Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Keesokkan hari, rumah bak istana itu terasa sangat sunyi.
Leonor terbangun dengan hati hancur, mengingat beberapa kejadian yang ia lama.
Isak tangis terdengar dari ruangan paling belakang di mansion itu, tangisan memilukan dari Agatha Leonor.
"Hikss..hikss.. Tuhan, laki-laki mana yang mau dengan perempuan tidak suci seperti ku"
Akkhhhh, aku sangat kotor, apaa yang aku banggakan dari tubuh ini...tubuh ini sangat menjijikkan " Ia menggosok badan nya dibawah guyuran
Menghabiskan waktu hampir satu jam didalam.
Keluar dengan langkah yang tertatih-tatih, mengganti baju menggunakan baju-baju sederhana nya, bahkan warna dari baju itu sudah pudar.
Alex datang dengan tiba-tiba membuka pintu.
"Pak Alex kalau mau masuk itu ketuk pintu"
"Ini rumah saya, saya punya hak atas siapapun yang tinggal di rumah ini"
"Tapi itu menganggu privasi orang lain" ujar Leonor tegas.
"Rupanya kamu sudah tidak takut dengan ku sekarang?"
Seketika ia gugup dan takut melihat sorot mata alex.
"Tidak pak!"
"Kemasi barang barang mu dan ikut saya" perintah Alex.
"Maaf Pak,...saya mau dibawa kemana pak” ia sangat hati-hati dalam bertanya.
Takut pertanyaan nya menyinggung, berakhir fatal untuk dirinya.
" Ikuti perintah saya...sekarang "
"Baik pak!"
Keluar menenteng tas lusunya, terdapat beberapa potong bajunya.
Iwan dan Bimo sudah tahu hendak kemana Alex membawa Leonor.
"Bos, biar saya menyetir"
"Saya menyetir sendiri, kamu jaga mansion" ujarnya tak terbantahkan, Bimo menganggukkan kepala mengerti.
"Baik bos, hati-hati!"
Ia mengambil tas Leonor, menyimpan nya dibegasi mobil.
"Terimakasih banyak kak Bimo"
"Sama-sama nona"
Berjalan membuka pintu belakang mobil dan duduk.
"Pindah kedepan, saya bukan supir kamu" ujar Alex.
"Saya disini saja pak"
"Sekarang" bentak alex mengagetkan Leonor serta penjaga menoleh kearah mobil melihat apa yang terjadi.
"Baik pak"
Ia pindah tempat duduk disamping kemudi.
Jujur demi apapun, ia sangat takut melakukan kesalahan yang membuat iblis disamping nya marah.
Selama perjalanan tidak ada percakapan antara keduanya, hanya ada kesunyian suara-suara mobil dan burung berkicauan di pagi hari.
Melihat arah mobill mulai memasuki hutan dan jalanan sepi membuat pikiran nya kemana-mana.
' kenapa jalan nya kehutan..Jangan-jangan dia mau membunuh ku' batin Leonor.
Ia mulai takut dan perasaannya tidak enak, melihat jalanan tidak ada kendaraan yang lewat.
" Pak kita mau kemana?" Sekian lama diam, ia memberanikan diri untuk bertanya.
Namun tidak ada jawaban dari Alex, membuat prasangka ia akan dibunuh semakin kuat.
Ia tidak ingin ada diposisi ini, namun takdir selalu membawanya ke kesulitan hidup yang tidak berujung untuk dirinya.
"Pak kita mau kemana pak?"
Turunkan saya disini, saya tidak mau ikut!...berhenti pakkk" Teriak Leonor.
Namun iblis disamping nya tidak terusik sama sekali dengan suara meninggi dari Leonor.
Merasa dipermainkan, Leonor memegang setir kemudi, memutarnya ke kanan dan kekiri, sehingga mobil berjalan dengan tidak beraturan sudah.
"Hentikan mobil nya..turunkan aku sekarang"
"Lepaskan, kita bisa celaka"
Ia mengerem dadakan, membuat Leonor membenturkan keningnya di dasbor mobil.
