NovelToon NovelToon
Mantan Rasa Pacar

Mantan Rasa Pacar

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:70.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hana Fujiwara

Diputusin pas lagi sayang- sayangnya tentu membuat nyesek dan sakit hati. Itulah yang dialami oleh Vina yang di putus oleh Dafa. Putus tanpa kejelasan yang dilakulan Dafa membuat Vina pusing tujuh keliling memikirkan kesalahan yang mungkin diperbuatnya.

Namun, perlakuan Dafa yang sama ketika mereka masih berpacaran menambah pening Vina. Perhatian- perhatian diberikan pada Vina, membuat gadis itu yang belum move on hampir goyah.

Apa sebenarnya alasan Dafa memutuskan hubungan jika masih memberikan perhatian dan harapan? Lalu, apakah Vina dapat bertahan hingga akhir atau malah goyah dan kembali jatuh?

Ikuti kelanjutan hubungan keduanya yang penuh dengan lika- liku dan berbagai emosi yang menguras hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Fujiwara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bersama Galang

Vina tidak menyangka jika Galang datang ke sekolahnya, bahkan cowok itu datang tanpa memberi kabar. Kadatangan Galang membuat heboh anak- anak perempuan di sekolah Vina, juga Vina yang kini menjadi pusat perhatian.

“Kak Galang ngapain disini?”

“Mau jemput lo,” jawab Galang dengan senyum pasta giginya seperti biasa.

“Kok nggak kabarin gue dulu?”

“Kenapa? Lo udah ada janji ya?”

“Nggak sih, cuma kaget aja tiba- tiba Kak Galang disini.”

“Ssst, bagi- bagi dong, Vin,” bisik Lia yang suaranya masih bisa didengar oleh telinga Galang.

Vina memutar bola mata malas, “Kenalin, Kak. Mereka teman- teman gue.”

“Hai, gue Galang. Temen Vina,” ucap Galang mengulurkan tangan yang langsung diserobot oleh Lia.

“Salam kenal, Kak. Gue Lia. Sekolah dimana? Boleh minta nomornya?”

“Gue kuliah di…”

“Ayo, Kak.”

Vina segera menyeret Galang darisana sebelum cowok itu dijadikan santapan oleh teman- teman bar- barnya. Sementara Galang mengernyit bingung, tapi dirinya hanya menurut saja.

Kini mereka berada di mobil Galang dan tengah menuju jalan pulang ke rumah Vina. Jalanan sedikit lengang sore hari ini, juga cuaca yang tidak terlalu panas. Galang berencana berkunjung ke rumah Vina karena ingin bertemu dengan Mercy. Tentu Vina merasa senang Galang datang untuk Mercy. Sepertinya Mercy juga butuh diperiksa hari ini, sebenarnya ia juga tidak terlalu paham mengurus binatang.

“Masuk dulu, Kak,” ucap Vina mempersilakan Galang masuk, “Gue ganti baju dulu, ya?”

Galang hanya mengangguk, cowok itu duduk di sofa ruang tamu rumah Vina dan menatap sekitar. Rumah Vina terlihat sepi, tapi tak lama Galang mendengar suara ribut dari dalam rumah. Saat hendak melihat suara apa barusan, seseorang tiba- tiba muncul dari dalam.

“Loh, Bang Galang?”

“Uhm, Faris, kan? Adiknya Vina?”

“Iya, Bang. Lo main kesini? Cari Kak Vina ya? Udah ketemu?” tanya Faris sangat antusias.

“Tadi gue kesini sama kakak lo kok,” jawab Galang terkekeh geli dengan tingkah Faris.

“Mau PDKT, ya?”

Faris menaik- turunkan alisnya menggoda, sementara Galang mengernyit. Cowok itu terkekeh dan menggelengkan kepala, geli dengan tingkah Faris.

“Ini, Kak, Mercy- nya.”

Vina dan Galang juga Faris yang diam- diam mengikuti kini berada di halaman belakang rumah bersama dengan Mercy. Galang memeriksa keadaan Mercy, ia menganggukkan kepalanya. Sementara Vina hanya memperhatikan sambil mengelus bulu lembut Mercy, berbeda dengan Faris yang berdecak kagum.

“Minggu depan bawa aja ke klinik, biar di vaksin lagi. Sama jangan terlalu sering dimandiin, ya?”

