NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Pelakor jahat / CEO / Romantis / Ibu Pengganti / Duda / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Selama tiga tahun menikah, Elena mencintai suaminya sepenuh hati, bahkan ketika dunia menuduhnya mandul.

Namun cinta tak cukup bagi seorang pria yang haus akan "keturunan".
Tanpa sepengetahuannya, suaminya diam-diam tidur dengan wanita lain dan berkata akan menikahinya tanpa mau menceraikan Elena.

Tapi takdir membawanya bertemu dengan Hans Morelli, seorang duda, CEO dengan satu anak laki-laki. Pertemuan yang seharusnya singkat, berubah menjadi titik balik hidup Elena. ketika bocah kecil itu memanggil Elena dengan sebutan;

"Mama."

Mampukah Elena lari dari suaminya dan menemukan takdir baru sebagai seorang ibu yang tidak bisa ia dapatkan saat bersama suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21. MAKAN MALAM

Hari itu menjadi hari yang paling membuat Elena gugup selama hidupnya. Bahkan dibandingkan saat ia harus presentasi di depan para investor besar, dibandingkan saat ia harus menghadapi fitnah Raven, dibandingkan saat ia harus menghadapi hal menegangkan ... tidak ada yang membuatnya segugup pertemuan dua keluarga ini.

Keluarga Morelli. Dan keluarga Alvarez.

Di satu ruangan.

"Tarik napas, Elena. Kau terlalu tegang," bisik Hans sambil merapikan sedikit rambut Elena yang jatuh ke bahu. "Kita tidak akan dipanggang hidup-hidup. Mereka sudah dewasa, bukan mafia."

Elena mengerutkan mata. "Memangnya kau kira aku takut pada orang tuamu?"

"Kau takut pada Ayahku," jawab Hans cepat.

"Aku menghormatinya bukan takut. Ingatlah kalau ayahmu adalah pemimpin terkenal Morelli," ujar Elena.

"Aku tahu, tapi tidak perlu setegang itu, Darling," kata Hans.

Elena membuka mulut hendak membalas, tapi tepat saat itu pintu ruang makan keluarga besar Morelli terbuka. Dan Elena membeku.

Ibu Hans, Ariana Morelli ... masuk lebih dulu. Elegan, kuat, dan berkarisma seperti seorang wanita yang terbiasa memimpin. Rambutnya sudah beruban di bagian depan, namun tidak mengurangi kecantikannya sama sekali.

Di belakangnya ... Ayah Hans, Albert Morelli, pria dengan aura dingin, wibawa tinggi, dan tatapan tajam yang sangat mirip dengan Hans. Bedanya, Albert memiliki senyuman yang mengintimidasi, bukan menenangkan.

Mereka benar-benar datang.

Dan Elena langsung meluruskan tubuh, siap membungkuk sedikit untuk menyapa. Namun Theo lebih cepat.

"MAMAA?!!"

Theo berlari secepat mungkin memeluk kaki Elena, membuat Elena yang tadinya sudah siap tampil elegan dan dewasa, berubah menjadi seperti ibu muda yang kebingungan.

Hans menghela napas dan menutup muka dengan tangan.

"Kenapa saat sebelum menjelaskan apa pun," kata Hans yang ia tahu bahwa apa yang Theo ucapkan akan menjadi bahan interogasi orang tua Hans.

Ibu Hans terperangah. "Tunggu ... apakah Theo barusan-"

"Mamaaa, Uncle Roland bilang akan membelikan Theo kue saat pulang nanti," tambah Theo sambil nempel seperti koala.

Ayah Hans membelalakkan mata. "Mama?"

Elena ingin menjelaskan, tetapi Theo sudah menengadah, tersenyum selebar mungkin pada dua orang tua Hans yang adalah kakek dan nenek bocah itu.

"Granpa? Grandma?! Theo punya Mama sekarang," ucap Theo bangga. "Mama Theo baik sekali! Mama sayang Theo!"

Hening. Kedua orang tua Hans menatap Hans dan Elena bergantian.

Hans buru-buru maju. "Mom, Dad, izinkan aku menjelaskan-"

Ibu Hans menatap Hans. "Tolong jelaskan secepatnya sebelum aku salah paham dan berpikir kalian sudah menikah diam-diam tanpa memberitahu kami."

Elena tersedak ludah. "T-tidak! Bukan begitu!"

Theo memeluk Elena makin erat. "Mama, nanti malam tidur bareng Theo lagi, ya."

