepat dari kilat, ia menyambar tubuh Vani, menggendongnya dengan posisi bridal style. Ia tidak peduli lagi pada penyamarannya sebagai petani; ia berlari menembus hutan dengan kecepatan supranatural menuju rumah Elina, tabib wanita Elf yang paling ahli dalam persalinan.

"Tahan, Vani! Bernapaslah! Aku di sini!" seru Ferdi, suaranya gemetar karena panik yang luar biasa.

"Berhenti berteriak di telingaku, Ferdi! Lari saja yang cepat! Kalau anak ini lahir di jalan, aku akan memastikan kau tidur di kandang kuda selamanya!" omel Vani di sela-sela rintihan sakitnya.

Sesampainya di rumah Elina, Ferdi meletakkan Vani dengan sangat hati-hati. Elina segera masuk ke mode siaga, namun ia langsung mendorong Ferdi keluar ruangan.

"Tuan Ferdi, silakan tunggu di luar. Aura kegelapanmu terlalu menekan ruangan ini, bisa berbahaya bagi bayi," kata Elina tegas.

"Tapi aku harus menjaganya! Vani bilang ini sakit sekali!" protes Ferdi.

"KELUAR, FERDI! JANGAN BANYAK TANYA!" teriak Vani dari dalam, disusul suara benda pecah yang sepertinya adalah vas bunga milik Elina yang tidak sengaja terhantam sihir cahaya Vani.

Ferdi berdiri di depan pintu yang tertutup rapat. Baginya, waktu seolah berhenti berputar. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding kayu, mendengarkan setiap jeritan Vani yang menyayat hati.

"ARGHHH! FERDIIII! AKU MEMBENCIMU! KENAPA KAU MEMBUATKU MENGALAMI INI!" suara Vani menggema, penuh dengan rasa sakit yang luar biasa.

Ferdi memejamkan mata, tangannya mengepal hingga berdarah. "Maafkan aku, Vani... maafkan aku. Aku bersumpah akan menebus setiap tetes keringatmu malam ini," bisiknya lirih.

Selang beberapa puluh menit, suasana di Desa Aethelgard berubah drastis. Langit yang tadinya gelap mendadak terbelah menjadi dua warna yang kontras. Sisi barat berubah menjadi ungu kehitaman yang pekat, sementara sisi timur memancarkan cahaya emas agung yang menyilaukan.

Dua kekuatan yang selama jutaan tahun seharusnya saling tolak-menolak dan menghancurkan satu sama lain, kini justru terlihat menyatu, menari-nari dalam pusaran spiral yang indah di atas rumah tabib Elina.

OEEK... OEEKKKK!

Suara tangisan bayi yang begitu nyaring memecah keheningan malam. Guncangan hebat melanda alam semesta. Tekanan sihir yang luar biasa murni meledak dari dalam ruangan, membuat seluruh bunga di desa itu mekar seketika meski di tengah malam.

Pintu terbuka. Elina keluar dengan wajah yang masih tampak takjub. "Masuklah, Ferdi. Keajaiban telah lahir."

Ferdi melangkah masuk dengan kaki yang terasa lemas. Ia melihat Vani terbaring lemah, namun matanya memancarkan kebahagiaan yang belum pernah ia lihat selama seratus abad mereka saling mengenal. Di dalam dekapannya, ada seorang bayi kecil yang sangat cantik.

Ferdi terdiam membatu. Ia tiba-tiba membalikkan badan, menatap dinding kayu, dan bahunya mulai berguncang hebat. Sang Raja Kegelapan yang dulu dikenal dingin, kejam, dan tidak mengenal cinta, kini menangis bahagia seperti anak kecil.

"Kenapa kau menangis sambil membelakangiku, Raja Cengeng?" bisik Vani dengan suara serak namun lembut.

Ferdi berbalik, wajahnya basah oleh air mata. "Aku... aku hanya tidak percaya. Seratus abad yang lalu, kita adalah musuh bebuyutan. Aku mencoba menghancurkan duniamu, dan kau mencoba memurnikan jiwaku. Sekarang... kita memiliki anak. Ini adalah takdir yang paling indah sekaligus paling aneh yang pernah kualami."

Tabib Elina tersenyum sambil membersihkan peralatan. "Dia bayi perempuan, Tuan Ferdi. Dan dia luar biasa. Di dalam tubuh kecil ini, Kegelapan Absolut milikmu dan Cahaya Agung milik Nyonya Vani mengalir bersama tanpa saling menyakiti. Ada kekuatan besar yang tersegel di dalam dirinya."

Ferdi mendekat, lalu dengan jemari kasarnya yang gemetar, ia menyentuh pipi bayi itu. "Silvia. Namamu adalah Silvia Stevani Ferdinand. Nama yang menyatukan namaku dan ibumu."

Vani tersenyum, mengelus kepala Silvia. "Dia punya rambut hitammu, Ferdi. Tapi lihat matanya... saat dia membuka mata, itu adalah kilatan emasku. Dia akan menjadi lebih kuat dari kita berdua."

