NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Liora tak pernah menyangka jika pertemuannya dengan Marvin akan membawanya pada sesuatu yang menggila. Marvin, pria itu begitu menginginkannya meskipun tahu jika Liora adalah adik iparnya.

‎Tidak adanya cinta dari suaminya membuat Liora bisa dengan mudah menerima perlakuan hangat dari kakak iparnya. Bukan hanya cinta yang Marvin berikan, tapi juga kepuasan diatas ranjang.

"Adikku tidak mencintaimu, jadi biar aku saja yang mencintaimu, Liora." ~ Marvin Leonardo.


📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 ~ CTDKI

"Ada pernikahan tapi tidak memberitahuku,"

Marvin melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ayahnya yang tengah duduk diatas ranjang dengan punggung bersandar pada headboard, lalu dia ikut duduk di tepian ranjang menghadap kearah Ayahnya. Selama dua belas tahun ini dia memang jarang berkomunikasi dengan sang Ayah, sejak dia memutuskan untuk menetap di Australia bersama dengan ibunya.

"Bagaimana kamu akan tahu jika kamu sendiri sangat sulit dihubungi," jawab Tuan Arthur. "Lagipula pernikahan adikmu terjadi secara mendadak, mama Maria yang sudah mengatur semuanya. Juga tidak ada pesta besar-besaran karena adikmu menolak untuk merayakannya."

"Dimana bocah itu memungutnya? Sama sekali bukan seperti kriterianya,"

Usianya dengan Haikal hanya selisih tiga tahun, dan Marvin sangat paham betul jika Haikal bukan tipe orang yang menyukai wanita penurut seperti Liora. Apalagi penampilan Liora yang terlihat begitu sederhana dan sangat jauh dari kata mewah, sama sekali bukan seperti tipe wanita yang selalu diincar oleh adiknya semasa sekolah dulu.

"Jangan bicara seperti itu. Liora anak yang baik, dan Ayah sudah mengenalnya cukup lama. Dia adalah salah satu anak yang dititipkan di panti asuhan tempat Ayah menjadi donatur disana." jelas Tuan Arthur. "Baik-baiklah kamu dengan adik iparmu itu."

"Sekarang ceritakan, bagaimana kabar ibumu?" tanya Tuan Arthur kemudian. "Terakhir Ayah melihatnya dua tahun yang lalu, saat Ayah mengunjungi kalian di Australia bersama dengan Audrey."

"Ibu sangat baik. Bahkan sangat baik setelah tinggal jauh dari Ayah." jawab Marvin dengan nada sedikit menyindir.

Keputusan Tuan Arthur untuk menikahi cinta pertamanya jelas mendapatkan pertentangan dari Nyonya Eliza dan keluarga besar mereka pada saat itu. Nyonya Eliza memutuskan untuk pergi ke Australia guna mengobati kekecewaan hatinya, tapi Tuan Arthur melarangnya membawa serta Marvin yang saat itu baru berusia dua setengah tahun. Hingga setiap satu tahun sekali Nyonya Eliza pulang untuk melihat keadaan putranya sebelum akhirnya Marvin sendiri yang memutuskan untuk ikut bersamanya.

"Ayah istirahatlah, aku akan ke kamarku."

Marvin meninggalkan kamar Ayahnya, masuk ke dalam kamar miliknya yang ada dilantai bawah. Tidak banyak yang berubah, kamar itu masih sama seperti saat terakhir kali dia tinggalkan. Hanya ada beberapa hiasan yang ditambahkan, mungkin Ayahnya yang menambahkannya.

Liora mengetuk pintu kamar Marvin yang masih terbuka lebar dengan membawa koper milik kakak iparnya itu.

"Kak Marvin, aku kesini untuk mengantarkan koper Kakak." Liora menarik koper itu hingga ke sisi ranjang.

"Tolong siapkan air hangat untukku mandi, aku ingin berendam untuk merilekskan tubuhku setelah perjalanan jauh yang cukup melelahkan," perintah Marvin.