"Theo," Hans buru-buru menutup mulut anak itu dengan tangan.

Ayah Hans menatap tajam, bukan marah ... tapi bingung. Sangat bingung.

"Sejak kapan anakku punya istri?" gumam Albert Morelli.

"Ayah aku belum menikah dengan Elena hanya bertunangan," kata Hans.

"Lalu kenapa Theo memanggil Elena 'Mama'?" tanya ayah Hans.

Elena panik. Hans panik. Theo santai karena yang penting ia punya Mama.

"Semua ini ..." Hans menarik napas panjang, "... berawal dari balon."

Ibu Hans berkedip. "Maksudmu?"

Hans menghela napas keras seperti sedang mengingat kejadian paling absurd dalam hidupnya.

"Kejadiannya begini ... aku dan Theo sedang makan siang. Theo melihat balon berbentuk dinosaurus, dan balon itu terbang ke arah seorang wanita. Theo mengejarnya, lalu melihat Elena. Entah bagaimana ... entah kenapa ... Theo memanggilnya 'Mama' hanya karena aku pernah bilang kalau Mama Theo itu wanita cantik yang Theo sendiri akan tahu itu Mama Theo saat melihatnya."

"Mamaaa!" ulang Theo bangga.

"Ya, begitu," Hans menjawab pasrah. "Dan sejak hari itu dia yakin Elena adalah Mamanya."

Elena mengangguk buru-buru. "Saya tidak berniat mengambil peran siapa pun. Waktu itu saya hanya tidak tahu harus bagaimana ... Theo menangis keras, saya mencoba menenangkan ... lalu-"

"Lalu takdir mulai iseng," potong Hans.

Ibu Hans menatap Elena, menatap Theo, lalu menatap Hans. "Ini ... banyak sekali yang harus dibicarakan."

Ayah Hans menyilangkan tangan. "Dan kau harus menikahi Elena jika sudah bertunangan dengannya."

"Aku tahu, Dad," ujar Hans.

Elena panas dingin.

Tiba-tiba terdengar suara langkah dari arah pintu.

Orang tua Elena muncul.

Ayah Elena tersenyum lebar. "Maaf kami terlambat sedikit. Lalu ... oh?" Ia memandang Theo yang menempel pada putrinya, seperti koala.

Ibu Elena menutup mulutnya. "Astaga lucunya anak ini."

Ayah Hans dan Ibu Hans langsung menoleh ke mereka. Dan dalam sekejap wajah kedua orang tua Elena berubah kaget setengah mati.

"Gerald?!" sapa Albert.

"Albert?!" sahut Gerald, ayah Elena.

Suara itu keluar serentak dari mulut kedua pria tertua Morelli dan Alvarez itu.

Elena dan Hans spontan serempak menoleh. "Kalian saling kenal?!"

Ibu Elena tertawa kecil. "Kenal? Sweetheart, dulu ketika perusahaan masih dikelola generasi kami, kami sering bertemu. Bahkan sering bersaing untuk proyek sama."

Gerald mengangguk. "Albert ini dulu rival terbesarku dalam tender pembangunan cabang Asia, Pasifik."

Albert tersenyum tipis. "Dan Gerald selalu saja satu langkah lebih cepat."

Ibu Hans juga tersenyum menatap ibu Elena, "Eleanor ini dulu ratu marketing internasional. Namanya selalu muncul di rapat-rapat besar."

Ibu Elena membalas senyuman itu. "Ah, kau dulu selalu memimpin tim. Jadi kalian tidak pernah bermusuhan?"

"Tidak," jawab Ibu Hans sambil tersenyum. "Melihat anak-anak kami rival sejak muda ... itu sungguh lucu."

Gerald menepuk bahu Hans. "Kau yang bikin anakku stres di kuliah ya waktu itu?"

Hans langsung batuk. "Ah, itu karena Elena terlalu banyak belajar?"

Elena melempar tatapan mematikan pada Hans. "Oh? Jadi aku ingat aku stres sepanjang dua semester penuh karena rebutan nilai denganmu?"

Hans memijat pelipis. "Bisa kita bahas lain waktu?"

Theo menatap semua orang dengan polos, tidak paham kenapa orang dewasa ribut sekali.

Lalu Theo menarik gaun Elena.

"Mama, Theo lapar," kata Theo.

Hening lagi.

Gerald langsung tersenyum hangat. "Ayo duduk dulu. Kita mulai makan sambil berbincang."

