NovelToon NovelToon
Salah Sasaran

Salah Sasaran

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:63k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Mitos dilangkahi adik perempuan menikah, merupakan momok yang menakutkan bagi Bening Embun Pagi. Belum lagi anggapan orang-orang yang akan melabelinya sebagai perawan tua, begitu menkutkan baginya.

keadaan yang membuatnya sangat terdesak ini, membuat Bening akhirnya, mengambil jalan pintas, dengan menjebak pria incarannya di coffee shop miliknya.

Sayangnya penjebakan itu berujung petaka bagi hidup bening, pria yang masuk dalam jebakannya bukanlah pria idamannya melainkan seorang pengusaha perkebunan teh asal Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan sifatnya yang arogan.

Bagaimanakah nasib Bening selanjutnya? apakah ia akan menikah dengan pria idamannya atau justru terjebak pernikahan dengan pria arogan yang masuk perangkapnya?

Cerita selengkapnya hanya ada di novel Salah Sasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Bening bangun keesokan paginya dengan perasaan seolah-olah ia tidak tidur semalaman. Hari ini ia mengenakan dress coklat berkerah tinggi, warna yang suram untuk suasana hatinya yang suram.

Bening melihat jam di dinding, dan hampir setiap lima belas menit sekali ia selalu melihat jam, Bening merasa waktu berjalan sangat lamban. Masih terlalu pagi untuk sarapan, masih terlalu pagi untuk jalan-jalan di perkebunan. Bening memutuskan mengisi waktu dengan mengirim pesan kepada Grace, sahabat baiknya.

Bening berjalan ke sofa di dekat jendela kamarnya, untuk sesaat ia menoleh ke arah pemandangan di luar jendela, barulah ia menatap layar handphonenya.

Bening:

Grace, aku terperangkap dalam penderitaan, kebodohanku. Tuan Surya Magenta terlihat muram, menjaga jarak dan tak mau bercakap-cakap denganku.

Kemarin saat aku tiba di kediamannya, rumah ini sangat besar bagai istana tapi istana hantu yang muram, bahkan di sini sama sekali tak ada foto keluarganya, aku curiga pria itu keluar dari sebongkah batu.

Grace, belum pernah aku merasakan kesepian dan bodoh seperti ini. Katakan padaku bagaimana aku harus menjalani ini?

Bening terkejut dengan ketukan pintu di kamarnya, ia buru-buru mengirim pesan itu kemudian menyimpan handphonenya di laci meja. Ketika berkeliling kemarin bersama Toto, pria itu mengatakan jika Surya tak menyukai orang yang memegang handphone, maka sebisa mungkin Bening tak membawa handphonenya ketika keluar kamar.

"Iya," Bening membuka pintu kamar dan melihat Toto berada di depannya.

"Selamat pagi, Nyonya. Sudah waktunya sarapan pagi, boleh saya mengantar Anda ke ruang makan?" tanyanya ramah.

"Terima kasih," Bening tersenyum sembari menganggukan kepalanya, dengan ragu ia mulai menuruni tangga.

Sesampainya di ruang makan, ia tak melihat tanda-tanda kehadiran suaminya, yang ada hanya satu set perlengkapan makan di atas meja makan. "Dimana Tuan Magenta?"

"Tuan Magenta tidak sarapan pagi ini," jawabnya. "Anda mau teh?" Toto bersiap menuangkan teh ke gelas, namun Bening menolaknya. "Aku bisa menuangnya sendiri, terima kasih," Bening terlihat kesal karena ternyata Surya tidak sarapan.

Bening mengambil roti panggang dan sebuah telur ceplok setengah matang. Walaupun nyaris tak memakan apa pun dalam 24 jam terakhir, namun ia tak bisa banyak menelan makanan itu. Padahal dulu sebelum tinggal di kediaman Surya, ia memiliki na*su makan yang bagus.

Bening tidak mau seperti ini, ini tidak bisa dibiarkan!

Mendadak kebulatan tekad melintas di benak Bening. Surya boleh membencinya sesuka yang pria itu mau, tapi Bening tak ingin dikucilkan dari hidupnya sendiri gara-gara sesuatu yang telah terjadi.

