NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 (Fitnah Kejam)

Zelina berhasil menarik hijab yang dikenakan oleh Fania. Dia tertawa keras sambil memegang hijab tersebut. "Tidak usah sok suci. Pelakor sepertimu pantas mendapatkannya."

Fania langsung merunduk menutupi wajahnya. Sementara itu, rambut panjangnya tergerai dan menjadi tontonan para pengunjung yang lewat. Untung saja ada Devan yang datang, dia segera menutupi kepala Fania dengan jas yang dilepasnya. "Mbak Fania, Astagfirullah."

Devan segera mengambil hijab yang ada di tangan Zelina dan memberikannya pada Fania. "Apa yang Anda lakukan itu sangat keterlaluan!" seru Devan emosi, dia sangat marah melihat Fania yang dipermalukan.

Zelina menantang dengan sangat sombong. "Kamu siapa menjadi pahlawan kesiangan? Ohh, jadi kalian saling mengenal?"

Fania masih belum bisa mengenakan lagi hijabnya, dia masih menunduk di bawah jas milik Devan. Hal itu membuat Zelina semakin murka. Wanita itu memfitnah Fania ada hubungan sesuatu pada pria yang menolongnya. "Melihat cara orang ini yang sangat emosi, seprtinya kalian memang ada hubungan spesial."

"Anda jangan berbicara sembarangan! Di sini Anda sangat bersalah karena sudah menyerang orang di tempat umum. Cara Anda bisa dipidanakan!" seru Devan masih membela Fania.

Zelina semakin terpojok, kali ini dia sudah menarik perhatian semua orang. "Pidana? Memangnya kamu siapa? Beraninya berbicara tentang hukum!"

Devan memperlihatkan kartu namanya dan membuat Zelina terkejut. "Saya seorang pengacara, tentu saja saya bisa membawa kasus ini ke ranah hukum."

Zelina langsung terdiam, dia tidak bisa melawan lagi. Hingga akhirnya wanita itu pergi dengan penuh kekesalan. "Awas kamu, aku tidak akan tinggal diam dan akan membalas yang terjadi hari ini."

Devan segera menolong Fania untuk mencari toilet. "Mbak, ayo saya antar ke toilet. Anda bisa memegang kemeja belakang saya, jadi tidak perlu bersentuhan."

Fania mengangguk, dia berdiri di belakang Devan yang berdiri di depannya. Tangannya mulai terulur dan memegang kemeja belakang Devan. Keduanya berjalan menuju mencari toilet. Sesampainya di sana, Fania segera masuk ke dalam untuk memasang lagi hijabnya. Sementara Devan menunggunya di pinggir pintu.

Devan berdiri dengan resah, pasalnya dia sudah melihat wajah Fania saat menutupinya dengan jas tadi. Jantungnya berdegup dengan kencang dan sangat sulit diinetralkan. "Devan, sadar! Dia sudah bersuami, jangan sampai kamu terpikat denggan milik orang lain."

Beberapa menit berlalu. Fania sudah selesai menata hijabnya.Dia keluar dari toile dan berdiri csnggung di sisi Devan. "Maaf, sudah merepotkan Anda! Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya tadi," ucap Fania dengan pandangan menunduk ke arah lantai.

Devan mengembuskan napas lega, dia membalas perkataan itu dengan bijak. "Tidak perlu berterima kasih, saya senang membantu. Oh, ya, apa perasaan Anda sudah baik? Mau saya antarkan pulang?"

Fania menggeleng, dia menolak bantuan itu secara halus. "Tidak perlu, sekali lagi terima kasih. Sebaiknya Anda jangan terlalu akrab sama saya. Karena saya sudah bersuami, jadi jaga jarak lebih oenting untuk menghindari fitnah.Sekali lagi saya ucapan terima kasih, ini saya kembalukan jas Anda. Permisi."

Hati Devan terasa ngilu saat Fania berkata demikian. Dia berusaha untuk menarik perhatiannya lagi. "Sepertinya ada sesuatu terjadi dalam pernikahan Anda. Apa Tante Rima tau tentang hal ini?"

Langkah Fania terhenti saat ada yang menyinggung tentang hubungannya. Dia berbalik dengan sorot mata penuh luka. "Itu bukan urusan Anda, jadi saya mohon jangan ikut campur. Tindaakan Anda sangat tidak sopan."