Mereka pun beranjak menuju meja makan besar. Suasana yang awalnya canggung, perlahan jadi hangat.

Saat itulah, pembahasan sebenarnya dimulai.

Ibu Hans mengambil gelas jusnya. "Jadi ... Hans bilang ada sesuatu yang ingin dibicarakan mengenai hubungan kalian?"

Elena tercekat. Hans terlihat tegang.

Theo sudah duduk di samping Elena sambil makan roti pelan-pelan.

Gerald tersenyum lembut, tahu maksud Hans jauh sebelum makan malam ini. "Kami juga sudah siap mendengarkan, Hans."

Hans menegakkan bahu. "Semuanya ... aku ingin jujur soal niatku terhadap Elena."

Elena melirik ke arah Hans, jantungnya mulai berdebar tidak karuan.

Hans menatap Elena. Tatapannya lembut, hangat ... tapi juga penuh tekad.

"Elena telah melalui banyak hal karena skandal bodoh yang dibuat Raven. Media memutar balikan fakta sampai korban terlihat seperti pelakunya. Elena diserang, dihina, dijatuhkan ... padahal dia hanya mempertahankan harga dirinya," ujar Hans sedikit.

Ibu Hans langsung berkata, "Media memang kejam. Mereka membuat korban tampak bersalah dan perempuan menjadi pihak yang dipermalukan."

"Elena tidak pantas diperlakukan seperti itu," lanjut Hans. "Dan aku tidak mau membiarkannya."

Ayah Hans menyipitkan mata. "Dengan cara apa?"

Hans menatap semua orang dan berkata tegas:

"Aku ingin menikahi Elena."

Elena terdiam. Napasnya tercekat. Ia tahu ini akan diomongkan, tapi tidak menyangka Hans akan mengatakannya sejelas itu. Tidak dengan ragu sedikit pun.

Ibu Hans tersenyum kecil. "Akhirnya kau mengatakannya."

Eleanor menatap Elena dengan mata berkaca sedikit.

Gerald menahan senyum bangga.

Ayah Hans bersandar pada kursi. "Lalu apakah Elena setuju?"

Semua tatapan tertuju pada Elena.

Theo memegang tangan Elena lebih erat sambil berucap pelan, “Mama?"

Elena menelan ludah.

Ia menatap Hans, pria yang sudah membuat hidupnya jungkir balik, tapi juga berdiri sebagai tameng saat ia hampir jatuh hancur.

Dengan suaranya yang lembut tapi tegas, Elena menjawab:

"Ya, aku setuju,", jawab Elena

Hans tersenyum, seolah semua beban lepas dari pundaknya malam ini."

Gerald tersenyum bijak. "Tolong jaga putriku. Jangan sakiti dia seperti Raven menyakitinya."

Eleanor mengangguk.

Ibu Hans memandang Elena dengan tatapan lembut yang mengejutkan. "Elena, ketahuilah satu hal. Perempuan yang tidak bisa memberikan keturunan bukan berarti tidak berharga. Media mempermalukanmu, tapi apa yang kamu lakukan membuktikan kau menjaga martabatmu."

Elena terkejut.

Ibu Hans melanjutkan, "Dan karena itu ... aku menghormatimu."

Elena menunduk lirih. "Terima kasih, Ma'am."

Ayah Hans menambahkan, "Dan tidak peduli apa kata media, hubungan kalian jauh lebih kuat daripada rumor."

Hans tersenyum kecil ke arah Elena.

Theo menyandarkan kepala di lengan Elena.

Suasana makan itu ... menjadi hangat. Lebih tenang. Lebih damai daripada yang mereka bayangkan.

Pertemuan dua keluarga itu berjalan jauh lebih baik dari yang Elena atau Hans bayangkan.

Tapi ini baru permulaan dari segalanya.

