Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasi Goreng
"Aiko mandi, begitu juga kamu Celine. Anak perempuan jam segini masa baru pulang dari sawah. Udah jam 6 lebih lho," suruh Emma pada anak dan sahabatnya sambil berkacak pinggang.
"Terus ini belutnya mau diapain? Mana banyak banget pula," tanya Celine sambil menunjuk ember yang ada di sampingnya.
"Bawa itu ke belakang. Besok pagi kalian ke pasar, jual itu belut-belutnya." suruh Emma sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Celine dan Aiko menuruti perintah Emma untuk mandi. Pasalnya muka Emma sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Wajahnya terlihat lelah. Jika sampai mereka membuat ulah, tak yakin jika keduanya bisa keluar dengan selamat.
Ini semua gala-gala Tante Celine. Besok Tante sendili pagi-pagi ke pasal. Aiko ndak mau,
Kok jadi Tante sih? Seharusnya kamu yang jualan belut besok di pasar. Jual aja itu satunya lima ratus ribu. Untung banyak kamu,
Ya telus salah siapa? Salahna Aiko? Yang ajak cali belut siapa?
Tante nih, padahal makanan tinggal beli saja pakai sok-sokan cali sendili di sawah.
Namanya juga mau yang gra...
Aiko, Celine... Jangan ngobrol terus. Mandi,
Siap, Bos.
Bugh...
Tante injak kaki imutna Aiko,
Habisnya mirip kaki semut sih, nggak kelihatan.
***
"Pak, nasi gorengnya 3 ya. Yang satu, tidak pedas. Yang dua, cabenya satu aja." ucap Emma yang memilih pergi untuk membeli makanan setelah memastikan Celine dan Aiko mandi.
Emma sudah tidak mempunyai tenaga untuk memasak makan malam. Ia memilih membeli makanan di pinggir jalan dekat komplek tempat tinggalnya. Bahkan ia belum berganti baju karena khawatir jika nanti Aiko dan Celine sudah kelaparan.
Tin... Tin...
"Pacarnya tuh, Mbak." Ucap penjual nasi goreng tiba-tiba saat melihat ada mobil berhenti tepat berada di depannya sambil membunyikan klakson berulangkali.
"Bukan, Pak. Mau beli nasi goreng juga kali, tapi malas turun." ucap Emma acuh karena dia pikir bahwa mobil itu berisi pembeli nasi goreng juga.
Tin... Tin...
Tin... Tin... Tin...
Brakk...
"Berisik banget sih. Kalau mau beli nasi goreng itu, mobilnya parkirkan di tanah lapang sana dan antri. Bukan mainkan klakson begitu. Apa mau pamer mobil mewah doang di sini?" Seru Emma yang langsung menggebrak mobil mewah itu karena kesal.
Emma sama sekali tak mengenal mobil mewah itu. Apalagi kaca hitam yang membuat pengemudi di dalamnya tidak kelihatan. Kaca mobil juga tidak dibuka sama sekali. Walaupun nanti harus berhadapan dengan pengemudinya karena bersikap bar-bar, dia tidak peduli.
"Udah Mbak, biarkan saja." Seru penjual nasi goreng itu yang tak ingin Emma mendapatkan masalah ketika berurusan dengan orang kaya.
"Biarkan saja, Pak. Orang kaya bela..."
"Bela apa? Bela negara atau belaian kasih sayang," sela seorang laki-laki yang kini sudah menunjukkan wajahnya ketika kaca mobil dibuka.
"Pak Lu Luis..." Emma sampai menganga tak percaya melihat atasannya yang berada di dalam mobil.
"Iya, kenapa? Mau ngomong apa tadi?" Tanya Luis dengan tatapan menyelidik.
"Belang kaya permen, Pak. Iya, mau ngomong belang." Ucap Emma sambil terkekeh canggung.
"Bapak ngapain di sini?" Tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Suka-suka saya dong. Lagian ini jalanan umum, bebas siapa saja yang mau lewat." Ucap Luis dengan ketus.
Emma mendengus sebal saat mendengar jawaban dari Luis. Pasalnya jika hanya lewat saja, mungkin dia tidak papa. Namun ini sangat mengganggu dia yang sedang menunggu pesanannya. Walaupun Luis tak mengganggu lalu lintas sekitar, namun suara klaksonnya itu sangat berisik.
