" Aku telah kehilangkan kedua orang tuaku dari karna ulah keluargamu, maka bersiap lah menerima akibat dari perbuatanmu itu!" Ucap seorang pria dengan mata penuh dendam.
” Aku menerima semua kemarahan mu tuan, atas apa yang telah di perbuat oleh orang tuaku untuk menebus semua kesalahan itu. Tapi jika aku lelah aku pamit pergi tuan." Balas seorang wanita dengan wajah sendiri penuh kepasrahan apa yang akan ia terima dengan ikhlas untuk menebus semua kesalahannya pada pria yang membenci dirinya itu.
Bagaimana kelanjutannya ikuti terus cerita ini sampai selesai ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesembilan
Suasana di dapur itu terasa sangat tegang ketika bu ijah dan juga sari tidak berani untuk jujur kalo naura tidak ada rumah pagi itu.
"Kenapa kalian pada diam. kemana gadis itu kenapa gak ada di sini?" Tanya shaka sekali lagi dengan nada yang mulai meninggi.
Ada ketakutan serta kemarahan yang terlihat dari mata shaka tampa ia sadari.
Bu ijah pun tersentak kaget lalu mengangkat wajahnya untuk melihat kearah shaka yang tengah menahan amarah.
" Tolong jangan marah den sama mbak naura. sebenarnya mbak naura tidak ada di kamarnya."
Terlihat shaka mengepalkan kedua tangannya, rahang yang mengetat menahan amarah ketika apa yang ia takutkan dari dari tadi ternyata terjadi.
”Kalian cari dia sampai ketemu untuk menghadap saya, kalo sampai dia beneran pergi dari rumah aku ini saya tidak akan memberi ampun pada dia!" Tekan shaka dengan tegas pada kedua asisten rumah tangganya tersebut yang ketakutan akan kemarahan pemuda itu.
Lantas setelah mengatakan hal tersebut shaka langsung pergi dari sana dengan perasaan yang marah karna berani beraninya gadis itu pergi darinya.
" Ya allah bu bagaimana ini, dimana kita mencari mbak naura." Ucap sari dengan bingung dan juga kasihan pada naura yang pasti bakal kena marah yang lebih besar terhadap pria itu karna pergi dari rumah.
" Ibu juga bingung sari kemana kita harus mencari mbak naura, ibu takut kalo den shaka melakukan hal gak baik sama mbak naura kalo sudah ketemu nanti. kamu kan liat sari kalo den shaka tadi sangat marah ketika tau kalo mbak naura gak ada di rumah." wajah bu ijah kelihatan tidak tenang akan kondisi gadis itu kalo sampai terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
*
*
*
Di lantai atas tepatnya di dalam kamar terlihat shaka membanting semua barang barang miliknya hingga berhamburan ke lantai untuk meluapkan amarahnya.
Pranggg...
pranggg...
Brakkk...
”Jangan harap kamu bisa kabur dariku gadis sialan. Hidup dan kematian mu ada di tanganku...!" Senyum smirk terlihat di bibir shaka dengan pandangan lurus kedepan tajam seperti elang yang akan memangsa buruannya.
Kini terlihat shaka tengah menelpon seseorang dan berbicara serius dengan intonasi suara terdengar sangat dingin.
Sampai tidak lama kemudian shaka selesai menelpon dan langsung memasukan ponselnya kedalaman saku celananya lalu dengan cepat menyambar jaket hitam miliknya keluar dari dalam kamar meninggalkan kamarnya yanh berantakan akibat ulahnya sendiri.
Sampai di bawah Shaka pun langsung menaiki mobil mewah miliknya dan langsung pergi dari rumah tersebut melewati jalanan yang sangat ramai pada pagi itu.
Mata tajamnya tak lepas dari sisi jalan yang ia lewati sampai akhirnya mobil tersebut berhenti di sebuah sekolah yang terlihat masih sepi.
Dengan gagahnya shaka turun dari dalam mobil berjalan masuk kedalam sekolah tersebut tampak menoleh ke kanan dan kiri tampak beberapa siswa wanita ternyata sudah ada di dalam sekolah melihat kedatangan seorang pria tampan di sekolah itu dengan wajah terbengong melihat ketampanan dari Shaka yang masuk kedalam kelas yang ternyata di jaga oleh seorang laki laki berbadan kekar di luar kelas.