Ia teringat akan kalimat yang pernah ibunya ucapkan kepadanya dulu saat ia masih anak-anak. Seseorang akan bahagia saat dia bisa menerima keadaan. Intinya, semua orang bertanggung jawab atas kebahagiaannya masing-masing.

Well, kalau begitu Bening akan menciptakan kebahagiaannya sendiri, tak ada lagi bermuram durjana dan tak ada lagi hidup dalam ketakutan.

Ketika Toto merapihkan alat makan yang telah selesai Bening gunakan, Bening berdiri. "Toto, aku memilih Cinta untuk menjadi asisten pribadiku. Apa kau keberatan?"

Mata Toto sedikit membelalak, ia menaruh tangannya di bawah piring seolah piring itu hendak jatuh karena mendengar berita tersebut. "Tapi Cinta sedang di siapkan untuk menjadi juru masak, dia tak ada keahlian untuk menjadi asisten pribadi."

"Kau bisa mencari juru masak yang lain yang lebih hebat, dan menurutku tak perlu keahlian khusus untuk menjadi asisten pribadiku yang terpenting dia mengetahui seluk beluk perkebunan ini dan aku nyaman berbincang dengannya sehingga aku memilih dia."

Bening melihat jakun Toto naik turun saat pria itu menelan ludah, mendengar ucapan Bening. "Saya akan segera bicara dengan Tuan Magenta."

"Oh dia ada di sini?" Bening menoleh kearah pintu.

"Tidak Nyonya, Tuan Magenta sedang meeting bersama clientnya di jalan Dago dan akan kembali selepas siang nanti."

Surya pergi dan meninggalkan Bening disini? Sendiri? Padahal mereka baru menikah. Bening masih terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh Surya. "Baiklah," sahutnya sembari mengangkat dagu. "Kalau begitu aku akan mengelilingi taman di rumah ini, bagaimana menurutmu?"

"Tentu saja, Nyonya. Apa pun yang Anda inginkan."

Bening menyusuri koridor utama menuju ruang depan, ia berhenti di sana dan melihat sekeliling. Pandangannya tertuju pada setiap sudut ruang tamu yang tampak kosong, ia membayangkan jika ruangan itu di percantik dengan bunga-bunga segar seperti di rumah ayah tirinya di Surabaya, dimana kebiasaan ibunya menghias semua sudut ruangan dengan bunga segar sehingga terlihat tampak cantik dan juga harum. "Toto apa di rumah ini ada vas bunga?" Bening berbalik menghadap Toto yang berdiri tepat di belakangnya.

"Di gudang ada vas bunga milik Nyonya Rembulan, Kakak dari Tuan Magenta. Setiap akhir tahun beliau datang kemari untuk berlibur dan biasanya Nyonya Rembulan menghias kamar tidur dengan bunga-bunga yang ada di taman."

Bening tersenyum riang, pas sekali. "Kalau begitu, bisa kah kau mengambilnya untukku?"

"Tentu saja, Nyonya."

Sementara Toto ke gudang mengambil vas milik Rembulan, Bening ke taman yang berada di samping kediaman Surya. Sebetulnya kediaman Surya tidak kekurangan bunga-bunga cantik, bunga mawar, aster hingga tulip dengan berbagai warna ada di sana namun entah mengapa bunga-bunga tersebut tidak di gunakan untuk menghias ruangan agar lebih cantik.

"Sempurna," ucap Bening ketika melihat vas bunga milik Rembulan, dengan riang ia merangkai bunga-bunga yang di ambilnya dari taman kemudian menaruhnya di vas, ia merangkai seperti yang ibunya pernah ajarkan.Terakhir Bening menaruh vas cantik itu di sudut ruangan dan di atas meja.

Kerja kerasnya seharian ini membuat ruang tamu kediaman Surya menjadi indah sudah selesai, sekarang waktunya Bening membersihkan tubuh sebelum Surya Magenta pulang karena firasatnya mengatakan ia akan makan siang dengan suaminya. "Toto, tolong rapihkan tangkai-tangkai ini. Aku ingin ke kamar untuk membersihkan diri," ucapnya kemudian pergi meninggalkan ruang tamu.

"Baik Nyonya."

