NovelToon NovelToon
Calon TUMBAL

Calon TUMBAL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Spiritual / Matabatin / Thriller / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:678.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

"Kamu spesial, Jingga.. Kalo ada yang nanya wetonmu, jangan di kasih tau ya, nak."

"Kenapa, uti?"

"Karena mereka bisa menyakitimu, lewat hari lahirmu.
Weton kelahiran itu ibarat senjata mematikan bagi orang jahat yang mau berbuat jahat padamu, maka dari itu jangan beritahukan wetonmu pada sembarang orang!"

Jingga, memiliki nama panjang Radenaruna Jingga. adalah gadis spesial yang menjadi incaran makhluk ghoib. Dia lahir di detik - detik kematian ibunya, dan hal itu menjadikan dia memiliki kemampuan melihat hantu dan berkomunikasi dengan mereka (Indigo).

Sampai suatu hari dia di adopsi oleh majikan mendiang ayahnya saat akan menginjak SMP dan ikut tinggal di Jakarta. Dia mendapati kejanggalan dan keanehan di rumah orang tua angkatnya itu. Banyak Arwah - arwah yang menangis meminta tolong dan ada juga yang selalu mengganggu Jingga!

Apa sebenarnya yang terjadi di rumah itu?? Misteri apa yang tidak di ketahui oleh Jingga??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 9. Kecelakaan.

Setelah Delima pergi, Jingga pun kembali bersiap pergi ke kebun, tiba - tiba saja Jingga bersenandung lagu jawa yang semalam di nyanyikan oleh sosok perempuan mengerikan itu. Nenek Rumi pun tertegun dan melirik ke arah Jingga dengan tatapan takut..

"Tak lelo, lelo, lelo, ledhung.. Tak lelo, lelo, lelo, ledhung.." Hanya bagian itu nya saja yang Jingga ingat.

"Ti, lagu yang semalam uti nyanyiin gimana sih? Lagunya bagus, tapi itu bahasa apa?" Tanya Jingga.

"Jangan di nyanyikan lagi ya, nak." Ujar nenek Rumi dengan tatapan serius.

"Kenapa??" Jingga heran, padahal utinya sendiri yang menyanyikan nya semalam.

"Tidak apa - apa, tapi tolong jangan di nyanyikan lagi." Ujar nenek Rumi.

"Hmm?? Uti aneh, tapi ya sudah lah, Jingga berangkat ya, ti. Assalamualaikum.." Ujar Jingga.

"Wa'alaikumsalam.." Sahut nenek Rumi.

Nenek Rumi jadi ketakutan sekarang, itu berarti sosok semalam itu nyata dan Jingga mendengarkan tembang jawa itu juga.

Jingga mengayuh sepedanya menuju ke kebun pisang miliknya, di sana dia akan memanen pisang lagi dan akan menjual nya juga. Saat di persimpangan jalan, Jingga berpapasan dengan seorang kakek yang berpakaian serba hitam, berambut gondrong dan menatap Jingga dengan tatapan aneh.

Jingga pun heran dengan orang itu yang menatapnya seperti melihat hantu, tapi Jingga tidak hiraukan dan melaju saja melewati orang itu.

"Anak itu, akan di makan!" Ujar kakek - kakek tadi.

"Siapa kung?" Tanya anak muda yang muncul dari bawah kaki kakek - kakek itu, yang rupanya adalah Gani.

"Dia, jiwa nya akan di makan jika tidak di tolong." Ujar kakek - kakek itu lagi.

Gani menatap kemana arah kakek itu menatap, tapi dia tidak melihat Jingga karena Jingga sudah berbelok. Gani pun tak mempedulikan ucapan kakek nya itu dan langsung duduk di boncengan.

"Ayolah kung, rantainya sudah jadi." Ujar Gani, rupanya dia baru membenarkan rantai sepeda yang lepas.

"Lain kali pakai sepeda ayahmu, sepeda ini rantai nya copotan terus." Ujar kakek itu menggerutu.

"Iya kung.." Sahut Gani sambil terkekeh.

Singkat cerita, Jingga sudah selesai memanen buah pisang nya. Karena kebun pisang yang ini agak jauh dari rumah nya, Jingga tidak pulang dulu dan akan langsung menjual nya pada orang di pasar karena tidak ada yang pesan.

Jingga tak hanya mengambil buah nya, dia juga mengambil daun yang bagus - bagus untuk dia jual juga. Dan Jingga pun pergi dari kebun menuju pasar.

'Semoga ada yang beli, Bismillah.' Batin Jingga, dia pergi dari kebun.

Tak lama, Jingga sampai di pasar dan dia berhenti di pinggiran jalan yang ramai di lalui orang. Jingga dengan lihai menggelar alas untuk pisang - pisang nya lalu dia duduk menunggu pembeli.

"Pisang bu, asli masak pohon ini, baru manen." Ujar Jingga, ia menawarkan pisang nya.

