NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Deon

Mbul

Sore itu Elyra pulang, merapikan buku tulis dan tasnya. Dia juga membeli baju putih satu set dengan rok abu-abunya. Karena baju yang dulu sudah jadi abu di kosannya.

“Tinggal beli baju batik, olahraga, dan Pramuka saja.” Elyra meregangkan tubuhnya. Semua benda itu belum dibeli karena harus dibeli di sekolah, tidak dijual bebas di pasaran.

“5 hari sekolah 5 baju, gimana mau ngirit sabun kalau gitu.” gerutu lagi Elyra, dia melangkah keluar dari kamarnya dan keluar rumah untuk mengambil ponsel yang tertinggal di rumah Leon.

“Assalamu'alaikum!” Seperti sudah pada rumah sendiri, mengucap salam sambil membuka pintu. Tidak mengetuk pintu ataupun permisi lagi.

“Wa’alaikumussalam, udah belanjanya?” tanya Leon, Elyra melihat makanan hangat tersaji di atas meja.

“Faham banget, kebetulan lapar.” cengir Elyra, Leon terkekeh dan memberi isyarat lewat matanya agar Elyra duduk.

“Katanya ada turnamen ya?” tanya Leon, Elyra mengangkat kepalanya yang saat itu sedang fokus mengambil makanan.

“Hmm? Gak tau, katanya sih kemarin ada. Cuma aku gak yakin mau ikut atau enggak, lihatlah!” Elyra memperlihatkan tangannya yang semula melepuh.

“Jangan dekat-dekat dengan guru olahraga.” sinis Leon, Elyra menatap HP-nya. Wah, kini Elyra sudah menebak apa yang sudah dilakukan pria itu.

“Hei, kamu membugili HP-ku ya? Gak sopan.” ucap Elyra dengan nada bercanda, Leon mengangguk dan tak membantah sedikit pun.

“Banyak penggemarnya ya?” sindir lagi Leon, Elyra menepuk keningnya sendiri.

“Apa? Cemburu?” tanya Elyra, Leon menghela napas kasar.

“Sudah jelas bukan, untuk apa ditanya lagi?” Elyra tertawa, padahal dia tidak begitu dekat dengan siapa pun di sekolahnya.

“Gak tanya lagi, aku tadi pinjam uang 800 ribu, HP-nya ketinggalan.” Leon kembali menatap tajam.

“Aku berikan itu untuk dipakai bukan?” Elyra menggaruk tengkuknya dan kembali menikmati makanannya.

“Hem, aku ikut kalau tim Folly-nya terpuruk di permainan, cuma satu pertandingan awal aja. Aku gak minta izin, aku cuma ngasih tau.” tambah Elyra, Leon menghela napas kasar.

“Pergi bersama ya?” pinta Leon, Elyra mengangguk.

Mereka berlanjut makan dan saling bercerita apa saja yang sudah mereka lalui hari itu, mereka bahkan menceritakan detail kecil satu sama lain hingga tertawa dan mengeluh bersama.

Keesokan harinya Elyra mulai kembali sekolah, dia kini sudah bisa membawa sepeda motornya sendiri meski harus dibalut perban karena takut ada goresan lagi.

Di sekolah Elyra dipanggil guru olahraga. Dan tim Folly-nya sudah berkumpul, Elyra duduk dengan patuh setelah menyapa mereka. Hanya basa-basi saja, untuk sejenis formalitas.

“Acara Folly ini akan diadakan satu bulan lagi, karena pemain inti kita tidak bisa bermain full. Sebabnya kalian sekarang harus berlatih lebih keras lagi.” ucap Deon, Elyra mendengarkan.

“Pak, apa Elyra akan diturunkan?” tanya seorang pemain yang merasa tersaingi oleh Elyra.

Entahlah, dunia ini memang aneh. Saat kamu memiliki prestasi pasti ada yang iri dan ingin duduk sejajar atau lebih. Dan orang yang kini dimaksud sedang berusaha tampil dan berada di atas angin.

“Aku ikut, tapi tidak ikut latihan. Aku sibuk harus ikut olimpiade juga.” tukas Elyra, Deon tersenyum mendengar ucapan Elyra.

“Sebaiknya datang sesekali untuk melihat strategi.” tambah Deon berharap.

“Baik Pak, sesekali saya datang.” jawab Elyra, dia kembali duduk mendengarkan pelatihan apa saja yang akan mereka terima selama satu bulan.

