Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.
Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.
Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Satu Bulan di Dalam Kepompong Maut
Setelah menetapkan fondasi perdagangan dan mengamankan wilayah Canglan, Xiao Chen memutuskan untuk menghilang dari pandangan publik.
Ia tahu bahwa karisma dan taktik hanya bisa membawanya sejauh ini; di dunia persilatan, kekuatan absolut adalah mata uang yang paling berharga.
"Ye Fan, Guan Tie," ucap Xiao Chen di depan pintu ruang meditasi bawah tanah yang dibangun di bawah akar gunung. "Selama satu bulan ke depan, jangan biarkan siapa pun—bahkan seekor lalat pun—masuk ke sini. Jalankan perdagangan racun seperti yang kuperintahkan. Aku ingin saat aku keluar, gudang harta kita sudah penuh sesak."
"Hamba laksanakan, Tuan!" jawab keduanya dengan hormat yang mendalam.
Xiao Chen melangkah masuk ke dalam kegelapan. Pintu batu setebal tiga meter menutup di belakangnya.
Sementara Xiao Chen berada di dalam, roda ekonomi Yin Wang Zong berputar dengan kecepatan yang menakutkan. Di bawah pengawasan Ye Fan, racun-racun tingkat menengah mulai mengalir ke Kota Naga Merah.
Para bangsawan yang memiliki musuh rahasia dan para pendekar yang membutuhkan penawar langka mulai membicarakan tentang "Obat dari Canglan".
Emas, perak, dan kristal energi mulai mengalir masuk ke lembah seperti sungai. Kereta-kereta kuda yang membawa peti-peti berat terus berdatangan setiap malam.
Guan Tie memimpin pasukan pengawal yang kini telah diperkuat dengan teknik fisik baru, memastikan setiap keping koin dan setiap tanaman obat langka sampai ke tangan sekte tanpa kekurangan satu pun.
Dalam satu bulan, harta kekayaan Yin Wang Zong telah melampaui gabungan kekayaan tiga faksi yang dikuasai Xiao Chen sebelumnya. Lembah itu bukan lagi sarang bandit, melainkan benteng ekonomi yang sedang tumbuh.
Di dalam ruang meditasi, Xiao Chen duduk bersila di tengah tumpukan kristal energi berkualitas tinggi yang ia beli dengan harga selangit sebelum masuk ke pengasingan. Di depannya, sisa-sisa Tanaman Primordial Hidup dan Mati yang ia bawa dari masa lalu mulai memancarkan aura hijau-hitam yang redup.
"Basis kultivasi manusia biasa ini terlalu rapuh," bisik Xiao Chen. "Saatnya membangun Inti Bumi yang akan menjadi fondasi bagi kembalinya sang Kaisar."
Xiao Chen mulai menarik energi dari kristal-kristal di sekelilingnya. Namun, ia tidak menyerapnya secara murni. Ia mencampurkan energi itu dengan sisa esensi racun di darahnya.
BUM!
Jalur energinya yang baru terbentuk mulai retak dan pulih kembali dalam hitungan detik—sebuah proses penghancuran dan pembangunan kembali yang menyiksa. Keringat hitam keluar dari pori-porinya, membawa sisa-sisa kotoran dari sepuluh ribu tahun penyegelan.
Minggu pertama, ia mengonsolidasikan Ranah Pengumpulan Qi.
Minggu ketiga, ia mulai membentuk pusaran energi di perut bawahnya.
Pada malam ke-30, udara di dalam ruang meditasi mendadak menjadi sangat dingin. Kristal-kristal di sekeliling Xiao Chen hancur menjadi abu setelah seluruh energinya tersedot habis.
Di dalam tubuhnya, pusaran itu tiba-tiba memadat, mengeras, dan berubah menjadi sebuah bola kecil berwarna ungu gelap yang berputar dengan stabil.
Ranah Inti Bumi.
Ini adalah lompatan besar. Di ranah ini, seorang pendekar tidak lagi hanya mengandalkan Qi luar, tetapi memiliki cadangan energi internal yang masif.
Kekuatan fisik Xiao Chen meningkat sepuluh kali lipat, dan yang lebih penting, ia kini bisa memanipulasi racun dalam radius yang lebih luas tanpa menyentuh musuhnya.
Pintu batu raksasa itu bergetar, lalu hancur menjadi debu saat Xiao Chen melangkah keluar. Penampilannya telah berubah; kulitnya kini sehalus porselen namun sekeras baja, dan rambut hitamnya berkilau dengan pantulan cahaya perak yang samar.
Ye Fan dan Guan Tie, yang setia berjaga, segera membungkuk saat merasakan aura yang menindas keluar dari tubuh tuannya. Aura itu bukan lagi sekadar intimidasi mental, tapi tekanan nyata yang membuat lantai batu retak.
"Tuan! Selamat atas terobosannya!" seru Ye Fan dengan suara gemetar karena kagum. "Laporan untuk Tuan: gudang harta kita telah penuh dengan tiga puluh ribu keping emas dan ribuan tanaman obat langka. Hubungan dagang dengan Kota Naga Merah telah stabil."
Xiao Chen menatap tangannya, lalu mengepalkannya. Ledakan udara kecil terjadi di telapak tangannya.
"Tiga puluh ribu emas hanyalah modal awal," ucap Xiao Chen, suaranya kini memiliki gema yang berwibawa. "Basis Inti Bumi ini cukup untuk membuatku berdiri tegak di depan sekte-sekte kelas menengah."
Ia menatap ke arah luar lembah, di mana matahari pagi mulai menyinari wilayah kekuasaannya. "Siapkan karavan terbesar. Aku sendiri yang akan pergi ke Kota Naga Merah. Sudah waktunya dunia melihat siapa pemilik toko 'Surga dan Neraka' yang sebenarnya."
Dengan kekayaan yang menumpuk dan kekuatan yang mulai kembali, langkah Xiao Chen tidak lagi terbatas di pegunungan. Sang Legenda telah resmi memulai ekspansi globalnya.
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi
MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.
👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.