1
Nor Azlin
harus ingat yah Hans di kantin mu ada yang akan mengambil kesempatan di saat Elena nya tengah hamil yah ...harus jauhi sactris mu yah kerana dari mula Elena tidak suka dengan nya tambah lagi sekarang dia sudah dek bayi di dalam perut nya harus hati2 kamu nya yah...lanjutkan thor
Nor Azlin
tiga tahun itu tempoh dia mau mengambarkan dia mau menikah yah tapi perselingkuhan si Raven sudah satu tahun lebih dulu sebelum Raven mengutarakan dia mau menikah lagi sama si jalang Jessy yah itu bermak nak belum setahun dia sudah bermain api di belakang nya Elena kan sampai di mengetahui si Jessy nya hamil bodoh nya si Raven ini percaya sama omongan si Jessy nya kerana menginginkan anak maka semua itu dia iya kan aja deh walaupun dia tidak tau sama ada mereka membuat anak semasa mereka berada di dalam kamar itu kerana si Raven itu mabuk pasti sudah terlelap gitu kan 😂😂😂namun akal Jessy ini terlalu panjang jadi lah si bodoh Raven ingin bertanggungjawab deh dengan menikahinya itu semua gara-gara si Diana nah menyebut tentang Diana yah thor apa sudah mati atau masih hidup yah😂😂selepas kena cerai sama suami nya entah pergi kemana aja dia nya bagai hilang ditelan bumi ni ... lanjutkan thor
Maulidia Okta
Pelajaran yg bisa diambil, hargai.orang lain walaupun itu orangbrendahan
Nor Azlin
sia2 aja ketakutan mu itu deh tapi itu jawar aja kan kerana si Jessy sudah menanamkan pikiran si Raven dengan. momokan anak itu darah daging nya kerana dia juga mengatakan itu adalah anak nya kan😂😂 terimalah nasib mu dengan kenyataan pahit nanti nya yah 🤣🤣🤣aku tunggu kehancuran mu Raven Jessy nya sama Diana juga kecuali papa nya ...lanjutkan thor
Nor Azlin
Elena nya hamil tu ayo Hans bawa aja kerumah sakit deh periksa aja tu kan Elena nya bukan mandul yah ...semoga Elena nya dapat anak twins yah thor biar mulut2 puaka mereka jadi diam deh terutama si Diana sama Raven itu yah juga si jalang Jessy nya biar kebusukan dia pada tau yah ...karma mu semakin hampir lho Jessy nya tunggu aja tu ...lanjutkan thor
Yulinar Yulinar
monica mau jadi jalang jua ya?
komalia komalia
Semoga si diana dsn orang yang julid tau Kalau elena hamil
komalia komalia
Sekarang si jesy mandul
Nor Azlin
sudah aku bilang kan anak yang Jessy banggakan itu bukan anak kandung nya si Raven yah😂😂😂kerana itu anak orang lain kerana Jessy memang mengincar Raven nya maka saat ibu nya Raven mengizinkan dia menjaga atau lebih tepat nya ibu di Raven. ini menyuruh Jessy mengambil kesempatan atas anak bego nya itu tengah mabuk2kan & terjadilah kejadian ini...bodoh nya lagi ni si Raven sudah terlalu lama dia tidak menyentuh si Jessy bukan apa selama ini dia tidak merasakan diri nya tidak hebat yah pasti dia merasakan itu sendiri kan 🤔🤔 setiap laki2 yang kurang kelelakian nya pasti tau lah bahawa burung nya cepat bangat kolep😂😂kerana keegois nya si Raven semua itu tentu di tolak kebelakangan deh mana mau dia memikirkan itu semua sudah pasti menyalahkan si isteri yah ...lanjutkan thor
komalia komalia
dan bayi yang kamu jarap kan bukan bayi nya ternyata
komalia komalia
kaya nya hans curiga helena hamil
Wayan Sucani
Ayoo cari Hans..
komalia komalia
hamil.kaya nya elena
komalia komalia
balasan yang setimpal
komalia komalia
menyesal mu terlambat
komalia komalia
rasain belum lagi kau terkuak lagirahasiaj yang sangat besat
komalia komalia
masih belum hami juga elena
komalia komalia
pasti anak mu yang mandu diana tunggu kehancuran mu ervan dan tunggu anak mu lahir yang bukan anak mu
komalia komalia
pembalasan jauh lebih sadis
Nor Azlin
sudah aku katakan yah membuat anak hadir kedunia ini bukan kerajaan satu orang yah itu harus ada pasangan lawan jenisnya 😂😂😂mantan mertua mu itu adalah punca segalanya ...dia yang memberikan Jessy itu pada anak nya yang mabuk2kan & membuat semua ini terjadi tapi itu juga disebabkan si Raven itu bodoh juga kerana dia sememangnya tidak ada prinsipnya juga ketegasan pada hatinya deh ...dia terlalu mengikuti nafsu nya sendiri ...semoga karma buat kalian yang paling menyakiti hati kalian semua terutama ibu Raven sama Raven itu sendiri di saat kebenaran terungkap nanti nya deh😂😂😂... lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!