NovelToon NovelToon
Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Berbaikan / Cerai / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Alquinsha

Menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong. Tapi tidak bagi Erina, wanita dengan nama lengkap Erina Azkia Davina itu menjadi salah satu wanita beruntung di muka bumi ini karena berhasil menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya raya.

Namun, meskipun Erina menikah dengan pria yang nyaris sempurna, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Penghianatan yang dilakukan ayahnya di masa lalu menghantui Erina dan membuat Erina tidak bisa mempercayai suaminya, Bisma, apalagi Erina pernah memergoki Bisma dengan wanita lain di kantor.

Rasa takut yang menghantui Erina membawa petaka dalam rumah tangganya. Bahkan, Erina dan Bisma hampir bercerai. Hampir, beruntung Bisma selalu bisa mengimbangi Erina dan tidak suka memperpanjang masalah. Bisma memang pantas disebut sempurna.

****

Note: Saya harap kalian tidak mengandalkan emosi saat membaca novel ini, karakter ceritanya mungkin kurang baik, tapi kalian jadilah pembaca yang baik.

©2019, lightqueensa || Nur Alquinsha A

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Alquinsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ITC #8

Bisma memperhatikan Erina dari dalam mobil, istrinya itu sedang termenung di cafe dengan tatapan yang terlihat kosong, membuat Bisma ragu untuk sekedar menghampirinya, padahal niat awal Bisma datang adalah untuk menemui istrinya itu.

Tidak lama kemudian, Bisma melihat seorang pria menghampiri meja Erina sambil membawa minuman. Mereka berdua mengobrolkan sesuatu dan keduanya terlihat sangat akrab, Bisma bahkan melihat pria itu tertawa.

"Siapa pria itu?" Tanya Bisma pada Leo yang duduk di sampingnya.

"Mana aku tahu, kamu hanya menyuruhku mencari tahu tempat kerja Erina." Jawab Leo sekenanya.

Bisma hendak menoyor kepala Leo, tapi ada hal yang lebih mencuri perhatiannya. "Gisella, sedang apa dia disana?"

Leo melihat kearah yang Bisma maksud. "Perlu aku kesana dan bertanya pada Gisella?"

Bisma akhirnya menoyor kepala Leo. "Jangan membuat masalah, untuk apa bertanya?" Cibirnya.

Leo mengusap kepalanya, untung saja dia masih menganggap Bisma sahabat yang merangkap sebagai bosnya, jadi Leo menerima apapun yang Bisma lakukan tanpa membalasnya.

"Kamu sendiri yang bilang aku harus mencari jawaban kalau kamu bertanya." Sahut Leo merasa serba salah, sepertinya apapun itu dia tidak pernah benar di mata Bisma.

"Lihat, Gisella menghampiri Erin, apa yang akan dia lakukan?" Bisma keluar dari mobil, dia takut wanita ular seperti Gisella mengatakan hal yang tidak-tidak pada Erina.

"Tunggu!" Leo ikut keluar dari mobil dengan terburu-buru. "sebaiknya kamu tidak pergi kesana, Erin bisa mengira kalian janjian."

"Tapi--" Leo dengan cepat menyela perkataan Bisma.

"Kamu tidak pernah tahu apa yang akan istrimu pikirkan, sebaiknya kita diam dulu disini."

Bisma terdiam. Leo benar. Erina sedang salah paham. Menghampiri Gisella sama saja Bisma membenarkan bahwa sudah terjadi sesuatu diantara mereka. Meskipun hal itu tidak benar, Bisma tidak pernah tahu apa yang akan Erina pikirkan tentang mereka.

"Baiklah, tapi aku tetap penasaran apa yang akan Gisella pada Erin." Ucap Bisma dengan diakhiri helaan nafas.

Leo seperti berpikir. "Kalau begitu kita masuk, dan mendengarkan pembicaraan mereka, tapi jangan sampai Erin atau Gisell tahu."

"Menikah tanpa cinta ya?"

Erina dan Farhan menoleh kearah Gisella yang berjalan menghampiri mereka, Erina sebenarnya terkejut melihat kedatangan Gisella tapi dia berusaha terlihat biasa saja.

"Mau apa dia datang kesini?" Tanya Erina pada dirinya sendiri, cafe sedang tutup, bahkan sudah tertulis jelas pada pintu masuk bahwa cafe tutup selama karyawan beristirahat.

Tapi, Gisella masuk begitu saja tanpa peduli dengan apa yang tertulis di pintu, sepertinya ada sesuatu yang membuat wanita bernama Gisella itu memaksa masuk cafe.

"Rin, lo kenal sama dia?" Tanya Farhan setengah berbisik.

