NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hadiah ultah mbak Sekar

Gubrak!

Kedua penjambret itu jatuh di aspal yang panas dan keras sampai beberapa meter.

Sugeng melebarkan matanya melihat ponsel Isna pecah berkeping keping.

Ia yang emosi langsung turun dari sepeda motornya dan langsung memukuli salah satu jambret dengan brutal.

Anak STM yang tak lain adalah Fatur pun ikut turun, dan langsung berteriak, "salam olahraga!"

Fatur dan Sugeng memukuli kedua jambret tersebut. Mereka berdua sama sekali tak bisa melawan, karena mereka sebelum ini terjatuh dari sepeda motor badan mereka terasa sangat sakit sekedar hanya untuk berdiri.

Para warga yang melihat itu langsung berusaha melerai.

"Udah bang! Udah bang!"

"Ngga bisa! dia udah rusak hape adik saya!" Teriak Sugeng yang memang ia menganggap Isna sebagai adiknya sendiri.

Warga semakin banyak yang berdatangan. Untuk menghindari aksi hakim sendiri akhirnya para warga memutuskan untuk membawa kedua penjambret itu ke kantor polisi terdekat.

Sugeng mengambil ponsel Isna yang tergelatak di aspal dengan ekspresi sedih.

"Kamu ngga papa geng?" Tanya Fatur.

"Nggak papa tur, aku duluan ya.. aku harus kembaliin hape Isna dulu, keburu dia pulang." Jawab Sugeng.

"Aku ikut geng."

Sugeng dan Fatur pun kembali menuju ke depan sekolah SMEA. di pinggir jalan tampak Isna menangis di kerumuni siswa lain dan dua satpam.

"Isna..." ucap Sugeng seraya turun dari motor dan langsung menghampiri Isna, semua orang langsung menyingkir memberikan jalan.

"Maafin mas ya, na. Hape kamu pecah, jambretnya tadi jatoh dari motor... mereka sekarang sudah di bawa ke kantor polisi.." ucap Sugeng.

Isna tampak begitu sedih, itu adalah barang berharga satu satunya miliknya.

"Ayo pulang, nanti ibu kamu khawatir jam segini belum pulang." Ujar Sugeng.

Isna manut saja, akhirnya Sugeng, Isna dan Fatur pulang menuju desa bojongbata.

"Aku duluan ya geng." Ucap Fatur ketika sudah dekat dengan rumahnya.

"Iya, sekali lagi makasih ya tur.."

"Iya. Santai aja."

Sugeng pulang kerumahnya dengan Isna yang hanya menangis diam.

Sesampainya di rumah Isna langsung masuk dan menangis di kamar.

Tampak Sekar keluar dari warung dan sangat khawatir.

"Ada apa sama Isna geng? Kamu apain dia?!" Tanya Sekar dengan mata melotot.

"Eh?? Nggak, aku ngga apa apain dia mbak. Tadi di depan sekolah hapenya di jambret orang, aku udah kejar jambretnya eh jambretnya jaroh hape isna hancur... nangis karena hapenya hancur mungkin dia." Jawab Sugeng.

Sekar langsung lemas, "ya Allah, cobaan apalagi ini? Aku belum mendapatkan pekerjaan baru... spp anakku udah nunggak 6 bulan dan sekarang hape anakku rusak. Apa karena aku Janda aku ngga berhak bahagia?" Batin Sekar dengan mata berkaca kaca.

Ia langsung masuk ke dalam rumah dan berusaha menenangkan Isna.

Sugeng turun dari motornya dan langsung memberikan makan kambing dan sapi miliknya. Setelah itu ia merenung di dalam warung seraya merokok.

Sugeng menatap jalanan depan yang biasanya terdapat tukang cilok, namun kini sudah tak ada. Mungkin mereka sudah tak curiga lagi dengan Sugeng.

"Kasihan hidup mbakku, kenapa bisa jadi rumit begini ya masalah mbakku." Batin Sugeng, "tapi ngga papa, malam ini pasti dia bakalan bahagia karena aku udah siapin semuanya.. emm aku juga harus coba akrab sama Isna biar bisa di ajak kerja sama buat nutupin bahwa aku yang bayar uang sppnya." Imbuhnya.

Fikiran Sugeng tiba tiba tertuju kepada kedua begal tersebut, "begal keparat! Kalau saja saat itu sepi tidak ada orang satupun sudah aku bunuh mereka berdua!" Batin Sugeng.

***

Malam hari telah tiba...

Di sebuah ruangan unit gawat darurat. Terbaring dua pria yang tidak lain tidak bukan adalah kedua penjambret tadi siang.