"Ya udah, pergi sana. Ngapain masih di sini? Mau pamer mobil? Katanya tadi mau lewat doang," ucap Emma dengan sinisnya.
"Yang mau pamer juga siapa? Orang aku mau beli nasi goreng kok," ucap Luis dengan santainya.
"Pak, nasi goreng 20 bungkus ya." serunya meminta pada pedagang nasi goreng.
"20, Mas? Yakin?" tanya pedagang nasi goreng itu dengan ragu-ragu.
"Iya, Pak. Saya tunggu. Tapi buatkan pesanan saya dulu. Punya dia, nanti aja." ucap Luis membuat Emma langsung memelototkan matanya.
"Enak aja, saya datang duluan kok." ucap Emma tak terima.
Penjual nasi goreng itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia langsung berpikiran bahwa dua orang ini adalah pasangan yang sedang bertengkar. Luis segera memarkirkan mobilnya dan duduk di sebelah Emma tanpa permisi terlebih dahulu.
"Pak, pokoknya tempat saya duluan lho ya. Keburu anak saya ngamuk nanti kalau dia kelaparan," ucap Emma memberikan pesan pada penjual nasi gorengnya.
"Saya dul..."
"Cowok ngalah dong sama cewek," sela Emma dengan mata memelotot.
"Nggak bi..."
"Mas, lebih baik mengalah sama pacarnya. Daripada nanti ribut dan putus, malah jadi galau merana." sela penjual nasi goreng itu membuat Luis dan Emma memelototkan matanya.
"Kami nggak pacaran, Pak." seru Emma dan Luis secara bersamaan.
"Tuh kan... Barengan. Emang serasi kalian berdua ini. Bapak do'akan jodoh dunia dan akhirat," ucap penjual nasi goreng itu.
Emma hanya bisa menepuk dahinya pelan saat mendengar ucapan penjual nasi goreng itu. Sedangkan Luis langsung memalingkan wajahnya sambil mengaminkan ucapan penjual nasi goreng itu. Namun saat tersadar, Luis langsung merutuki bibirnya yang hanya asal bicara.
"Udah ini nasi gorengnya 3 bungkus saja. Nanti kalian berdua bisa makan satu bungkus berdua," ucap penjual nasi goreng itu yang memilih untuk tidak membuatkan pesanan Luis.
"Dibayar dia, Pak. Itung-itung dia bayar buat uang parkir mobil mewahnya itu," seru Emma yang langsung menunjuk ke arah Luis agar membayar pesanannya.
"Enak saja. Gajimu aku potong ya, Emma." seru Luis yang kesal karena disuruh membayar makanan yang dipesan oleh bawahannya.
"Potong saja. Biar dikatakan kejam karena memotong gaji seorang janda," ucap Emma dengan santainya kemudian memilih pergi.
Luis tampak bingung dengan dirinya hari ini. Mulai dia tadi mau mengajak Emma pulang tapi gengsi, akhirnya tidak jadi. Setelahnya melihat Emma duduk di pinggir jalan dan memesan nasi goreng 20 bungkus. Untuk apa makanan sebanyak itu? Lagi pula ia tak terbiasa makan makanan pinggir jalan seperti ini. Sepertinya ucapan Kakek Regan tentang ada sesuatu pada diri Emma yang menarik itu membuatnya penasaran.
"Ini untuk bayar nasi goreng sekretaris saya tadi. Ingat ya, Pak. Saya ini bosnya dan dia hanya sekretaris. Kita tidak pacaran," ucap Luis memberikan penekanan pada penjual nasi goreng itu.
"Sebentar lagi paling juga pacaran terus menikah," ceplos penjual nasi goreng itu membuat Luis segera pergi.
Gengsi yang cowok sangat tinggi, sedangkan ceweknya tidak peka.
Padahal tadi bilangnya yang perempuan janda. Mungkin yang perempuan jadi cuek karena habis tersakiti oleh pernikahan sebelumnya,
Mungkin,
Eh... Kok kita jadi gosip,
Hahaha...
Ternyata gosipin orang itu enak. Pantas saja emak-emak kalau pada lagi gosip nggak bisa diganggu,
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