NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹³ — Singkirkan Saja Dia!

Tekanan pada Lastri tidak datang dengan teriakan, tidak pula dengan ancaman terbuka, tapi datang dalam bentuk surat.

Pagi itu setelah beberapa hari kepergian Malvin ke kota, Lastri baru saja selesai mencatat distribusi bibit di buku koperasi ketika Denis datang dengan wajah kaku. Pria itu tidak langsung duduk, hanya berdiri di ambang pintu rumah Lastri yang kini lebih sering didatangi warga daripada aparat desa.

“Ada apa?” tanya Lastri pelan.

Denis mengulurkan map cokelat, ada kop desa di sudut kiri atas. Lastri menerimanya, membukanya perlahan.

Surat pertama: Pemberitahuan Penghentian Sementara Kegiatan Koperasi Bibit Desa.

Alasan: Belum terdaftar secara administratif.

Surat kedua: Teguran Tertulis atas Penggalian Parit Tanpa Izin.

Ancaman: Denda dan Pembongkaran.

Surat ketiga: Undangan Klarifikasi ke Kantor Desa.

Lastri menutup map itu, menarik napas dalam-dalam. “Surya sudah memulai serangannya.”

Denis mengangguk. “Surya bergerak lewat jalur aman, melalui administrasi.”

Lastri tersenyum tipis. “Cara paling pengecut memang selalu kelihatan rapi.”

Di kantor desa, Surya duduk di balik mejanya dengan punggung tegak. Di depannya, tumpukan map yang sama rapi seperti wajahnya yang kini kembali dingin dan terkontrol.

Ia tahu, menyerang Lastri secara langsung hanya akan memperburuk posisinya. Desa mulai memandang perempuan itu berbeda. Maka ia memilih cara lama yang selalu berhasil, yaitu membuat orang lelah lewat prosedur.

“Pastikan semua surat sampai,” ucap Surya pada sekretaris desa.

“Sudah, Pak.”

Surya menyandarkan tubuhnya, senyum tipis terbit di bibirnya. Ia tidak perlu membuktikan siapa benar siapa salah, dia hanya perlu membuat Lastri kehabisan nafas dengan serangannya.

Desa ini tidak bisa begitu saja bergerak tanpa tanda tangannya. Dan ia yakin, cepat atau lambat warga akan kembali padanya—karena takut.

Siang itu, satu per satu warga dipanggil ke kantor desa. Bukan rapat, bukan juga teguran terbuka. Hanya percakapan di balik pintu tertutup, tujuannya tentu saja untuk memanipulasi warga.

“Kegiatan koperasi itu ilegal. Kalau sampai ada masalah hukum, siapa yang tanggung jawab? Kalau sawah kalian disegel karena parit ilegal, jangan salahkan kami.” Tekan Surya menakut-nakuti.

Warga yang dipanggil mulai gelisah. Akhirnya beberapa dari mereka mendatangi rumah Lastri sore itu, dengan wajah-wajah lelah yang membawa ketakutan lama.

“Las…”

“Kalau memang ini bahaya…”

“Kami takut sawah kami disita.”

Lastri mendengarkan semuanya tanpa memotong. Ia tahu, keberanian warga tidak tumbuh dalam sehari. Dan Surya paham betul titik lemah itu.

“Kalian tidak perlu khawatir. Aku akan mencari jalan keluarnya,” ujar Lastri menenangkan. “Lagipula, laporan proyek ini sudah sampai ke pihak kabupaten. Meski belum ada balasan, aku yakin semuanya akan berjalan baik.”

Satu per satu warga pun beranjak pergi. Mereka mempercayai kata-kata Lastri, namun kegundahan tetap tertinggal—rasa takut itu belum sepenuhnya pergi.

Malamnya Lastri duduk sendiri di teras, pikirannya melayang. Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, ia merasa sendirian. Nyatanya, keberadaan Malvin benar-benar menjadi sandaran yang menguatkan keberaniannya.

Ia mengambil ponsel tapi ragu sejenak, lalu menelepon Malvin.

Panggilan itu dijawab cepat.

“Ya, Lastri?”

Entah kenapa setelah mendengar suara menenangkan Malvin, tekanan di dada Lastri mengendur sedikit. “Apa kabar, Pak.“

“Saya baik, apa terjadi sesuatu?“ tanya Malvin terdengar khawatir.

