NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Gadis Polos

Transmigrasi Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lyly little

Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.

Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 **Ingin sekolah**

Seminggu sudah Ila berada di tubuh Aqila, Ila sangat

bosen dirumah, dia ingin sekolah seperti Abang abangnya. Tapi orang tua dan Abang-abang nya belum memperbolehkan dengan alasan takut si bungsu mereka itu dibully lagi.

"Ila mau sekolah," cemberut Ila.

"Bahaya dek, homeschooling aja ya? "pinta Alzian.

Dan Ila menggeleng kuat pertanda tidak mau homeschooling Di kehidupan nya dulu dia juga tidak sekolah karena sang abang tidak memberi izin, jika sang abang masih bersekolah mungkin Ila bisa sekolah tapi abangnya itu sudah lulus dan waktu itu Galenio juga sudah lulus kuliah.

Saat ini keluarga Weylin sedang berada di ruang tamu

untuk menonton televisi setelah kegiatan makan malam mereka.

"No homeschooling, Ila bosen abang. "Ila semakin cemberut dan membuat mereka gemes.

"Nanti kamu di bully bagaimana?"tanya Elzion.

"Dibully apa?" tanya Ila polos.

"Digangguin teman," sahut Bryan lalu mengangkat putrinya itu dan mendudukkan Ila di pangkuannya.

"Kalau teman-teman ganggu Ila, Ila akan bilang sama Abang-abang kembar. "Ila membenamkan wajahnya didada bidang sang ayah.

Zeline merasa kasian kepada putrinya yang ingin sekolah itu, Zeline menatap suaminya yang sedang membelai lembut rambut Ila.

"Mas," panggil Ila.

Bryan menoleh dan menatap sang istri dengan alis terangkat sebelah, seakan ingin bertanya apa?.

"Biarkan Ila sekolah, sekarang dia sudah berubah, dia tidak culun dan pendiam lagi "bujuk Zeline.

"Tapi dia masih lemah bun," protes Alzian.

"Ada kalian yang akan ngawasin Ila, dan Ila sekarang suka bercerita kan kemungkinan jika dia diganggu lagi dia akan cerita ke kita. "ucap Zeline.

Tiga pria beda usia itu menghela nafas, benar yang dikatakan Zeline dan kasian juga Ila bosen dirumah. Mereka harus mengizinkan si bungsu untuk sekolah agar wawasan tentang dunia luar bisa Ila ketahui.

"Baiklah, mulai besok Ila akan sekolah di tempat kalian sekolah. " putus Bryan dan membuat Zeline tersenyum.

"Jaga adek baik-baik, "pinta Zeline.

"Pasti Bun." sahut Alzian dan Elzion bersamaan.

"Ila senang? "Bryan menunduk untuk melihat putrinya itu yang sedari tadi hanya diam, dan ternyata bungsu Weylin itu sedang tertidur dipangkuan sang ayah.

Mereka terkekeh gemes saat melihat Ila tidur dengan memasukkan jari jempolnya ke mulut bak seorang bayi yang sedang mengemut empeng.

Alzian mendekat, "sini yah, biar Al yang bawa adek kekamar." pinta Alzian.

Bryan menyerah kan Ila dengan Hati-hati agar tidak menganggu tidur putrinya itu. "Mimpi indah princess." ucap Bryan lalu mencium pipi chubby putrinya itu.

"Al ke kamar dulu, selamat malam yah, bun." ucap Alzian lalu berjalan menuju tangga dan disusul Elzion dari belakang

"Gue tidur bareng adek," ujar Alzian kepada Elzion.

"Gue juga, "iri Elzion.

"Ga, lo tidur dikamar sendiri."

"Lo sendiri kenapa gak tidur dikamar sendiri?"

"Gue mau nemenin adek biar besok dia tidak terlambat bangun."

"Ck, "Brian berdecak mendengar alasan dari abangnya yang hanya tua lima menit dari nya itu.

Emang dia aja mau tidur sama degem heh? 'Batin Elzion kesal dengan kakaknya itu.

Alzian memasuki kamar Ila lalu merebahkan Ila dengan pelan, setelahnya dia ikut merebahkan diri disamping adeknya yang menggemaskan itu.

"Andai kamu bukan adek Abang, mungkin abang akan nikahin kamu princess." gumam Alzian sambil menatap wajah cantik adeknya itu.

Cup

"Mimpi indah sayangnya abang. "Ucap Alzian sambil mengecup kening Ila lalu memeluk Ila dan kemudian menyusul Ila yang sudah terlelap saat diruang tamu tadi.

...****************...

Pagi nya Alzian sudah terbangun lebih dulu dia melirik ke sampingnya dimana adeknya yang masih terlelap sambil mengemut jari jempolnya seperti bayi..

Alzian sangat gemes dengan cara tidur adeknya itu, ingin rasanya Alzian terkam tapi apalah daya itu tidak boleh terjadi.

"Dek," Alzian membangun kan Ila dengan menepuk-nepuk pelan pipi chubby Ila.

"Enggh," Ila melenguh tapi dia malah semakin menghisap jari jempolnya.

"Bangun sayang, katanya mau sekolah kan?" ujar Alzian yang masih menepuk-nepuk pipi Ila.

"Ila gak dibolehin ayah." cicitnya dengan mata yang masih terpejam.

"Kata siapa? Udah diizinin ayah kok,"

Seketika Ila membuka lebar matanya lalu dia menampilkan wajahnya yang berseri karena senang mendengar perkataan dari sang abang.

"Really abang? Gak tipu-tipu Ila kan. "antusias Ila, uhh dia sungguh senang karena sudah diperbolehkan sekolah.

