NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memadamkan api

Nella bisa tenang setelah Javier berusaha menerima tangisannya dan rasa takut yang tidak bisa terkontrol sampai jadi serangan panik yang membuat Nella tak bisa tenang dan memaksa dengan extra malah ia bisa menyakiti dirinya makannya Javier menepikan mobil dan berinisiatif memeluknya.

Nella diam memikirkan kejadian ia yang tidak terkendali dan membuat Javier benar-benar , memperlihatkan rasa sabarnya yang begitu gak masuk akal buat Nella.

Banyak teman kerjanya dan kenalannya yang punya pasangan, dan semua teman perempuannya selalu mengeluhkan kalo laki-laki nya tidak sabaran dan tidak pengertian. Nella malah merasa Javier tidak normal dengan sikap pengertian lalu sabar lalu penuh kasih sayang dan banyak lagi.

Mobil berjalan terus dalam kesunyian.

"Terimakasih." Suara Nella baru terdengar setelah lama diam.

Javier mengangguk.

"Bukan hal merepotkan itu bisa aku tangani." Wajahnya sambil tersenyum manis.

Semakin tidak enak hatinya karena Javier terlihat sangat baik.

"Kau marah tadi di pesta?" Nella bertanya pelan.

"Hem."

"Kenapa kamu ngelakuin semuanya?" Pertanyaan Nella lagi masih penasaran.

"Urusanku." Jawabannya terlalu singkat, ekspresi Javier juga marah.

Nella mengangguk.

"Aku sengaja bilang gitu." Nella jujur sekarang rasanya ia salah menyembunyikan rencananya dari Javier.

"Hem." Tanggapan Javier yang terdengar masa bodo.

"Kamu sakit hati atau kecewa?"

Mobil masuk ke parkiran hotel. Nella tidak mau bertanya banyak cukup yang barusan ia ucapkan.

"Aku kesal sekali kamu bilang seperti itu, aku mau marah tapi, kamu terus menahan ku, aku harus apa untuk bisa memperlihatkan siapa kamu, kamu milikku istriku, kamu tidak perlu takut dan minder... Aku ada di pihak kamu, aku ada di deket kamu, aku bantu kamu, Nella heii lihat aku?"

Nella mengangkat wajahnya. Javier mengatakan semua kalimatnya saat mobil sudah terparkir di parkiran bawah tanah bersama mobil mewah lainnya.

"Iyaa aku harus bagaimana, aku tahu aku bisa kasih tau ke mereka semua tapi, aku gak mau menyulitkan, merepotkan Javier, ini memalukan buat kamu, kamu gak papa tapi, aku gak bisa liat kamu di permalukan kamu di tatap menjijikan oleh mereka semua yang belum tentu bersih."

Javier menghela nafasnya kasar keluar dari mobil.

Nella ikut keluar dan memegang tangan Javier.

"Maaf.. Aku beneran salah kali ini maafin aku." Kedua tangannya memegang tangan Javier yang diam bahkan tidak balik memegang tangannya.

"Sudah malam sekali, sebaiknya kita tidur."

Nella tidak mau seperti ini, Sialannya hatinya tidak tenang ini benar-benar terasa sangat bersalah. Javier masuk kedalam lift terbuka.

"Aku maaf kan sekarang ayo kita istirahat." Jawabnya saat pintu lift tertutup dan lift bergerak naik.

Nella tetap memegang satu tangan Javier dengan dua tangannya, sikapnya membuat Javier tidak tahan ini sangat lucu dan gemas sekali.

Sampai lift di lantai atas ruangannya sendiri.

Javier menekan beberapa angka didepan pintu masuk dan pintu terbuka mata Nella langsung melihat isi dalamnya.

Nella tetap memegang tangan Javier.

"Tidak kau bohong!" Suara pintu tertutup dan Nella yang protes.

"Keluargamu sangat baik dalam hal materi bahkan pendidikan tapi, tidak dengan menghargai orang asing yang menurut mereka tidak pantas di hormati."

"Aku sama sekali tidak bicara perkenalan dengan ibu angkatmu tapi, ia malah mau mengamcamku, aku bukan mau mengadu tapi, aku mau kamu memilih hal yang baik."

Javier merasa ucapan Nella berputar dan inti dari maksud ucapannya adalah pisah saja biar tidak merepotkan siapapun dan sama-sama aman.

