Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.
Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.
Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.
Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Sunat
"Dengan penuh rasa hormat, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami. Setelah melalui pertimbangan yang matang serta perenungan yang mendalam, saya dengan kesadaran dan kerelaan hati menyatakan niat untuk memeluk agama Islam dan menjadi seorang muallaf." Ucap Leon, Pak Kiyai nampak tersenyum.
"Adakah alasan atau hal yang membuat Nak?"
"Ah, nama saya Leon, Pak." Tambah Leon, Pak Kiyai mengangguk.
"Adakah alasan khusus yang membuat Nak Leon menjadi muallaf?" Tanya Pak Kiyai, Leon menatap Kyun. Dia mengangguk meyakinkan, dan begitu pun dengan Tamam.
"Saya menyatakan keputusan untuk menjadi seorang muallaf pada saat ini dilandasi oleh niat untuk mempersunting seorang wanita yang saya cintai. Meskipun saya menyadari bahwa saat tersebut belum tiba, dalam masa penantian ini saya berkomitmen untuk mempelajari dan memahami ajaran agama Islam dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik, matang, dan layak untuk menjadi sandaran hidup baginya." Ucap Leon pasti.
(Kyaaa author lagi baper, cengar-cengir)
"Saya menyadari bahwa perjalanan hidup yang telah saya lalui tidak sepenuhnya sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh calon istri saya. Latar belakang pergaulan serta pekerjaan yang pernah saya jalani pada masa lalu tidak sesuai dengan ajaran yang kini ingin saya pelajari. Saya memahami bahwa kesalahan dan dosa yang telah saya perbuat mungkin tidak terhitung jumlahnya, namun dengan kerendahan hati saya memiliki keinginan kuat untuk belajar, memperbaiki diri, dan menjadikan kehidupan saya ke depan lebih bermakna." Tambah Leon, Kyun tertunduk mendengar ungkapan Leon, begitu pun Tamam.
Awalnya mereka menyepelekan niat Leon, mereka yakin bila Leon hanya main-main dengan Elyra. Mereka yakin bila Leon tidak pernah seserius itu, karena selama ini pria itu berada di dunia yang jauh dengan mereka.
"Alhamdulillah," ucap Pak Kiyai, dilanjutkan dengan pembacaan syahadat. Leon merasakan dadanya tenang, dan kini dia sudah masuk dalam dunia yang berbeda.
"Buang semua anggurmu, bro!" Tamam menyenggol Leon, Pak Kiyai tersenyum melihat hal itu.
"Aman, tapi kalo sunat, sakit nggak?" Senggol Leon, kini senyum jahat terukir di bibir Kyun.
"Beh, rasanya sakit banget. Pokoknya kesenggol aja bisa sakit, apa lagi ini. Dipotong, bro! Habis kamu!" Tamam tertawa melihat Kyun yang menakuti Leon seperti anak kecil.
"Beneran?" Tanya Leon lagi, Pak Kiyai tertawa.
"Tidak, itu tidak menyakitkan. Itu jalan membersihkan diri," ucap Pak Kiyai, lalu Leon mengangkat alisnya.
"Pak Kiyai, terus kalo habis disunat melakukan hubungan itu enak nggak?" Sontak tawa serentak terdengar di tempat itu, suasana riuh yang hangat itu tercipta begitu saja.
"Saya tidak tahu," jawab Pak Kiyai. Leon menghela napas kasar dan Kyun makin semangat menjadi kompor, memanasi keadaan.
"Gimana mau enak, yang ada Lyra bisa nggak puas soalnya itu mu jadi pendek." Tawa Kyun, satu jitakan melayang di kepala Kyun dari Tamam, tawa kembali terdengar menggema.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Seorang wanita berhijab besar menghampiri, senyum terukir di bibirnya menatap mereka yang datang.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Neng Tiara." Jawab Pak Kiyai. Tiara menatap Leon yang kini ada di sana.
"Pak Direktur, Anda di sini?" Sapanya, Leon mengerutkan keningnya.
"Nak Tiara kenal Nak Leon?" Tanya Pak Kiyai.
"Tidak, Pak, saya tidak mengenalnya." Jawab Leon langsung, Tiara tersenyum licik.
"Apa maksud Anda, Pak Direktur? Bukankah saya sudah membuat perjanjian melakukan pernikahan. Saya datang ke sini juga untuk terakhir kalinya demi—"
"Sayang sekali saat ini saya hanya seorang founder di tempat kecil, bukan orang yang Anda maksud." Tukas Leon, Kyun yang melihat itu tersenyum sinis.
"Kepercayaanmu, ah itu memang sulit. Ada yang datang dan ada yang pergi." Kyun tersenyum, Pak Kiyai mengangkat alisnya bingung.
"Tiara, Leon sekarang tidak memiliki ikatan lagi dengan keluarga anggur yang kamu kenal. Tidak malukah dengan kerudung besarmu dan menjadi pelayan anggur? Tapi sudahlah, aku tak berhak menilai di sini." Kyun mengangkat bahunya, padahal mulutnya sangat ingin terus berkomentar.