Selesai berkata, Fania segera pergi dari sana. Sementara ittu, Devan seemakin penasaran dan tidak bisa tenang."Sorot mata itu sudah menunjukkan semuanya. Fania tugasku adalah ikut campur dengan masalah orang lain. Aku akan mencari tahu semuanya."

Devan ikut pergi dari sana, dia mengejar Fania untuk memastikannya benar-benar pulang. Dia melihat dari kejauhan jika Fania sudah masuk ke dalam salah satu taksi yang berjajar. Embusan napas Devan terdengar berat. Dia tidak pernh sebegitu penasaran dengan kisah rumah tangga orang lain.

Di dalam taksi, air mata Fania tumpah seluruhnya. Dia menangisi kejadian tadi, seumur hidupnya tidak pernah diperlakukan secara hina seperti itu. Hatinya sakit saat hijabnya dipaksa hingga terlepas dan memperlihatkan rambut serta wajahnya. Rasa sesak dalam hati belum bisa hilang. Fania sangat kecdewa dengan dirinya sendiri.

Beberapa menit berlalu, Fania sampai juga di rumah. Dia turun dari taksi dan disambut dengan barang-barangnya yang ada di depan gerbang. Saat mengangkat belanjaan, datanglah mobil Raditya yang menekan klakson dengan sangat keras. Fania segera menyingkir dengan tangan penuh dengan kantong plastik.

Fania masuk ke dalam setelah membuka pintu gerbang. Dia berjalan menuju ke teras, tetapi saat melangkah suara Raditya menghentikannya. "Berhenti."

"Iya Mas!"

Plaakk!

Tamparan keras mendarat di pipi Fania. Raditya menampar dengan penuh emosi. "Apa yang sudah kamu lakukan di luar? Kamu ingin berselingkuh dan menjadi wanita murahan?"

Fania diam dengan air mata bercucuran, hatinya sakit dan sama sakitnya dengan tamparan itu. Emosi Raditya semakin memuncak, dia mencengkeram kasar pipi istrinya. "Jawab, mau jadi apa kamu? Apa kamu ingin mempermalukanku, ha? Jawab!"

Raditya meleepas cengkeramannya hingga meembuat Fania terhuyung ke belakang. Dia memegangi pipinya yang sakit dan mencoba menjelaskan. "Mas, demi Allah. Demi Rasulullah, aku tidak melakukan hal semacam itu. Aku hanya belanja barang-barang ini, lalu bertemu dengan Mbak Zelin. Dia marah-marah sama aku dan menghinaku di depan .... "

"Diam, jangan bawa-bawa Zelina dalam masalah ini. Dia hanya menegurmu, justru kamulah yang berulah. Jadi benar, kamu sudah berani tebar pesona demi bisa mendapatkan pria lain," hardik Raditya terus meenyalahkan istrinya.

Fania menggeleng, dia terus menolak tuduhan itu. "Itu tidak benar, Mas. Aku tidak pernah mempunyai ... Ahhh, ampun, Mas. Jangan pukul aku lagi."

Raditya menarik tangan paksa tangan istrinya. Dia membawanya ke belakang rumah. Fania terus memohon agar suaminya bisaa memaafkannya."Mas, maafin aku. Aku benar-benar tidak melakukannya. Semua itu fitnah, itu fitnah."

"Diam kamu!" bentak Raditya menghantamkan tubuh lemah istrinya ke tembok.

Fania terhempas dan jatuh ke lantai, tubuhnya sakit dan hampir kehilangan tenaga. Raditya masih mengumpat istrinya dengan kalimat kasar. "Berdir, jangan membuatku semakin emosi. Kamu harus diberi hukuman agar tahu diri. Berdiri sekarang!"

Raditya kehilangan kesabarannya, dia menyeret istrinya yang sudah lemas. "Ini kan yang kamu inginkan! Tidak seharusnya kamu mencari masalah dengan wanita yang kucintai. Terimalah konsekuensinya."

Fania merintih kesakitan saat diseret oleh suaminya. Hingga mereka sampai di gudang belakang. Raditya membuka pintu dan mendorong istrinya untuk masuk ke dalam. "Diam di sini sampai kamu mengakui kesalahanmu."

"Mas, aku tidak salah. Mas, jangan tinggalkan aku di sini. Aku takut gelap, Mas. Aku minta maaf, aku akan lakukan apapun asal jangan kurung aku di sini. Mas Radit, jangan tinggalkan aku di sini. Mas, buka pintunya! Mas, buka pintunya ... Massss!"

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!