"Kau berani turun, aku akan betul-betul meninggalkan mu di tengah hutan ini"
Kamu akan aku biarkan menjadi santapan binatang-binatang buas dihutan ini " Lanjut Alex
memikirkan apa yang diucapkan Alex, membuat bulu kuduk nya berdiri. Kalau memilih ia tidak mau ada diposisi ini.
"Turun sekarang!"
"Bukankah ini yang kau mau? Silakan turun" Perintah Alex.
Leonor diam, ia menoleh ke arah Alex seraya menggeleng kan Kepala, jangan lupakan mata itu sudah berair dan siap untuk tumpah. Namun ia tidak mau terlihat cengeng dihadapan Alex.
Melanjutkan perjalanan menuju kerumah Alex yang ada ditengah hutan belantara itu.
Mobil di parkir di dalam hutan, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Waktu menunjukkan pukul 4 sore, suasana semakin mencekam, hutan hampir gelap dikarenakan sinar matahari mulai tak terlihat lagi di barat.
Leonor mulai merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar nya, ia celinguk melihat kanan kiri nya.
Ia berjalan cepat memegang pergelangan tangan Alex.
" Lepaskan" Menghempaskan tangan nya dengan kasar.
" Saya takut tuan" Ujarnya Leonor mengusap keringat. Ia menarik ujung baju Alex dari belakang.
" Lepaskan,..lepaskan"
"Tidak tuan, saya mohon...saya takut disini gelap sekali"
Alex mengambil pistol dibalik pinggang, mengarahkan tepat di kening Leonor.
"Jangan menguji saya...saya bisa saja langsung melenyapkan mu disni"
Leonor mengusap air mata yang lolos begitu saja melalui ekor matanya, menggeleng kepala.
"Plisss!, biarkan aku hidup, aku akan melepaskan pegangan ku, asal jangan membunuh ku"
Pegangan tangan dibaju Alex dilepas perlahan.
DOR!!!
Ia menarik pelatuk satu kali tembakan keatas, membuat Leonor gemeteran dengan mata berkaca-kaca.
Burung-burung berterbangan mendengar suara dari pistol tersebut.
Hampir setengah jam, mereka tiba dirumah Alex yang ada ditengah hutan.
Sebuah rumah minimalis tapi elegant dengan gaya klasik berdiri kokoh ditengah hutan itu. Pagar tembok mengelilingi rumah itu, membuat nya semakin indah, disamping rumah terdapat sebuah hemparan luas dengan rumput menghijau.
Alex dan Leonor disambut seorang wanita cantik dengan gaya glamour make-up begitu tebal menghampiri Alex, langsung bergelanjut manja dilengan kokoh Alex.
"Sayang..aku sudah menunggu mu dari tadi"
"Maaf aku sedikit terlambat,...iren kamu urus dia" tunjuk Alex pada Leonor yang berdiri sedari tadi melihat kedua sejoli tersebut.
" Dia siapa? Kenapa kamu bahwa orang lain selain aku disini?"
"Dia cuma pembantu disini, aku sengaja membawanya kesini, biar kamu tidak sendiri" jawab Alex.
"Terimakasih sayang ku" ujarnya berjinjit hendak mencium pipi Alex namun ia menghindar. Pergi menuju kamarnya.
'Ohhh...jadi ini wanitanya pak alex, cantik tapi kenapa dia mau sama laki-laki sekejam itu?" batin Leonor.
"Kamu ikut saya sekarang" ujarnya dengan nada sinis, seakan kehadiran Leonor menjadi parasit untuknya tidak bisa lebih leluasa bersama alex.
"Baik nyonya"
Alex melepaskan jaket kulitnya, melangkah kedalam kamar mandi membersihkan diri.
"Mulai sekarang kamu tinggal disni"
"Baik nyonya"
"Dan ingat pesan saya, kamu harus bangun jam 5...bereskan semua pekerjaan rumah ini tanpa terkecuali kamar Alex, saya aka membersihkan nya sendiri"
"Baik nyonya akan saya ingat" Angguk Leonor.
"Mulailah bekerja, siapakan makan malam untuk saya dan alex" Seru iren, ia berjalan meninggalkan kamar Leonor dengan berjalan ala model.
***Bersambung***
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yah, supaya author semakin semangat up🔥🦋
makasih thorr cerita mu sgt bagus