Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.32
Paman Han langsung memberitahukan kepada sang jendral. Kebetulan sekali, jendral Wiliam saat ini sedang membaca sebuah kitab di tangan nya.
"Tuan maaf menganggu tuan jendral." ucap paman Han dengan menundukkan kepalanya.
Entah seperti apa reaksi sang jendral, dia merasa tak yakin, pria itu akan cemas, melihat kepergian sang lady.
"Ada apa Han, mengapa kau terdiam. Dimana gadis itu, dan kenapa wajah mu terlihat cemas?" tanya jendral Wiliam yang langsung bertanya kepada tangan kanan nya itu.
"Tuan, lady Elly kabur dari kediaman ini!" ucap Han dengan menarik nafas pelan nya, berharap jendral besar tak akan mengamuk dan marah.
"Apa!" ucap nya dengan sedikit berteriak kaget mendengar ucapan dari sang pelayan setia nya
"Kau bilang dia kabur?" ucap nya yang memastikan bahwa pendengaran nya tak salah.
"Benar tuan, lady Elly kabur dari kediaman nya."
"Gadis itu, benar benar tak tau diri. mengapa harus kabur segala. apakah dia bisa bertahan di tempat yang baru. Dia sangat bodoh!" gumam nya dengan nada sinis tak habis pikir dengan keputusan anak kembar nya itu.
"kerahkan seluruh penjaga, untuk mencari keberadaan nya!"
"Baik tuan."
"Tuan, aku ingin memberikan sesuatu, yang para pelayan temui di kamar sang lady!"
"Apa itu?" tanya jendral Wiliam merasa bingung.
"Ini surat yang ditemui tuan. Seperti nya, lady Elly benar benar mempersiapkan dirinya untuk pergi dari kediaman nya."
"Berikan padaku!"
Paman Han langsung bergegas menuju ke arah sang jendral. Dan memberikan nya kepada sang jendral yang tampak kebingungan.
"Ini tuan, surat yang para pelayan temui tadi."
"Han, tolong kerahkan seluruh penjaga untuk mencari keberadaan nya. Dan laporkan apapun yang mereka temui!"
"Baik tuan."
Setelah kepergian paman Han, jendral Wiliam langsung terdiam. Dia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Di saat itu, putri nya Elly masih terlalu kecil dan tatapan nya penuh harapan. Mata yang selalu berkaca kaca, dan selalu menjadi bodoh dibandingkan dengan kembaran nya sendiri. Mengingat hal itu, jendral Wiliam langsung terdiam sendu.
Di kediaman lady Ella saat ini, para pelayan langsung heboh, dan tak sabar memberitahukan kepada majikan nya itu. tentang kepergian lady Elly yang mendadak.
"Tok....tok...tok... dengan berhati hati, pelayan setia nya itu mengetuk pintu kamar lady Ella.
"Cklek... mengapa kau mengganggu ku!" bentak nya dengan keras, seolah tak menganggu aktifitas nya saat ini.
"Maafkan hamba lady, hamba datang hanya memberikan informasi tentang lady Elly." ucap pelayan itu dengan raut wajah ketakutan. Apalagi saat sedang marah atau emosi, lady nya itu akan melampiaskan kan kepada seluruh pelayan atupun penjaga di kediaman nya itu.
mendengar ucapan pelayan setia nya itu, lady Ella langsung merubah wajah nya menjadi lebih lembut. dan menyuruh pelayan setia nya itu, masuk ke dalam. Dia tak ingin, di dengar oleh para penjaga ayah nya itu.
"Ada apa! apa yang gadis bodoh itu perbuat?" tanya nya dengan wajah datar.
"Saat tak sengaja lewat di kediaman sang jendral, hamba mendengar sesuatu dari para pelayan jendral Wiliam, lady. mereka mengatakan bahwa saat ini, lady Elly hilang dan melarikan diri bersama dengan pelayan setia nya itu!" ucap gadis pelayan itu dengan menyampaikan informasi mengenai kembaran majikan nya itu.
Mendengar ucapan pelayan rendahan itu, wajah Ella langsung tersenyum lebarnya. ini adalah berita yang benar benar membuat nya senang. akhirnya gadis bodoh itu pergi sebelum dia menyingkirkan nya.
"Hahahahah, ini berita yang bagus. Bukan kah, kita perlu merayakan nya?" ucap nya dengan tertawa jahat seolah merayakan kepergian dari kembaran nya sendiri.