Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.
Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”
Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.
PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Justice
CHAPTER 9
"Misi pertama?" Shun mengulang, kebingungan terpancar dari wajahnya.
Saat Shinji kembali setelah menyelesaikan misi dari Yuzuriha, ia melaporkan tentang obat misterius yang ia temukan kepada Kai.
Mereka memutuskan untuk menuju laboratorium, bertekad untuk menyelidiki obat tersebut dan mencari tahu Ten macam apa yang digunakan untuk membuatnya.
Kai, Yuzuriha, Frederica, Shinji, dan Shun bergegas menuju laboratorium. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh seorang wanita bertubuh mungil yang mengelola laboratorium itu: Profesor Suika.
Suika menoleh ke arah pintu dan menyapa dengan riang, "Wah, wah... Boss, Nak Frede, Nak Yuzu, dan Nak Shin!"
"Wahhhh...." Ia mendekat ke arah Shun. "Kamu pasti si anak baru itu, kan? Siapa ya namanya?"
"Shun..." jawab Shun singkat.
"Nah, nah... Itu dia, Nak Shun!" Suika menunjuk Shun dengan mantap.
Kai menunjukkan obat yang ditemukan Shinji kepada Suika. Suika terkejut melihat betapa sempurnanya energi Ten yang terkandung di dalam obat itu.
Suika mengambil obat itu dan langsung memeriksanya dengan seksama. Ia mengambil kaca pembesar dan mengaktifkan Ten. Energi hijau muda mengalir, menyelimuti tubuhnya dan merambat ke kaca pembesar yang ia pegang.
Kaca pembesar itu berubah menjadi alat yang lebih modern dan futuristik. Melalui penglihatannya, Suika mendeteksi energi Ten yang terbilang sangat tua di dalam obat itu.
Suika mengamati obat itu melalui kaca pembesar. "Hem, hem... Ternyata begitu. Usia energi Ten ini sepertinya sekitar 100 tahun?"
Suika mengambil kembali obat itu dan menaruhnya di dalam botol yang berisi air yang terbuat dari Ten. Suika menjelaskan bahwa air di dalam botol itu bisa melarutkan apa pun, asalkan benda yang ingin dilarutkan itu mengandung energi Ten, meskipun hanya sedikit. Saat dilarutkan, warna energi Ten akan terlihat jelas. Saat Suika memasukkan obat itu ke dalam botol, obat itu perlahan hancur, dan air di dalam botol itu berubah warna. Warnanya adalah: hitam dan ungu.
Saat melihat warna itu, hanya Kai yang bereaksi. Ia mendekat ke Suika dan dengan cepat merebut botol itu.
Tanpa ragu, Kai melempar botol itu ke lantai, menghancurkannya menjadi berkeping-keping. Semua orang di sana bingung, kecuali Suika.
"Suika... Sepertinya dia sudah kelewatan ya," kata Kai dengan tatapan tajam.
"Ya..." Suika mengangguk setuju. "Pemimpin Justice... Voda!"
Voda, pemimpin organisasi bernama Justice, jarang terlihat, namun sangat terkenal. Di mata masyarakat, Justice adalah pahlawan, namun di mata anggota Nightshade, mereka adalah sampah yang membuat masyarakat menderita.
"Dan juga, Suika... Sepertinya umur Ten itu bukan 100 tahun, melainkan 200 tahun," Kai menunjuk pecahan botol yang ia lempar.
"Haaa...." Suika mendekati pecahan botol itu. "Benar! Usia Ten ini 200 tahun!"
Melihat reaksi Ten yang aneh, Suika mengetahui usia Ten yang sebenarnya. Saat mereka hendak keluar untuk memeriksa dokumen yang dibawa Yuzuriha sebelumnya, Shun bertanya mengapa Voda melakukan itu. Voda yang Shun tahu adalah seorang pemimpin yang bijaksana. Dan juga, saat Shun masuk ke Kediaman Nightshade, ia melihat simbol Justice: wanita buta yang dilempari oleh para anggota Nightshade.
Saat itu, Shun hanya berpikir bahwa Nightshade sangat membenci Justice. Hanya itu yang ia pikirkan, Shun tidak tahu mengapa Nightshade membenci Justice.
Kai membawa Shun dan yang lainnya ke ruang pelatihan.
Sesampainya di sana, Kai menjelaskan semua yang ia ketahui tentang kejahatan yang dilakukan oleh Voda dan Justice kepada Shun. Yang pertama, saat Kai masih remaja, ia melihat anggota Justice membawa monster.
Saat itu, Kai hanya berpikir bahwa Justice berniat untuk bereksperimen dan mencari tahu dari mana asal monster itu. Namun, ternyata ia salah. Tidak lama setelah itu, ada kabar bahwa kota yang dekat dengan tempat Kai tinggal diserang oleh monster.