“Hmm, oke. Tapi Mercy nggak sakit, kan?”

“Nggak kok, dia sehat.”

“Bang, marmut yang waktu itu masih ada, kan?” tanya Faris.

“Marmut?”

“Iya, yang warnanya oren itu. Masih, kan?”

“Hmm, masih ada kayaknya. Kenapa?”

“Simpenin ya? Gue mau beli si oren.”

“Bunda nggak kasih izin, Dek,” peringat Vina masih mengelus bulu Mercy.

“Ckck, pake duit gue sendiri kok.”

“Duit darimana lo?”

Faris menunjukkan senyum pongahnya, sementara Vina memutar bola mata malas melihat tingkah absurd adiknya.

Setelah kepulangan Galang, Vina dan Faris rebahan di ruang keluarga bersama dengan Mercy. Bunda sedang tidak di rumah, Eky belum pulang karena ada les tambahan di sekolah, sedangkan Ayah juga masih di kantor.

“Bang Galang baik ya, Kak.”

“Hmm, gue laper. Di rumah ada makanan nggak?”

“Udah habis. Pesen B-food dong, Kak.”

“Lo yang bayar ya? Utang yang kemarin belum dibayar.”

“Kapan gue ada utang sama lo, Kak?!”

“Nggak usah pura- pura lupa, Samsul! Lo utang ke gua dua puluh ribu, ya!”

“Ya Allah, Kak. Bang Eky yang ngambil duit lo di dompet waktu itu. Kenapa jadi gue yang kena?” ucap Faris dengan mata berkaca- kaca.

“Dasar cengeng. Ya udah pesen, tapi patungan.”

Faris bersorak senang saat pesanan makanan mereka datang. Dengan semangat Faris berlari menuju pintu depan untuk mengambil pesanannya. Namun saat membuka pintu, hampir saja Faris berteriak kaget.

“Kak Candra?! Ngapain? B-food gue mana?” tanya Faris celingukkan.

“B-food? Nggak ada. Nih gue bawa oleh- oleh.”

Candra masuk diikuti Faris dibelakangnya. Cewek itu baru pulang dari Bandung dan langsung menuju rumah Vina untuk memberikan oleh- oleh. Candra tersenyum bangga, mana ada sahabat yang rela bela- belain datang langsung walau masih capek. Padahal niat sesungguhnya Candra adalah ingin ghibah.

“Candra? Udah balik lo?” tanya Vina melihat kedatangan sahabatnya itu.

“Iya, baru aja. Gue langsung kesini nih.”

“Mana oleh- olehnya?” palak Vina langsung.

“Noh gue kasih ke si Faris tadi.”

“Kok cuma Kak Vina yang dibeliin baju?! Gue mana?!” tanya Faris yang sedang mengobrak- abrik kantong plastik pemberian Candra tadi.

“Kan ada peyeum itu.”

“Cuma tape.”

“Peyeum bukan tape. Lo kok nge- gas banget sih? Laper?”

“Belom makan dia, jadi gitu,” ucap Vina, “Ke kamar gue yuk?”

Candra dan Vina kini duduk lesehan di kamar Vina, Candra memeluk boneka **** milik Vina. Ia sedang mendengarkan curhatan sang sahabat itu. Sudah berkali- kali Candra mengubah posisi duduknya. Namun Vina masih betah melaporkan peristiwa seharian ini.

“Kak, B-food! Mana uangnya?” teriak Faris.

Vina menghentikan ocehannya, “Bentar! Turun dulu, Can.”

“Nih!” Vina memberikan uang pada Faris, “Lo udah makan?”

“Belom,” jawab Candra cepat membuat Vina mendengus, sebenarnya ia sudah menduga jawaban Candra.

“Gue pesen seblak, cuma dua tapi.”

“Gue nanti pake nasi biar kenyang,” jawab Candra disertai cengirannya.

...🐈🐈🐈...

Malam minggu ini seperti janjinya kemarin, Galang dan Vina berencana nonton film bersama. Mereka berdua sepakat bertemu di depan bioskop. Sebenarnya Galang bersikeras ingin menjemput Vina dirumahnya, tapi setelah Vina tahu jika ternyata Galang sedang berada di café milik cowok itu, Vina lebih memilih bertemu di Mall saja.

“Gue yang beli popcorn sama minum, ya? Lo beli tiket.”

“Nggak apa- apa gue beliin popcorn sama minum juga.”