Saat Jingga menunggu pembeli, matanya melihat sosok yang tak asing yang akhir - akhir ini sering datang ke rumah nya, Airlangga.

"Itu kan.. Pak Airlangga." Gumam Jingga.

Airlangga terlihat sedang berbicara dengan para pria - pria yang masing - masing membawa ransel di punggung nya. Tak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Airlangga memasukan mereka kedalam mobil seperti mini bus.

Tapi Jingga tiba - tiba melihat asap hitam yang sama yang seperti dia lihat saat di pemakaman ayah nya, asap itu berada di atas mobil dan ikut pergi dengan mobil itu setelah Airlangga menepuk belakang mobil itu.

'Astaghfirullah.. Kenapa aku melihat asap itu lagi?' Batin jingga, dia langsung memalingkan wajahnya.

"Dek, beli pisang nya." Ujar seorang ibu - ibu.

"Oh, iya bu silahkan pilih, ini matang asli dari pohon bu, tanpa karbit." Ujar Jingga.

"Oh, pantes gede - gede, minta dua sisir ya, dek." Ujar ibu - ibu itu.

"Iya, bu." Sahut Jingga.

Jingga pun antusias mengikat dua sisir pisang itu dengan tali dan memasukan nya kedalam kantong lalu memberikan nya pada ibu - ibu itu. Tanpa menyebut harga, ibu - ibu itu memberikan uang lebih pada Jingga, karena Jingga menjual memang tidak mematok harga (Seikhlasnya).

"Makasih banyak, bu." Ujar Jingga senang.

"Dek, jualan nya pindah ke sana aja." Ujar ibu - ibu itu.

"Kenapa bu?" Tanya Jingga heran.

"Pindah saja, ya." Ujar ibu - ibu itu sambil menepuk Jingga, lalu pergi begitu saja.

Jingga kebingungan dengan ibu - ibu tadi, tapi Jingga pun akhirnya patuh dan mengemas pisang - pisang nya, ia pindah ke titik yang di sebut ibu - ibu tadi. Dan rupanya di sana pembeli nya sangat ramai, Jingga di borong oleh orang baik dan bahkan mendapat uang lebih karena orang itu kasihan dengan Jingga.

"Alhamdulillah.." Jingga senang dan mengucap syukur.

"AWAS! AWAS! REM BLONG! REM BLONG!" Tiba - tiba terdengar teriakan ramai yang menyuruh orang minggir.

"KYA!!!"

"Ya Allah! Astaghfirullah!!"

"AWAS!! REM TRUK NYA BLONG!!" Teriak bapak - bapak.

Terlihat truk bermuatan pasir yang mundur dari tanjakan dengan kecepatan tinggi, truk itu oleng ke kanan dan kekiri sampai akhirnya menabrak pengendara motor di belakang nya bahkan ada yang tergilas.

Jingga langsung memalingkan wajahnya saat insiden itu terjadi, kaki nya gemetaran sampai lemas saat melihat korban yang tergilas.

"AAA!!! YA ALLAH!" Teriak orang - orang yang juga melihat.

"BRAK!!!"

Truk itu berakhir menabrak sebuah toko supermarket yang berada tak jauh dari tanjakan itu dan membuat kerusakan parah, pasir yang di muat pun berhamburan di jalanan dan membuat kemacetan parah seketika.

"Astaghfirullah.." Gumam Jingga, ia lantas melihat ke arah truk itu dan ke arah jasad yang tergilas.

Ada tiga korban yang meninggal di tempat kejadian, dua wanita dan satu pria yang kebetulan berada di belakang truk itu dan ada sekitar 9 orang yang luka - luka. Saat itu juga Jingga melihat ruh mereka yang berdiri kebingungan sambil menangis melihat apa yang terjadi pada tubuh mereka masing - masing.

'Kasihan sekali mereka, ya Allah.' Batin Jingga, Jika saja dia belum pindah, maka yang tergilas oleh truk itu adalah dirinya.

"Bapak!!! Ya Allah, bapak!!" Tangis seorang wanita yang menangisi suaminya yang tewas di tempat.

"Ya Allah, dia anak nya tetanggaku." Ujar yang lain melihat gadis yang tewas tergilas sampai kepala dan isi perut nya terburai.

Jingga melihat asap hitam yang dia lihat sebelumnya dia lihat di makam ayah nya mengerubungi jasad para korban yang meninggal di tempat.

"Sebenarnya asap apa itu, kenapa aku sering melihat asap itu." Gumam Jingga.

Keadaan di amankan oleh polisi di bantu warga setempat, para korban di bawa menggunakan ambulance dan truk yang menabrak pun di evakuasi. Jingga juga akhirnya pulang masih dengan bayangan mengerikan yang dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri, sampai kakinya juga masih lemas memikirkan nya.

