mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13 tamu
Sepeninggal nyonya Laura, Xyra dan madam Liana,
Bryan nampak menutup lap top yang ia pangku dengan kasar.
Kemudian ia juga meletakkan lap top itu pada sofa dengan sedikit melemparnya.
Tatapan mata Bryan nampak keruh, ia tak paham dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Kenapa dadanya terasa bergemuruh saat mendengar perawat sang nenek itu memuji sosok sang suami.
Benar apa yang di katakan oleh wanita itu,
Memangnya ada hak apa dirinya sehingga ia menilai laki laki yang telah menikahi wanita itu.
Dan...
ada urusan apa dengannya sehingga ia mempertanyakan kebahagiaan wanita itu dengan laki laki yang adalah suaminya...
Bryan menghempas punggungnya pada sandaran sofa di mana saat ini ia sedang duduk.
Bersamaan dengan itu, ponselnya yang ada di atas meja berdering.
Laki laki itu meraihnya,
" ya Mario...."
🍀
Sementara itu,
Di lantai bawah,
tepatnya di halaman samping yang di penuhi dengan bunga bunga beraneka warna dan jenis dan tertata rapi.
Nyonya laura nampak sedang bersama Xyra menikmati hangatnya sinar matahari yang menerangi seisi dunia.
Keduanya nampak berbincang intens hingga sebuah mobil mewah memasuki area halaman utama.
Seorang pria baya yang masih terlihat tampan nampak turun dari mobil dan segera menghampiri nyonya Laura.
Di belakang pria baya itu juga turun dua orang wanita cantik berpakaian glamor dan fashionable.
Nyonya Laura terdengar menghela nafas melihat kehadiran orang orang itu.
Tak lama,
Madam Liana dan pak Luka nampak keluar dan segera berdiri di sisi kanan dan kiri nyonya Laura.
Dua orang wanita berbeda generasi di belakang laki laki baya itu menatap tak suka kepada madam Liana dan pak Luka.
" pagi ma..." sapa pria baya itu yang tak lain adalah tuan Nikolas papi Bryan setelah ia berada dekat dengan nyonya Laura.
" hemm....tumben kamu pagi pagi bisa nyasar ke sini ?! " tanya nyonya Laura dengan wajah datarnya.
Tuan Nikolas tak menjawab ucapan pedas sang mama.
" mama....aku bawakan kue kering kesukaan mama "
Ucap wanita cantik di belakang tuan Nikolas sambil melangkah maju mendekat kepada nyonya Laura kemudian menyerahkan sebuah bingkisan yang ia bawa dan nampak di kemas begitu rapi dan mewah.
" hemm....kau tidak perlu repot repot seperti ini Meylan " ucap nyonya Laura sambil menerima bingkisan itu kemudian menyerahkannya kepada madam Liana.
Wanita yang di panggil Meylan itu hanya tersenyum tipis.
Tak lama, gadis cantik yang masih nampak muda turut mendekat kepada nyonya Laura.
" selamat pagi nenek..." sapa gadis itu sambil tersenyum cantik.
Nyonya Laura menatap gadis itu sejenak sebelum menjawab salam gadis itu.
" hemm....pagi Yohana..." jawab nyonya Laura kemudian.
" ayo masuk....sinar matahari mulai terasa panas, aku yakin kalian tidak suka itukan ?! " ucap nyonya Laura lagi sambil memberi kode kepada Xyra untuk membawanya masuk.
Xyra pun menurut,
Ia pun mulai mendorong kursi roda nyonya Laura untuk masuk ke dalam rumah.
Keberadaan Xyra sejenak menjadi pusat perhatian Meylan yang merupakan istri ke dua tuan Nikolas dan juga Yolanda..
Putri tiri tuan Nikolas.
Xyra yang tak memakai pakaian resmi khas pelayan membuat mereka khususnya Meylan bertanya tanya.
" siapa wanita ini ma ?! " tanya Meylan yang tak lagi mampu menahan rasa ingin tahunya.
Pakaian yang di kenakan gadis di hadapannya itu nampak aneh.
Gaun panjang dan berlengan panjang, masih di padukan dengan sesuatu yang menutupi kepalanya dan menjuntai ke bawah di bagian belakang dan depan tubuh wanita itu.
Sungguh seperti baju kurung yang aneh di mata Meylan.
Meski ia tak membenci orang orang berpakaian tertutup, tapi penampilan gadis di belakang sang ibu mertua itu sungguh aneh menurutnya.
" dia Xyxi....perawatku, kenapa ?! Kau ada masalah dengannya ?! " tanya nyonya Laura sedikit ketus.