" Pagi tuan." Sapa pria berbadan kekar itu saat kedatangan shaka yang berwajah datar.
" Di mana gadis itu?" Tampa menjawab pertanyaan dari pria itu shaka langsung bertanya hal lain dengan cepat.
" Dia ada di dalam tuan." Ucap pria tersebut dengan menunduk hormatan.
Tanpa menjawab apapun lagi Saka pun masuk ke dalam ruangan kelas yang masih tampak kosong oleh siswa namun di pojok paling belakang terlihat seorang gadis dengan duduk sambil melipat kedua tangannya di atas meja menutupi wajahnya.
Tampa basa-basi Saka pun langsung gendong tubuh mungil gadis tersebut yang tidak lain adalah Naura yang begitu terkejut saat tubuhnya diangkat oleh seseorang saat dirinya tengah tertidur.
" Siapa kamu lepaskan saya, tolong... Tolong!" Teriak naura dengan keras saat pria tidak di kenal itu mengendong dirinya keluar dari ruang kelasnya.
Naura tidak tahu kalau yang saat ini tengah menggendong dirinya adalah Shaka menuju luar sekolah dan tanpa memperdulikan teriakan dari gadis tersebut. Apalagi teriakan naura tersebut menarik perhatian orang-orang di sekolah itu yang baru saja berdatangan.
Sedangkan Naura sendiri terlihat ketakutan sampai setetes air mengalir dari kedua matanya.
Sampai di luar gerbang sekolah Shaka langsung buka pintu mobilnya dan melempar tubuh Naura ke dalam mobil dengan keras sampai kepalanya terbentur oleh kabin mobil.
"Aww..." Rintih naura saat kepalanya terasa sangat sakit saat terkena kabin mobil.
Sampai mata naura melebar seketika melihat orang yang baru saja masuk kedalam mobil yang baru saja di tutup dengan kencang.
Seketika tubuh Naura bergetar hebat menahan rasa takut bahkan rasa sakit yang tadi ia rasakan di kepalanya tidak sebanding dengan rasa takut yang saat ini tengah menghantui dirinya apalagi saat tatapan tajam itu tertuju pada dirinya yang membuat Naura menahan rasa tangis.
Tidak ada rasa bersalah sama sekali yang diperlihatkan oleh Shaka ketika tadi ia melempar tubuh gadis tersebut dengan keras hingga kepala terbentur keras.
Malahan kini Naura mendekap tubuhnya sendiri di pojok dekat pintu mobil dengan menundukkan kepalanya saat mobil yang dikendarai oleh Saka melaju dengan kencang di jalanan pagi itu yang masih sangat ramai.
Naura tidak tahu Apa kesalahannya padahal semalam pria itu sudah marah, namun pagi ini Kenapa pria itu tiba-tiba saja datang ke sekolahnya dan menjemputnya.
Ada kilatan kemarahan yang terlihat dari kedua mata Shaka saat menatap Gadis itu dari kaca spion serta kedua tangannya yang mencengkram kuat setir hingga kukunya memutih. Sedangkan kecepatan mobil tersebut makin bertambah kencang tidak tahu mau dibawa ke mana kah Naura saat ini oleh shaka.
" Hiks... hiks... hiks tolong berhenti kan mobilnya saya takut." Lirik naura dengan tangisan yang terdengar ketakutan dengan air mata yang terus mengalir di wajah cantiknya.
" Diam!" Bentak shaka yang makin membuat naura menangis kencang, namun ia tutup mulutnya agar tidak terdengar suara isakannya.
Walau Naura sudah sering mendengar teriakan serta bentakan dari pria tersebut, Namun Naura tetap saja takut apalagi saat ini pria itu membawa mobilnya secara ugal-ugalan yang dapat membuat mereka kecelakaan.
Sampai akhirnya mobil yang dikendarai oleh Shaka pun berhenti di pinggir jalan yang sangat sepertinya jarang dilewati oleh pengendara.
Lalu setelah itu Saka pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu belakang Lalu membuka dan menarik tangan Naura dengan kuat sampai gadis tersebut meringis kesakitan.
"Aww sakit." Ucap naura dengan suara parau menahan tangis dan takut saat dirinya di tarik kuat oleh pria itu.
....