"Ah, tapi..." Liora sedikit terkejut dengan permintaan Marvin, dia menggigit bibir bawahnya. "Aku..."

"Kamu disuruh oleh wanita itu untuk melayaniku kan? Kalau begitu sekarang lakukan apa yang aku perintahkan," Marvin melepaskan jaketnya dan melemparkannya ke arah sofa, kemudian dia menjatuhkan tubuhnya duduk disana dengan kedua tangan direntangkan pada punggung sofa dan kaki yang saling bertumpu.

Liora menghela napas pelan, menatap Marvin sejenak sebelum akhirnya memalingkan muka dan masuk kedalam kamar mandi dengan pintu kamar mandi yang dibiarkan terbuka lebar. Liora memutar keran dan mulai mengisi bathtub dengan air dingin terlebih dahulu, kemudian mengaturnya ke air hangat.

Suara pintu kamar mandi yang ditutup membuat Liora menoleh setelah beberapa saat dia berdiri disana, Marvin sudah berdiri dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxer saja. Jantung Liora berdetak kencang, dia segera memalingkan wajahnya kesamping untuk menghindari pemandangan didepannya.

"Airnya baru terisi setengah. A-aku akan keluar sekarang," Liora berkata dengan gugup, baru beberapa langkah dia berjalan Marvin sudah menarik tubuhnya hingga ke bawah shower.

Air shower yang tiba-tiba menyala membuat tubuh keduanya basah, Marvin menahan kembali lengan Liora saat wanita itu hendak melangkah pergi dan menghimpit tubuhnya ke tembok.

"Kak Marvin, apa yang kamu lakukan?!" Liora menahan dada Marvin dengan kedua tangannya.

"Temani aku mandi adik ipar. Anggap saja ini sebagai sambutan untukku karena dirumah ini tidak ada yang menyambut kepulanganku," ujar Marvin. Kedua tangannya memegangi pergelangan tangan Liora dan menahannya diatas kepala wanita itu.

Liora merasa sangat kesal, apalagi tubuhnya mulai basah kuyup sampai kedalam-dalamnya. "Lepaskan, Kak! Jangan kurang aj---"

"Kak Marvin... Kak...?"

Suara Audrey yang memanggil dari dalam kamar Marvin membuat wajah Liora kaget dan panik. Audrey baru pulang sekolah dan ingin menemui kakaknya setelah mendengar dari salah seorang pelayan jika kakaknya sudah tiba di rumah dan sedang beristirahat dikamar.

"Jangan bersuara Liora, atau Audrey akan tahu kamu sedang disini bersamaku," Marvin menyunggingkan senyum nakal, menatap puas dengan ekspresi pasrah Liora.

"Kakak sedang mandi, Audrey. Nanti Kakak akan menemuimu setelah selesai," teriak Marvin dari dalam kamar mandi dengan tetap menghimpit tubuh Liora.

"Ya sudah, aku juga mau ganti pakaian dulu. Nanti kita makan bareng ya, Kak."

Audrey meninggalkan kamar Marvin dan naik ke kamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya. Sementara Liora dan Marvin masih berdiri dibawah guyuran air shower. Liora merasa sedikit lega saat suara Audrey sudah tidak terdengar lagi.

Suasana sedikit mereda, namun keintiman tetap terlihat. Liora menarik paksa tangannya dari genggaman Marvin, mendorong kuat dada Marvin hingga tubuh pria itu terdorong sedikit kebelakang. Buru-buru Liora melangkah pergi, namun langkahnya kembali tertahan oleh suara berat Marvin.

"Kamu tidak akan bisa keluar dalam keadaan basah seperti itu, Liora." Marvin melangkah mendekat, berdiri di belakang Liora dengan seringai tipis diwajahnya. "Ganti bajumu dengan bajuku, atau orang-orang dirumah ini akan berpikir macam-macam jika kamu keluar dari kamarku dengan pakaian basah seperti ini."