Di tengah kesibukannya merapihkan sisa-sisa tangkai yang sudah tidak terpakai, tiba-tiba saja Suyra datang dengan wajah yang memerah. "Toto apa-apaan kau ini, kau mau membuat ruang tamuku menjadi kebun bunga?" bentak Surya dengan nada tinggi.

"Tapi Tuan, ini..."

"Bukankah kau tahu peraturan di rumah rumah ini, semuanya harus seragam. Bunga-bunga ini membuat rumahku terlihat seperti tempat sirkus yang jelek sekali," Surya semakin meninggikan nada bicaranya. "Sekarang juga kau harus singkirkan semua bunga-bunga ini!"

"Apa sejelek itu?"

Surya tersentak ketika mendengar suara merdu dengan nada lirih dari arah seberang ruang tamunya. Pandangannya langsung tertuju pada istrinya yang sudah berdiri di sana dengan tatapan nanar, wanita itu terlihat sangat sedih tapi dia sungguh sangat sexy dan cantik dengan rambutnya yang terurai dan handuk kimono yang membungkus tubuhnya.

Pikiran kotor Surya kembali menghampiri, namun tatapan mata sedih Bening yang penuh kecewa langsung bisa menghalau pikiran kotornya.

"Kalau Tuan tidak suka dengan bunga-bunga ini, tolong jangan disingkirkan, taruh saja di kamarku karena aku memetiknya seharian ini," suara Bening terdengar bergetar, namun ia berusaha untuk tidak menangis di depan Surya.

Dengan langkah mantap ia melangkah mendekat ke arah Surya, setelah di depan meja ruang tamu ia meraih topi yang tadi ia gunakan untuk mengambil bunga di taman."Aku hanya ingin mengambil topiku yang ketinggalan, permisi," ia berbalik dan melangkah pergi.

"Tunggu dulu!" ucapan Surya menghentikan langkah Bening, dan membuat istrinya menoleh. "Aku tidak bermaksud mengatakan jelek kepada bunga-bunga yang kau petik, hanya saja vas bunga milik kakakku ini sudah ketinggalan zaman jadi aku ingin meminta Toto untuk menggantinya dengan yang lebih bagus."

Mata Bening seketika berbinar-binar. "Benarkah?" senyum merekah kembali menghiasi wajah cantiknya.

Surya mengangguk kaku. "Tentu saja, bunga-bunga yang kau rangkai indah, sayang sekali jika tidak sesuai dengan vasnya."

"Baiklah kalau begitu, terima kasih suamiku. Aku mau ganti baju dulu sebelum kita makan siang bersama," dengan riang Bening pergi meninggalkan ruang tamu.

Ganti baju? Surya membayangkan jika dirinya yang melepas kimono itu daru tubuh istrinya, kemudian membelai lembut kulitnya sebelum ia mengenakan pakaian ditubuh istrinya.

1
Dewi Andayani
Mantapsssss
Ersa
Luar biasa
bunda DF 💞
good,, singkat padat n bikin penasaran
off
Akhirnya 😍
off
Astaga Grace meninggal dibunuh Aksara, Akhirnya end
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
terima kasih kembali kak🙏
semoga sukses selalu karya karyanya 🤲
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
Aksara jahat sekali 😡
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
kaaaan benerrrr kejutan luar biasa yang di ciptakan Bening dan Sukma
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
waahhh ampun deh sampai migran gituuu😂😂😂
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
ternyata rembulan baru kali ini melihat Bening OMG ...setelah sekian purnamaaaa
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
tenang Surya siapa tahu Bening akan menampilkan sesuatu yang di luar dugaan mu
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
pasti Surya takut akan terjadi kekacauan jika bening bermain musikk yaa
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan ya..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
semoga bening bisa punya anak sendiri ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya yang luar biasa. Terima kasih
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saling melengkapi.
begitulah mereka
Ira Safwa 💕
selalu suka karya ka Irma, seruuu dengan konflik yang berbeda di setiap karyanya. Semangat berkarya 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Bagus ceritanya konfliknya tidak terlalu berat, happy ending... recomanded 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sampai migrain mendengar suara piano yang dimainkan Bening
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kehadiran Bening dalam kehidupan Surya membawa perubahan yang baik dan kehidupan yang bahagia yang mereka jalani...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!