“No! kita bagi dua, Kak.”

Vina segera berlalu darisana sebelum mendengar protes dari Galang lagi. Gadis itu sedang mengantre untuk membeli popcorn.

“Lupa nanya gue, Kak Galang suka popcorn apa ya?” gumam Vina, “Hmm, apa aja deh.”

Setelah membeli popcorn dan minuman soda, kini Vina kebingungan bagaimana cara membawa barang- barang ini. Tangannya hanya ada dua.

“Dia udah selesai beli tiket belum, ya?” gumam Vina dan mencari- cari keberadaan ponselnya, ia berniat untuk menghubungi Galang.

“Udah beli?”

Vina menoleh mendengar pertanyaan itu, “Oh? Baru aja mau gue telpon lo, Kak.”

“Gue udah dapet tiketnya. Mana gue bantuin bawa.”

Vina dan Galang masuk ke dalam bioskop yang sudah ramai dengan para pengunjung. Film yang akan mereka tonton adalah film yang sudah lama Vina maupun Galang tunggu- tunggu. Galang tidak menyangka jika ternyata selera film mereka berdua sama, mereka sama- sama menyukai film ber- genre action.

“Vina?”

“Loh? Fena? Lo sama si…” pertanyaan Vina menggantung saat melihat sosok berdiri di belakang Fena yang tengah menatapnya.

“Oh, Dafa,” gumam Vina lirih.

“Wah, nggak nyangka kita ketemu disini. Lo juga suka film action gini?” tanya Fena antusias.

Sialnya, kursi mereka bersebelahan dan parahnya Dafa yang duduk di sebelah Vina. Vina hanya mengangguk dan tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Fena. Beruntung film sudah dimulai, lampu pun sudah dipadamkan.

“Udah mulai,” bisik Galang.

Vina menoleh, “Iya, Kak.”

Semuanya larut dalam adegan- adegan di film yang di putar. Namun hanya Dafa yang tidak bisa fokus, sesekali ia melirik kearah Vina yang sepertinya sangat menikmati film itu. Tatapan Dafa tidak berlangsung lama, karena Fena yang mengajaknya ngobrol. Mengomentari adegan di film tersebut.

Kurang lebih dua jam lamanya mereka menonton film itu. Kini mereka semua berjalan keluar bioskop. Vina dan Galang masih asyik membicarakan film tadi, Vina terbahak mendengar komentar konyol Galang. Sementara dibelakang mereka, Dafa mengepalkan tangannya menahan amarah.

“Habis ini kalian mau kemana?” tanya Fena berjalan menghampiri dengan menarik lengan Dafa.

“Hmm…”

“Gimana kalo kita gabung aja? Kita mau makan nih,” usul Fena.

“Nggak.”

“Nggak.”

Dafa dan Vina saling tatap setelah tidak sengaja memberikan jawaban serempak, membuat Galang dan Fena saling menatap orang disamping mereka.

“Hmm, gue nggak mau ganggu kencan kalian. Jadi kita duluan, ya?” pamit Vina segera menambahi dan langsung menarik Galang pergi darisana.

Dafa hanya menatap kepergian Vina dengan tatapan yang sulit diartikan, tapi yang jelas cowok itu tengah memendam rasa emosi dan entahlah, cemburu mungkin?

Setelah berpisah dengan Dafa dan Fena tadi, Vina dan Galang sepakat mampir ke sebuah resto terlebih dulu. Suasana resto ini sangat ramai berhubung malam ini adalah malam minggu. Banyak pengunjung berpasangan yang datang ke resto ini untuk menghabiskan malam mungguan.

“Silahkan pesanannya,” ucap pelayan resto itu meletakkan pesanan Vina dan Galang di meja.

“Makasih.”

“Tadi itu temen lo yang waktu itu di Mentari ya?”

“Hmm, iya,” jawab Vina, lalu mencicipi makanannya.

“Cewek tadi pacarnya, ya?”

Vina mendongak mendengar pertanyaan Galang, entah mengapa selera makannya seketika hilang.

“Mungkin. Nggak tau juga sih gue.”

“Tadi lo bilang mereka kencan.”

“Hmm, masa pendekatan mungkin. Oh ya, besok ada CFD nggak?” tanya Vina mencoba mengalihkan topik.

“Nggak ada. Besok jogging bareng yuk?”