Erin hanya mengangkat bahu menjawabnya, dia memang tidak begitu mengenali Gisella selain tentang wanita itu yang kemarin duduk di pangkuan Bisma.

Gisella tertawa tidak menyangka. "Lo bilang gak kenal gue? perlu gue ingetin kalau--"

"Aku tidak merasa mengatakan sesuatu." Ucap Erina menyela perkataan Gisella.

Gisella membuka sedikit mulutnya lalu tertawa meremehkan, wanita yang sama sekali tidak pantas menjadi saingannya rupanya lumayan pandai bicara, pikir Gisella.

"Oh ya, kenalin gue Gisella, kekasih Bisma." Gisella mengulurkan tangan kearah Erina tapi Erina sama sekali tidak menerima uluran itu.

Gisella menyaksikan pertengkaran Bisma dan istrinya kemarin, makanya dia mendatangi Erina, sengaja ingin memperburuk hubungan mereka.

Tapi, Erina terlihat biasa saja dengan kedatangan Gisella, bahkan saat Gisella mengenalkan dirinya sebagai kekasih Bisma, wanita itu tidak bereaksi seperti apa yang Gisella inginkan.

"Sialan! sombong sekali dia!" Umpat Gisella dalam hatinya.

"Aku tidak suka basa-basi, apa yang membawamu datang?" Tanya Erina dengan wajah datar.

"Lo gak denger gue ini kekasih--"

"Aku sudah bilang padamu, aku tidak suka basa-basi." Erina kembali menyela perkataan Gisella karena terlalu malas. Gisella berdecak saking kesalnya menghadapi Erina.

Farhan berdehem pelan. "Maaf nona, apa anda tidak lihat di pintu tertulis--"

"Gue bisa bikin dia pergi dalam waktu kurang dari sepuluh menit." Sekarang perkataan Farhan yang Erina sela, tatapannya tidak teralih sedikit pun dari Gisella.

Kalau boleh jujur, Erina merasa mual hanya dengan melihat wajah Gisella, terlebih cara Gisella bicara yang jauh dari kata sopan itu, Erina ingin sekali segera mengusirnya.

"Baiklah." Setelah itu, Farhan memilih diam. Pria itu memperhatikan Gisella dengan seksama.

"Gue kasihan sama dia." Ucap Farhan dalam hati, dia tahu berhadapan dengan Erina bukanlah pilihan yang baik, terlebih bagi perusak hubungan seperti Gisella.

Erina sudah menceritakan semuanya pada Farhan, ah bukan ... Erina menceritakan itu pada Soraya tapi kebetulan Farhan mendengarnya, mengenai orang ketiga dalam pernikahan Erina dan suaminya.

"Jadi, apa yang membawa kamu kesini, kekasih Bisma?" Tanya Erina dengan menekankan kedua kata terakhir.

Erina sengaja menegaskan itu karena mengetahui ada Bisma dan Leo di dalam cafe, jangan bertanya darimana Erina tahu keberadaan mereka, karena jawabannya sudah sangat jelas, para penguping itu terlalu bodoh.

Gisella menarik nafas sebelum bicara, menghadapi istri Bisma harus dengan kesabaran ekstra. "Tinggalin Bisma!" dua kata itu keluar dengan mulus.

Erina terkekeh, selain karena ucapan Gisella, ada hal yang lebih lucu dari itu, Bisma hampir menghampiri mereka, dan Leo menahannya. Entah kenapa sekarang Erina malah senang melihat Bisma tidak senang.

Erina sudah tahu siapa wanita yang sekarang berdiri di depannya, artis simpanan pemimpin agensinya, tadi pagi Erina sempat melihat beritanya di siaran televisi, dan sekarang wanita itu menyuruh Erina meninggalkan Bisma?

Erina sempat termenung karena bingung memikirkan cara untuk meminta maaf pada Bisma, kemarin Erina sudah sangat kelewatan pada suaminya, dan tadi Farhan malah mentertawakannya.

Erina berangkat kerja sangat pagi bukan karena masih marah. Erina tidak tahu hal baik apa yang harus pertama kali dia katakan saat bertemu Bisma, dan alasan Erina marah-marah, sebenarnya itu pelampiasan dari marahnya terhadap diri sendiri.

"Aku tidak salah dengar? kalau aku tidak mau bagaimana?" Tanya Erina masih dengan wajah datar. Gisella semakin tertantang untuk memberikan Erina peringatan.

"Lo pasti nyesel, karena Bisma sendiri yang bakalan ninggalin lo." Jawab Gisella enteng.

"Bisma, benar kamu mau ninggalin aku?" Tanya Erina dengan suara keras. Bisa di lihat wajah Gisella yang penuh percaya diri itu berubah panik.