“Begini, Pak. Surya mulai menekan lewat administrasi desa.”

“Aku sudah menduganya. Tenang saja, jangan lakukan apapun sendirian.”

“Apa koperasi akan ditutup, Pak?”

“Tidak.”

“Parit?”

“Tidak juga.”

Lastri menelan ludah. “Tapi warga mulai takut.”

“Biarkan saja, ketakutan itu wajar. Yang tidak boleh, adalah kamu menyerah. Denis sudah kuberi kuasa penuh, masih ada urusan yang belum bisa aku selesaikan disini. Mulai sekarang, semua lewat dia. Percayalah padanya...“

Lastri mengangguk meski tahu Malvin tidak melihat. “Baik.”

Keesokan harinya, Denis mendatangi kantor desa sebagai perwakilan resmi proyek. Ia membawa map yang tebal.

Surya terkejut, meski wajahnya tetap dingin.

“Ini kantor desa, bukan kantor investor,” ujar Surya datar.

“Justru karena ini kantor desa, kita bicara sesuai aturan,” jawab Denis tanpa senyum.

Ia meletakkan satu per satu dokumen di meja.

“Ini surat pendampingan proyek.”

“Ini catatan musyawarah warga.”

“Ini bukti swadaya masyarakat.”

“Dan ini—” Denis berhenti sejenak, “—regulasi yang menyebutkan bahwa kegiatan berbasis swadaya tidak memerlukan izin kepala desa selama tidak menggunakan dana desa.”

Surya menyipitkan mata.

“Itu interpretasi,” kata Surya tajam.

“Bukan,” jawab Denis tenang. “Ini adalah bukti.”

Ruangan itu sunyi.

Denis melanjutkan, “Soal koperasi, memang benar belum terdaftar. Tapi itu... bukan pelanggaran pidana. Penghentian sepihak tanpa tenggat perbaikan, justru bisa dianggap penyalahgunaan wewenang.”

Surya mengepalkan tangan di bawah meja.

“Dan soal parit, itu rehabilitasi saluran lama, bukan pembangunan baru.” Denis tersenyum tipis. “Kalau Bapak ingin membawa ini ke tingkat kabupaten, silakan. Kami siap melawan!”

Setelah itu, Denis melangkah pergi dengan sorot wajah penuh tantangan.

Surya tahu, ia sedang disudutkan. Namun Surya berjanji, dia tidak akan kalah. Malam itu, ia berdiri di halaman rumah ibunya. Wajah wanita tua itu muram.

“Kamu habis-habisan dipermalukan perempuan itu,” ucap ibunya tajam.

“Semuanya belum berakhir,” jawab Surya singkat.

“Tutup semua jalannya! Kalau memang harus, singkirkan saja dia! Seperti caramu selama ini menghadapi orang-orang yang berani melawanmu. Bukankah tak pernah ada jejak? Hubungi saja pamanmu, dia pasti tahu bagaimana mengurus semuanya."

“Sekarang nggak bisa.”

“Kenapa? Kamu ini Kades!”

Surya menatap ibunya. “Sekarang setiap gerakanku dalam pengawasan. Aku harus lebih waspada, dan jauh lebih berhati-hati.”

Ibunya terdiam.

Tentu saja Surya juga begitu marah pada kenyataan, bahwa perempuan yang dulu ia remehkan kini berdiri terlalu tegak untuk dijatuhkan dengan mudah.

Di rumah Lastri, Denis melaporkan perkembangan. “Untuk sementara, tekanan administratif dari Surya akan berhenti.”

Lastri mengangguk.

Denis menatap perempuan itu. “Kamu siap kalau ini makin keras?”

Lastri terdiam sejenak, lalu menjawab pelan tapi pasti, “Saya tidak takut.“

1
Shee_👚
g usah takut lastri, orang bener pasti menang. karena ada bang malvin dan Allah g tidur
Shee_👚
mampus g tuh, makan deh tuh keserakahan. berani berbuat berani bertanggung jawab
Shee_👚
takut banget ke tahuan belang nya😏
Shee_👚
lastri dah bisa melawan sekarang, dia dah mulai berfikir terbuka dan melawan musuh dengan cara yang musuh ajarkan
Nie
mantap,keren Lastri..kamu memang perempuan hebat yg pantas mendampingi Malvin
anita
sinta biar di nikahi denis
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!