Cup

Cup

Alzian yang gemes lalu mengecup pipi Ila kanan dan kiri, "benar sayang, sekarang mandi ya." gemes Alzian.

Ila segera duduk dari rebahan nya lalu merentang kan tangannya

"Apa hm?" tanya Bryan

"Gendong," manja Ara.

"uh manja nya adek Abang ini, ayo." ujar Alzian sambil mengangkat Ila ke dalam gendongannya lalu berjalan ke arah kamar mandi.

Setelah sampai di kamar mandi Alzian menurunkan Ila.

"Mandi yang bersih.. Abang mau ke kamar abang yah." pamit Bryan

"Okee Abang," jawab Ila sambil menutup pintu kamar mandi.

Satu jam berlalu Ila baru selesai mandi dan bersiap, dia bingung baju sekolah yang ada walk in closet nya sangat besar dan longgar persis pakaian anak culun. Ila mengobrak-abrik isi lemarinya yang terkhusus pakaian sekolah dan membuat semua baju yang tertata rapi jadi berantakan, Lama mencari akhirnya dia ketemu walaupun bajunya masih agak longgar dikit.

Shabila dikehidupan nya dulu memang polos tapi pakaian nya mengikuti trend modis sehingga sekarang dia gak mau pake seragam sekolah yang longgar karena menurut nya itu tidak bagus.

Ila berlari menuruni anak tangga dia benar-benar bersemangat karena ini pertama baginya sekolah selama hidupnya.

"Morning semua, "sapa Ila antusias saat sudah sampai dimeja makan. Disana keluarga Weylin sudah menunggu nya untuk sarapan.

"Pagi princess," sahut mereka serempak.

Ila berjalan kearah mereka satu-satu.

Cup

Cup

Cup

Cup

Ila mencium mereka satu-satu, uhh Ila suka kehidupan nya yang sekarang karena memiliki keluarga lengkap dan kasih sayang yang banyak.

Mereka yang dicium Ila hanya bisa tersenyum gemes.

Ila duduk di tepat di samping Ayahnya dengan kaki yang tak menyentuh lantai.

Ila menatap meja makan dengan mata berbinar.

“Banyak banget makannya…” gumamnya kagum. “Ini semua buat Ila?”

Elzion yang duduk berhadapan langsung mendengus. “Itu buat semua orang, Dek.”

“Oh,” Ila mengangguk. Lalu mengambil dua sosis sekaligus dan meletakkannya di piringnya. “Berarti Ila ambil jatah Ila dulu.”

“DEK—”

“El,” potong Bryan tenang. “Biarkan.”

Elzion terdiam, lalu menggerutu pelan. Alzian hanya tersenyum kecil.

Zeline duduk di seberang Ila, memperhatikan putri bungsunya dengan mata penuh kasih. “Makan pelan-pelan, sayang. Hari ini hari pertama kamu sekolah.”

Mendengar itu, Ila berhenti mengunyah. Matanya membesar.

“Oh iya,” katanya pelan. “Ila sekolah…”

Bryan menoleh. “Takut?”

Ila berpikir sejenak, lalu menggeleng. “Enggak. Tapi Ila bingung.”

“Bingung kenapa?” tanya Alzian.

“Kalau Ila duduk di kelas,” ucap Ila serius, “terus Ila mau ke toilet… Ila izin ke siapa?”

……

Elzion meletakkan sendoknya. “Ke guru.”

“Kalau gurunya galak?”

“Ya tetap izin.”

Ila mengangguk, lalu menatap Bryan. “Ayah ikut Ila aja.”

Elzion tersedak. Alzian tertawa kecil. Zeline menutup mulut menahan senyum.

“Ayah nggak bisa masuk kelas,” kata Bryan lembut. “Tapi Ayah antar sampai depan kelas Ila.”

“Oh…” Ila terlihat berpikir keras. “Berarti Ayah tunggu di luar?”

“Tidak, Ayah kerja.”

Wajah Ila sedikit meredup… lalu ia tersenyum lagi. “Nanti Ila ceritain semuanya ke Ayah.”

Bryan mengusap kepala putrinya. “Ayah tunggu ceritanya.”

Setelah sarapan selesai, Ila berdiri di depan cermin kecil dekat tangga. Ia merapikan seragamnya sendiri—meski hasilnya sedikit miring.

“Bunda,” panggilnya.

“Iya?”

“Ila udah keliatan cantik belum?”

Zeline tersenyum hangat. “Kelihatan banget.”

Ila terkikik kecil, lalu berlari menghampiri Ayahnya dan langsung memeluk pinggangnya.

"let's goo Ayah kita berangkat," ujar Ila dengan riang.

Ila diantar oleh ayahnya karena ini hari pertama Ila masuk SMA maka Bryan tidak ingin putrinya itu merasa sedih karena tidak diantar oleh orang tuanya.

Alzian dan Elzion sebenarnya ingin berangkat bersama sang adek tapi ayah mereka yang hendak mengantar maka dari itu mereka menurut saja.

"Ila pergi sekolah dulu bunda, papayyy.." Ila berpamitan kepada sang bunda sambil melambaikan tangan mungilnya. Zeline membalas lambaian tangan sambil tersenyum gemes melihat putrinya itu berpamitan.

Ila memasuki mobil yang dimana ayahnya sudah menunggu didalam sana.

...****************...

1
Marsya
lupa namanya,tapi itu ketua dari abg2 ila klau gx slah,ampun dech bisa2nya lupa namanya🤣🤣🤣🤣
Little Girl ୭ৎ 。⁠*⁠♡.
maaf KA aku salah nulis tokoh harusnya Zeline bukan Radella.
Dewiendahsetiowati
Radella ini siapa Thor?
Dewiendahsetiowati
dapat ganti keluarga yang menyayangi
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!