Apakah yang akan terjadi saat Disthi tahu, jika dirinya di jadikan bahan taruhan oleh suami dan adik iparnya????
Cinta?
Kau hanya satu kata sederhana, tapi kenapa begitu rumit untuk di jalani.
_Junior Putra Sadewa
Cinta?
Hanya bisa aku pendam, tanpa tahu bagaimana caranya mengungkap semuanya.
_Adhisti Putri Anzel
Cinta?
Apa kah salah jika aku mencintai wanita yang tidak mencintaiku..
_Dwi Putra Sadewa
Akan kah mereka bisa menemukan cinta sejatinya? Atau hanya bisa mengenal cinta tanpa bisa meraih cinta tersebut ke sebuah hubungan yang serius?
Sambungan dari wanita taruhan ceo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
09
"Junior." Panggil Putra saat setelah membuka pintu kamar Junior...
Junior yang berada di kamar langsung menoleh ke arah pintu.. "Kebiasaan masuk tanpa ketuk pintu."
"Kau juga kebiasaan, tidak pernah mengunci pintu." Balas Putra, sambil berjalan mendekat ke arah Junior, dan duduk tepat di samping Junior.
"Ada ada saja balasan mu jika di tanya."
"Jelas..." Ucap nya sambil tersenyum.
"Ada apa? Tumben kau datang ke sini? Apa ada hal yang penting?"
"Tentu ada.." Jawab nya, "Ouh iya, apa kau masih ingat dengan janji mu?"
"Janji?" Tanya Junior mengulang..
"Iya, janji mu tentang menolak perjodohan mu dengan Disthi.."
"Ouh itu, tentu saja aku ingat.."
"Syukurlah.." Ucap Putra lega..
"Ada apa emang?"
"Sejujurnya aku masih ragu dengan janji mu Junior.. Terlebih lagi, kau tahu kan Disthi itu wanita cantik, pintar dan baik hati. Jadi siapa pun pria pasti akan tergila gila pada nya.."
"Hahahahah, dan itu termaksud kamu Putra. Kau sudah tergila gila pada Disthi. Tapi aku???" Tunjuk Junior pada dirinya sendiri.. "Aku tidak akan mungkin jatuh cinta pada wanita seperti Disthi.." Ucapnya dengan sombong..
"Kenapa? Apa alasan nya? Bukan kah Disthi baik?"
"Alasan nya, karna Disthi bukan tipe ku. Dan aku tidak akan mungkin jatuh cinta padanya."
"Apa buktinya? Hhmm maksud ku, aku harus bisa memegang janji mu dengan sebuah bukti.. Kanra aku takut kau sampai melupakan janjimu."
"Hahahahaha." Junior tertawa lagi.. "Segitu tergila gila nya kau dengan Disthi sehingga dengan kakak mu sendiri kau tidak percaya Putra.."
"Bukan tidak percaya, tapi........"
"Tapi apa?" Potong Junior
"Tapi, bukan kah kita tidak tahu dengan hati kita?? Bisa saja hari ini kau bilang tidak, lalu bisa saja besok kau tiba tiba tergila gila pada Disthi.. Ingat Junior benci dan cinta itu beda tipis."
"Kau tenang saja. Aku tidak akan mungkin melanggar janji ku." Ucap Junior sambil menepuk pundak Putra sang adik..
"Aku butuh pegangan, aku butuh bukti."
"Baiklah." Ucap Junior sambil memikirkan bukti apa yang akan ia berikan pada sang adik bahwa iya benar benar tidak akan jatuh cinta dan akan menolak perjodohan ini..
"Ouh iya, kau tahu kan aku punya rumah di jalan xxx. Dan punya apartemen di jln xxx juga." Ucap Junior
"Iya aku tahu.." Jawab Putra.
"Kita taruhan.."
"Taruhan???" Tanya Putra kaget mendengar ucapan Junior..
