NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terjebak Dalam Jerat

Cinta Yang Terjebak Dalam Jerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:371
Nilai: 5
Nama Author: Gitagracia Gea

Genre: Romance Drama


"Cinta seharusnya membuatmu merasa bahagia dan dihargai... bukan merasa terkurung dan tak berdaya."

Nara, gadis berusia 19 tahun yang penuh semangat dalam mengejar impian jadi desainer, merasa telah menemukan cinta sejatinya saat bertemu Reza – pria tampan dan cerdas yang selalu bisa membuatnya merasa spesial. Awalnya, hubungan mereka seperti dongeng yang indah: pelukan hangat, ucapan manis, dan janji-janji tentang masa depan yang indah.

Namun perlahan-lahan, warna indah itu mulai memudar. Reza mulai menunjukkan sisi lain yang tak pernah dilihat Nara: dia melarangnya bertemu teman-teman lama, mengontrol setiap langkah yang dia lakukan, bahkan menyalahkan Nara setiap kali ada hal yang tidak berjalan sesuai keinginannya. Setiap kali Nara merasa ingin menyerah, Reza akan datang dengan wajah menyesal dan meminta maaf, membuatnya berpikir bahwa semuanya akan baik2 saja.

Hingga saatnya Dito – teman masa kecil yang baru kembali setelah lama pergi – muncul dal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gitagracia Gea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tantangan Di Kancah Internasional

Udara dingin Swiss menyapa wajah mereka saat keluar dari bandara. Nara menyilangkan tangan di dada, mencoba tetap tenang meskipun hati nya terus berdebar kencang setelah melihat wajah orang yang dia kenal dari Jakarta.

"Kakak Nara, kamu baik-baik saja kan?" tanya Zaki dengan tatapan khawatir, menulis pesan di buku catatannya yang selalu dia bawa.

"Aku baik saja, sayang," jawab Nara dengan senyum yang dibuat kuat. "Cuma sedikit kedinginan aja."

Sarah Muller, koordinator konferensi, membawa mereka ke sebuah hotel yang terletak di pinggir danau Zurich. Tempat itu sangat indah dengan pemandangan yang menakjubkan, tapi Nara tidak bisa menikmatinya karena pikirannya terus terganggu oleh orang misterius yang dia lihat tadi.

"Sekarang kalian bisa beristirahat dulu," ucap Sarah dengan senyum ramah. "Besok pagi kita akan mulai dengan kunjungan ke pusat pendidikan kreatif lokal dan sore harinya ada acara pembukaan konferensi."

Setelah mendapatkan kunci kamar, Nara mengantar anak-anak ke masing-masing kamarnya. Dani sedang melihat-lihat dekorasi kamar dengan penuh kagum, sementara Rara sudah berlari ke jendela untuk melihat pemandangan danau yang indah.

"Siang ini kita akan beristirahat ya," ucap Nara kepada mereka. "Kita butuh energi yang banyak untuk hari esok."

Setelah anak-anak beristirahat, Nara keluar ke taman belakang hotel untuk menghirup udara segar dan mencoba merapikan pikirannya. Dia mengambil telepon dan menghubungi Rendra di Indonesia.

"Aku melihat seseorang yang tidak saya duga di bandara," ucapnya dengan suara yang rendah agar tidak terdengar orang lain. "Dia adalah mantan rekan kerja yang dulu mencoba menggagalkan proyek kita di Jakarta."

"Siapa dia?" tanya Rendra dengan suara yang serius dari ujung telepon.

"Rio – dia dulu bekerja di departemen keuangan perusahaan kita sebelum dia menghilang setelah kasus kecurangan yang hampir terjadi," jawab Nara dengan cemas. "Aku tidak tahu apa yang dia lakukan di sini."

"Jaga dirimu dan anak-anak dengan baik ya," ucap Rendra dengan penuh perhatian. "Aku akan segera mencari tahu apakah dia ada hubungan dengan organisasi tertentu atau datang sendirian."

Setelah memutuskan panggilan, Nara berjalan-jalan menyusuri tepian danau. Udara segar dan pemandangan yang tenang sedikit membantu dia merasa lebih tenang. Namun saat dia hendak kembali ke hotel, seseorang menghampirinya dari belakang.

"Nara Safitri, bukan?" suara wanita yang lembut membuatnya berbalik.

Di depannya berdiri seorang wanita cantik dengan rambut pirang keperakan dan wajah yang memang sangat mirip dengan Pak Bambang. Dia mengenakan jas putih yang elegan dan memiliki tatapan yang mendalam.

"Siapa kamu?" tanya Nara dengan waspada.

"Saya adalah Clara Bambang – anak perempuan Pak Bambang," jawabnya dengan senyum lembut. "Saya sudah mendengar banyak tentangmu dari ayah saya sebelum dia wafat."

Nara merasa sedikit terkejut. "Mengapa kamu tidak pernah menghubungi saya sebelumnya?"

"Karena ayah saya ingin kamu mengembangkan proyek itu dengan caramu sendiri," jawab Clara. "Dia selalu bilang bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menjalankan visi nya tentang pendidikan kreatif inklusif. Saya datang ke konferensi ini untuk melihat apakah apa yang dia katakan benar."

Mereka duduk di bangku taman yang menghadap danau. Clara mulai bercerita tentang hubungan ayahnya dengan Nara dan keluarga nya.

"Ayah saya selalu merasa bersalah karena tidak bisa membantu keluarga kamu lebih banyak saat ayahmu sakit," ucapnya. "Jadi dia memutuskan untuk membantu kamu secara diam-diam saat kamu bekerja di perusahaan nya. Dia melihat potensi besar dalam dirimu dan yakin bahwa kamu bisa melakukan hal-hal luar biasa."