"Bisma ada disini?" Gumam Gisella dengan suara pelan.

Sementara itu, Bisma dan Leo yang berada di meja lain saling berbisik.

"Kita ketahuan."

"Ck, kalau Erin sampai salah paham, kamu dalam masalah."

"Kok?"

"Pokoknya kamu dalam masalah!"

"Bisma?" Suara itu menghentikan Bisma dan Leo yang saling berbisik, Erina memanggil Bisma dan membuat pria itu khawatir.

Bisma menurunkan koran yang menutupi wajahnya dan Leo, sudah Erina katakan suaminya itu penguping yang bodoh, Bisma berpura-pura membaca koran, tapi memang ada yang membaca koran terbalik?

Selain itu, meskipun menggunakan sudut matanya, Erina bisa melihat bahwa Bisma dan Leo diam-diam mencuri pandang dari balik koran. Keduanya tidak bisa tenang walau sedang mencuri dengar.

"Ya, Erin?" Sahut Bisma.

Erina menahan tawa melihat wajah suaminya dari kejauhan. "Benar kamu mau ninggalin aku demi kekasih pria lain ini?"

Gisella menatap Erina tajam. "Kekasih pria lain? maksud dia?" Mana berani Gisella bicara di depan Bisma, kemarin Bisma sudah mengirim orang untuk memberikan peringatan padanya.

"Omong-omong, kamu belum kenal aku ya?" Tanpa menunggu Bisma bicara, Erina beralih pada Gisella.

"Aku Erina azkia davina, hanya akan mendengarkan perkataan orang yang ingin aku dengar, aku tidak suka basa-basi, jadi bagaimana kalau kita selesaikan sekarang? sudah cukup! sebaiknya kamu pergi dari hadapanku!"

Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...

Regards:

©2019, lightqueensa.

1
Tamirah Spd
Sebagai sahabat harus tahu mendudukkan layak nya sahabatku.jangan terlalu masuk kedalam urusan rumah tangga mereka.Pikirin juga perasaan suami nya.Yah memang di dunia ini kadang kadang aneh dgn manusia manusia nya.Ada sahabat yg betul betul sahabat sejati tapi ada juga sahabat yg menikung sahabatnya sendiri dgn berselingkuh,main belakang dgn Suami sahabat nya sendiri wesss angelllll.
Tamirah Spd
Rasa senang yg berlebihan, dikala tidur disamping suami kok bisa dgn antusias membicarakan sang idola,gak etis aja, justru sahabat nya yg bercerita ttg makna berbulan madu,yg kedepan nya membahas keturunan . ... wesss angelllll ....!!!
Tamirah Spd
Mengalah lah sedikit saja,beri Bisma kesempatan untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi .Kalau seorang suami walau nikah karena perjodohan sangat perhatian dan tidak mau bercerai harusnya nya kamu peka. Apa lagi kamu sdh menjadi istri yg seutuhnya Kalau bercerai bukan janda rasa perawan., kalau subur kemungkinan kamu hamil.Di dunia fana ini Kalau hamil tanpa suami alias janda sulit berjuang sendiri untuk membesarkan anak.Sulit untuk kebutuhan finansial.
Tamirah Spd
Istri mana yg gak sakit hati dikala masuk keruangan kerja ada wanita duduk dipangkuan suaminya. dan dibuat author sang istri cuek saja gak marah, biar suaminya yg salah tingkah.Lanjut Thor.
Tamirah Spd
Awal cerita yg menarik, walau pernikahan yg dijodohkan kan tidak ada drama atau memang blm ada drama yg berarti. Yg model dingin dan datar untuk cerita ini wanitanya.Berbanding terbalik dgn Novel yg sudah sudah kubaca.
Berharap cerita nya menarik dan seru.
Royani Arofat
erina tdk mudah luluh
Royani Arofat
d dunia nyata memang aq jumpai.menikah tanpa cinta.mereka menjalaninya dan awet sampe berpuuh tahun.yg penting saling menerima pasangan apa adanya danbersyukur.
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Nhimasera Sera Sera
Lumayan
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Asalkan Erina tidak mengalami morning sick yang parah, maka Arumi aman saja dirawat olehnya. Toh usia Arumi juga sudah satu tahun.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah....
Wati_esha
Apa yang dilakukan Bisma pada Rose dan penghujat Erina yang lain?
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Kenapa Erina mengulangi pertanyaan itu?!
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Farhan - Bisma, main belakang ya. 🤣🤭. Bagus ide mereka segera untuk mempertemukan Erina - Soraya.
Wati_esha
Tq update nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!