Vina terdiam memikirkan ajakan Galang. Vina sudah punya rencana untuk hari minggunya besok, ia ingin rebahan di rumah seharian. Namun ternyata Galang mengajaknya lari pagi.

“Oke.”

Akhirnya Vina menyetujui ajakan Galang, ia harus mengucapkan selamat tinggal pada kasurnya yang empuk dan nyaman itu.

...🐈🐈🐈...

Pukul lima tiga puluh, Galang sudah tiba di rumah Vina. Beruntung setelah salat subuh tadi, Faris kembali tidur. Jika tidak anak itu pasti akan merengek minta ikut lari pagi bersama kakaknya.

“Mau lari dimana, Kak?” tanya Vina yang sudah siap dengan kaos dan celana training- nya.

“Sekitaran komplek rumah lo aja, tadi gue lewat taman rame kayak alun- alun. Nanti kita finish disana aja.”

Vina hanya mengangguk dan mulai berlari, bersebelahan dengan Galang. Vina melirik Galang yang terlihat sangat bersemangat, tiba- tiba memorinya teringat ketika ia dan Dafa juga sering lari pagi di hari Minggu. Vina segera menepuk pipinya agar tersadarkan.

“Kenapa, Vin?” tanya Galang menoleh, kaget juga melihat tiba- tiba Vina menepuk pipi dengan keras.

“Ada nyamuk,” jawab Vina nyengir.

Nafas Vina tinggal Senin Kamis, ia jatuh terduduk di bangku taman. Sementara Galang tertawa mengejek gadis itu. Vina malu sebenarnya, ia tidak kuat lari lama- lama tadi. Beruntung ia sampai dengan selamat di taman ini. Perut Vina yang berbunyi nyaring menambah semburat merah dipipinya. Ingin rasanya Vina menghilang saat ini juga.

“Mau sarapan apa?” tanya Galang yang akhirnya ikut duduk di sebelah Vina. Daritadi banyak pasang mata yang memperhatikan cowok tinggi murah senyum itu.

“Bubur ayam, ya?”

“Siap, tunggu disini. Gue pesen dulu.”

Vina mengangguk dan menatap punggung Galang yang menjauh dari hadapannya. Gadis itu mengipasi dirinya dengan tangan, keringat bercucuran membasahi dahinya.

“Vin? Ngapain lo disini? Bertapa?” tanya seseorang.

“Kapan balik lo? Menang nggak?”

“Baru kemarin gue sampe rumah. Menang dong, lo tunggu aja besok nama gue dipanggil pas upacara. Lo ngapain disini? Biasanya juga masih ngebo.”

Namanya Andi, teman sekelas Vina yang jarang masuk sekolah. Bukan karena bolos, melainkan Andi merupakan seorang atlet angkat besi. Ia sering absen karena lomba atau kejuaraan. Tempo hari Andi harus kembali absen karena ada kejuaran angkat besi tingkat Nasional.

“Gue baru jogging. Lo nggak bawain oleh- oleh gue?” tanya Vina, Andi ini satu- satunya teman satu kelas yang rumahnya dekat dengannya.

“Nggak sempet gue beli oleh- oleh. Gue balik dulu ya? Mau bareng?”

Vina mencibir Andi yang tidak membawa oleh- oleh, “Nggak gue balik sama temen gue. Sana lo pergi!”

Kurang lebih pukul 10, Galang pulang dari rumah Vina. Vina merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga. Tubuhnya terasa remuk karena ia jarang berolahraga. Ia memejamkan matanya yang terasa berat sesaat mencium bau bantal. Namun Vina tersentak saat ada yang menabok punggungnya.

“Minggir! Gue mau duduk disini,” ucap Eky.

“Duduk sebelah sana kan bisa.”

“Nggak, gue mau duduk disini. Pantat gue udah menyatu dengan sofa ini.”

“Dasar stress.”

Mau tak mau akhirnya Vina beranjak darisana dan berjalan ke dapur, sementara Eky menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

“Hoahm, Bang Eky kenapa? Kesurupan ya? Cekikikan sendiri,” tanya Faris yang baru saja bangun tidur.

Lihatlah wajah kusam dengan bekas iler di sudut bibir, mmebuat siapa saja yang melihat tidak akan percaya jika Faris salah satu anak Pak Cahyo yang tampan rupawan.

