NovelToon NovelToon
Residu Kulit Kacang

Residu Kulit Kacang

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Seorang gadis kecil yang dipaksa menjadi 'ibu' bagi kakaknya di tengah reruntuhan rumah tangga orang tuanya, harus berjuang melawan kemiskinan dan rahasia kelam pelecehan demi menemukan arti kesucian yang sesungguhnya."

Maya tidak pernah memilih untuk dewasa lebih cepat. Namun, aroma toge di dapur ibunya dan tamparan keras ayahnya adalah guru pertama yang mengajarinya tentang pahitnya dunia. Ditelantarkan di rumah nenek yang dingin dan paman yang ringan tangan, Maya bertahan hidup dengan memungut besi tua dan menjual biji jambu monyet. Di balik ketangguhannya, ia menyimpan rahasia keji yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun: sebuah pengkhianatan dari tetangga yang menghancurkan persepsinya tentang harga diri.

Tahun-tahun berlalu, Maya tumbuh menjadi wanita sukses yang mandiri secara finansial. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia harus menjawab pertanyaan paling menyakitkan dalam hidupnya: Setelah semua yang terjadi, apakah aku masih suci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Tanpa Jendela Masa Lalu

Dinding rumah baru kami masih tercium bau cat segar. Bagi orang lain, ini mungkin hanya bangunan sederhana dari batako dan semen. Namun bagiku dan Bayu, setiap sudut rumah ini adalah monumen dari ribuan jam lembur, jutaan butir bawang yang terkupas, dan penghematan makan yang luar biasa. Kami berhasil. Kami tidak lagi menumpang, tidak lagi bisa diusir oleh paman, dan tidak lagi harus mendengar caci maki tentang hak tanah.

Ayah sudah pulang dari rumah sakit. Meskipun tubuhnya tak lagi segagah dulu akibat operasi tumor, ia tampak jauh lebih tenang. Ia kini banyak menghabiskan waktu di teras rumah, menatap halaman kecil yang kami miliki. Seringkali aku melihatnya termenung, menatapku dan Bayu yang sibuk bersiap berangkat kerja setiap pagi. Ada rasa bersalah yang terpancar dari matanya, namun juga ada rasa syukur yang besar karena di sisa hidupnya, ia dirawat oleh anak-anak yang pernah ia lukai.

 Pagi-pagi sekali, aku sudah berada di dapur. Meski sekarang gajiku sudah naik, kebiasaan berhemat tidak pernah benar-benar hilang dari jiwaku. Aku memasak nasi dan lauk

Sederhana. Kami berbagi beban dengan adil. Gaji kami dipotong cicilan bank yang jumlahnya tidak sedikit, lalu sisanya kami sisihkan untuk makan dan tabungan darurat.

"May, ini uang dari pensiunan atau simpanan sedikit... pakai saja untuk tambahan makan kita," ujar Ayah suatu kali, mencoba memberikan sedikit uang lusuh yang ia miliki.

Aku menatap tangan Ayah yang gemetar. "Simpan saja, Yah. Buat Ayah jajan atau beli keperluan Ayah. Urusan rumah dan makan, biarlah Maya dan Bayu yang urus.,Ayah sudah tahu kan, kami sanggup bayar utang di bank?"

Ayah mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca. Dia tahu betul bahwa aku dan Bayu tidak hanya membayar utang kepada bank, tapi kami seolah sedang membayar "utang kebahagiaan" keluarga yang sempat hilang. Ayah kini benar-benar menyayangi kami. Ia menuruti semua saranku, terutama untuk tetap menjauh dari anak-anak selingkuhannya yang sesekali masih mencoba menelepon.

Di kantor, karierku semakin stabil. Aku dikenal sebagai pekerja yang tekun, efisien, dan tidak banyak mengeluh. Rekan-rekan kerjaku melihatku sebagai wanita karier yang mandiri dan kuat. Namun, setiap kali jam pulang kantor tiba dan aku harus kembali ke kamarku sendiri, topeng ketangguhan itu perlahan retak.

Aku sering berdiri di depan cermin kamar baruku. Aku melihat bayangan seorang wanita dewasa yang sukses membangun rumah dan menjaga ayahnya. Namun, di balik kemeja kerja yang rapi itu, aku masih melihat "Maya kecil" yang ketakutan di rumah panggung Nenek.

Setiap kali ada pria yang mencoba mendekat di kantor, atau saat teman-temanku membicarakan tentang kencan dan pernikahan, jantungku berdegup kencang karena rasa panik. Aku merasa ada sebuah rahasia besar yang tertulis di dahiku. Aku merasa jika mereka tahu bahwa aku pernah "dirusak" oleh tetanggaku saat SD, mereka akan berbalik dan meninggalkanku.

"Apakah aku masih suci?"