Sesampainya di rumah, nenek Rumi terkejut melihat Jingga yang pulang dengan wajah sedih, dia pun bertanya..

"Loh, kenapa nak?? Kok sedih??" Tanya nenek Rumi.

"Asalamualaikum, ti." Ujar Jingga, tak lupa ia mengucap salam.

"Wa'alaikumsalam.. kenapa sedih, nak?" Tanya nenek Rumi lagi.

"Tadi ada kecelakaan ti, di pasar. Ada tiga orang yang meninggal, kondisinya mengerikan semua." Ujar Jingga, dia duduk di sebelah nenek Rumi.

"innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Untung kamu tidak kenapa - kenapa, nak." Ujar nenek Rumi.

"Jingga tadi lihat ruh mereka yang meninggal, ti. Kasihan.. mereka menangis kebingungan." Ujar Jingga, entah mengapa dia malah makin sedih dan menangis sekarang.

"Cup.. Cup.. Cup.. itu takdir mereka, nak. Semua orang sudah di gariskan takdirnya sendiri - sendiri, dan Allah juga sudah mengatur bagaimana mereka semua akan berpulang." Ujar nenek Rumi.

"Kamu mandi saja ya, biar lebih segar jadi tidak sedih lagi." Ujar nenek Rumi, Jingga pun mengangguk sambil menghapus air matanya.

"Semoga kita saat berpulang nanti dalam keadaan baik - baik saja ya, ti." Ujar Jingga, dia masih saja membayangkan ruh - ruh yang dia lihat.

"Amin ya Allah.." Sahut nenek Rumi, Jingga pun bangun dan masuk kedalam.

Tapi saat masuk di dalam rumah, Jingga merasa rumah nya berkabut. Rumahnya terasa gelap dan tidak seperti biasanya..

'Kenapa ini, ya Allah..' Batin Jingga.

BERSAMBUNG..

1
manira zhang
ceritanya sangat seru banyak plot twist nya, tencu othor🥰
manira zhang
kasian ustadz Ali, pdhal mau aku ajak ta'arufan belio🤧
Sativa Kyu
👍👍👍
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasihh kak❤️
total 1 replies
wahyuni yuni
seru nih ada lanjutannya/Drool/
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
sᴇᴘᴇʀᴛɪ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasih kak, sudah baca sampai akhirr🥰
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Ya allah... Airlangga... 🥺🥺 Kamu tersiksa karna ulahmu sendiri...
Desyi Alawiyah
Berarti ada yang salah sama salepnya.. 😮
Desyi Alawiyah
Ah masa sih Delima udah bawa Ika ke dokter... perasaan dibiarin aja deh Ika sakit kaya gitu... 😌
Desyi Alawiyah
Lah kamu marah-marah mulu sih, Raka.. Jingga adikmu loh sekarang...
Mila helsa
d episode jingga k rumh itu,,kt nya lbih nyamn SM BBI tua itu,.?
Mila helsa
ky nya ayh jingga d jadiin tumbal SM majik nya deh,lnjutt ahh
Mila helsa
lah,,ustad nya,mninggoy,kirain berilmu tinggi yg akn sllu bantuin ji ngga ,gitu🤣🤭
Mila helsa
baru mmpir nih KA,STLH bc kisa Rumah eyang,.aku lari ke profilmu,.mau maraton LGI ah bc nya,.suka bget SM kisah2 horor,.
siapa tau ini jg g KLH seru dr Rumh eyang,
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasii banyak kak,, semoga akak suka kisah nya..
total 1 replies
arif irawan
wingi wewe gombel, saiki ganti
opo enek sift jogo wit iku
Mila helsa: 🤣🤣🤣,iya y KA,.mungkin itu suaminya wwe gmbok🤣🤭
total 1 replies
Siti Sopiah
ala Thor pak ustadz kan seorang Hero di cerita in kok malah kamu bunuh Thor
Sandisalbiah
Airlangga baru dr pasar itu juga kan.. beneran mereka kah.. pelaku pesugihan...?
Sandisalbiah
tuh kan.. ada sesuatu dgn majikan ayah Jingga... sesuai judul.. mereka akan jadikan Jingga sebagai calon tumbal...
Sandisalbiah
sedikit curiga si ama mereka ini.. muncul setelah 2 thn kematian ayah Jingga, kalau emang mereka peduli dan bersimpati harusny langsung melayat saat beliau meninggal kan..? udah gitu kematian ayah Jingga yg tak wajar, bisa aja mereka yg punya pesugihan dan ayah Jingga yg jd tumbalnya dan sekarang Jingga di jemput buat persediaan wadal selanjutnya.. siapa tau kan..? 🤔🤔
♨ˢᶜ𝓐𝔂⃝❥ 🪐⃞⃝𝓞𝓻٭ ρι
😭😭😭😭😭😭
Irwan Marzuki
koq rumah mewah lantanga kayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!