“Psst psst, tanganmu oke kah?” tanya seorang teman Elyra, Elyra mengangkat jempolnya.

“Bisa lah kalau cuma buat pukul bola, tapi belum bisa kalau harus gebukin maling.” canda Elyra, teman Elyra terkekeh dan mengangkat jempolnya.

“Hari ini sampai di sini dulu, kembali ke kelas masing-masing. Elyra tolong tinggal dulu sebentar ya.” Deon meminta, Elyra menghela napas kasar.

“Baik Pak.” Semua orang bubar, kecuali Deon dan Elyra. Deon menatap tangan Elyra lekat-lekat.

“Besok ikut latihan untuk membicarakan kode lapangan.” pinta Deon, Elyra tersenyum.

“Baik Pak, ada lagi?” tanya Elyra, Deon menarik tangan Elyra dan melihatnya lebih dekat.

“Apa tanganmu baik-baik saja, apa sakit?” Elyra menarik tangannya tidak nyaman.

“Saya baik-baik saja, saya membalut tangan saya dengan perban karena takut tergores karena sedang dalam proses pembuatan kulit luar yang baru.” Elyra tersenyum, Deon mengulurkan tangannya lagi hendak menyentuh pipi Elyra. Namun Elyra langsung mundur dua langkah, menghindari tangan Deon.

“Bila sudah selesai saya akan kembali ke kelas Pak.” Elyra menunduk dan keluar dari ruangan itu, Deon terkekeh dan merasakan kedua pipinya memanas, barusan tubuhnya bahkan sulit dikendalikan oleh akal sehatnya sendiri.

Deon memang menyukai Elyra, baik kepribadian maupun sikap serta penampilan. Dan kini dia tumbuh jauh lebih mempesona, saat ada informasi mengenai kebakaran itu Deon sudah mencari informasi tentang keberadaan Elyra.

Tidak ada dalam daftar korban, hanya data kerugian materi saja. Dan akhirnya Deon tahu bila saat itu Elyra sudah berada di bawah pengawasan Tamam.

Deon sungguh ingin bertemu Elyra, tapi dia tahu seperti apa pengawasan Tamam itu. Meski dari kejauhan Tamam orangnya tenang, namun sekalinya bertindak maka hancur segalanya.

Dan kini, akal sehatnya justru sudah dirasuki dengan keinginannya sendiri. Elyra tumbuh dengan sempurna, dia gadis yang mungkin bukan hanya Deon yang berpikiran hal yang sama.

“Ly, gak ke kantin? Gue traktir.” tawar seorang siswa dari kelas IPS.

“Sorry deh, aku masih mampu menafkahi diri sendiri.” jawab Elyra sambil berlalu, sikap dingin dan tegasnya itulah yang justru sering membuat siswa di sana sangat menyukai Elyra.

Elyra sering mendapat cokelat, bunga, atau surat di atas mejanya. Tapi dia hanya menggunakan yang bermanfaat saja, bila ada yang memberi cokelat maka itu akan diberikan Elyra pada teman sekelasnya, bila bunga maka akan jadi hiasan di meja guru dan bila surat itu hanya akan jadi makanan tong sampah.

Elyra sendiri risih, namun dia tetap saja diperlakukan istimewa meski banyak siswi yang tidak menyukainya karena mulut Elyra tajam itu.

Elyra kembali ke kelasnya, wali kelas baru nampak sudah ada di sana. Elyra menunduk memberi hormat.

“Maaf Pak saya terlambat, saya baru saja melakukan evaluasi tentang kegiatan turnamen Folly beberapa waktu mendatang.” sopan Elyra, wali kelasnya nampak seorang guru muda, dan tampaknya dia guru baru.

“Baik, silakan duduk di tempatnya.” Elyra kembali tertegun saat melihat mejanya dipenuhi barang lagi.

“Hmm,” Elyra menghela napas kasar, dia menempatkan cokelat di bagian belakang meja yang kosong. Menempatkan bunga di tepi jendela dan surat dia masukkan semua ke dalam tong sampah.

“Maaf Pak atas ketidaknyamanannya.” Elyra kembali duduk dengan nyaman, guru itu mengangguk dan menatap lekat Elyra. Wajah cantik dengan kulit putih, rambut cokelat, dan tindakan yang spontan menimbulkan kekaguman di hati guru itu.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!