"Iyaa taruhan.. Jika aku jatuh cinta pada Disthi, maka kau bebas memiliki rumah dan apartemen ku.. Dan jika aku tidak jatuh cinta pada Disthi maka aku akan mengambil apartemen mu, dan juga rumah yang kau beli minggu kemarin. Dan aku bebas bersama Disthi." Jelas Junior membuat Putra membulat kan matanya dengan sempurnah..
"Bagaimana kau setuju??"Tanya Junior..
"Tidak, tidak." Ucap Putra sambil menggelengkan kepalanya.. "Ini salah Junior.. Disthi bukan barang yang bisa di jadikan barang taruhan. Disthi itu manusia, dia punya hati.. Apa yang akan dia rasakan jika tahu kalau kita membuat taruhan ini."
"Maka dari itu rahasiakan ini dari Disthi."
"Tapi Junior, ini tidak mungkin.."
"Kenapa??? Kau takut jika rumah dan apartemen mu aku ambil, haaa???"
"Tidak. Bukan begitu... Kau bisa mengambil semua nya dariku, asal Disthi bisa bersama ku. Tapi aku tidak bisa melakukan ini Junior, karna ini salah.."
"Pengecut.. Bilang saja kau takut jika rumah dan apartemen mu melayang." Ejek Junior, dan membuat Putra merasa tertantang..
"Okey, baiklah.. Aku setuju." Jawab Putra menyetujui..
"Okey, aku akan tulis dan kita berdua harus tanda tangan." Lalu Junior berdiri mengambil selembar kertas dan sebuah pulpen, dan di tulis lah tentang taruhan rumah apartemen dan Disthi..
"Ayo tandan tangan di sini." Ucap Junior memberikan kertas tersebut ke hadapan Putra..
"Okey." Jawab Putra lalu mengambil kertas tersebut dan menandatangani nya..
"Fix ini sudah selesai.. Dan aku harap kau bisa merelakan rumah dan apartemen mu." Ucap Junior bangga..
Putra terdiam duduk di sofa.. Ada sedikit penyesalan terselip di hatinya tentang taruhan tersebut. Iya takut jika suatu saat Disthi akan tahu semuanya.. "Apa yang aku lakukan ini adalah kesalahan." Gumam Putra.. "Aku harap Disthi tidak akan pernah tahu akan rahasia ini."
...🍃🍃🍃🍃...
"Bagaimana sayang, apa kau berhasil membalas perbuatan Junior??" Tanya Mey pemasaran..
"Tentu dong mom.. Siapa dulu Disthi." Ucap nya sambil membanggakan diri..
"Kau memang anak momy yang paling hebat. Tidak di ragukan lagi, kau memang keturunan Meylisa Anzel." Jawab Mey juga dengan bangga..
Anzel hanya bisa diam dan menggeleng kepala melihat kedua wanita yang iya sayangi bahagia di depan nya karna berhasil membalas kan dendam nya..
"Sayang, lihat lah anak mu. Dia berhasil mengerjai balik Junior."
"Dady, kenapa dady hanya diam saja." Tanya Disthi sambil menyandarkan kepalanya di bahu Anzel.
"Sayang, kau perempuan, tidak boleh seperti itu.."
"Emang kenapa kalau Disthi perempuan?? Tanya Mey
"Sayang, perempuan itu harus baik, sopan dan lembut "
"Ouh jadi kamu tidak suka dengan aku? Yang sifat nya seperti ini?" Tantang Mey yang selalu saja salah paham..
"Bu-kan begitu sayang." Ucap Anzel terbata..
Disthi yang ada di situ langsung mengambil langkah seribu menjauh dari pada kena amukan dari momy nya..
"Terus apa, Haa????
"Huufff, punya istri kok gini amat.. Bar bar sekali, tapi aku sayang." Batin Anzel
Hay untuk reader setia ku.. Yukk gabung di Group Chat ku.. caranya muda kalian tinggal ketuk pintu Group Chat yang ada di profil ku..
Tapi dengan syarat.. Kalian wajib like dan komen karya ku, agar admin bisa menerima kalian di Group Chat..
Makasih...
Salam sayang untuk kalian semua🥰🥰🥰