“Ya Allah, anak perawan jam segini baru bangun?!” pekik Eky meniru Bunda saat mengomel.

“Gue perjaka bukan perawan,” sewot Faris dan berlalu pergi.

...🐈🐈🐈...

Bunda ternyata sedang menyiram bunga di halaman belakang rumah, Vina berjalan menghampiri Bunda. Berniat mengagetkan, malah dirinya yang terkejut saat tiba- tiba tersiram air dari selang yang Bunda pegang. Vina berteriak histeris karena bajunya basah.

“Bunda, ih. Jadi basah semua!”

“Kamu belum mandi, kan? Sekalian nih Bunda mandiin,” kata Bunda tertawa senang.

“Kalian mainan kok nggak ajak- ajak?”

“Kamu darimana, dek? Tadi ikut Kak Vina lari juga?” tanya Bunda heran baru melihat tampang anak bontotnya ini.

“Si Faris baru bangun tidur, Bun. Masa’ Bunda nggak tau?” tanya Vina heran.

“Bunda nggak tau tuh, habis subuhan tadi udah nggak lihat Faris lagi.”

“Jahad ih, Bunda.”

“Iew, jijik gue. Sok manja, dasar.”

“Kak!”

"Heheheh, Vina mau mandi dulu.”

Vina segera kabur darisana sebelum Bunda semakin murka dan menyemprotkan air dari selang lagi.

...🐈🐈🐈...

1
Erni Fitriana
ku baca thor
Dhina ♑
komennya cuma 8
dah punya gc ayo gunakan para membernya
Dhina ♑
Ya Allah, ini full Like, tapi belum nambah komen
Dhina ♑
Ya Allah Yarabbi
😂😂😂😂 lagi seru-seru, baca pertarungan mereka....tegang dengan emosinya Juno. Eh kox gambar mas Kardi mendelik 🤣🤣🤣

Si bunda juga iseng banget, sampe nyuruh semua anaknya beli minyak goreng promo
Untung sukses bund 👍👍😂😂

Eh Ekky, kamu kox sepertiku, yang suka maling mangga 🤣🤣 dan selalu sukses juga 😂😂 sumpah deh, nih cerita eh, episode....judulnya Maling Mangga yang Gesrek 🤣🤣🤣

pagi pagi absen dimari
kolom misi tertera karya Author lain 🤦🤦🤦
Omegot NT mah
HaFu: Ternyata Bunda juga hobi maling mangga 😳
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
gila to the point' banget ya
C̸s̸•Netha_10
'gue peduli karena teman' Thor please lah nyesek itu✌️
HaFu: Jleb yak 😗😗
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
ya ampun baper sendiri gue inget mantan dong😭✌️
HaFu: Jangan diinget-inget lagi 😌
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
sumpah suka sama ceritanya 😭🤚
HaFu: Makasih Kak 😭😭
total 1 replies
C̸s̸•Netha_10
humor gue sebatas 'minta di beliin tikus' 😭✌️
C̸s̸•Netha_10
duh gue yg baper dong🤧
Nunu Adelia93
hahaha udah seneng2 tau nya mimpi 🤪🤪
Nunu Adelia93
astaga mantan model gtu gmna mau move on 😂😂😂
Nunu Adelia93: bener banget ka 🤭🤭
aku gak ikut nimbrung d GC yah ka
tanggung LG baca 😂😂😂
total 2 replies
Dhina ♑
Dah full Like, tapi belum afdol kalau ga ulang buay komen
HaFu: Komen yang banyak, Bund
total 1 replies
Dhina ♑
Teman ga tuh
Dhina ♑
Ya Allah...pagi-pagi kalian iming-iming pake Batagor, Ya Allah....perutku meronta ronta
HaFu: Wkwk sarapan batagor enak, Bund
total 1 replies
Nur Ulsyah Musyarofah
Semangat...
HaFu: Tengkyu Akak
total 1 replies
Nur Hayati
si mercy lucu😍😍😍😍
HaFu: Lucu kayak Otornya ya, uhuk 😗😗😗
total 1 replies
Violla
Semangat kak Hana
Dhina ♑
jadi ngiler 🤤🤤🤤 teringat nonton ke Bioskop, makan Popcorn, minumnya Fanta
duh....nostalgila dehh

kalian bikin kepengen 😥😥
R. Yani aja
ih... sweet banget, Dafa...😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!