Ia tak suka cara Meylan dan Yolanda menatap Xyxi.
Tatapan kedua wanita itu seperti merendahkan Xyra.
Meylan sedikit tergagap.
Saat ini mereka tengah duduk di sofa besar dan mewah yang ada di ruang tamu yang luas di villa itu.
" ah tidak ma....aku hanya penasaran saja, sebelumnya kami datang kami tak melihatnya kan ?! "
" dia masih baru di sini "
" masih baru ?! Mama berinteraksi dengan orang baru ?!
ma...itu berbahaya, biar aku carikan perawat yang cocok dengan mama dan tentu bisa kita percaya " ucap Meylan dengan raut wajah seperti khawatir.
" apa maksudmu ?!
menggantinya....?! Menggantinya dengan orang yang cocok denganmu atau denganku ?! " jawab nyonya Laura ketus.
Wajah Meylan sontak berubah pias.
" ma...Meme hanya khawatir pada mama...." tuan Nikolas menengahi.
" ah sudahlah....kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku,
Siapa yang aku pilih bekerja denganku itu urusanku.
Kau tidak perlu ikut campur Me...urus saja anak dan suamimu ini " ucap nyonya Laura lagi masih dengan nada ketus.
Meylan sontak menundukkan kepalanya.
Tak lama, Bryan nampak turun dengan pakaian rapi lengkap dengan jaznya.
Yohana yang melihat kehadiran Bryan sontak berdiri.
Seulas senyum cantik terukir di wajah cantik Yohana untuk Bryan.
Tapi sayang, Bryan tak memperhatikan itu.
Ia cuek dan tatapan matanya malah tertuju pada sosok di belakang sang nenek yang nampak menundukkan kepalanya dalam.
Bryan mendekat ke arah nyonya Laura dengan tatapan mata yang masih terarah kepada Xyra yang menunduk.
" nek...aku pergi " ucap Bryan sambil memeluk dan mencium pipi sang nenek.
Tapi lagi lagi tatapan matanya masih terarah kepada Xyra.
Sisa sisa ingatan akan perbincangannya tadi dengan wanita itu masih mengganjal dan menyisakan kejengkelan di hatinya untuk wanita itu.
" kami baru saja datang tapi kau malah akan pergi son...
jangan bilang jika kau memang sengaja menghindari kami..." ucap tuan Nikolas kepada sang putra yang sama sekali tak menyapanya.
" sorry pa....tapi aku memang harus pergi " jawab Bryan dingin.
Bersamaan dengan itu, nampak sebuah mobil masuk ke pelataran vila.
" Mario menjemputmu ?! " tanya nyonya Laura.
" iya nek....mungkin aku tak pulang malam ini, sore nanti aku ada meeting dengan klienku " ucap Bryan kembali beralih menatap sang nenek.
" aku pergi dulu...." pamit Bryan sambil memeluk sang nenek kembali dan mencium kedua pipi wanita tua itu.
Bryan mulai melangkah namun sebuah panggilan menghentikan langkahnya.
" kakak..." panggil Yohana dengan tatapan sendu kepada Bryan.
" hemm...." jawab Bryan.
" apa kau akan ke kantor ?! Emm....boleh aku ikut denganmu ?! " tanya Yohana dengan hati hati sekali.
" iya...Yohana benar, sebaiknya dia ikut kamu saja ke kantor " ucap Meylan menimpali.
Bryan menoleh dengan tatapan dingin kepada ibu tirinya itu.
Dan sontak tatapan Bryan itu membuat Meylan menunduk seketika.
Tak lama,
Arah tatapan Bryan beralih kepada Xyra di sana.
Entah kenapa, tiba tiba ia merasa ingin tahu bagaimana respon wanita itu ketika melihat ada wanita lain yang jelas nampak tergila gila kepadanya.
Tapi apa respon Xyra sesuai yang di harapkan Bryan...
Jawabnya tentu tidak....
Wanita itu bahkan jelas sedang menatap Yohana dengan tatapan penuh kagum dan seperti tak terpengaruh sama sekali dengan apapun.
Dada Bryan terasa kian membara tanpa alasan yang jelas.
" jika kau mau...aku akan minta Jefrey untuk menjemputmu " jawab Bryan kemudian sebelum akhirnya ia benar benar melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu dengan suasana hati yang sangat tidak baik.
Tidak ia hiraukan panggilan sang papi juga Yohana.
Saat ini....
Kepalanya terasa seperti mendidih dan amarah seolah memenuhi jiwanya.
Tanpa ia tahu...
Sejak tadi, setiap tatapan matanya kepada Xyra terus di perhatikan oleh madam Liana juga pak Luka.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.