Pertanyaan itu seperti gema di ruangan kosong. Aku merasa sukses secara materi, tapi secara batin, aku merasa seperti barang yang sudah tidak utuh lagi. Di dunia yang masih sangat memuja kesucian fisik, aku merasa tidak pantas mendapatkan cinta yang tulus. Aku takut jika suatu hari aku menikah, suamiku akan merasa tertipu. Aku takut duniaku yang baru kubangun dengan susah payah ini akan hancur lagi karena masa lalu yang bukan salahku.

Ketegasan kami terhadap anak-anak selingkuhan Ayah akhirnya membuahkan hasil. Mereka mulai jarang datang karena tahu tidak akan mendapatkan apa-apa selain tatapan dingin dariku. Ayah pun sudah mulai bisa berkata "tidak" pada mereka. Ia akhirnya menyadari bahwa anak-anak yang sesungguhnya adalah mereka yang bersedia berkorban, bukan mereka yang hanya datang saat butuh.

Namun, suatu hari, aku berpapasan dengan tetangga pria yang melecehkanku dulu saat aku sedang mengunjungi pasar dekat rumah Nenek untuk membeli bibit tanaman. Dia sudah tua, tampak seperti kakek-kakek yang ramah. Dia menyapaku seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

"Eh, Maya... sudah sukses ya sekarang? Sudah bangun rumah?" tanyanya dengan senyum tanpa dosa.

Darahku mendidih. Aku merasa mual yang luar biasa. Di depan semua orang di pasar, dia tampak seperti warga teladan. Ingin rasanya aku berteriak dan membongkar semua busuknya di depan orang-orang. Tapi lagi-lagi, sisi "pengertian" dan "takut konflik"ku menahan lidahku. Aku hanya menatapnya dengan pandangan paling tajam yang pernah kupunya, lalu berjalan pergi tanpa sepatah kata pun.

Malam itu, aku menangis di bawah pancuran air kamar mandi rumah baruku. Aku mengguyur tubuhku, mencoba mencuci memori yang kembali bangkit itu. Aku menyadari bahwa rumah seindah apa pun tidak akan pernah bisa melindungiku jika aku tidak mulai menyembuhkan diriku sendiri.

Aku keluar dari kamar mandi, melihat Ayah sedang menonton TV di ruang tengah dengan tenang. Aku tersenyum tipis. Setidaknya, satu bagian dari hidupku sudah sembuh. Ayah sudah kembali ke pelukan keluarganya. Kami punya atap milik sendiri. Sekarang, tinggallah aku, dengan luka rahasiaku, belajar untuk menerima bahwa kesucian seseorang tidak ditentukan oleh apa yang dilakukan orang jahat kepadanya, melainkan dari kemurnian hatinya dalam berjuang.

Aku adalah Maya. Aku bukan hanya seorang penyintas. Aku adalah pembangun. Dan meski cicilan bank masih panjang, dan luka batin ini masi terasa perih, aku tahu bahwa aku tidak akan pernah membiarkan diriku hancur lagi.

1
orang cobacoba
😭😭😭😭😭😭😭
orang cobacoba
akhirnyaa may😭😭😭
orang cobacoba
may.. pliss sekali aj lho ikutin egois sndiri kek... 😓 🫂
orang cobacoba
when cicilan lunas bisa foya foya untuk diri sndiri😀 tnpa trpikir beban lain bisa g si
orang cobacoba
maya in tipe gen sandwich bgt 🫂🫂 niat mncrii kedamaian jiwa dn ketentraman lainny mlh ada lagi hal yg hrus dikorbanin (tmbh beban😓)
orang cobacoba
🫂🫂 🫂
orang cobacoba
😓😞😞
orang cobacoba
keluarga ada karena liat uang😀
mirisss tpi in sring terjadi... bhkn kita yang membantu tak ditengok sma skli..
orang cobacoba
Ceritaa nya mendalam banget... Kuharap bisa dijadikan film
Emily
beli rumah neneknya yg ada mengingatkan kenangan pahit masa kecil
Esti 523
ya alloh ceritanya super duper bagus bgt thor,tdk ada typonya reel bgt di kehidupan nyata
Sri Jumiati
maya wanita yg kuat
Esti 523
nyesek bgt dari bab kebab nya,bawangnya bertsburan
Ummu Shafira
/Cry//Cry//Cry/
Sri Jumiati
bagus may .enyahkan parasit
Ummu Shafira
recommended 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ummu Shafira
kasihan Maya🥺🥺dan hal seperti ini mirisnya banyak terjadi didunia nyata🥺🥺
Sri Jumiati
wanita tangguh maya
Sri Jumiati
semangat thor .suka
Emily
kisah Maya merasa melihat diri sendiri ketika kita tidak punya apa apa kerabat memandang remeh diri kita beda saat kita punya finansial yg kuat kerabat merasa segan ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!