"T-tapi, bukankah pernikahan kita—"
"Saya sudah memiliki calon istri, dan jelas itu bukan Anda." Sinis Leon, hening tercipta akibat ucapan sinis tersebut. Pak Kiyai menghela napas kasar, tangan Tiara mengepal dan beranjak berdiri, meninggalkan tempat itu tanpa salam.
(Episode Leon di sunat nanti ada di novel berikutnya ya, di kisah khusus Kyun&Ayrin)
Canggung tercipta setelahnya, dan satu jam kemudian mereka pamit setelah Pak Kiyai memberikan wejangan tentang apa yang harus dipelajari Leon untuk pertama kali.
Setelahnya mereka pergi ke rumah sakit, dan kembali pulang ke perumahan itu lagi. Leon menggunakan sarung, nampak malu dan jalannya terlihat kesulitan.
"Leon?" Elyra terkejut melihat pakaian Leon, dia menggunakan sarung dan mengangkat bagian depan sarungnya.
"Kenapa jalannya kayak gitu? Kayak habis disunat aja." Sindir Elyra, Leon menghela napas.
"Memang habis disunat, Dek. Wah, dipotong setengahnya itu, Dek." Tawa Kyun, Elyra menatap tajam pada Kyun.
"Emang aku sebodoh itu!" Kesal Elyra, dia menatap Leon sekali lagi dari bawah hingga ke atas.
"Serius aku tanya, kamu kenapa?" Tanya Elyra lagi, Leon menaruh kepalanya di pundak Elyra.
"Aku habis disunat." Bisik Leon, Elyra membulatkan matanya dan mundur beberapa langkah.
"Om Kyun!" Teriakan Raisa terdengar, dia berlari dan langsung memeluk Kyun. Jelas karena dibanding sang ayah, Raisa lebih dekat dengan Kyun.
"Wah, kalo ada om-nya, Papah dilupakan ya?" Tamam mencubit hidung putri kecilnya.
"I-ini beneran?" Elyra kembali bertanya, namun tak ada yang memedulikannya. Hanya Leon yang mengangguk beberapa kali.
"Seminggu juga sembuh itu." Ucap Kyun lagi sambil berlari membawa Raisa, Tamam juga berjalan mengikuti mereka. Sedangkan Leon dan Elyra kini saling berhadapan dan keheningan tercipta.
"Hiks.. hiks.. Leon!" Elyra menangis menutup mulutnya sendiri dan hendak memeluk Leon, namun dia teringat yang di bawah sana dan akhirnya hanya melompat saja.
Sedangkan Leon hanya terkekeh, perasaan aneh itu kembali menyeruak. Bagaimana senang dan tangis tercipta dalam satu wajah di hadapannya.
"Sudah makan siang?" Tanya Leon, Elyra mengangguk dan menggandeng tangan Leon.
"So, sekarang apa bisa jadi pacarku?" Tanya Leon lagi, entah sudah yang kesekian kalinya pria itu mengutarakan hal yang sama.
"Tidak ada kata pacaran, hahah..." Tawa Elyra lepas, seketika Leon menganga namun dia terhenti saat tangannya berhasil ditarik Elyra.
Masa depan seperti apa yang akan mereka lalui? Atau justru hal seperti apa yang harus mereka hadapi di masa depan. Leon sudah melangkah sejauh ini, maka tak ada kata mundur untuk Elyra.
Elyra sudah belajar banyak dari drama konglomerat ala orang Barat, dia yakin calon mertuanya akan menekannya secara ekonomi. Menghancurkan seluruh usahanya saat ini, atau lebih sadis lagi. Calon mertuanya akan menangkapnya, menculiknya, dan membuangnya ke kolam hiu.
...----------------...
David Anggara El-Ghifari
David Datau Dadang ini berstatus sebagai duda. Cintanya tak seindah angan, dan kandas dengan penyesalan. Dia rada sadis, seorang psikolog juga, dia juga memiliki tempat karantina di Jogjakarta.
Karantina khusus anak-anak nakal, atau remaja yang pernah tersesat. Ziyan dulu tinggal disini, Kyun juga pernah selama 2 bulan. Ziyan karena frustasi hampir kehilangan nyawa Ziyan, dan Kyun itu saat remaja dia itu nakal. Sangat nakal malah, nanti kita ikuti novelnya aja ya gak di spoiler disini.
Kalo Ziyan ada tuh di novelnya, khusus Ziyan meski tokohnya ada beberapa yang berbeda. Kenapa? Soalnya dulu gak pernah ada rasa pengen up novel dengan realistis si, jadi cuma inspirasi saja. Ini juga inspirasi, ada beberapa yang berbeda karena alasan pribadi.
Nanti aku up novel tentang kang Dadang kalo hidupnya sudah happy ending. Sekarang lagi sad man mode dulu🤣
🤣