Karena terluka mereka tidak langsung di penjara, melainkan di rawat inap terlebih dahulu.

Borgol tampak terpaut di tangan dan sisi ranjang mereka berdua.

Kelopak mata mereka yang awalnya terpejam secara perlahan bergerak gerak seolah ada sesuatu yang mengganggu tidur mereka.

Akhirnya kedua pria itu membuka matanya. Mereka tak bisa bergerak sama sekali karena tubuh mereka terasa sangat sakit.

Salah satu penjambret menoleh ke rekannya. Ia ingin mengatakan sesuatu namun tiba tiba listrik padam. Ruangan itu menjadi gelap gulita.

Entah mengapa jantung mereka berdetak lebih kencang dari yang seharusnya. Aroma campuran dari kapur barus dan pandan menguar di ruangan. Aroma yang mirip seperti orang mati yang sedang di mandikan kental terasa.

Fuuuuhhhh!!!

Mata mereka terbelalak... di langit langit ruangan, seorang wanita cantik dengan tubuh di kelilingi api berwarna jingga melayang dengan selendangnya.

Wanita itu menyeringai mengerikan, matanya yang putih polos menambah kesan menakutkan. Kedua tangan wanita itu yang sangat panjang terulur dan mencekik kedua penjabret itu yang tak berdaya.

Kedua penjambret itu kejang kejang sebelum akhirnya meregang nyawa.

***

Di sisi lain.. di sebuah kamar sederhana yang hanya memiliki satu jendela kecil, meja belajar di pojokan dan dua lemari besar itulah gambaran kamar yang di tempati Sekar dan Isna.

Sugeng tampak mentoel toel pundak Kakaknya yang tidur berusaha membangunkannya.

Tak lama kemudian kakaknya bangun, ia melongo menatap Sugeng masih belum paham dengan apa yang terjadi.

"Sstt! Ayo ikut aku bentar mbak." Bisik Sugeng lirih agar Isna tak mendengar.

"Kemana?" Tanya Sekar sambil mengucek ucek matanya.

"Adalah... ayo mbak, plis. Kali ini aja.." jawab Sugeng.

Melihat Sugeng yang memohon membuat Sekar menjadi tidak tega, ia bangkit kemudian berjalan dengan langkah gontai.

"Kemana?" Tanya Sekar.

"Emm... tutup mata dulu dong, mbak.. ini kan kejutan!" Jawab Sugeng cengengesan.

"Ehhh... owwwhhh.." Sekar kini tahu Sugeng sedang ingin merayakan ulang tahunnya, Sekar tersenyum kemudian menutup matanya, ia sendiri percaya kepada Sugeng.

Sekar menutup matanya secara perlahan dan Sugeng segera menuntun Sekar menuju keluar.

Isna membuka matanya... ia memcingkan matanya melihat punggung Sugeng dan ibunya yang pergi.

"Apa Mas Sugeng juga sama?" Tanyanya dalam hati, "laki laki emang semuanya sama aja." Isna kemudian mengambil sapu yang tersender di tembok kayu kamarnya.

"Aku ngga boleh biarin itu terjadi..." sayang sekali Isna salah paham dengan apa yang hendak Sugeng lakukan.

Ia bergegas bangkit dan mengendap endap mengikuti ibu dan pamannya.

"Kok dingin geng?" Tanya kakaknya.

"Ya dingin lah mbak, orang ini di luar.."

"Ngapain bawa mbak keluar? Mau di kunciin mbak di luar ya kamu?"

"Haha... nggak lah mbak..."

Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya mereka berdua berhenti di depan warung yang sudah sugeng hias, dengan balon huruf yang di susun di atas bertuliskan selamat ulang tahun yang ke 36, dan kue ulang tahun dengan lilin kecil terlihat di meja depan warung serta beberapa hiasan hiasan cantik.

Sugeng berdiri di samping kakaknya menggenggam kertas warna warni yang bersiap untuk ia tebar.

1
Tini Nurhenti
lanjut lagi thor,seruuuuu misteriiiii 💪💪💪
Tini Nurhenti
ea tamat thor 🙏 ttp 💪💪💪
Tini Nurhenti
seteressssss 😄😄😄😄
Tini Nurhenti
god job sugeng,dg ini mga hubungnmu dg isna mmbaik.💪💪💪👍
Tini Nurhenti
gk kasian apa thor sma isna, kasi lwt sugeng napa thor ?? biat kek film india gtu ?? ada yg nolongin.🤭💪💪
KeiKha
baguuuuuuusss /Good//Good//Good//Good/
kalo bisa up nya jgn lama2 ya min
KeiKha
up nya jgn lama2 dong min
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!