Javier menarik dua tangan Nella, mendorong Nella ke dinding.

"Dengarkan aku yaa... Aku bahkan tidak meminta bantuanmu membantuku, jadi jangan membuat rencana bodoh yang akan membuatmu dalam masalah lebih besar." Javier diam memperhatikan bibir yang ingin sekali ia kecup.

Nella tetap tegang dengan posisi ini ia menahan Javier untuk tidak lebih dekat dan sedikit terus menahannya sebisanya.

"Apa lagi mengaku sebagai sekertaris pribadi asisten atau apapun itu, karena percuma... Kau harus tahu ini, Seluruh orang di pesta itu sudah tahu siapa kau dan mereka bertanya hanyalah basa basi belaka, Kayla mengancam mu karena menjadi istriku itu karena dia tidak mau di pandang rendah atau di pandang biasa saja... Ia mau kau menjauh dan pergi dariku itu karena kau juga mirip dengan ibuku, dari segi apapun aku hanya tau kau dan ibuku berbeda kau istriku dan ibu sudah tiada... Ibuku akan tetap diam tenang bahkan tidak membuat situasinya dalam bahaya hanya mereka membuatnya dalam bahaya terus menerus."

"Aku merasakan kau kerepotan." Jawab Nella.

"Tidak! Astaga Nella kau istriku dan kau sama sekali tidak membuatku terbebani." Marah Javier sudah sangat marah.

Terpejam matanya mendengar bentakan Javier didepan wajahnya.

"Kenapa... Kenapa kau selalu menguji kesabaran ku, aku tetap akan bersamamu apapun yang terjadi kau adalah prioritas ku... Paham sayang, maaf membentakmu." Matanya memperhatikan wajah Nella yang takut gugup bahkan tubuhnya kaku menegang tangannya menahan dadanya untuk tidak mendekat.

Javier menyeringai, Nella merasakan tatapan nakal itu seketika membalas tatapan itu.

"Kau bilang kita di ranjang bukan saat di pesta saat aku menahan tanganmu untuk tidak melepaskannya dari lenganku."

"Ah yaa aku bilang begitu? Sungguh... Haha Aku lupa, kita tidur saja..."

Tiba-tiba suasana berubah dengan sikap Javier yang tiba-tiba berubah juga Nella yang mengikuti alurnya seakan perdebatan tadi hanyalah hal biasa saja.

Javier menahannya dan lebih menempel.

Banyak sekali pertimbangannya malam ini, apa benar ia akan melakukannya, sungguhan di hotel ini dan mereka masuk tanpa lewat resepsionis bahkan menekan angka di pintunya, apa ini rumah Javier yang lainnya.

"Ini salah satu rumahku, Nella kau bebas melakukan apapun disini semuanya punyamu termasuk yang ada di hadapanmu." Jawaban Javier seperti mendengar suara hatinya.

Nella diam melihat tangannya menahan dada Javier, matanya terangkat lagi menatap wajah tampan itu lalu bibir Javier, jangan berpikir kalo Javier saja yang berpikiran mesum. Nella sudah sangat tidak tahan posisi ini sangat panas menurutnya.

"Aku milikmu." Javier langsung mendekatkan bibirnya pada dahi Nella, memeluknya lebih dalam setelah Nella mengatakannya.

Setelah semuanya berakhir dan Nella tidur dalam pelukannya, kegiatan yang panas dan benar-benar luar biasa.

"Terimakasih Nella, sayangku." Jelas sekali jika Javier mencoba seluruh bagian sampai ke sisi dimana itu bisa terlihat banyak orang, leher Nella seperti sedang terkena gigitan serangga.

Berkerut dahinya saat merasakan nyeri hebat di miliknya.

Javier bangkit dari tidurnya pergi mengambil salep di kotak obat.

Nella kaget dan melihat Javier disana. Apa yang dia lakukan?

"Ngapain?"

"Obat.."

"Hah..." Pasrah Nella dengan tingkah Javier. Di hentikan sulit di batasi melewati batas di marahi malah Nella yang serba salah.

Sekali lagi Nella tak mau bangun dari mimpi indah ini dan rasanya ia punya seseorang yang bisa membuatnya tetap menjadi Nella dan mendapatkan rasa bahagia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!