Liora menoleh kesamping dengan gerakan cepat, dadanya naik turun menahan gejolak amarah yang kian membuncah. Marvin, pria itu seperti tidak bersalah sama sekali karena telah membuatnya basah kuyup seperti ini.

"Tidak perlu, terimakasih!"

Liora membuka pintu kamar mandi dan keluar dari dalam kamar Marvin. Sesampainya di lantai atas dia berpapasan dengan Audrey yang sudah berganti pakaian dan hendak turun ke lantai bawah.

"Kak Lio, kenapa Kakak basah kuyup begini?" tanya Audrey khawatir.

Liora menggeleng pelan, berusaha untuk tersenyum. "Tidak apa-apa, Audrey. Tadi Kakak kepleset dan jatuh ke kolam renang. Kakak ganti baju dulu ya ke kamar," Liora menepuk pelan lengan Audrey dan berlalu pergi dari hadapan gadis itu.

Audrey mengedikkan bahunya dan menatap kepergian kakak iparnya. Setahunya Liora tidak bisa berenang, tapi mengapa Liora bisa keluar dari kolam renang tanpa bantuan dari siapapun. Namun Audrey tidak ingin mempermasalahkan, mungkin saja tadi Liora dibantu oleh pelayan dirumah saat jatuh ke kolam renang.

📍

📍

📍

Bersambung.....

1
novi 99
Marvin di lawan ...🤣🤣🤣🤣

ibunya aja kecolongan
novi 99
itu ibunya Marvin belum tau aja ..
anaknya pernah di kasih obat perangsang sama si Sabrina
novi 99
emang susah klo sudah jadi jomblo ngenes....
sekali ketemu pawangnya , ngebet di gas terus tanpa tau resikonya 🤣
🔥Violetta🔥: Betul sekali Kakak 🤭🤣🤣✌️
total 1 replies
novi 99
sudah di duga. .

dan itu pasti ulah Cassandra...

sudah .. sama Marvin aja.
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah berkenan mampir 😁🙏
total 1 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
Mereka yang berbuat kenapa aku yang deg degan 🤣🤣
Iryani levana khrisna Khrisna
Thor kamu nulis cerita ini panas dingin nggak🤔🤣
🔥Violetta🔥: Aku nulisnya sambil dengerin lagu-lagu romantis biar nggak panas dingin, Kak 🤭🤣🤣✌️
total 1 replies
Jamayah Tambi
Memang ada dihukum begitu
Jamayah Tambi
Tak kan nak nikah dgn Savrina.Jadi Melvin (awen 2.Poligami
Jamayah Tambi
Siapa pulak.Bukan Robin ke
Jamayah Tambi
Ibunya ke atau Sabrina
Jamayah Tambi
Klu tak jawab hp itu aku.Sampai ada sorang kawan save nama di hpnya Kak Jem tak jawab
Jamayah Tambi
Kau jgn tamak Eluza.Wp Maria salah kerana merebutvsuamimuvsecara licik.Tapi anak2 itu tidak salah.Merwka benih dar suamimu Eliza
Jamayah Tambi
Kau yg mengabaikanya Haikal
Jamayah Tambi
Jangan adacugvgaduhvdi restoran tengah hari ni.Malu dong orang tengok.Bukan kwluarga 69 tapi daj jadi 360
Jamayah Tambi
Masih dalam siasatan
Jamayah Tambi
Jangan minum Liora.Entah2 dicampur ubat menguggurkan kandungan
Jamayah Tambi: Takut nak minum
total 1 replies
Jamayah Tambi
Ini mesti kerja Eliza
Jamayah Tambi
Menyesal kan.Dulu 6 bulan jd isterimu tidak kau anggap.Sekarang kan dah berputeh mata.Kau layan je Casandra isterimu
Jamayah Tambi
Semua oran nak ganggu hidup Liora.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!