Goncangan di Alam Dewa: Benua-Benua Terbangun

Di saat yang sama, di berbagai benua di seluruh semesta, para Dewa dan Dewi terbangun dengan rasa ngeri yang mendalam.

Di Benua Azure (Pusat Para Dewa):

Dewa Langit, Zephyrus, berdiri dari tahta kristalnya. "Aura ini... tidak mungkin! Kegelapan Absolute dan Cahaya Agung menyatu dalam satu frekuensi?!"

"Apakah itu berarti... Ferdi dan Vani masih hidup, Yang Mulia?" tanya seorang jenderal dewa dengan suara bergetar.

"Sialan! Rumor satu abad lalu bahwa mereka tewas saat melawan sembilan alam itu adalah bohong!"

geram Zephyrus. "Mereka telah menipu kita semua! Dan sekarang, mereka baru saja menciptakan entitas yang melampaui logika dewa. Jika anak itu tumbuh besar, dia akan memegang kunci keseimbangan alam semesta. Ini adalah ancaman bagi kita semua!"

Di Benua Sebelah (Kuil Cahaya Terlarang):

Para High Priest berkumpul, menatap langit yang berwarna ungu-emas. "Dewa Kegelapan dan Dewi Cahaya masih hidup. Mereka telah melahirkan seorang putri. Kita harus menemukan lokasi mereka sebelum anak itu bisa mengendalikan kekuatannya, atau sejarah akan terulang kembali!"

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Beberapa hari kemudian, Ferdi membawa Vani dan Silvia pulang. Sepanjang perjalanan, Ferdi tidak sedetik pun melepaskan pandangannya dari Silvia.

"Vani, lihat! Dia memegang jariku! Dia sangat kuat!" seru Ferdi dengan wajah berseri-seri.

Vani tertawa kecil sambil bersandar di bahu Ferdi.

"Tentu saja dia kuat, dia anak dari dua monster terkuat di sejarah. Tapi Ferdi, kau tahu kan? Para dewa tidak akan tinggal diam setelah merasakan aura ini."

Ferdi berhenti melangkah, menatap Silvia yang kini tertidur pulas sambil tersenyum. Matanya berubah menjadi dingin dan tajam, memancarkan aura Raja Kegelapan yang telah lama tertidur.

"Biarkan mereka datang, Vani. Dulu aku menghancurkan sembilan alam hanya untuk menyelamatkanmu dari Luxeria. Sekarang, jika ada satu dewa saja yang berani menyentuh sehelai rambut Silvia, aku akan memastikan seluruh alam semesta tenggelam dalam kegelapan abadi tanpa sisa."

Vani mencubit pinggang Ferdi dengan keras. "Sudah kubilang! Jangan bicara soal menghancurkan dunia di depan anakku! Cepat jalan, aku ingin makan sup buatanmu!"

Ferdi meringis kesakitan, namun ia tersenyum lebar. "Siap, Istriku. Apapun untukmu dan putri kecil kita."

Di dalam gendongan Ferdi, Silvia kecil sama sekali tidak menangis. Sepanjang perjalanan, ia terus tersenyum, seolah ia tahu bahwa ia adalah pusat dari seluruh cinta dan perlindungan di alam semesta ini. Namun, setiap kali Vani menjauh hanya satu langkah untuk mengambil sesuatu, Silvia akan mulai merengek, menuntut kehadiran ibunya.

"Lihat itu," gumam Ferdi cemburu. "Dia benar-benar anakmu, Vani. Bahkan dia sudah mulai mengaturnya sejak hari pertama."

1
Anonymous
jadi kerajaan luxeria itu penuh dengan sejarah yaa
fernan Do: yup saya memang sengaja membuat bab 1 agar langsung berkonflik nah nanti di bab bab special bakal terungkap mengapa mereka berperang dan konflik konflik terdahulu
total 1 replies
Anonymous
ceritanya penuh plot wist yaa ternyata
fernan Do: hehe iyaa agar tidak terlalu sejalan harus ada kejutan juga kak
total 1 replies
Anonymous
lanjut besok yaaaa🙏😍
fernan Do: oke kak terimakasih sudah mau baca yaa saya akan upload setiap hari cerita saya hehe🙏🙏🙏😍
total 1 replies
Anonymous
semangat autor
Ahmad Muhajir
semangat thor wkwkwk
fernan Do: yoii bang semangat juga bang 🙏🙏🙏💪
total 1 replies
Anonymous
wahh aku tau niat Ferdi baik namun dia malah buat Vani khawatir
Anonymous
disini Ferdi seperti ingin sekali membuat Vani bahagia namun dia malah membuat Vani ngomel ngomel🤣
fernan Do: hahaha betul sekali Ferdi terlihat konyol padahal dia adalah raja kuat dahulu
total 1 replies
Anonymous
bagus ceritanya sedikit nyambung cuman aku harap bisa diperbaiki yaa semangat
fernan Do: makasih saya akan memperbaiki kesalahan saya dan membuatnya lebih baik lagi terima kasih yaa 🙏😍😍
total 1 replies
fernan Do
semangat
fernan Do
semangat meskipun gada yang liat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!