Dia mengambil sebuah amplop dari tasnya dan menyerahkannya kepada Nara. "Ini adalah surat yang dia tulis untukmu sebelum dia wafat. Dia ingin aku memberikannya padamu saat kamu sudah siap untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar."

Nara membuka surat dengan hati-hati. Tulisan tangan Pak Bambang yang khas terlihat jelas di atas kertas:

"Untuk Nara yang terkasih,

Jika kamu membaca surat ini, berarti kamu telah mencapai titik di mana impian kita bersama mulai berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Jangan pernah ragu tentang kemampuanmu – kamu memiliki hati yang benar dan tekad yang kuat untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Saya telah menyisakan sesuatu untukmu di yayasan – sebuah program besar yang akan menghubungkan pendidikan kreatif di seluruh Asia Tenggara. Saya tahu kamu adalah orang yang tepat untuk menjalankannya.

Dengan cinta dan harapan terbaik,

Bambang Santoso"

Air mata menetes dari mata Nara saat membaca surat itu. Semua kerja keras dan perjuangan yang dia lewati ternyata selalu mendapatkan dukungan dari orang yang dia tidak pernah duga.

"Saya ingin bekerja sama denganmu untuk menjalankan program tersebut," ucap Clara dengan tatapan yang tulus. "Jika kamu mau menerimaku sebagai mitra."

Sebelum Nara bisa menjawab, mereka melihat Rio – pria misterius dari Jakarta – sedang berdiri di kejauhan dengan membawa sebuah tas hitam. Dia melihat mereka dengan tatapan yang sinis lalu segera pergi.

Keesokan harinya, konferensi resmi dimulai di sebuah pusat konferensi yang megah di pusat kota Zurich. Ratusan peserta dari lebih dari 50 negara berkumpul dengan membawa karya terbaik dari anak-anak mereka. Pameran karya seni yang luar biasa dari berbagai belahan dunia membuat anak-anak Indonesia merasa kagum dan sedikit tertekan.

"Saya merasa karya kita tidak sebaik mereka," bisik Siti kepada Nara saat melihat karya seni dari Jepang yang sangat rinci dan canggih.

"Tidak begitu, sayang," jawab Nara dengan lembut. "Setiap karya memiliki keunikan dan makna sendiri. Karya kamu dari anyaman bambu sangat istimewa karena menggunakan bahan lokal dan memiliki nilai budaya yang dalam."

Saat acara presentasi dimulai, setiap negara diberikan waktu untuk menunjukkan karya mereka dan menjelaskan program pendidikan yang mereka jalankan. Negara-negara seperti Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang menunjukkan program yang sangat maju dengan teknologi terkini.

Ketika giliran Indonesia tiba, Nara naik ke atas panggung bersama Dani, Rara, dan Zaki. Mereka mulai menunjukkan karya mereka dan menjelaskan bagaimana program mereka bekerja di daerah terpencil dengan sumber daya yang terbatas namun hasil yang luar biasa.

"Kita tidak memiliki banyak uang atau teknologi canggih," ucap Nara dengan suara yang jelas dan penuh semangat. "Tetapi kita memiliki hati yang tulus dan komitmen yang kuat untuk memberikan kesempatan kepada setiap anak, tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka."

Dani kemudian menunjukkan patung tanah liat yang dia buat – sebuah patung yang menggambarkan persahabatan antara anak-anak dari berbagai latar belakang. Rara menunjukkan lukisannya yang menggambarkan kehidupan di desa terpencil dengan warna-warna yang ceria. Zaki menunjukkan buku cerita bergambar yang dia buat dengan bahasa isyarat yang juga bisa dimengerti oleh semua orang.

Suasana di ruangan menjadi sangat hangat. Banyak peserta yang terharu dengan cerita dan karya anak-anak Indonesia. Mereka memberikan tepuk tangan yang meriah dan penuh rasa hormat.

Namun saat presentasi mereka hampir selesai, sebuah suara keras mengganggu suasana damai tersebut.

"Tidak ada yang benar dari apa yang dia katakan!" teriak Rio yang tiba-tiba muncul dari belakang ruangan. "Semua itu adalah tipuan! Mereka menggunakan dana yang tidak sah untuk menjalankan program tersebut!"

 

[CLIFFHANGER]

Rio mulai melemparkan berkas kertas ke udara – dokumen yang dia klaim sebagai bukti bahwa program Nara menggunakan dana yang tidak legal dan menyalahgunakan hak anak-anak. Beberapa wartawan yang ada di sana mulai mengambil foto dan mengajukan pertanyaan yang membuat anak-anak Indonesia merasa takut dan bingung.

Clara segera naik ke atas panggung untuk membela Nara. "Semua ini adalah kebohongan! Saya adalah ahli waris yayasan Bakti Anak Indonesia dan bisa membuktikan bahwa semua keuangan program benar-benar transparan dan legal!"

Namun Rio membawa bukti lain – sebuah surat yang dia klaim ditandatangani oleh seseorang dari yayasan yang menyatakan bahwa mereka menerima uang dari sumber yang tidak jelas. Nara melihat surat itu dengan hati yang penuh ketakutan – tanda tangan di sana memang mirip dengan tanda tangan salah satu anggota tim yayasan.

Apakah ada orang dalam tim kita yang bekerja sama dengan Rio? Atau apakah dia memalsukan bukti tersebut?

Di tengah kekacauan itu, Nara melihat wajah anak-anak yang sedang melihatnya dengan mata yang penuh harapan dan sedikit ketakutan. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk membuktikan kebenaran dan melindungi mereka dari kebohongan yang menyakitkan ini.

Namun bagaimana caranya jika bukti yang dia miliki ada di Indonesia dan dia tidak bisa mengaksesnya saat ini?

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!