"Yang kedua... beberapa anggota Nightshade adalah korban kejahatan Justice dan Voda," tatapan Kai menjadi sangat tajam.
Dan yang ketiga, yang baru ia ketahui baru-baru ini, yaitu asal usul monster. Monster terlahir dari Ten Voda, dan obat itu dibuat oleh Voda.
Kai menyimpulkan bahwa Voda rela mengorbankan manusia untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan obat yang ia bawa.
Mendengar itu, Shun terkejut. Ia baru tahu bahwa Justice sebenarnya jahat, dan yang terkena imbasnya adalah Nightshade yang dikenal sebagai organisasi jahat oleh masyarakat.
Tidak lama kemudian, Suika datang ke ruang latihan.
"Sepertinya mereka ingin mendapatkan popularitas yang besar ya," ia mendekat ke arah mereka. "Supaya tidak dicurigai."
"Ya. Setidaknya kita harus bersiap-siap. Kita tidak tahu kapan Justice akan mengirim orang untuk menghabisi kita," ucap Kai.
"Ehh... Dek Suika, kenapa kesini?" tanya Shun.
"Hah!..." Mata Suika melotot. "Oii sialan! Kecil-kecil begini, umurku sama seperti Bossmu!"
Shun terkejut. "Eh!"
Tidak lama kemudian, Kai akhirnya mengumumkan misi pertama Shun. Misi pertama Shun adalah memata-matai orang yang menjual obat itu.
Ia juga diperintahkan untuk tidak sampai ketahuan. Kai berkata, jika memungkinkan, lakukan misi dengan aman tanpa pertarungan. Karena tujuannya hanya untuk memata-matai.
Sorot mata Kai menjadi tajam. "Namun, jika terpaksa bertarung, pastikan musuh kalian terbunuh."
Singkatnya, misi Shun adalah mencari tahu tempat mereka membuat obat itu, dan ada kemungkinan Voda berada di sana karena obat itu terbuat dari Ten Voda.
Orang-orang yang akan menjalankan misi ini sudah ditetapkan oleh Kai. Mereka adalah Shun, Yuzuriha, Frederica, dan Shinji.
Kai tersenyum lebar. "Aku menamai kelompok kalian... Black Roses!"
Misi akan dijalankan besok malam. Hari ini, Kai akan memberi tahu Shun pengetahuan umum tentang Ten.
Semua orang bubar, kecuali Kai dan Shun. Kai mulai memberitahu beberapa pengetahuan dasar tentang Ten.
"Energi yang menyelimuti tubuhmu itu juga penting, loh," Kai tersenyum khas.
"Eh... untuk apa?" tanya Shun bingung.
Tiba-tiba, Kai memukul Shun tepat di pipi.
"Oi! Sakit tahu!" Shun menggosok pipinya yang memerah.
"Coba kau aktifkan Ten," perintah Kai.
Shun mengaktifkan Ten. Energi hitam dan merah mengalir, menyelimuti tubuhnya. Lagi-lagi, Kai tiba-tiba memukul Shun.
Namun, kali ini Shun hanya merasakan sedikit rasa sakit. Kai menjelaskan bahwa fungsi dari energi yang menyelimuti tubuh adalah sebagai pelindung.
Kai memukul Shun dengan kekuatan yang sama, namun rasa sakitnya berbeda. Ia juga mengatakan bahwa jika energi Ten difokuskan di satu bagian tubuh...
Kai mengangkat tangannya. Ia mengalirkan Ten, energi hitam muncul dan menyelimuti tangannya, hanya tangannya saja.
Lalu tiba-tiba, ia menghantam tanah dengan tangan yang ia selimuti dengan Ten. Tanah di bawahnya retak.
Kai menjelaskan bahwa jika Ten difokuskan ke salah satu bagian tubuh, maka bagian itu akan menjadi kuat. Namun, kekurangannya adalah bagian yang tidak tertutup oleh energi Ten akan seperti biasa dan mudah terluka.
Kai juga mengatakan bahwa teknik ini selalu digunakan oleh Shinji, namun bedanya Shinji memfokuskan energi Ten ke senjatanya, bukan ke salah satu bagian tubuhnya.
Bagi Shun yang sudah mempelajari cara menstabilkan aliran Ten, pastinya akan mudah untuk memfokuskan energi ke salah satu bagian tubuh. Jadi, ia tidak perlu berlatih lama.
Setelah memberitahu Shun pengetahuan tentang Ten, Kai mulai mengajari Shun teknik bertarung. Kai mengajarkan berbagai macam teknik bertarung.
Langkah demi langkah, ia mempelajari teknik bertarung, dari yang mudah sampai yang sulit. Bahkan setiap detail gerakan harus benar.
Karena setiap kesalahan, sekecil apa pun itu, bisa menyebabkan masalah yang besar.